
Satu bulan kemudian hari ini adalah pernikahan Tiara dan Refan, Salsa dan Kenzo sudah bersiap-siap untuk pergi ke hotel dimana mereka mengadakan resepsi. Salsa saat ini agak kesusahan berjalan karena perut nya yang sudah besar, tapi walaupun begitu dia masih tetap cantik menggunakan gaun berwarna pink jambu.
Kenzo memeluk Salsa dari belakang, dia memandang cermin yang ada di depan mereka.
"Kamu masih tetap cantik seperti dulu" ucap Kenzo sambil mencium pipi Salsa.
"Benarkah? tapi bukan kah aku sudah gemuk. Alu yakin kamu tidak akan sanggup menggendong aku" jawab Salsa sambil tersenyum.
"Kata siapa, aku sangat kuat. Kamu tau itu kan" ucap nya sambil menatap Salsa.
"Iya-iya aku percaya, mana tangan kamu. Dia menendang lagi" sambung Salsa.
Kenzo pun meletakan tanganya di perut Salsa dan benar saja perutnya bergetar, Kenzo pun mengelus perut Salsa dan bayi nya menendang semakin kencang.
"Wah jagoan Papa keren sekali udah bisa nendang kencang banget" ucap Kenzo terlihat sangat senang.
"Aku tidak menyangka sebentar lagi dia akan lahir" jawab Salsa sambil mengelus perutnya.
"Iya aku juga masih tidak percaya karena akan menjadi Papa" ucap Kenzo lagi.
"Kita harus belanja baju sama perlengkapan bayi sayang, karena aku lihat masih ada yang kurang" sambung Salsa.
"Baiklah kita akan pergi besok, saat ini ayo kita pergi ke hotel sebelum telat" Kenzo pun melepasakan pelukanya.
Mereka pun turun kebawah dan menuju garasi, Kenzo memgeluarkan mobilnya dan Salsa pun masuk kedalam. Mereka pun pergi menuju hotel tapi sebelumnya tadi mereka sudah berpamitan dengan Bu Sutri dan Pak Mahmud.
Setelah perjalanan beberapa menit mereka pun sampai di hotel, benar saja banyak orang yang sudah datang. Salsa pun turun dari mobil dan Kenzo pun membantu istrinya, dia terus mengandeng Salsa saat masuk kedalam.
"Kamu kuat sayang, sini pegang tangan aku" ucap Kenzo saat mereka mau masuk kedalam.
"Aku masih bisa jalan sendiri sayang" jawab Salsa sambil tersenyum.
Mereka pun masuk kedalam sana, ternyata sudah ada Veny dan Sintia. Salsa pun menghampiri mereka dan ikut bergabung di meja mereka.
"Tumben kamu baru datang?" tanya Veny sambil menatap Salsa yang baru datang.
"Biasa lah bumil jalan nya agak susah, mana udah pengap lagi" jawab Salsa lalu duduk disamping Sintia.
"Sehat-sehat ya, satu bulan lagi udah mau lahir" Sintia mengelus perut Salsa.
"Iya ni, kalian harus datang nanti. Oh iya acara nya udah mau dimulai ya" sambung Salsa.
"Iya kayak nya, kenapa? kamu mau menyapa Tiara ya?" tanya Sintia sambil menatap Salsa.
"Iya aku belum memberikan kado ini" tunjuk Salsa pada hadia yang dia bawah.
__ADS_1
"Udah nanti aja pas kita sapa didepan, sebentar lagi udah mau mulai" jawab Veny dan Salsa pun menganggukan kepalanya.
Benar saja setelah itu acara pun dimulai, Tiara terlihat sangat cantik menggunakan gaun mewah. Dia tidak berhenti tersenyum, sama dengan Refan juga begitu.
Acara berjalan dengan rancar, kini giloran para tamu untuk mengucapkan selamat pada kedua mempelai.
"Ayo kita ke depan, sekalian minta foto bareng" ajak Veny pada semua nya.
"Iya yuk, biar nggak lama nanti banyak yang ngantri" jawab Veny.
"Mama aku masih mau ini" ucap Gama yang masih mau makan-makanan nya.
"Sayang nanti kita makan lagi, tapi kita foto sama tente cantik dulu didepan sana" tujuk Veny agar Gama mau.
"Iya sayang, Papa akan ambilkan banyak makanan lagi setelah ini. Gama kan anak pintar" sambung Aldo dan Gama pun menganggukan kepala nya.
