Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 53. Bertemu Riyan


__ADS_3

Beberapa minggu ini Salsa menjalani hari seperti biasanya, dia pergi kesekolah dan setelah itu dia pergi bekerja. Tapi saat pulang kerja dia berjalan menuju kontrakan nya, sebenarnya dia bisa saja naik taksi tapi karena berhemat dia memutuskan untuk berjalan sambil menikmati angin malam.


Saat Salsa melewati sebuah kafe, tiga orang laki-laki baru mau keluar dari sana. Salsa sangat mengetahui siapa salah satu dari mereka, ya dia Riyan.


"Riyan!!" Teriak Salsa.


Riyan pun berhenti bejalan dan menoleh kebelakang, dia cukup terkejut karena itu Salsa.


"Kemana saja kamu selama ini" ucap Salsa dan Riyan masih diam dan setelah itu dia menyuruh kedua teman nya untuk pergi duluan.


"Kalain duluan aja, aku masih ada urusan sama dia" ucap Riyan pada kedua teman nya.


Temanya nya pun pergi dari sana, dia mulai menanyakan pada Salsa kenapa dia mencari Riyan.


"Ada apa? aku rasa kita tidak punya hal untuk dibicarakan lagi" jelas Riyan sambil tersenyum sinis.


"Tidak ada yang ingin di bicarakan kata kamu, kamu menghancurkan hidup aku" jawab Salsa kesal.


"Kamu juga menghancurkan hidup aku, aku dikeluarkan dari sekolah sedangkan kamu masih enak-enak kan bisa datang kesekolah seperti biasa" ucap nya pada Salsa.


"Masalah nya yang di vedio itu bukan aku, kenapa kamu menjebak aku. Aku nggak pernah buat masalah sama kamu, aku mohon konfirmasi pada semuanya bahwa itu bukan aku" mohon Salsa sambil meletakan kedua tanganya didepan dada.


"Jangan pernah bermimpi aku tidak akan pernah melakukan nya" jawab Riyan.


"Aku harus berbuat apa, agar kamu mau melakukanya?" tanya Salsa.


"Jadi lah pacar ku, maka aku akan bicara pada semua orang jika wanita itu bukan kamu. Apa kamu mau?" Riyan balik bertanya sambil tertawa.


"Itu sama saja, kamu sama sekali tidak memberikan aku pilihan. Aku tidak akan pernah mau jadi pacar kamu" ucap Salsa yang matanya mulai memerah.


Riyan mencengkeram dagu Salsa dengan kuat dan berkatan hal yang membuat Salsa terkejut.


"Itu lah yang membuat aku semangat untuk menghancurkan hidup kamu, sebenarnya kamu cantik tapi sayang kesombongan kamu menutupi semuanya. Jadi kamu pantas mendapatkan nya" ucapnya dingin dan Salsa hanya terdiam.


Setelah itu Riyan melepaskan nya dan pergi dari sana, dagu Salsa terlihat memerah dan Salsa menangis setelah Riyan pergi dari sana.


***


Sedangkan dirumah Sindi sedang menikmati pertemun makan malam bersama dengan keluarga Ferdi, mereka membahas hubungan yang lebih serius untuk menjadi besan. Mereka sangat bersemangat saat tau jika mereka berdua berpacaran dan rencananya setelah mereka naik kelas 12 nanti akan diadakan acara pertunangan, mereka dapat menikah setelah lulus nanti.


"Bagimana dengan rencana kita sebelumnya apa kamu setuju Sin?" tanya Ferdi.


"Tentu saja aku setuju Fer, lagian mereka juga sudah pacaran. Kita tidak susah payah lagi untuk mendekatkan mereka berdua" jawab Sindi yang tersenyum senang.

__ADS_1


"Rencana kami berdua adalah ingin mengadakan acara pertunangan dulu untuk Loly dan Kenzo, agar mereka terikat dan lebih dekat lagi. Masalah pernikahan nanti dapat dilaksanakan setelag lulus sekolah dan Abang nya Kenzo juga akan melaksanakan pernikahan dalam waktu dekat ini" jelas Ferdi pada semuanya.


"Saya setuju-setuju saja, apa lagi Loly juga sangat senang karena Kenzo anak yang baik" sambung Mama Maria.


"Loly juga anak yang baik, tante sangat senang kamu akan jadi calon menantu tante. Pasti akan menyenangkan mengahabiskan waktu besama dengan Loly dan Putri, soalnya menantu idaman banget" ucap Ayu.


"Terima kasih atas pujianya, tante Ayu bisa saja" jawab Loly sambil tersenyum senang.


"Kamu senang kan sayang kalau pertuangan dipercepat saat kamu dan Kenzo naik kekelas 12 nanti?" tanya Ayu memastikan jika Loly tidak keberatan.


"Tantu saja Loly tidak keberatan tante, Loly sangat senang dengan itu tidak akan ada yang merebut Kenzo dari Loly" jawab Loly sambil tertawa kecil.


