
" Tapi tunggu, jadi isi surat itu apa?" Jay masih penasaran dengan isi dari surat yan terakhir dia terima dari Alice.
" Ish, apa kamu belum mengerti juga? Isi surat tadi ya itu tadi yang aku katakan. Dan kamu tahu? Aku saat itu menunggu mu di kafe tempat kita biasa berkumpul, namun sampai kafe itu tutup kamu tak datang juga." Alice mengerucutkan bibir nya .
" Maaf, kalau saja saat itu aku mencari tahu" Ada perasaan bersalah yang menggelayut dalam hati Jay.
" Sudahlah, lupakan ! Aku sudah tidak mau mengingat nya. Sekarang aku hanya ingin menikmati waktu berdua dengan mu" Alice kembali masuk ke dalam dekapan Jay dan kali ini Jay membalas dekapan Alice dengan erat. Ia pun sesekali mengecup kening Alice dengan lembut.
Malam itu kedua nya menghabiskan waktu mereka untuk mengobrol tentang masa lalu mereka. Jay juga menanyakan bagaimana Alice bisa jatuh cinta pada Nanda dulu, dan jawaban Alice membuat Jay ingin tertawa saat mendengar nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Keesokan hari nya semua orang tampak berkumpul di rumah Yuki untuk menjenguk kedaan Yuki dan Adzriel yang mendapatkan luka - luka akibat serangan yang di lancarkan oleh orang - orang Arga pada mereka.
Tampak Fika dan Nanda datang sangat pagi sekali karena keinginan Fika yang tak bisa di tolak oleh Nanda. Zela juga sudah datang sejak semalam saat Dita menelpon nya sesaat setelah Yuki dan Adzriel di bawa pulang oleh Razky.
" Oh Tuhan, lihatlah wajah kalian? Sudah tidak tentu bentuk nya" Fika yang baru daja datang langsung menilik wajah Yuki dan Adzriel yang sedang duduk di atas sofa dengan luka di badan mereka. " Ck ck ck, lihatlah wajah mu itu Riel, sudah tidak bisa di banggakan lagi" Fika menggelengkan kepala nya seraya berdecak di hadapan mereka berdua sedangkan Nanda hanya tersenyum mengejek ke arah Adzriel.
" Ish, apa kamu datang ke sini hanya untuk mengejek kami huh?" Yuki mengerucutkan bibir nya lucu.
" Uluh - uluh anak bunda ngambek" Fika melirik Dita yang duduk juga di sana. " Sini aku peluk" Fika pun langsung memeluk Yuki dan di balas oleh Yuki.
" Fik, luka ku lebih parah lo dari Yuki. Apa aku tidak di peluk juga?" Adzriel mengatakan nya seraya melirik Nanda dengan ujung mata nya. Adzriel sengaja melakukan nya untuk menggoda Nanda.
" Apa luka itu masih belum cukup bagi mu huh?" Nanda menatap tajam pada Adzriel.
" Cih, tingkat kebucinan mu semakin hari semakin parah saja" cibir Adzriel membuat semua tertawa.
__ADS_1
" Oh ya, Afkha belum datang?" Fika yang tidak melihat kehadiran Afkha di sana pun menanyakan nya.
" Sebentar lagi seperti nya" jawab Adzriel.
" Kak Jay, kemana apakah kalian tidak datang bersama?" Yuki merasa heran karena biasa nya Jay selalu datang bersama dengan Nanda, tapi sekarang dia tidak menemukan keberadaan nya.
" Jay sakit dari kemarin, jadi dia tidak bisa datang" jawab Nanda singkat.
" Dia bisa sakit juga ternyata" Adzriel berkata dengan nada mengejek.
" Ish, kamu ini, kak Jay juga manusia" Fika memukul tangan Adzriel pelan membuat Adzriel meringis kesakitan.
" Aw, Fik kamu ingin nambahin luka aku ya" Adzriel mendengus kesal seraya mengusap tangan nya yang lebam akibat perkelahian semalam yang di tambahi pukulan oleh Fika.
" Sory, gak sengaja" Fika nyengir kuda sedangkan Adzriel mengerucutkan bibir nya.
" Ish, tidak bisakah kalian diam sebentar saja? Apa kalian tidak merasa malu, lihatlah ada bunda, ayah dan mama disini" Yuki merasa jengah dengan tingkah ketiga orang yang ada di hadapan nya apalagi Nanda dan Adzriel yang setiap kali bertemu selau bertengkar seperti Tom dan Jeri.
