Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Ekstra Part ( Mama Mertua )


__ADS_3

Setelah makan siang dengan Lisa tadi mereka memutuskan untuk langsung pergi kerumah orang tua Kenzo, dalam perjalanan Kenzo banyak bertanya tentang Lisa karena selama sekolah Kenzo tidak pernah melihat Salsa dengan nya.


"Apa dia benar-benar teman kamu?" tanya Kenzo sambil menatap Salsa.


"Iya tentu saja, bukan kah semua yang ada di sekolah dulu adalah teman. Kenapa kamu mentap aku seperti itu?" tanya Salsa sambil balik mentap Kenzo.


"Tidak ada hanya penasaran saja, aku jarang lihat kamu kumpul dengan dia" jawab Kenzo sambil mengalihkan padanganya dan fokus menyetir.


"Kami memang cuma beberapa kali bertemu saat bersama dengan Refan, karena dia sepupu nya Refan. Ditambah lagi pas tahun kedua dia keluar dari sekolah" jelas Salsa lagi.


"Pantas saja aku jarang melihatnya, saat pernikahan Refan kita juga tidak bertemu dengan dia" sambung Kenzo.


"Iya mungkin kita sama-sama nggak ketemu karena banyak sekali tamu undangan yang datang, sudah lah sayang jangan di bahas lagi" ucap Salsa.


"Baiklah sayang, jangan marah. Aku tidak akan bertanya lagi" jawab Kenzo.


Beberapa menit kemudian mereka sudah samoai dirumah orang tua Kenzo, Kenzo membantu Salsa turun dari mobil. Mereka membawa beberapa kue yang mereka beli tadi untuk Mama mertuanya.


Mama yang melihat mereka masuk pun langsung menghampiri Salsa dan memeluk menantunya itu.


"Akhirnya kalian datang juga, padahal Mama sudah masak untuk makan siang ternyata kalian baru datang sekarang" ucap Mama sambil memeluk Salsa.


"Maaf Ma, kami tadi belanja agak banyak jadi lama, Mama masuk apa?" tanya Salsa setelah melepaskan pelukanya.


"Ada salad kesukaan kamu dan jus serta sayuran juga, kamu harus banyak makan-makan yang sehat" sambung Mama sambil mengajak menantuanya itu untuk duduk.


"Mbok Min, tolong bawah salad buah nya kesini" teriak Mama.


"Baik Nya" jawabnya lalu buru-buru pergi ke dapur.


"Bagaimana keadaan kamu sayang, bayi nya sehat kan?" tanya Mama sambil mengelus perut Salsa.


"Iya Ma, semua nya normal dan Salsa sangat sehat kemarin kami sudah pergi kedokter. Ditambah lagi, Kenzo sangat perhatian" bisik Salsa sedikit malu.


"Benarkah? ternyata dia benar -benar sudah dewas" jawab Mama sambil melirik Kenzo.


"Kenapa Mama melirik aku seperti itu?" tanya Kenzo sambil menatap Mama nya.


"Tidak ada, Mama cuma mau bilang jangan terlalu banyak bekerja. Apa lagi Salsa mau lahiran" Mama memberikan nasehat pada Kenzo.


"Iya Ma, Kenzo tau. Sekarang Kenzo lebih sering pulang cepat kok" jawabnya.

__ADS_1


"Bagus lah kalau begitu, apa kamu masih kerja sayang?" tanya Mama pada Salsa.


"Salsa udah ambil cuti sampai habis lahiran Ma, kebetulan Bos Salsa kan teman nya Kenzo. Jadi masalah perkerjaan aman kok" jawab Salsa sambil tersenyum kecil.


"Iya apa guna nya suami kalau nggak di manfaatkan" ucap Mama.


Tidak lama kemudian Mbok Min membawa banyak makanan, tidak hanya buah ada salad dan jus juga.


"Ini Nona, silahkan di nikamati" ucapnya sambil meletakan makanan itu diatas meja.


"Terima kasih Mbok, tapi ini sangat banyak sekali" jawab Salsa sambil melihat makanan yang ada di depannya.


"Tidak apa-apa Non, ini semua Nyonya yang menyiapkanya. Kalau begitu saya permisi dulu" jawabnya lalu pergi dari sana.


"Mama seharusnya tidak usah serepot ini, banyak sekali makanan nya" ucap Salsa.


"Mama sengaja membuat ini semua buat kamu, habisnya kamu jarang main akhir-akhir ini" jawab Mama sambil mengambilkan salad untuk Salsa.


"Terima kasih Ma, Mama sangat baik. Salsa mau nangis" ucapnya sambil mengecek mata nya.


