
Salsa masih terus memohon pada Papa nya dan Papa nya bertanya, kenapa Salsa sebaik itu pada orang asing. Salsa mempunyai hutang budi pada Mbak Ririn karena dia lah yang membantu Salsa selama ini, kemarin dia sudah mencoba melakukan pinjaman pada beberapa orang dan hasil nya nihil.
"Baiklah Papa akan membantu kamu, tapi dengan satu syarat bagimana?" Tanya Papa dan Salsa masoh bersimpuh disana, keadaan nya sangat menyedihkan.
"Baiklah Salsa setuju dengan syarat dari Papa" jawabnya dan Papa pun mengangkat tubuh Salsa untuk berdiri.
"Kamu harus pulang kerumah ini dan tidak boleh kabur lagi, Papa juga tidak suka kamu dekat dengan mereka. Bisa jadi mereka hanya memanfaatkan kamu Salsa, kamu harus tau tidak semua orang baik akan terlihat baik" jelas Papa pada Salsa.
"Iya Salsa mengerti dan Salsa akan pulang kerumah, Salsa juga tidak akan kembali lagi kesana" jawab Salsa menghapus air matanya.
"Baiklah ayo antar Papa ke pada mereka dan kita ambil barang kamu dikontrakan" ucapnya pada Salsa.
Mereka pun pergi dari sana untuk menemui Mbak Ririn dirumah sakit, hari ini saja tunggakan rumah sakit belum dibayar. Salsa sangat sedih saat Papa melarang nya untuk bertemu mereka lagi, tapi dia akan memikirkan cara nya nanti yang terpenting Papa mau membantu mereka.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai disebuah rumah sakit dan Salsa mengajak Papa nya untuk pergi ke kamar rawat inapa Rido. Kemarin Rido sudah sempat pulang tapi penyakitnya kambuh lagi dari 2 hari yang lalu.
"Ini kamarnya ayo masuk Pa" ucap Salsa mengajak Papanya untuk masuk ke dalam rumah.
Mereka berdua pun masuk dan melihat Mbak Ririn duduk disamping Rido yang sedang tertidur, Salsa datang dengan sedih karena hanya ini lah yang bisa dia lalukan saat ini.
"Permisi Mbak, Salsa datang" ucapnya.
"Sa kamu datang, bukan kah kamu bilang mau sekolah tadi?" Tanya nya sambil melihat kearah Papa Salsa.
"Bisa kita bicara diluar Mbak?" Tanya Salsa dan Mbak Ririn pun menyetujuinya.
Mereka bertiga pun pergi kekantin rumah sakit agar leluasa berbicara disana, Papa dengan tegas berkata untuk menjauhi Salsa dan dia akan memberikan uang yang cukup untuk biaya Rido selama dirumah sakit.
"Saya adalah Papa Salsa, saya akan membantu pengobatan anak kamu. Saya harapa kamu tindak menganggu Salsa lagi dan Salsa akan pulang kerumah" jelasnya pada Mbak Ririn.
__ADS_1
"Ini adalah beberapa untuk biaya ruamah sakit sekarang, nanati saya akan kirim lagi" sambung Papa mengelurkan amplop berisi uang.
"Apa maksud nya ini Pak, saya tidak mengerti?" Tanya Mbak Ririn bingung.
"Ambil saja Mbak, uang ini cukup untuk biaya Rido selama dirumah sakit saat ini. Salsa akan pulang kerumah, semoga kita kita dapat bertemu dilain waktu" ucap Salsa yang air matanya sudah terbendung.
"Saya pikir ucapan saya tadi sudah cukup jelas, kami permisi dulu" sahut Papa Salsa.
"Ayo Salsa" ajaknya pada Salsa yang masih duduk disana dan mendengar hal itu, Salsa langsung berdiri dan mengikuti Papa nya.
Salsa tau pasti ada perasaan kecewa di hati Mbak Ririn, dia seperti ingin mengemis uang dari Salsa tapi Salsa benar-benar tulus ingin membantu mereka. Sejenak dia melupakan masalahnya sendiriĀ dan Salsa juga tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
****
Sedangkan dirumah Mama Maria dan Loly sudah menunggu kepulangan mereka, Mama Maria terlihat sangat kesal saat mendapat kabar bahwa Salsa akan kembali kerumah mereka. Padalah dia sendiri yang menghasut Papa untuk menjual rumah mereka yang lama dan Mama lah yang mendapatkan uangnya untuk membeli beberapa lahan dan perumahan di luar kota.
"Sial sekali kenapa dia harus kembali, hidup kita sudah tenang sejak dia tidak ada dirumah kita. Mama benar-benar kesal" oceh Mama Maria pada Loly yang sedang duduk diruang tamu.
"Kita akan pikirkan rencana agar dia pergi dari rumah kita, lihat saja nanti" jawab Mama.
Tidak lama kemudian Salsa datang bersama dengan Papa nya, dia membawa sebuah koper dan satu tas. Papa menyuruhnya minta maaf pada mereka berdua karena Salsa sudah membuat kekacauan dan membuat mereka khawatir selama ini.
Salsa duduk disamping Papa nya dan dia benar-benar minta maaf pada Mama Maria dan Loly. Seperti bisanya tingkah mereka juga terlihat sangat baik dan menerima Salsa kembali.
"Selamat datang kembali sayang, Mama sangat khawatir selama ini kamu ada dimana. Mama janji akan bersikap baik, jangan kabur lagi ya" ucap Mama sambil duduk disamping Salsa dan mengelus pipinya.
"Salsa juga minta maaf karena sudah membuat Mama dan Kak Loly khawatir" jawab Salsa.
Ayo kita bersandiriwara bersama, kita lihat sampai mana kalian bisa menyembunyikan kebusukan kalian ucap Salsa dalam hatinya.
__ADS_1
"Iya sama-sama Sa, kami harap kamu tidak kabur lagi. Kami semua sangat menyayangi kamu, jadi jangan bikin kami khawatir lagi" sambung Loly.
"Mbok Nur, tolong panggil semuanya saya ingin memperkenalkan mereka pada Salsa" suruh Mama Maria pada Mbok Nur yang ada disana.
"Baiklah Nyonya, saya panggilkan dulu" jawabnya lalu pergi dari sana.
Salsa juga diperkenalkan dengan pembantu dan pekerja dirumah ini, pembantu nya ada dua yaitu Bu Lita dan Mbok Nurli sedangakan pekerjaanya ada Mang Dono yang menjadi supir dan Pak Muhar yang menjadi satpam serta tukang kebun dirumah.
Setelah itu Loly mengantar Salsa ke kamarnya, Kamar Salsa berdekatan dengan kamar Loly karena Papa sendiri yang menyiapkan semuanya. Bahkan perabotan Salsa juga masih sama seperti dirumah lama kemarin.
"Ini kamar kamu, jangan kabur lagi agar orang nggak repot ngurusin kamu. Emang masalah kami cuma ngurus loh aja" ucap Loly membuka kamar Salsa.
"Tenang saja, aku tidak akan membuat masalah lagi. Kamu tidak perlu mengingat aku" jawab Salsa.
Loly tidak menjawab lagi dan akhrinya pergi dari sana, Salsa masuk kedalam kamar dan perabotannya masih sama. Dinding chat nya juga berwarna pink sesuai dengan kesukaan Salsa, Salsa meletakan koper nya disamping lemarin lalu dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Sudah lah Salsa jangan ingat itu lagi" ucapnya sambil menutup mukanya dengan bantal.
"Aku benar-benar kesal, ingin kucekik leher Kenzo kurang ajar itu" teriaknya, beruntung ruangnya kedapa suara jadi tidak akan ada yang mendengar teriakan nya.
Dia masih kepikiran kejadian kemarin dengan Kenzo, bagaimana nasip nya. Salsa sangat sedih saat Kenzo merebut semuanya secara paksa, apa ada laki-laki lain yang akan menerimanya nanti.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC