
Selama satu bulan ini Salsa dan Kenzo tinggal dirumah orang tua Kenzo, Salsa sangat menikmati waktu nya bersama dengan Mama mertuanya. Satu minggu lagi adalah tanggal perkiraan bayi mereka lahir tapi hari ini Salsa sudah merasakan sakit pada perutnya, dia sudah tidak bisa menahan nya lagi.
Tengah malam Salsa membangunkan Kenzo karena perut nya sangat sakit, bahkan dia tidak punya tenang untuk bergerak lagi. Kenzo masih terlihat sangat nyenyak tertidur, Salsa berusaha membangunkannya.
"Sayang bangun...!!" Salsa menggoyangkan tubuh Kenzo.
"Sayang..." sambung Salsa lagi karena Kenzo belum bangun juga.
"Iya ada apa sayang? apa mau pergi ke toilet?" tanya Kenzo sambil mengumpulkan kesadarnya dan mengucek-ngucek mata nya.
"Bukan, perut ku sakit sekali. Seperti nya aku akan melahirkan" jawab Salsa.
"Kamu mau melarikan?" tanya nya santai dan sesaat kemudian dia langsung membulatkan mata nya karena terkejut.
"Melahirkan? mana kunci, kita pergi kerumah sakit sekarang " jawab Kenzo langsung bangun dan melihat Salsa masih terduduk di atas tempat tidur.
"Jangan panik, cepat panggil Mama" ucap Salsa sambil mengelus perutnya.
"Iya aku panggil Mama dulu, tunggu sebenar sayang" jawab Kenzo sambil berlari keluar.
Tidak lama kemudian Mama datang bersama dengan Papa, mereka langsung menghampiri Salsa yang masih duduk disana.
"Apa sakit banget sayang?" tanya Mama sambil duduk disamping Salsa.
"Kadang-kadang Ma, ini lagi nggak sakit. Sebentar lagi akan sakit lagi" jawab Salsa yang sudah bersandar di ranjang, terlihat keringat bercucuran di kening nya.
"Baiklah kita kerumah sakit sekarang, Papa dan Kenzo pergi lah kebawah siapkan mobil. Jangan lupa bawah tas nya Ken, Mama bantu kamu ganti baju dulu" ucap Mama sambil membantu Salsa berdiri.
Kenzo pun mengambil tas yang ada didalam lemari serta jaketnya, dia mengikuti Papa untuk turun kebawah.
Mama pun membantu Salsa untuk mengganti pakaianya karena tidak mungkin dia hanya menggunakan baju tidur yang pendek sekali, setelah berganti pakaian Mama membantu Salsa untuk berjalan ke luar.
"Pakai dres ini saja sayang" ucap Mama sambil membantu Salsa membuka baju nya.
"Iya Ma, sini baju nya Salsa masih bisa pakai sendiri" jawabnya.
Tidak lama kemudian Kenzo datang lagi, mereka bertiga langsung turun kebawah. Kenzo menggendong istrinya, dia melihat Salsa yang sudah berkeringat dan dia tidak tegah.
Setelah turun kebawah mereka langsung pergi ke mobil, Papa sudah siap menyetir disana. Kenzo memasukan Salsa kekursi belakang dan dia juga membantu Salsa bersandar pada nya, setelah Mama masuk ke mobil mereka pun langsung pergi kerumah sakit.
"Apa sakit banget sayang?" tanya Kenzo sambil mengelap keringat di kening Salsa.
"Kadang-kadang, sakitnya hilang timbul" jawab Salsa yang bersender didada Kenzo.
"Sabar sayang sebantar lagi kita sampai kerumah sakit, tidak akan lama" sambung Mama yang terlihat khawatir.
Menantunya itu wanita yang lemah lembut, bahkan dia terlihat sangat lesu. Makanya selama kehamilan mereka sangat memperhatikan Salsa, belum lagi makan nya juga sangat sedikit.
__ADS_1
.
.
Setelah sampai di rumah sakit mereka langsung menbawah Salsa ke ruangan IGD dan perawat serta dokter yang bertugas pun langsung memeriksa Salsa. Mereka terlihat cemas dan Khawatir menunggu dokter memeriksa Salsa, apa lagi Kenzo tanganya sampai dingin dan berkeringat.
Setelah pemeriksa itu, Salsa di pindahakan keruangan Vk. Dia sana dokter dan perawat sudah masuk bersama dengan Salsa dan Kenzo, dari pemeriksaan semua nya normal jadi Salsa bisa melahirkan secara normal.
"Suami pasien boleh masuk untuk menemani istrinya" ucap salah satu perawat disana.
"Masuklah Ken, kami akan menunggu diluar" jawab Mama dan Kenzo pun masuk kedalam.
Mereka menunggu pembukaan nya sampai lengkap karena saat ini Salsa masih pembukan 7. Kenzo terlihat sangat tegang dan lebih takut dari pada Salsa yang akan melahirkan, bahkan muka nya juga ikut pucat.
"Duduk lah dulu sayang, jangan berdiri trus nanti kamu pusing" ucap Salsa sambil melihat Kenzo yang mondak mandir disana.
Perawat dan dokter nya menunggu diruang sebelah, mereka akan memeriksa lagi beberapa menit sekali. Kata nya kalau anak pertama memang agak lama karena belum pernah melahirkan, kini Salsa baru merasakan bagaimana perjuangan untuk menjadi seorang ibu sangat lah luar biasa.
"Aku sangat gugup, lihat tangan ku sampai dingin sayang" jawab Kenzo lalu duduk disamping Salsa.
" Kenapa kamu yang gugup padahal aku yang mau lahiran?" ucap Salsa yang masih bisa tersenyum walaupun menahan sakitnya.
"Apa sakit sekali, kami berkeringat dari tadi" jawab Kenzo yang hampir meneteskan air matanya.
"Aku tidak apa-apa sayang, jangan menangis" Salsa mengelus pipi Kenzo.
Dua jam kemudian baru lah pembukaannya lengkap, kali ini Salsa sudah tidak sanggup berbicara. Dahi nya penuh dengan peluh dan dia sangat kesakitan, karena tenanga sudah mulai melemah dokter menyuruh perawat untuk memasangkan infus.
"Ayo Mbak, tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan. Santai dan rileks saja, kita mulai ya" ucap Dokter pada Salsa.
"ayo sayang kamu pasti bisa" Kenzo mengelus kepala Salsa.
"Ayo mulai dorong Mbak, ayo sedikit lagi" sambung perawat.
"Ayo sedikit lagi Mbak, jangan di tarik lagi. Tenang dan tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan" ucap Dokter menyarankan Salsa untuk lebih tenang agar dorongan nya kuat nanti.
"Tapi saya nggak kuat lagi dorong nya" jawab Salsa yang sangat lemas.
"Dikit lagi sayang kamu bisa" Kenzo terus memberikan dukungan pada Salsa.
"Mbak nya pasti bisa, bayangkan saja hal-hal menyenangkan dan rencana kalian bersama dengan bayi nya. Ayo semangat lagi" Dokter memberikan sugesti yang baik untuk Salsa.
Dengan sekuat tenanga Salsa mengejan dan akhirnya bayi mereka lahir, sesuai dengan USG kemarin ternyata bayi nya laki-laki. Kenzo benar-benar menangis terharu melihat perjuangan Salsa selama menahan sakit tadi, rasa nya sangat sakit dan takut kehilangan mereka.
"Selamat ya Mbak, Mas. Bayi kalian laki-laki dan dia sangat gemuk serta imut sekali" ucap Dokter setelah bayi itu lahir dan memperlihatkan nya pada Salsa dan Kenzo.
"Tolong bawah bayinya dan keringkan langsung" dokter memberikan bayi itu kepada perawat setela dia memperlihatkan bayi itu pada Salsa dan Kenzo.
__ADS_1
"Dia sangat tampan seperti kamu" Salsa meneteskan air matanya sambil menatap Kenzo.
"Tentu saja karena dia anak kita sayang, terima kasih sudah memberikan hadia paling indah hari ini. Kamu sangat hebat" Kenzo mengecup kening Salsa.
"Mas nya sangat romantis sekali, Mbak beruntung sekali punya suami siaga seperti dia" sahut Dokter sambil tersenyum kepada mereka berdua.
"Iya terima kasih dokter" jawab Kenzo sambil menganggukan kepalanya.
Setelah persalinan Salsa masih diruangan itu sampai dia benar-benar pulih baru lah di pindahkan keruang rawat inap, Kenzo selalu menemaninya dan terus menggenggam tangan Salsa.
Satu jam kemudian Salsa di pindahkan ke ruang rawat inap, orang tua Kenzo juga mengukuti mereka. Sedangkan Papa Salsa sedang dalam perjalanan kerumah sakit, saat dia tau Salsa melahirkan dia langsung menuju kesini.
"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Mama saat mereka sudah dirungan rawat inap.
"Salsa baik-baik saja" jawab Salsa sambil tersenyum.
"Mama senang sekali kamu dan bayi nya sehat, terima kasih sayang" Mama memegang tangan Salsa.
"Biarkan Salsa istirahat dulu Ma, jangan dia ajak bicara terus" sambung Papa yang duduk di sopa dekat dengan Kenzo.
"Iya Ma, biarkan Salsa istirahat dulu" jawab Kenzo mengiyakan kata Papa nya.
"Apa Papa sudah menghubungi Papa mertua?" tanya Kenzo pada Papa nya.
"Sudah, dia sedang dalam perjalanan kesini" jawab Papa dan Kenzo pun menganggukan kepalanya.
"Apa bayi nya akan segera di antar kesini?" tanya Mama yang duduk di depan Kenzo dan Papa, Kenzo sengaja memilih ruangan Vip karena ingin membuat Salsa nyaman.
"Iya Ma, sebantar lagi perawat akan datang kesini membawa bayi nya" jawab Kenzo karena mereka bilang bayi nya mau di imunisasi dulu untuk pertama kali nya.
Benar saja tidak lama kemudian dua perawat datang, salah satu dari mereka mendorong bok bayi.
"Permisi, kami mau memberikan bayi nya untuk disusui" ucap mereka menghampiri Salsa.
"Iya sus silahkan" jawab Mama.
Setelah itu mereka membantu Salsa untuk menyusui bayi nya, mereka juga mengajarkan cara nya dengan benar. Baru lah setelah itu mereka pergi dari sana, Salsa memang masih terlihat kaku karena ini adalah pengalaman pertama nya.
"Kami permisi dulu ya, kalau ada apa-apa. Ibu atau bapak bisa panggil kami di depan" ucap perawat itu pada mereka.
"Iya terima kasih banyak sus" jawab Kenzo sambil tersenyum dan mereka berdua pun keluar dari ruangan.
Kenzo mendekat dan membantu Salsa yang kesusahan, dia memang terlihat sangat siaga. Setelah melihat itu tadi, Kenzo berjanji untuk menjaga mereka dengan baik dan selalu membahagiakan mereka berdua.
.
.
__ADS_1
TBC