"Romantis sekali dua wanita yang paling aku sayang" sambung Kenzo sambil melihat Mama dan Istrinya.


"Mau Mama suapin?" tanya nya karena Salsa belum mengambil piring nya.


"Kalau Salsa nggak mau, aku mau disuapin sama Mama" sahut Kenzo sambil membuka mulutnya.


"Ambil sendiri, jangan manja" jawab Mama sambil menatap tajam pada putranya.


"Astaga mengerikan sekali, aku sudah seperti anak tiri disini" ucap Kenzo sambil bercanda dan dia mengambil buah apel lalu memakan nya.


"Salsa lagi hamil, dia memang butuh banyak kasih sayang. Kamu nggak ngapa-ngapain juga" sinis Mama.


"Sudah lah jangan berdebat dengan Mama, oh iya apa Papa belum pulang Ma?" tanya Salsa.


"Belum dia mau main golf kata nya, sekarang dia banyak menghabiskan waktunya untuk kumpul dengan taman-teman nya. Maka nya Mama sangat kesepian" cerita Mama sambil memegang tangan Salsa.


"Apa kalian menginap hari ini?" sambung Mama bertanya pada mereka.


"Lain kali saja Ma, kami juga habis belanja jadi belum di turunkan dari mobil. Belum lagi sayuranya nanti layu" jawab Kenzo santai.


"Alasan kamu saja" ucap Mama terlihat kesal.

__ADS_1


"Sepertinya tidak apa-apa kita menginap disini, kamu juga bisa pergi ke kantor dari sini sayang. Baju kamu juga banyak disini" sambung Salsa yang menyetujui keinginan mertuanya.


"Salsa saja mau, nanti bair Mbok yang susun sayuranya dalam kulkas. Besok baru pulang kerumah kalian" jawab Mama lagi.


"Atau kalian tinggal disini saja sampai istri kamu melahirkan, biar ada yang jaga Salsa kalau kamu kerja. Rumah juga ada Pak Mahmud yang jaga" Mama memberikan saran pada mereka berdua.


"Ide yang bagus Ma, aku juga sering kepikiran kalau Salsa tinggal dirumah sendirian. Apa lagi dirumah kalua malam sepi cuma ada Pak Mahmud aja" ucap Kenzo sambil menganggukan kepalanya.


"Aku ikut Mama dan kamu saja bagaimana baiknya" jawab Salsa sambil melanjutkan makan nya.


Selama hamil ini dia terus merasa lapar dan semua makanan dia suka, Kenzo tidak perlu kewalahan untuk mencarikan istrinya itu. Salsa memang tidak pilih-pilih, hanya awal kehamilan dia mengalami mual dan setelah itu dia seperti bisanya.


"Mau tambah lagi sayang?" tanya Mama melihat Salsa sudah menghabiskan makanan nya.


"Jangan memaksa dia Ma, Salsa sudah banyak makan hari ini" Sahut Kenzo yang tidak mau nanti Salsa sakit perut.


"Iya Ma aku sudah selesai" jawab Salsa sambil meletakan piringnya.


"Apa perlengkapannya sudah semua? baju untuk dibawah kerumah sakit sudah ada?" sambung Mama lagi.


"Sudah Ma, kami sudah beli semua nya. Tapi Salsa belum tau mana baju yang harus dibawah nanti" jawab Salsa sambil mengelus perutnya.


"Tenang saja nanti Mama akan bantu kamu pilih baju nya, apa kamu sudah memberitahu Mama kamu tanggal perkiraan persalinannya?" tanya Mama lagi karena dia mau mengingatkan jangan sampai mereka berdua lupa mengabari orang tua Salsa.


"Sudah Ma, tapi sayang Mama nggak bisa pulang karena Daddy Jhon masih banyak kerjaan. Belum lagi adik ku tidak libur, mereka akan pulang tunggu Rey libur sekolah" jawab Salsa memang kelihatan agak sedih.


"Tidak apa-apa, nama nya juga jauh. Kalua Papa kamu bagaimana?" sambung Mama lagi.


"Tentu saja Papa senang dan dia bilang akan kesini dalam waktu dekat, dia juga bisnis jualan sayuran kesini Ma dan katanya untung nya lumayan" jawab Salsa menceritakan keadaan Papa nya.


"Bagus lah kalua begitu, bilang sama Papa kamu kalau perlu bantuan jangan sungkan bilang sama kami. Bilang juga jangan bekerja terlalu keras dan nikmati lah hidup" Mama memberikan nasehatnya.


"Aku pikir juga begitu, nanti aku akan bicara lagi sama Papa" jawab Salsa sambil menganggukan kepalanya.


.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😊🙏


__ADS_2