
Papa Sindi masih saja terus marah dengan para guru, dia tidak mau Salsa dikeluarkan dari sekolah hanya karena masalah ini.
"Turus apa, Salsa masih boleh bersekolah disini? Saya tidak perduli jika, anak ini dikeluarkan dari sekolah karena masa depan anak saya lebih penting dari segalanya" Tanya Sindi yang mulai emosi.
"Kami akan memikirkan itu Pak, karena Bapak juga sangat berpengaruh bagi sekolah ini. Tapi untuk sementara Salsa kami skors karena kami juga harus menghapus dan memberhentikan pemberitahuan yang mambuat nama sekolah jadi buruk" jawab Bu Desi.
"Sekarang dimana Salsa? kenapa dia tidak dipanggil keruangan ini?" tanya Sindi.
"Maaf Pak Sindi, anak kelas tadi bilang jika Salsa sudah pulang duluan" jawab Bu Desi.
"Baiklah kalau begitu, saya akan menerima keputusan dari kalian. Kalau tidak ada yang ingin dibicarakan saya permisi dulu" ucapnya dingin.
"Tunggu Pak, Pak Sindi tidak perlu khawatir. Salsa pasti bisa bersekolah lagi disini, anggap saja sebagai hukuman atas masalah ini" jawab Bu Desi.
"Bu Desi benar, kami pasti akan menerima Salsa. Tapi untuk saat ini biarkan kami menyelesaikan masalah ini dulu Sin, nanti Salsa sendiri yang akan kesulitan" sambung Pak Hartono.
"Iya saya mengerti, saya pribadi minta maaf karena Salsa membuat banyak masalah" jawab Sindi menunduk hormat.
"Kamu dan orang tua kamu datang kerumah saya besok. Karena kamu sudah menjadi laki-laki bertanggung jawab, saya tunggu kamu" ucap Sindi dan memberikan alamatnya pada Riyan.
Sebenarnya dia sangat takut dan tidak berani dengan Papa Salsa, tapi demi Salsa dia akan melakukan apa pun. Dia bisa berhenti sekolah jiak Salsa benar-benar ingin menerima cintanya dan dia berjanji akan membahagiakan Salsa.
Setelah itu Sindi pergi dari sana, terlihat dia benar-benar marah dan kecewa. Dia mendidik Salsa dari kecil agar dia bisa diandalkan dalam segala hal, berbeda dengan Loly yang sudah mempunyai kecerdasan dan kemampuan sendiri.
***
Sesampainya dirumah Papa langsung mencari Salsa, dirumah sepi karena Loly masih disekolah sedangkan Mama Maria sudah pergi ke restoran.
Papa menanyakan keberadaan Salsa pada Mbok Jum dan Mbok Jum langsung menjawab jika Salsa ada kamarnya.
"Apa Mbok melihat Salsa pulang"tanya Sindi saat masuk kedalam rumah dan Mbok Jum yang lagi beres-beres pun terkejut.
"Non Salsa ada dikamarnya Tuan, tadi saya belum sempat bertanya kepada Non Salsa. Non Salsa sudah menutup pintu kamarnya dan belum keluar sampai sekarang" jawab Mbok Jum.
Mendengar itu pun Sindi langsung naik keatas menuju kamar Salsa, dia benar-benar marah. Kali ini kemarahanya benar-benar akan memuat Salsa menyesal.
__ADS_1
"Salsa keluar kamu" teriak Papa dari luar.
"Apa kamu mendengar Papa?" tanya sambil menggedor pintu kamar Salsa.
"Salsa, jika tidak dibuka. Papa akan dobrak pintunya" teriak Papa lagi.
Salsa yang mendengar itu pun langsung menghapus air matanya dan membuka pintu kamarnya, dia sudah tau jika Papanya akan marah.
"Ada apa Papa mencari Salsa?" tanya nya dengan mata sembap.
"Kamu tanya mau apa, seharusnya Papa yang tanya kamu itu kenapa?" jawab Papa dengan emosi.
"Apa kamu suka berbuat seperti itu? siapa yang mengajari kamu seperti itu?" tanyanya sambil teriak dan Mbok Jum pun bisa mendengar dari bawah.
"Jawab Papa!!" bentak Papa pada Salsa.
"Papa sangat kecewa melihat vedio kamu yang para guru perlihatkan di sekolah tadi, bahkan Papa malu sekali dengan kepala sekolah" jelas Papa.
"Salsa benar-benar nggak tau jika semua orang mengira itu Salsa Pa, Salsa sama sekali tidak melakukan itu. Bahkan Salsa tidak terlalu dekat dengan Riyan, Salsa jujur sama Papa dan Papa harus percaya" jawab Salsa.
"Tapi Papa tidak percaya karena semua bukti menujukan jika kamu bersalah, apa kamu begitu cintanya pada laki-laki itu hingga berbuat seperti itu. Apa kamu di paksa?" tanya Papa dengan muka yang sudah memerah.
Salsa tidak pernah melihat Papanya semarah ini pada Salsa, paling hanya ucapanya yang membuat takut tapi kali ini nyali Salsa benar-benar menciut.
"Salsa udah jujur sama Papa, cewek di vedio itu bukan Salsa. Terserah Papa mau percaya atau tidak" jawab Salsa.
"Jangan membuat Papa tambah malu, kamu hampir saja dikeluarkan dari sekolah untung saja Papa memohon agar kamu masih bisa sekolah. Mua jadi apa kamu ini, apa kamu pikir hidup kamu akan bahagia jika kamu jadi bandel seperti ini?" Papa menjelaskan semuanya agar Salsa mengerti.
"Tidak Pa, Salsa minta maaf karena membuat Papa terus mengurus masalah Salsa" ucap Salsa yang tidak bisa berbuat apa-apa karena percuma dia menjelaskan semuanya, Papa tidak akan percaya.
"Kamu di sekors dari sekolah selama satu minggu, Papa yakin jika ini kehendak kamu kan. Kamu bebas tidak akan pergi kesekolah besok, Papa tau kamu itu anak yang malas" jawab Papa.
"Salsa minta maaf Pa, Salsa janji akan berubah" ucap Salsa sambil memohon pada Papanya.
"Jadi kamu mengaku, itu benar kamu? kalau iya Papa akan menikahkan kamu dengan laki-laki itu" jawab Papa.
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuat Salsa terkejut, dia sama sekali tidak terpikir sampai disitu. Menikah dengan Riyan, itu tidak akan pernah terjadi ucap Salsa dalam hatinya.
"Tunggu saja besok keluarga laki-laki itu akan datang kesini, ini yang kamu inginkan kan. Papa juga tidak tau harus bagaimana lagi, jika benar itu kamu berarti kamu siap di nikahkan dengan nya" Ini jalan terbaik menurut Papa, bagimana jika Salsa hamil.
"Apa Papa bilang menikah, Salsa tidak akan menikah dengan Riyan" Salsa merasa tidak terima dengan ucapan Papanya.
"Bagimana jika kamu hamil nanti, siapa yang akan menikahi kamu kalau bukan dia" kesal Papa.
"Sudah berapa kali aku bilang jika itu bukan aku, aku tidak akan hamil karena aku tidak pernah berbuat hal seperti itu" Salsa tak mau kalah dengan Papanya.
"Terserah kamu mau ngomong apa, Papa tidak percaya lagi kali ini kamu benar-benar keterlaluan. Papa akan memberi tahu Mama kamu nanti, agar kamu bisa dinasehati" ucap Papa.
"Salsa mohon jangan beri tahu Mama, Salsa akan nurut dengan Papa" mohon Salsa, dia tidak mau Mama terbebani dengan masalahnya.
"Jika tidak mau kamu harus ikut apa kata Papa, sekarang renungi lah masalah kamu. Jika tidak mau menikah dengan dia buktikan, kalau kamu memang tidak bersalah" Papa memberikan pertimbangan.
Papa pun pergi dari sana, Salsa bingung bagimana dia bisa membuktikan jika itu bukan dia. Bahkan semua orang memandang tak suka padanya, jika cewek yang ada di vedio itu mengaku maka Salsa akan terbebas dari masalah itu.
"Salah satu cara yaitu menghubungi Riyan terlebih dahulu, teganya dia membolak balikan fakta. Padahal dia yang berbuat tapi aku yang mala kena batunya" ucap Salsa.
Salsa mengambil ponselnya dan langsung melakukan panggilan telpon pada Riyan tapi Riyan tidak mengangkatnya sama sekali. Salsa tidak kehilangan akal dan terus saja menghubungi Riyan dan mengirimkan beberapa pesan padanya.
"Kenapa dia tidak mengangkatnya" kesal Salsa.
Salsa masih saja menangis karena bingung, tidak ada ide apa-apa yang terlintas dalam pikiranya untuk menyelesaikan masalah ini. Sampai siang hari nya Salsa masih diam dikamar dan menangis, mungkin karena kelelahan sampai dia tertidur.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1