
Malam harinya Salsa baru terbangun, saking lelah nya dia tidak menyadari jika sekarang sudah hampir tengah malam. Sampai detik ini Salsa belum memiliki ide untuk menyelesaikan masalah ini dan akhirnya dia memutuskan untuk kabur dari rumah. Jika besok dia tidak bisa berbuat apa-apa, Papa akan menikahkan dia dengan Riyan dan Salsa tidak akan pernah sudi.
"Aku akan kabur saja, aku benci kamu Riyan" ucap Salsa dengan dendam menggebu-gebu.
Salsa memasukan beberapa pakaian nya kedalam tas karena tidak mungkin dia membawa koper, itu akan lebih merepotkan.
Salsa menunggu sampai jam menunjukan pukul 2 malam, dia pergi mengendap-endap lewat pintu belakang. Salsa melihat tidak ada Pak Darto di pos satpam mungkin dia sudah tertidur didalam, dengan pelan Salsa membuka gerbang rumah dan akhirnya dia bisa keluar dari sana.
"Yes akhirnya bisa keluar juga" jawabnya.
Setelah keluar dari rumah Salsa terus berjalan karena tidak menemukan taksi yang lewat atau pun kendaraan lainya, mungkin masih didalam komplek kali pikir Salsa dan dia terus saja berjalan.
"Ternyata suasana malam sangat mengerikan" ucap Salsa sambil melihat kekanan dan kekiri.
Salsa sudah berjalan jauh dari rumahnya tapi tidak ada tanda-tanda taksi yang lewat, dia semakin cemas dan bingung. Rencananya dia akan pergi kepenginapan murah malam ini dan akan memikirkan kelanjutan hidupanya besok.
"Cewek mau kemana, kok sendiran aja" ucap tiga orang laki-laki yang duduk di depan sebuah rukoh sepertinya mereka habis minum-minum.
"Mati aku, bagai mana ini?" tanya Salsa pelan.
Dengan perasaan takut Salsa berlari sekencang mungkin dan ketiganya juga ikut mengejar Salsa, Salsa bingung harus meminta bantuan kepada siapa. Tidak mungkin dia minta bantuan pada Tiara dan teman-temanya karena ini sudah malam, satu-satunya yang bisa diandalkan adalah Refan dan Kenzo.
"Apa aku telpon Kak Kenzo aja ya?" tanya dia sambil terus berlari.
"Sebaiknya jangan, telpon Refan saja" ucap Salsa lagi karena Salsa juga berpikir kalau menghubungi Kenzo tidak mungkin karena hubungan mereka akhir-akhir ini tidak baik.
Dibelakang semak-semak tanaman pinggir jalan Salsa bersembunyi dan terus menghubungi Refan, sudah lima kali dia melakukan panggilan dan akhinya Refan mengangkatnya.
"Halo, Fan maaf menganggu kamu malam-malam. Apa aku boleh minta bantun?" tanya Salsa sambil ngos-ngosan habis berlari.
"Kamu lagi dimana, kenapa kamu kayak habis alri gitu?" tanya Refan langsung terjaga dan langsung duduk, padahal dia masih berbaring dikasurnya.
"Aku kabur dari rumah, sekarang aku lagi diluar dan sialnya tidak ada taksi malam-malam begini. Aku sudah berjalan jauh dari rumah, apa bisa kamu jemput aku Fan. Aku sangat takut disini" mohon Salsa.
__ADS_1
"Kirim lokasi kamu, aku akan kesana sekarang juga" jawab Refan lalu mematikan panggilanya.
Salsa langsung mengirim lokasinya pada Refan, Salsa masih menunggu disana dia tidak berani keluar dari semak-semak itu sampai beberapa menit kemudian Refan datang.
"Sa, Salsa!!" teriak Refan dari pinggir jalan.
"Refan" jawabnya lalu keluar dari tempat bersembunyi nya.
"Kamu nggak papa?" tanya Refan sambil memperhatikan tubuh Salsa dari atas sampai bawah.
"Aku nggak papa Fan, makasih banyak kamu udah mau datang" jawab Salsa terharu.
"Maaf merepotkan" sambung Salsa lagi dengan wajah tertunduk.
"Heyy, aku sama sekali tidak direpotkan. Aku senang kamu baik-baik saja" jawab Refan.