"Dasar putri Papa ini serakah" sambung Papa Sindi sambil tertawa.


"Dia jujur dan polos sehinggga berkata apa adanya, Om sangat suka itu" ucap Ferdi sambil mengacungkan jempolnya.


"Bagimana dengan kamu Ken, Kamu diam saja dari tadi?" tanya Mama Ayu.


"Kenzo ikut aja apa kata Mama dan Papa, kalian pasti mau yang terbaik untuk Kenzo" jawabnya.


Sebenarnya dalam hatinya ada yang membuat dia bingung dan bimbang, karena dia juga tidak yakin apa keputusan ini sudah benar. Loly memang calon istri idaman, sudah cantik dan pintar apa lagi yang ingin dia cari.


"Bagus begitu lah anak Papa" ucap Papa Ferdi.


"Persiapanya sudah 90 % mungkin bulan depan, kami sebagai orang tua hanya mengikuti jadwal mereka saja karena calon menantu masih sibuk bekerja dan mengurus surat cuti nya" jawab Ferdi.


"Wah bagus lah kalau begitu, Angga juga sudah cukup dewasa untuk menikah jangan ditunda-tunda" ucap Sindi lagi.


"Iya itu lah yang aku katakan, kalau tunggu mapan ya kapan nikahnya" jawabnya lagi.


"Kalau kamu enak cuma ngurus Loly sendiri, enak juga punya anak tunggal" jawab Ferdi dan beberapa saat Sindi terdiam karena teringat Salsa.


"Sebenarnya kami juga mau nambah, tapi dapat Loly aja susah" canda Mama Maria.


Semuanya pun tertawa dan Sindi pun ikut tertawa agar tidak menimbulkan kecurigaan, sebenarnya ada lagi putrinya dan bukan hanya Loly.


"Kamu ini bisa saja Jeng, tapi saat ini memang anak orang dikit-dikit beda dengan jaman dulu kan. Tapi tidak apa-apa nanti minta cucu banyak-banyak sama Loly dan Kenzo" ucap Mama Ayu.


Kenzo yang minum pun langsung menyemburkan air di mulutnya dan Loly langsung meberikan tissu pada Kenzo.


"Kamu nggak papa Ken?" tanya Loly.


"Iya aku nggak papa, makasih" jawabnya karenaLoly membantu dia untuk mengelap mulut Kenzo.

__ADS_1


"Lagian Mama udah bahas cucu aja, Kenzo jadi terkejut kan" sambung Papa Ferdi.


"Ya kan Mama lagi membahas masa depan nanti, tidak apa-apa berencana dulu" jawab Mama.


"Jang Ayu benar, masa depan yang bagus itu harus direncanakan" Maria membela Ayu, yang di anggap calon besan nya itu.


"Tapi ini terlalu cepat membahas itu Ma, Loly dan Kenzo juga belum lulus" ungkap Kenzo.


"Nggak Papa Ken, ini malahan bagus di bicaran lebih awal. Oh iya Mama mau kasih hadia untuk Loly, ini spesial karena Kenzo yang membelinya sendiri" ucap Mama mengelurkan sesuatu dari tasnya.


"Benarkah tante, ternyat Kenzo romantis sekali" jawab Loly.


Kenzo pun terkejut pasalnya dia tidak membeli apa-apa untuk Loly dan Mama nya sangat pandai mengarang cerita.


"Ini buat kamu Sayang" ucap Mama memberika kotak kecil kepada Loly.


"Terima kasih tante dan terima kasih banyak Ken" Loly mengucapkan terima kasih kepada mereka.


"Boleh kah Loly membukan nya?" sambung Loly.


"Tentu saja, ayo dibuka" suruh Mama Ayu.


Saat dibuka ternyat isinya adalah sebuah kalung dengan letion berbentuk bunga yang cantik sekali, seketika ingatan Kenzo kembali. Kalung itu ingin diberkan kepada Salsa, karena gadis itu sangat menyukainya.


Saat itu mereka sedang jalan-jalan di Mall, Salsa tidak berhenti melihat pada patung pajangan yang memakai kalung itu dan Kenzo memaksa untuk melihat itu. Tapi saat Salsa melihat harganya yang hampir puluhan juta, dia langsung mengurungkan niatnya. Tampa Salsa ketahui Kenzo balik lagi ke tokoh itu dan membelinya.


"Wah kalungnya sangat indah, apa boleh aku meminta Kenzo untuk memakainya" tanya Loly.


Kenzo yang masih asik dengan lamunanya pun terkejut saat Mamanya menyenggol lengan nya.


"Apa?" tanya nya pada Mama nya.


"Sana pasangkan kalungnya pada Loly" suruh Mama.


Dengan terpaksa Kenzo memakaikan kalung tersebut pada Loly dan Kenzo masih bingung dimana Mama menemukan kalung itu, bahkan dia saja sudah lupa karena saking kesalnya mengetahui jika Salsa pacaran dengan Riyan.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2