Ketiga orang yang sedari tadi berdebat tampak tersenyum kikuk menatap ke tiga orang tua yang sedari tadi memperhatikan mereka.
" Assalamu 'alaikaum" Seorang gadis tampak masuk ke dalam ruangan keluarga Yuki dengan senyum mengembang di bibir nya. Namun sepersekian detik kemudian senyum itu menghilang berganti dengan wajah yang sangat terkejut saat melihat keadaan Adzriel dan Yuki.
" Ommo, apa yang terjadi pada kalian? Apa ada yang aku lewatkan?" Gadis itu menghampiri Yuki dan Adzriel dengan wajah terkejut nya dan melupakan untuk menyapa ke tiga orang tua yang ada di sana terlebih dahulu.
"Nami, kamu datang? Kami di serang semalam dan ini kami dapatkan saat melawan mereka" jawab Yuki dengan wajah yang bingung. Kenapa Nami bisa ada di sini pagi - pagi seperti ini, bukankah seharus nya dia pergi bekerja.
" Diserang?" Nami mengerutkan kening nya.
__ADS_1
" Ya sayang, nanti aku akan menjelaskan nya." Tiba - tiba Razky yang baru saja selesai bersiap di dalam kamar nya datang dan langsung menghampiri kekasih nya itu. Ya , Razky yang meminta Nami untuk datang karena dia juga harus tahu dengan apa yang mereka hadapi apa lagi semalam Razky terlibat dan tidak menaruh kemungkinan kalau Nami juga akan terkena imbas nya.
" Kamu yang nyuruh Nami datang Ky?" Dita tiba - tiba ikut berbicara .
" Ya, bun. Aku kira Nami juga harus tahu" Razky menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Ommo, aku lupa menyapa bunda dan ayah. Maafkan aku" Nami pun tersadar dengan kehadiaran orang tua Razky di sana saat mendengar Dita berbicara, dan dengan salah tingkah Nami pun menyalami calon mertua nya dan juga Zela yang ada di sana membuat semua menertawakan tingkah polos Nami.
Selang beberapa lama Afkha pun datang dan mereka pun memulai obrolan mereka tentang penyerangan semalam dan bagaimana langkah mereka selanjut nya untuk menghadapi mereka. Afkha sudah menyelidiki tentang Arga dan di mana dia tinggal, tak lupa dia juga menyelidiki tentang Black Dragon yang dikatakan Adzriel semalam pada nya.
" Jadi, Black Dragon adalah geng mafia yang dipimpin oleh pak Arga?" Adzriel tampak bertanya pada Afkha untuk meyakinkan nya.
" ya, tapi Black Dragon tidak langsung di tangani oleh pak Arga langsung melainkan oleh Diego, wakil ketua pak Arga yang bertanggung jawab penuh atas apa yang dilakukan oleh Black Dragon termasuk bisnis - bisnis ilegal mereka." Afkha menambahkan penjelasan nya.
" Menarik.. Jadi setelah Atmaja Group, sekarang kita harus menangani Black Dragon" Nanda tampak mengangkat sudut bibir nya.
" Seperti nya masalah ini semakin berbahaya saja untuk kita, lebih baik kita berhenti sekarang juga" Zela merasa khawatir pada keselamatan semua nya terutama Yuki.
Sekarang saja Yuki harus mengalami luka seperti itu apalagi kalau nanti mereka meneruskan misi mereka. Akan seburuk apa lagi hal yang akan teejadi pada putri nya itu.
" Tidak ma, justru bila kita berhenti sekarang itu tidak mungkin. Karena mereka pasti tidak akan membiarkan kita begitu saja" Yuki tampak menenangkan mama nya.
" Ya, Yuki benar tante. Satu - satu nya cara kita sekarang adalah harus menyelesaikan misi ini bagaimana pun cara nya, kalau tidak akibat nya akan sangat buruk bagi kita." Fika ikut berbicara.
" Tungu - tunggu, kalian bilang apa? Atmaja Group, Black Dragon?" Nami tampak familiar dengan apa yang mereka bicarakan.
" Ya , apa kamu mengetahui sesuatu?" Razky tampak mengerutkan kening nya menatap Nami. Begitu pun yang lain nya tampak menatap Nami untuk mendengarkan apa yang akan di katakan Nami selanjut nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