Refan mengajak Salsa untuk masuk kedalam mobilnya dan dia melajukan mobilnya untuk pergi dari sana.
Refan juga tau bahwa Salsa juga sangat mencintai Kenzo, mana mungkin dia mau dengan Riyan. Salsa dan Riyan juga tidak pernah dekat.
"Terus mau kemana kamu sekarang Sa? untuk apa kamu kabur dari rumah?" tanya Refan.
"Aku juga tidak mempunyai tujuan Fan, untuk malam ini tolong antar aku ke penginapan atau hotel yang biasa saja" jawab Salsa dengan nada sedih.
"Apa tidak sebaiknya kamu pulang saja Sa, orang tua kamu pasti khawatir kalau kamu pergi dari rumah" nasehat Refan.
"Aku nggak bisa pulang Fan, Papa akan menikah kan aku sama Riyan jika aku tidak bisa membuktikan kalau wanita yang ada di vedio itu bukan aku" Salsa menjelaskannya apa yang akan terjadi pada nya jika dia masih tetap dirumah.
"Maksud kamu, Papa kamu akan menikah kan kamu dengan Riyan? tanya Refan karena dia masih tidak percaya dan Refan tidak kepikiran sampai sejauh itu.
"Iya Fan, makanya aku kabur sekarang. Apa kamu punya ide bagaimana menyelesaikan masalah ini?" tanya Salsa dengan muka panik dan bingung.
"Salah satu caranya adalah kita harus membuat wanita yang ada di vedio itu mengaku, kamu akan terbebas kan dengan masalah ini" jawab Refan memberikan ide nya.
__ADS_1
"Kamu benar, aku akan menyelidiki siapa wanita itu dan akan aku buat Riyan menyel telah mempermainkan hidup ku seperti ini" kesal Salsa.
"Aku akan membantu kamu Sa, kamu tenang saja Sa dan semoga masalah ini cepat selesai. Oh iya aku dengar di kelas tadi mereka bilang kamu di sekors dari sekolah ya dan Riyan dikeluarkan dari sekolah?" tanya Refan karena kelas mereka heboh membicarakan Salsa dan Riyan.
"Iya aku di sekors dari sekolah Fan, rencananya setelah ini aku akan cari kosan yang dekat dengan sekolah. Aku akan hidup mandiri dan Papa tidak akan terbebani lagi" jawab Salsa sambil menghapus air matanya.
"Aku tau kos-kosan bedengan yang agak dekat dengan sekolah kita, tapi tempatnya lumayan kecil dan tidak sebagus hotel-hotel Sa. Jika kamu mau besok aku akan menemani kamu kesana" Refan memberikan tawaran kepada Salsa, kebetulan kosan itu adalah milik tante Refan.
"Boleh juga Fan, aku membutuhkan rumah sekarang. Tidak mungkin aku akan tinggal di hotel terus, aku juga harus menabung" jawab Salsa.
"Sekali lagi terima kasih banyak Fan, aku nggak tau harus membalas kebaikan kamu dengan apa" sambung Salsa.
Disaat seperti ini hanya Refan yang bisa dia andalkan dan dia merasa tidak punya siapa-siapa yang menyanginya. Mama yang selalu mengerti Salsa dan membantu menyelesaikan setiap masalah tapi saat ini dia harus berjuang sendiri.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di sebuah hotel yang biasa saja, karena Salsa yang meminta. Refan memgantar Salsa sampai kedepan pintu kamarnya dan setelah Salsa masuk Refan pergi dari sana.
"Terima kasih Fan, maaf merepotkan kamu untuk kesekian kalinya" ucap Salsa saat sudah membuka pintu kamar hotel itu.
"Sama-sama Sa, aku pulang dulu. Jika ada apa-apa langsung hubungi aku saja, jangan merasa direpotkan aku sangat senang dapat membantu kamu" jawab Refan dan Salsa menganggukan kepalanya.
"Aku pulang, sana masuk" suruh Refan dan Salsa pun masuk kedalam.
Refan pergi dari sana, dia juga kepikiran dengan apa yang dikatan oleh Salsa tadi. Refan juga tidak rela jika Salsa menikah dengan Riyan karena Riyan bukan laki-laki yang baik.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1