Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 55. Kenapa Kamu Disini?


__ADS_3

Veny menjemput Salsa di kontrakannya karena Salsa sudah memberikan pesan jika dia mau membeli motor Veny tapi mencicil dulu, Veny juga sudah bilang pada Papa nya dan menjelaskan keadaan Salsa yang sebenarnya. Mendengar cerita Veny, Papa nya sangat kasihan pada Salsa. Tentu saja dia memperbolehkan Salsa untuk membeli motor Veny.


"Seharusnya kamu tidak usah menjemput aku Ven, aku bisa pergi sendiri kerumah kamu" ucap Salsa merasa tidak enak karena Veny menjemputnya.


"Sudah tidak apa-apa ayo naik" jawabnya menyuruh Salsa untuk naik kemobilnya.


Salsa pun naik kemobil Veny dan Salsa bertanya lagi apa benar Papa memperbolehkan Salsa untuk membeli motor Veny, karena dia hanya mempunyai uang 5 juta dan tabungannya benar-benar terkuras.


"Papa kamu beneran mau jual motornya? jangan bilang kamu yang maksa, aku jadi nggak enak" ucap Salsa lagi.


"Sudah aku bilang Sa sama Papa, aman aja kamu nggak usah khawatir. Pajaknya hidup dan suratnya lengkap, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan" jawab Veny sambil tersenyum.


"Terimakasih Ven, kamu baik banget" ungkap Salsa.


"Sudah lah aku bosan mendengar kamu berterima kasih terus" canda Veny.


"Ya mau giman lagi, mau berterima kasih dengan yang lain aku tidak punya apa-apa" jawab Salsa lesu.


"Masalah pasti akan terlewati, aku tau kamu kuat Sa. Semangat terus ya" Veny memberikan semangat.


"Iya aku akan tetap semangat dan menjalani hidup yang berat ini" teriak nya.


"Iya berteriak lah sekencang mungkin, agar beban kamu berkurang" jawab Veny sambil tertawa.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai dirumah Veny dan Salsa disambut baik oleh kedua orang tua Veny, semua bayangan buruk yang Salsa pikirkan dari tadi hilang seketika.


"Kamu Salsa ya, tante senang kamu berteman dengan Veny. Soalnya dia itu jarang datang kerumah membawa temannya" sambut Mama Veny.


"Iya Tente, Salsa juga sangat berterima kasih karena Veny sudah banyak membantu Salsa" jawab Salsa.


"Begitulah nama nya teman" sambung Papa Veny.


"Itu motor kamu Sa, udah di mandiin sama Pak Jojo" tujuk Veny pada motor yang sudah terparkir di halaman rumah.


"Untuk pembayarannya Om" belum sempat dia berbicara, Mama Veny mengajak mereka untuk masuk kedalam.


"Kita bicarakan didalam saja, ayo masuk" ajak Mama nya Veny.


Mereka pun masuk dan duduk diruang tamu dan kebetulan orang tua Veny tidak bekeja hari ini, jadi mereka bisa bertemu dengan Salsa.


"Ini uangnya Om, Salsa hanya punya segini. Nanti setelah gajian Salsa akan bayar sisah nya" ucap Salsa mengelurkan sebuah Amplop dari tasnya.

__ADS_1


Papa Veby pun membukanya dan menghitungnya, dia mengembalikan 2 juta pada Salsa. Katanya untuk bayar SPP dan kontrakan.


"Om terima uangnya dan ini untuk kamu, anggap saja Om memberi kamu ujang jajan. Kamu bisa gunakan untuk bayar SPP dan kontrakan kamu, Veny sudah cerita sama Om" jawabnya.


"Tidak usah Om, ini saja Salsa sudah sangat berterima kasih. Salsa tidak bisa menerimanya" ungkap Salsa.


"Nggak papa, terima lah ini dari tante dan Om" Mama nya Veny memberikan uang itu ketangan Salsa dan Salsa menatap pada Veny, tentu saja dia menganggukan kepalanya.


"Ambil saja Sa, nggak papa bentar lagi bayar SPP. Jangan sampai telat nanti nggak bisa ikut ujian" sambung Veny.


"Terima kasih Om dan Tante" ucap Salsa sambil menundukan kepalanya.


"Sama-sama Salsa, apa Papa kamu tidak mencari kamu sampai saat ini?" tanya Papa Veny.


"Maaf Om jadi bertanya masalah pribadi kamu" sambungnya lagi.


"Tidak apa-apa Om, kemarin papa mencari Salsa tapi akhri-akhir ini tidak lagi. Mungkin dia sudah bahagia dengan istrinya dan anaknya" jawab Salsa.


"Ya ampun kasian sekali kamu Salsa, kalau Mama kandung kamu dimana?" sambung Mama Veny.


"Mama sudah menikah lagi dan tinggal di Amerika tante" jawab Salsa jujur.


Masih banyak lagi yang mereka obrolkan dan setelah itu Salsa pulang membawa motor barunya. Dia sudah lumayan lancar mengendarai motor karena sering mengendarai motor Mbak Ririn dan terkadang dia juga menjemput Rido.


Pada malam harinya, jam 9 malam Salsa masih bekerja dan dia terlihat sangat lelah, pekerjaan ini juga berat bagini nya belum lagi jika ada barang yang masuk. Dia harus mengecek semuanya dan menyusun sesuai dengan tempat nya.


Karena kelelahan dia meletakan tangan diatas meja kasir dan menundukan kepalanya sambil memejamkan matanya, dia tidak sadar jika ada orang masuk kedalam mini market tersebut.


Sesorang laki-laki meletakan minuman dingin dekat dengan wajah Salsa, Salsa yang terkejut pun langsung reflek dan mengetikan struk pembayarannya.


"Maaf Mas saya hampir ketiduran, ada tambahan lagi?" tanya Salsa tampa melihat wajah laki-laki yang ada didepanya.


"Tidak ada, itu saja. Jadi berapa?" tanya nya.


Salsa yang mendengar suara itu pun langsung melihat kearah laki-laki itu, ternyata benar saja itu Kenzo.


"Kenapa kamu disini?" tanya Salsa.


"Tentu saja aku sedang membeli minuman, apa kamu tidak liat. Jadi berapa?" Kenzo balik bertanya.


"Benar juga, jadi 25 ribu" jawab Salsa dan Kenzo memberika uang 50 ribu pada Salsa.

__ADS_1


Salsa pun memberikan belanjan Kenzo dan uang kembalinya dan tak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada Kenzo sama seperti pembeli lainya.


"Ini belanjaanya dan kembalianya, selamat datang kembali" ucap Salsa.


Kenzo pun masih mematung dan saat seorang nenek-nenek yang juga mau bayar menegur dia agar menyingkir, baru lah dia pergi dari sana.


"Anak muda apa kamu sadah selesai saya juga mau bayar" tanya nenek itu pada Kenzo.


"Ah iya silahkan nek" ucapnya lalu pergi keluar.


Kenzo tidak langsung pulang, dia duduk didepan mini market tersebut karena sudah disediakan meja dan kursi santai. Dia minum dengan santai sambil sesekali memperhatikan Salsa, Salsa terlihat sangat ramah pada setiap pelanggan dan terlihat sangat tulus saat dia tersenyum.


"Kenapa dia sangat imut, saat rambutnya dikuncir satu begitu. Apa lagi senyum nya sangat manis" ucap Kenzo sambil tersenyum kecil saat melihat Salsa dari sana.


Kenzo terus menunggu sampai Salsa pulang bekerja, ternyata malam juga karena sudah menunjukan pukul 11 malam. Saat Salsa ingin keluar dan menutup pintu rukoh nya, dia terkejut melihat Kenzo yang masih duduk disana.


"Ya ampun, Astaga bikin kaget saja" ucapnya sambil memegang dada nya.


"Ngapain kamu masih ada disini, mini marketnya sudah tutup" sambung Salsa.


"Oh sudah tutup ya" jawabnya santai lalu pergi


dari sana.


"Dasar aneh" ucap Salsa pelan.


Kenzo pergi keseberang jalan karena mobil nya sengaja dia parkirkan disana, saat melihat Salsa sudah pergi menggunakan motornya. Kenzo mengikuti Salsa dari belakang, dia hanya memastika Salsa pulang dengan selamat.


Beberapa menit kemudian Salsa sudah sampai di kontrakannya dan dia membuka gerbang lalu memasukan motornya, Kenzo masih memperhatikan Salsa sampai Salsa benar-benar masuk kedalam rumah.


"Jadi disini dia tinggal sekarang, tempatnya sangat kecil tapi untung lah tempatnya bersih" ucap Kenzo dalam mobilnya.


Setelah itu Kenzo pun memutuskan untuk pulang ke apartemenya, dia malas pulang kerumah karena pasti lah Mama nya akan banyak bertanya.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2