
Mereka sudah memasuki kawasan apartemen yang cukup mewah, Salsa sebenarnya takut tapi dia hanya mengikuti Kenzo. Ada niatnya untuk menghubungi Tiara tapi melihat Kenzo yang tidak mau menurunkanya dipinggir jalan, jadi dia ikut-ikut saja.
"Ayo masuk" ajak Kenzo saat mereka sudah sampai disebuah kamar aparteman.
"Ini apartemen siapa?" tanya Salsa bertanya pada Kenzo.
Walaupun bertanya Salsa mengikuti kata Kenzo untuk masuk kedalam, dia terkejut ternyata apartemennya sangat mewah. Semuanya langkap disana, seperti rumah untuk orang yang sudah berumah tangga saja.
"Tunggu dan duduk disini, aku ambil baju sama obatnya dulu" ucap Kenzo berjalan meninggalkan Salsa dan masuk kedalam kamarnya.
Kenzo mengambil kaos dan celana panjang, diletakan diatas kasurnya. Sepertinya bajunya pas untuk Salsa karena itu baju yang paling kecil yang dia punya.
"Sana ganti baju kamu, udah aku letakin bajunya diatas kasur" Kenzo keluar dari kamar sambil membawa kotak P3k ditanganya.
"Apa aku boleh masuk kamar kakak, sepertinya tidak sopan seorang wanita masuk kekamar laki-laki lajang" jawab Salsa sambil tersenyum tidak nyaman.
"Terus kamu mau pakai baju basah kayak gitu atau kamu mau ganti baju disini?" tanya Kenzo.
"Tidak kak aku akan ganti baju dikamar saja" jawab Salsa lalu pergi masuk kedalam kamar.
Salsa masuk kedalam kamar tersebut, kamarnya sangat rapi sekali. Terdapat rak buku besar disana, sepertinya Kenzo suka membaca itu lah yang dipikirkan Salsa.
"Apa sebaiknya aku mandi dulu ya" ucap Salsa lalu masuk kedalam kamar mandi.
Kamar mandinya juga bersih walaupun nuansa nya cowok banget dan agak gelap.
Beberapa menit kemudian dia udah selesai mandi, Salsa mengganti bajunya dengan baju Kenzo dan bajunya terlihat sangat besar ditubuhnya. Karena dia tidak membawa dalaman jadi dia tidak memakai dalaman jadi Salsa langsung memakai bajunya saja, walaupun rasanya tidak nyaman.
"Kamu sudah ganti baju, ganti baju aja lama" ucap Kenzo tampa menoleh kearah Salsa, dia hanya mendengar suara pintu kamar dibuka.
"Iya sudah kak, maaf kak aku tadi numpang mandi sebentar. Aku nggak pakai barang kakak kok cuma minta sambun aja" jawab Salsa dengan muka imutnya.
"Pantesan lama banget" ucapnya padahal dalam hatinya memuji kalau Salsa sangat imut memakai bajunya yang kebesaran itu.
"Oh iya apa boleh aku mencuci baju ku kak. Soalnya aku tidak punya baju lagi untuk pergi kesekolah besok" ucap Salsa mendekat dan membawah bajunya.
"Sungguh merepotkan" jawab Kenzo pelan tapi dia masih berdiri dan mengajak Salsa untuk pergi kearah dapurnya, karena tempat mencuci bajunya disana.
Mereka berdua pergi kesana, Salsa langsung mencuci bajunya dan baju Kenzo sekalian yang ada disana. Kenzo hanya berdiri dan memperhatikan Salsa dari tadi, wanita ini sangat pemberani dan terkadang bersikap bodoh.
"Sana kakak duduk saja, biar aku yang cuci bajunya. Apa tidak ada lagi baju kotor, mau sekalian dicuci?" tanya Salsa.
__ADS_1
"Tidak ada hanya itu saja" jawabnya lalu duduk dimeja makan dekat dapur, sambil menunggu Salsa.
Salsa sangat telaten mencuci baju dan menjemurnya dibalkon, setelah itu Salsa menghampiri Kenzo yang masih duduk disana.
"Aku sudah mencuci bajunya, kira-kira kering nggak ya besok?" tanya Salsa sambil duduk disamping Kenzo.
"Besok kayaknya kering, kan ada angin" jawabnya dingin sambil memainkan ponselnya.
"Wah siapa yang belanja sayuran sebanyak ini, kenapa kakak tidak masukan kedalam kulkas?" Tanya Salsa sat melihat banyak sayuran dan bahan makanan diatas meja.
"Mungkin Mama yang belanja, dia sengaja meletakanya disana biar aku yang nyusun sayuranya sendiri" jawab Kenzo.
"Benarkah Mama kak Kenzo sangat perhatian sekali" ucap Salsa sambil memandang wajah Kenzo.
"Iya lah, Oh iya dari pada kamu mandangin wajah aku kayak gitu. Sana ambil kotak P3K diatas meja ruang tamu, bawak kesini" Salsa yang mendengar itu pun terkejut, padahal Kenzo tidak melihat kearanya dan masih memainkan ponselnya.
Salsa membawa kontak P3K tersebut lalu duduk kembali ditempatnya tadi. Melihat itu Kenzo langsung membuka kotak tersebut dan lansung mengobati luka Salsa.
"Sini aku obati" ucap Kenzo mulai mengobati muka Salsa.
"Terima kasih banyak kak" jawab Salsa sambil tersenyum senang.
"Kakak mau aku jujur atau bohong?" Salsa balik bertanya pada Kenzo.
"Ya jujur lah, ada-ada aja kamu ini" Kenzo menyentil kepala Salsa.
"Awww sakit Kak, penuh penderitaan banget badan aku hari ini. Ini semua gara-gara kakak" kesal Salsa sambil cemberut.
"Apa maksudnya gara-gara aku? harusnya kamu berterima kasih karena aku sudah mau menampung kamu" kesal Kenzo tapi masih mengobati luka Salsa.
"Ini semua gara-gara kakak, kak Monika marah dia kira aku dekatin kakak padahal cuma mau ngembaliin jaket kakak aja kemarin" jawabnya sambil menutup mulutnya dia keceplosan saking kesalnya pada Monika dan teman-temanya.
"Monika? jadi Monika yang buat kamu bonyok kayak gini?" tanya lagi untuk memastikan dan Salsa hanya menganggukan kepalanya.
"Biarin aku bicara sama dia besok, kenapa kamu tidak melawan? aku lihat kamu tidak terlalu cengeng tapi sedikit lemah sih" ejek Kenzo sambil memandangi Salsa yang membereskan kotak P3K tadi.
"Mana bisa aku melawan mereka main keroyokan aku kan cuma sendiri" jawab Salsa.
"Mau dibalikin dimana ini kakak?" tanya Salsa sambil membawa kota tersebut.
"Letak saja disana" tunjuk Kenzo pada lemari kecil dekat Tv.
__ADS_1
Salsa pun meletakan kotak P3K tersebut dan Kenzo mulai memasukan sayuranya kedalam kulkas.
"Apa boleh aku menginap disini kak?" tanya Salsa sambil berdiri didekat kulkas dan Kenzo yang mendengar itu terkejut.
"Ngga boleh gila apa!! aku akan antar kamu pulang setelah makan" jawab Kenzo.
"Tapi aku tidak mau pulang" mohon Salsa.
"Tapi aku juga tidak pernah mengajak siapa pun menginap di apartemen ku, kenapa kamu tidak mau pulang. Apa karena muka kamu lebam kayak gini?" tanya Kenzo.
"Iya lah Kak, kalau Mama aku ngga takut tapi kalau Papa tau bisa habis badan aku tambah digebukin. Itu lah sebab nya aku nggak mau pulang" jawab Salsa memberitahu alasanya tidak mau pulang.
"Oh iya kenapa kakak ngga mau pulang kerumah padahal rumah kakak tidak terlalu jauh dari sini?" Salsa balik bertanya.
"Tapi kasian juga kamu ya, baiklah karena kamu terluka gara-gara rebutin aku. Aku izinin kamu nginap untuk hari ini, tapi jika lain kali kamu dapat masalah aku nggak mau nolongin kamu lagi" oceh Kenzo dengan kesal.
"Dasar ngga ikhlas, Kakak juga belum jawab dulu pertanyaan aku yang tadi" Kesal Salsa.
"Iya-iya dasar bawel, aku ingin mandiri saja. Papa selalu mengajarkan aku untuk mandiri tapi berbeda dengan Mama, Mama selalu memanjakan aku karena aku anak bungsu. Puas kamu?" Kenzo menjelaskan alasanya tinggal sendiri karena ingin mandiri.
"Wah kakak hebat" jawab Salsa sambil tepuk tangan.
"Biasa saja, jangan berlebihan. Apa kamu bisa masak? kalau tidak bisa kita pesan saja" tanya Kenzo pada Salsa.
"Aku bisa memasak kak, serahkan saja semuanya pada ku" jawab Salsa.
"Bagus, setidaknya ada gunanya juga kamu disini. Aku tidak akan membantu kamu karena aku harus mengerjakan tugas sekolah, panggil saja jika sudah selesai" ucap Kenzo dan Salsa hanya menganggukan kepalanya.
"Iya siap kak" jawab Salsa dan setelah itu dia mulai mencari bahan makanan.
Salsa mulai menyiapakan bahan masakanya dan Kenzo pergi kekamarnya untuk mengerjakan tugas sekolah. Salsa memang bisa memasak karena Mbok Jum yang mengajarinya jika waktu libur atau akhir pekan.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1