
Setelah bersiap-siap Salsa dan Kenzo pun pergi kesekolah menggunakan mobil Kenzo, dalam perjalan Salsa bicara banyak hal. Hingga tentang cerita Kenzo tentang Riyan pun dia tanya lagi, Kenzo sangat malas karena Salsa juga tidak terbuka dengan nya tentang masalah kenapa dia kabur dari rumah kemarin.
"Apa kita bisa jadi teman seperti dulu lagi?" Tanya Salsa sedih pada Kenzo dan menatap jalanan yang mereka lewati.
"Kita tidak akan berteman seperti dulu karena aku tidak menginginkanya" jawab Kenzo tegas.
"Kenapa begitu? Padahal dulu itu sangat seru" ucap Salsa membayangkan kenangan mereka dulu.
"Iya aku masih ingat dengan wanita pemberani dan cerewet nya minta ampun, bisa-bisanya dia menginapa dirumah laki-laki yang baru dikenal" Kenzo menyindir Salsa.
"Iya waktu itu kamu baik dan ngga kurang ajar seperti sekarang" jawab Salsa dingin.
"Apa kamu menyesal kenal dengan ku?" Tanya Kenzo lagi, dia ingin tau jawabnya dari Salsa sendiri.
"Iya aku menyesal seharusnya kita tidak pernah kenal dan aku juga tidak akan berada diposisi menyedihkan ini" jawabnya sambil tertawa kecil.
"Tapi aku sama sekali tidak menyesal dan bahkan aku kecewa ketika kamu bilang tidak hamil, aku berharap kamu hamil beneran" ucap Kenzo yang masih fokus menyetir.
"Dasar gila" jawab Salsa spontan.
"Iya aku memang gila karena kamu Sa, menikah lah dengan ku" Kenzo menatap kearah Salsa.
"Ngga akan pernah terjadi, jadi jangan berhayal terlalu tinggi Kak" jawab Salsa dengan nada lesu.
"Kenapa ? Itu bukan hal mustahil terjadi, setidaknya jawab iya maka aku akan lebih semangat memperjuangkan kamu" ucap Kenzo pasrah, bahkan Salsa menghancurkan angan dan harapan nya.
"Tidak ada yang perlu diperjuangkan" jawab Salsa.
"Iya aku yang akan berjuang sendiri kalau begitu" Kenzo sepertinya cukup kesal dengan jawaban yang Salsa berikan sama sekali tidak ada harapan bagi nya untuk mendapatkan dukungan dari Salsa.
"Iya terserah kamu saja, oh iya aku penasaran masalah Riyan kemarin. Kamua apa kan Riyan?" Sambung Salsa mengalihkan pembicaraan.
"Kamu ngga perlu tau karena kamu sendiri sama sekali tidak terbuka dengan ku, aku bertanya tentang masalah kamu saja kamu ngga mau bercerita" jawab Kenzo dengan kesal.
Salsa hanya diam dan tidak mau berbicara lagi, sampai di perempatan jalan sebelum masuk kesekolah Salsa minta turun. Dia ngga mau semua orang melihatnya datang ke sekolah bersama dengan Kenzo.
"Turun kan aku disini, aku ngga mau anak lain liat kita pergi kesekolah bareng" ucap Salsa sebenarnya dia merasa tidak enak pada Kenzo dan Kenzo juga terlihat kesal.
__ADS_1
Mungkin karena kesal Kenzo pun menurunkan Salsa disana, Salsa pun turun dari mobil Kenzo. Beruntung tidak ada yang melihat dan Salsa masih harus berjalan sampai ke depan garbang sekolah.
****
Salsa pun terus berjalan sampai kekelasnya, pada saat di kelas dia bertemu dengan Veny dan Tiara. Saat melihat Salsa datang Veny langsung mengajak Salsa pergi ke toilet dan tak lupa dia membawa sebuah paper bag ditanganya, Salsa yang tau jika Veny pasti curiga dengan kejadian kemarin.
"Selamat pagi semuanya" ucap Salsa menyapa kedua temanya.
"Selamat pagi juga Salsa sayang" sahut Tiara sambil tersenyum.
"Sa kawani aku ke toilet yuk, kayaknya tembus soalnya aku lagi dapet ni" jawab Veny sambil menggandeng tangan Salsa.
"Sialan loh Ven, dari tadi juga loh disini. Kenapa ngga minta temanin sama aku aja" sambung Tiara kesal dengan Veny.
"Aku baru ngerasa sekarang Ra, kami pergi dulu" ucapnya lagi setelah Salsa meletakan tas nya.
"Itu loh bawak apa didalam paper bag?" Tanya Tiara lagi sambil menujuk paper bag yang dibawah oleh Veny.
"Ini baju aku soal nya tadi aku bawah takut tembus" jawab Veny dan mereka pun pergi ke toilet.
Saat sampai di toilet Salsa langsung mengganti seragam nya, karena yang kemarin sudah ngga nyaman dipakai. Setelah Salsa keluar Veny langsung menatapnya dengan tatapan aneh dan Salsa pun tau jika Veny ingin pejelasan.
"Aku penasaran, apa yang terjadi sama kamu kemarin dan bagaimana kamu sama kak Kenzo sedekat itu?" Tanya Veny mengintrogasi Salsa.
"Jangan kencang-kencang nanti ada yang dengar" Salsa meletkan tujuknya di mulut agar Veny berbicara pelan.
"Kayaknya ngga tepat aku cerita sama kamu sekarang, kita cerita dirumah kamu aja Ven" sambung Salsa.
"Ngga seru banget si Sa, aku udah mati penasaran dari kemarin" jawab Veny yang tidak terima dengan jawaban Salsa.
"Apa kalian pacaran?" Sambung Veny lagi.
"Ngga Ven, kamu tau sendiri kak Kenzo pacaran Sama Loly" jawab Salsa menjelaskan jika mereka memang tidak pacaran.
"Baiklah sekarang aku tanya, kamu tidur dimana tadi malam?" Tanya Veny lagi.
"Jangan bilang siapa-siapa ya" jawab Salsa dan kemudian dia berbisik pada Veny.
__ADS_1
"Ya ampun Salsa, Oh My Good...." teriak Veny dan Salsa langsung membekap mulut Veny agar berhenti berteriak.
"Apa kalian sudah gini" tanya Veny pada Salsa sambil memgeratkan kedua tujuknya.
"Nanti aku ceritakan tapi jangan disini" mohon Salsa dan Veny pun hanya tersenyum meledek.
"Janji ya, awas kalau ngga. Oh iya mobil kamu aku tinggal dirumah, soal nya aku diantar sama ayang tadi" ucap Veny.
"Terus aku pulang nanti naik apa?" Tanya Salsa kesal, padahal dia udah bilang bawah mobilnya sekalian ke sekolah agar ngga bolak balik kerumah Veny.
"Kita naik mobil kak Aldo aja, tenang aja jangan marah-marah" jawab Veny.
Setelah itu mereka kembali kekelas dan disana juga sudah ada Refan, Refan terlihat sangat perhatian membawakan Salsa bekal. Kebetulan Salsa yang belum sarapan pun sangat senang karena teman nya itu sangat perhatian.
"Kamu dari mana aja Sa?" Tanya Refan saat Salsa sudah duduk disamping nya.
"Aku dari toilet sama Veny, kamu udah lama datang Fan?" Salsa balik bertanya pada Refan.
"Baru kok Sa, oh iya aku bawa bekal buat kamu. Taraaa ini roti isi selai stroberi kesukaan kamu" Refan mengelukan kotak bekal dan susu dalam botol minumnya.
"Ya ampun Fan perhatian banget sama Salsa, kita ngga dikasih juga ni" sahut Tiara yang duduk didepan mereka.
"Kalau kamu mau kita bisa berbagi Ra" sahut Salsa agar Tiara tidak meledek Refan.
"Entah lah Tiara suka banget usil, makanya cari pacar biar ngga jadi gadis lapuk" sambung Veny.
"Sudah lah sebaiknya jangan ribut, ni kita makan sama-sama kalau mau" jawab Salsa membuka makanan dari Refan dan menawarkanya pada teman-temanya.
Setelah itu guru pun masuk untuk mengajar pelajarab pertama hari ini, Salsa yang tidak membawa buku pelajaran terpaksa menumpang pada Refan.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC