
Semua orang sangat heboh saat mendengar jika kedua orang yang paling populer sudah pacaran, ada seseorang yang melihat Loly dan Kenzo datang kesekolah sambil berpegangan tangan.
"Kalian tau nggak ada berita baru?" ucap salah satu cewek yang lewat didepan Salsa.
"Emang berita apa bikin penasaran aja" jawab teman disebelahnya.
"Kak Kenzo jadian sama Kak Loly, Wow banget kan" jawabnya.
"Mereka memang serasi si" ucap tamanya lagi.
Salsa yang mendengar itu pun, hanya bisa memendam sakit hatinya sendiri. Dia tidak menyangka hubungan mereka akan berlanjut secepat ini, bahkan Kenzo menjauhi nya setelah kejadian kemarin.
Saat dia masuk dan duduk dikursinya, disana Tiara dan Veny juga sedang membicarkan hal itu juga.
"Apa kalian juga dengar gaiss, Kak Kenzo dan Kak Loly sudah pacaran. Astaga aku nggak nyangka ternyat Kak Kenzo gercep juga ya" ucap Tiara sambil tertawa.
"Paling itu cuma gosip doang" jawab Veny.
"Makanya kamu tu dengar diluar sana, banyak orang yang membicarakanya. Kak Loly yang berbicara sendiri pada temanya dan ada orang kelas mereka mendengarnya" ungkap Tiara yang tidak mau kalah.
"Manurut kamu gimana Sa, mereka cocok kan?" tanya Tiara.
"Iya mereka sangat cocok Ra" jawabnya terpaksa sambil tersenyum.
"Udah lah bahas mereka, bikin nggak mood aja" jawab Veny kesal.
"Kamu tu kenapa si Ven, kayak nggak suka gitu. Pacar kamu ada kan kak Aldo, kenapa kamu sewot banget" jawab Tiara karena Veny seperti tidak menyetujui jika mereka pacaran.
"Aku mau ketoilet dulu ya gaiss" sambung Salsa lalu pergi dari sana.
Setelah Salsa pergi baru lah Veny memberitahu Tiara, agar Tiara tidak perlu membiarakan Kenzo dan Loly lagi di depan Salsa.
"Kenapa kamu itu banyak bicara banget si Ra, liat Salsa jadi pergi" ucap Veny.
"Lah apa salah aku? aku cuma cerita sama kalian" jawabnya bingung karena tidak tau apa-apa.
"Salah kamu tu terlalu banyak bicara, Salsa itu suka sama kak Kenzo. Pasti dia sakit hati banget karena tiap hari kamu selalu ngomongin mereka" ucap Veny sambil berbisik dan menghembuskan napas dalam.
"Benarkah, aku tidak tau" jawab Tiara sambil menutup mulutnya.
"Apa aku nggak salah dengar" sambung Sintia yang dari tadi hanya diam dan membaca novel kesukaanya.
"Benar gaiss, jangan bilang-bilang sama orang ya. Sepertinya hubungan Salsa dengan Kak Kenzo merenggang karena Riyan, masalah Salsa sudah cukup berat. Kasian bangat" ucap Veny dengan nada lesu.
"Ya ampun aku nggak tau, kalau aku tau aku sudah diam dari tadi" jawab Tiara merasa tidak enak.
Sedangkan Salsa menangis didalam tolilet dan dia menguncinya dari dalam, tidak ada harapan lagi untuknya. Hingga beberapa menit kemudian dia keluar dan ingin membasih wajahnya agar tidak kelihatan jika dia menangis tadi.
Salsa membasuh mukanya dan ada beberapa cewek yang masuk, melihat kearah dia. Salsa tidak tau jika Loly sudah berdiri di depan pintu dari tadi memperhatikan Salsa.
__ADS_1
"Ngapain kamu siang-siang gini cuci muka?" tanya Loly memghampiri Salsa.
"Gak ada urusanya sama kamu" jawabn Salsa yang masih berkaca didepan cermin.
"Sombong sekali kamu, apa kamu bahagia sekarang? Jadi bebas kan kalau tidak dirumah mau ngapain aja" ejek Loly.
"Nah akhirnya, sikap alsi kamu keluar juga" jawab Salsa sambil tersenyum sinis.
"Apa maksud kamu, aku juga nggak suka karena kamu Papa marah-marah dirumah. Jika kamu punya masalah tolong jangan libatkan orang lain, kami menjadi susah karena ikut-ikutan memikirkan masalah kamu" tunjuk Loly pada Salsa.
"Aku juga tidak ingin kamu memikirkan masalah ku" jawab Salsa.
"Sebaiknya kamu pulang kerumah, karena kami sudah tidak tinggal dirumah itu lagi. Jadi bebas kamu mau ngapain aja disana, jangan membuat Papa pusing lagi" ungkap Loly.
Apa mereka sudah pinda, Papa bahkan tidak memberitahu aku. Apa segitu tidak pentingnya aku dimata dia, Salsa benar-benar sedih.
"Kalian sudah pindah rumah?" tanya Salsa untuk memastikan.
"Iya kenapa kamu terkejut, bukan kah kamu sendiri yang ingin kami pergi dari sana. Bukan kamu saja yang bisa egois, aku juga" jawabnya tak mau kalah.
"Terserah kamu" ucap Salsa lalu pergi dari sana.
Salsa pergi dari sana dan kembali masuk kekelasnya, hari ini benar-benar kacau. Moodnya benar-benar berantakan dan rasanya dia ingin menyerah dengan keadaan ini.
***
Pulang sekolah Salsa pulang menggunakan angkot dan dia sudah terbiasa dengan itu, mulai dari desak-desakan, bau badan orang dimana-mana. Awalnya memang sulit tapi di bisa melewati itu semua.
"Udah kamu ganti baju aja dulu" jawabnya.
Salsa pun buru-buru mengganti pakainya, hari ini dia masuk sendirian karena Mbak Ririn tidak masuk kerja. Dia sakit dari kemarin dan Salsa jug kasian, dia sendirian yang merawat Rido.
"Abang pulang dulu Sa, kalau ada apa-apa kabari aja" ucap Bang Doni saat Salsa sudah berada ditempat kasir.
"Iya Bang, Aman kok" jawabnya sambil tersenyum.
Bang Doni keluar dan Salsa mulai bekerja, saat tidak ada pelanggan dia akan mengecek barang yang sudah masuk. Setelah ada pelanggan dia kembali lagi kesana, dia sangat tidak bersemangat.
"Selamat datang pak" ucap Salsa ramah saat seseorang masuk dan Bapak itu hanya menganggukan kepalanya.
Tidak lama kemudian ada lagi seorang Ibu-Ibu yang masuk dan tidak lupa Salsa juga menyapa nya dengan ramah.
"Selamat datang Bu" ucap Salsa sambil tersenyum.
Ibu itu pun balik tersenyum kepada Salsa dan dia mulai mencari apa yang ingin dia beli, beberapa menit kemudian saat ibu itu ingin membayar. Sesorang masuk dan memanggilnya Mama.
"Ini saja Bu, apa ada tambahan lain?" tanya Salsa saat dia mulai mengecek harga barang yang ibu itu beli.
"Tidak itu saja, kamu masih mudah sekali. Apa masih sekolah?" tanya nya pada Salsa.
__ADS_1
Belum sempat Salsa menjawabnya, seseorang memanggil Ibu itu dengan sebutan Mama.
"Mama..." ucapnya dan Salsa dan Ibu itu pun menoleh kearah sumber suara.
Kenapa harus bertemu dia lagi, memang apes banget nasip aku hari ini ucap Salsa dalam hati.
"Ada apa sayang? kenapa kamu menyusul? " tanya Ibu itu.
"Ken menyusul karena Mama lama sekali katanya cuma mau beli coklat saja" jawabnya sambil berjalan mendekati Mama nya.
Kenzo terkejut karena kasir tersebut adalah Salsa, apa yang sebenarnya terjadi pada Salsa. Kenapa dia bisa bekerja disini, tidak mungkin orang tuanya tidak memberi uang karena dia bukan anak dari kalangan bawah.
"Kamu ini, Mama sedang berbicara dengan dia. Dia masih sangat mudah sekali, pasti kamu masih sekolah kan?" tanya nya lagi pada Salsa.
"Benar Bu, saya masih sekolah kelas 1 SMA" jawabnya sambil tersenyum.
"Sudah saya duga, kamu masih kecil kenapa sudah bekerja? Apa orang tua kamu yang menyuruh?" tanya lagi pada Salsa.
"Mama tidak baik bertanya terlalu banyak dengan orang yang baru dikenal, tidak sopan" jawab Kenzo.
"Ihh Mama kan cuma bertanya, kamu sekolah dimana?" tanya Ayu lagi karena dia penasaran.
"Saya sekolah di SMA Nusa Bangsa Bu" jawabnya sambil menatap Kenzo.
"Wah benarkah berarti kamu satu sekolah dengan anak saya, apa kamu kenal dia Ken?" tanya Ayu.
"Nggak Ma, ayo buruan" jawabnya.
"Berapa semuanya?" tanya nya pada Salsa.
"Semuanya 86 ribu Bu" jawab Salsa sambil memerikan belanjaanya.
Ayu memberikan uang lebih pada Salsa, Salsa pun tidak mau menerimanya tapi karena Ayu yang memaksa terpaksa dia merima uang nya.
"Tunggu Bu kok uangnya 200 rb?" tanya Salsa.
"Nggak papa, buat kamu aja" jawab Ayu.
"Tapi maaf saya nggak bisa menerimanya" ucap Salsa merasa tidak enak dan ada Kenzo juga disana.
"Ambil saja" sambung Kenzo.
Setelah mereka berlalu, Salsa pun mengucapkan terima kasih pada Mama nya Kenzo. Salsa tidak menyangka dia sangat baik, walaupun Kenzo pura-pura tidak mengenalnya.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC