Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 92


__ADS_3

Matahari kini mulai bersinar menerangi bumi yang mulai mengusik tidur seorang pria tampan yang tampak pulas tertidur di dalam mobil. Wijaya yang sudah lelelahan karena mabuk dan aktifitas semalam menjamah tubuh gadis yang dia anggap sebagai istri nya sendiri tampak mulai membuka mata nya.


" Kenapa aku ada di sini?" Wijaya tampak memijat kepala nya yang masih pusing seraya mengingat - ingat kejadian semalam. " Oh ****!" Umpat Wijaya kesal saat melihat seorang wanita yang tampak polos, tidak memakai sehelai benang pun sama seperti keadaan nya sekarang ini sedang meringkuk di samping nya.


" Hey bangun! Siapa kau?" Wijaya yang tidak mengingat kejadian semalam tampak menggoyangkan tubuh wanita itu yang masih menutup mata nya. Mungkin wanita itu masih sangat kelelahan karena sesuatu yang menimpa nya semalam.


Perlahan Ara membuka mata nya dan bangun dengan susah payah sambil tangan nya ia silangkan untuk menutupi bagian tubuh nya. Jujur saja saat ini tubuh Ara terasa remuk dan tak sanggup bahkan hanya untuk bangun dari posisi nya tadi.


" Apa yang telah kau lakukan pada ku? Dasar brengsek!" Ara melayangkan tamparan nya pada Wijaya yang masih dengan wajah bingung nya. Air mata Ara yang sempat berhenti setelah tertidur kini luruh kembali membasahi seluruh wajah cantik nya. Perlahan Ara juga memunguti baju - baju nya yang sudah berantakan di sekitar jok mobil di sana dan langsung mengenakan nya satu per satu dengan isak tangis yang terdengar sangat memilu kan. Wijaya yang masih merasa bingung kembali di kagetkan dengan bercak darah sisa pergumulan panas semalam pada bekas terduduk nya Ara tadi.


" Apa aku sudah merenggut kesucian nya? Bagaimana ini?" Wijaya menyugar rambut nya frustasi menatap wanita yang ada di hadapan nya.


" Maaf!" Hanya itu kata - kata yang mampu di ucapkan Wijaya saat ini.


" Apa maaf bisa merubah segala nya ha? Apa maaf mu bisa mengembalikan sesuatu yang sangat berharga bagiku?" Ara berkata dengan nada tinggi menatap nyalang pada pria asing yang ada di hadapan nya.


Wijaya terdiam membenarkan perkataan dari wanita yang ada di hadapan nya.


" Lalu apa maumu?" tanya Wijaya dengan ragu.


" Tentu saja aku ingin kau bertanggung jawab atas perbuatan mu, apa menurut mu akan ada yang sudi menikahi perempuan yang sudah tidak suci lagi seperti ku" Ara masih terisak dalam tangisan nya.

__ADS_1


Wijaya kembali diam setelah mendengarkan jawaban dari Ara karena jujur saja, dia tidak mau menyakiti hati istri yang dia cintai dan di satu sisi dia juga tidak bisa membiarkan wanita yang sudah dia renggut kesucian nya.


Pada akhir nya seminggu setelah kejadian itu. Wijaya menikahi Ara secara sirih dengan perjanjian bahwa dalam setahun Wijaya akan menceraikan kembali Ara dan selama mereka terikat pernikahan Wijaya akan menanggung penuh biaya kehidupan Ara tapi Wijaya tidak akan menemui Ara untuk menjaga perasaan istri nya.


Dan benar saja selama masa pernikahan Ara dan Wijaya, Wijaya hanya memberi uang bulanan melalui orang kepercayaan nya dan tak pernah menemui Ara lagi.


Satu bulan telah berlalu, Ara yang seperti biasa bangun kesiangan karena pekerjaan nya merasa tidak enak badan sejak dia membuka mata nya.


" Uwek.... Uwek" Ara terus saja mengeluarkan isi perut nya sedari dia terbangun dari tidur nya.


" Ada apa dengan diri ku?" Ara memijit kepala nya yang terasa pusing. "Tidak mungkin!" Ara menggelengkan kepala nya menepis apa yang ada dalam fikiran nya sekarang. Ara yang ingin membuktikan bahwa perkiraan nya salah pun membeli sebuah alat tes kehamilan dari apotek terdekat nya. Tak menunggu lama Ara pun langsung menggunakan nya untuk mengetahui hasil nya.


" Aku harus bagaimana? Bahkan ayah dari anak ini sama sekali tidak memperdullikan ku. Tapi ini adalah anaku dan darah daging ku. Aku harus melahirkan dan merawat nya dengan baik" Ya Ara bertekad untuk membesarkan anak nya sendiri tanpa memberi tahukan pada Wijaya, toh Wijaya saja hanya memberikan uang saja pada nya tanpa menemui nya.


Hari demi hari berlalu, minggu demi minggu berlalu dan bulan demi bulan pun berlalu. Hari ini adalah hari di mana Ara melahirkan anak laki - laki nya dan dia beri nama Arga.


Saat dia baru akan pulang dari klinik, tempat nya bersalin tak sengaja mata nya menangkap sosok yang selama beberapa bulan ini tidak dia temui. Wijaya tampak sedang menggandeng mesra istri tercinta nya Ningrum yang terlihat sedang hamil besar. Seperti nya mereka baru selesai mengecek kandungan Ningrum.


" Lihatlah nak, ayah mu terlihat sangat bahagia menanti kelahiran calon anak nya. Tapi bahkan dia tidak menyambut kelahiran mu" Air mata Ara menetes begitu saja memandang wajah tampan putra yang baru saja dia lahirkan. Ara tidak berniat untuk memberi tahukan tentang putra nya pada Wijaya karena dia fikir akan percuma.


Lima tahun telah berlalu kini Arga telah berusia 5 tahun dan sudah akan memasuki taman kanak - kanak.

__ADS_1


" Bu, kenapa Alga tidak punya ayah?" Selalu itu yang Arga kecil tanyakan pada Ara dengan logat cadel nya.


" Ayah Arga sudah pergi jauh sayang, sudah pergi ke surga" Selalu itu juga yang jadi jawaban dari Ara.


Arga kecil tidak pernah mengeluh ataupun menanyakan ayah nya lagi seiring berjalan nya waktu, Arga fikir hidup dengan ibu nya yang sangat baik dan menyayangi nya itu sudah lebih dari cukup. Ara selalu bekerja keras untuk kehidupan nya dan juga Arga tanpa mengandalkan uang dari Wijaya lagi karena tak lama setelah Arga lahir, sesuai kesepakatan mereka Arga menceraikan Ara begitu saja.


Tak terasa Arga kini sudah berusia 10 tahun dan hari ini Arga bersekolah seperti biasa nya sambil menjual beberapa kue buatan ibu nya di sekolah nya. Arga adalah anak baik dan pekerja keras, dia tidak mengeluh akan keadaan mereka yang susah dan miskin. Malah Arga mau membantu ibu nya bekerja untuk mencukupi kehidupan mereka walaupun dia masih sangat kecil.


" Apa Arga tahu tentang ayah nya?" Ina tetangga Ara yang selalu kepo akan kehidupan Ara tampak menanyakan apa yang tidak ingin Ara bahas. Ya Ina adalah teman bekerja Ara sejak dia masih bekerja di bar dan Ina sedikit banyak tahu tentang Wijaya.


" Tidak, dan aku rasa dia tidak perlu tahu" wajah Ara berubah sendu setiap mengingat tentang pria yang sudah membuat hidup nya menderita.


" Kenapa, dia perlu tahu semua nya. Apa lagi pria itu sekarang bahagia bersama dengan istri dan anak nya yang bisa hidup enak sedangkan Arga harus hidup menderita. Arga juga anak nya Ara, kamu harus ingat itu" Ina tampak mengompori Ara.


" Sudahlah, kita tidak perlu membahas nya lagi. Nanti arga mendengar nya" Ara kembali melanjutkan kegiatan nya yang sedang menjemur pakaian yang baru selesai dia cuci tanpa menghiraukan Ina yang saat ini mulai merasa kesal pada teman sekaligus tetangga nya itu.


Tanpa mereka sadari, Arga yang baru saja pulang dari sekolah telah mendengar semua nya di balik tembok rumah tetangga mereka.


" Ternyata ayah ku masih hidup, aku harus menemui nya" Arga tersenyum senang saat tidak sengaja mendengar bahwa ayah nya yang selama ini dia kira sudah meninggal ternyata masih hidup.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2