"Dia sangat imut" bisik Salsa sama Kenzo.
"Iya anak kita nggak kalah imut sama Gama" jawab Kenzo sambil tersenyum.
"Ya begini lah kalau udah punya anak, agak merepotkan" ucap Veny sambil mengelap mulut Gama.
"Kamu belum pengen juga Sin, cepetan nikah juga" sambung Veny menatap Sintia.
"Kami juga sudah berencana, tunggu saja undangan nya" sambung Dimas.
"Wah benarkah, gercep juga loh Mas. Ini baru nama nya laki" ucap Kenzo sambil menatap Dimas.
Setelah itu mereka semua berjalan kearah Tiara dan Refan, ada beberapa orang juga yang mengantri di belakangan mereka. Kenzo selalu memegangi istrinya, dia sudah susah berjalan dab disini banyak orang juga yang berdesakan.
Tiara sangat senang saat melihat teman-teman nya menghampiri nya, mereka saling berpelukan dan begitu juga Salsa. Bahkan dia memeluk Refan dan tentu saja itu membuat Kenzo cemburu.
"Selemat ya Fan, semoga pernikahan kalian selalu bahagia dan cepat di beri momongan" Salsa memeluk Refan.
"Terima kasih atas doa nya sa" jawab Refan disela pelukan mereka.
"Jangan lama-lama meluk nya, yang lain juga mau ngucapin selamat" sambung Kenzo dan mereka yang ada didepan pun tertawa.
"Dasar suami posesif" ucap Aldo sambil menggelengkan kepalanya.
Salsa pun melepaskan pelukanya, setelah baru lah Kenzo memberikan selamat pada Refan. Sedangkan Salsa beralih pada Tiara dan dia memberikan hadia yang dia bawah tadi.
"Selamat ya Ra, akhirnya jadi istri orang juga. Ini ada hadia dari aku, jangan pandang harganya" ucap Salsa memberikan bingkisan kado itu pada Tiara.
"Terima kasih sa, aku senang banget" jawab Tiara lalu memeluk Salsa.
__ADS_1
"Aku terharu banget, semoga kalian selalu bahagia. Aku bahagia karena kamu yang menjadi istri nya Refan, jaga dia karena dia adalah laki-laki yang baik" sambung Salsa diselah pelukan mereka dan Tiara pun menganggukan kepalanya.
Setelah itu mereka berfoto bersama, mereka sangat rame karena masing-masing membawa pasangan. Setelah foto sama-sama, mereka juga berfoto dengan pasangan saja.
"Kami duluan ya foto nya, istri ku nggak kuat berdiri lama" ucap Kenzo setelah mereka selesai berfoto sama-sama.
"Mulai deh lebay nya" sahut Aldo sambil menggelengkan kepalanya.
"Iya biarkan Salsa yang duluan" jawab Sintia dan akhirnya mereka duluan.
Salsa dan Kenzo berfoto duluan, lalu mereka kembali ke meja tamu. Sedangkan yang lain masih berada di depan, Kenzo terlihat seperti suami siaga yang sangat menyanyangi istrinya.
"Kamu mau makan lagi sayang?" tanya Kenzo sambil memegang tangan Salsa.
"Boleh aku mau buah saja, tadi aku sudah banyak makan soal nya" jawab Salsa dan tentu saja dia tidak menolak kalau ditawari makanan.
"Iya tunggu disini, aku ambilkan dulu" jawab Kenzo lalu pergi dari sana.
Tidak lama setelah Kenzo pergi, Veny dan Aldo menyusul duduk kembali di meja mereka. Tentu saja Gama sudah mau makan lagi, Aldo terpaksa mengambilkan makanan untuk Gama.
"Sana ambil lagi makanan nya Yang, nanti Gama nangis" ucap Veny dan Aldo pun langsung pergi.
"Memang semua pekerjaan selalu kamu suruh Aldo ya, dia terlihat nurut banget?" tanya Salsa setelah Aldo jauh dari sana.
"Iya Sa, bahkan dia yang selalu ganti popok kalau malam dan menjaga Gama. Kamu tau sendiri aku sangat capek kerja, toko juga reme terus" jawab Veny sambil menganggukan kepalanya.
"Tapi kamu juga harus bantu dia, jangan semua nya kamu suruh Aldo. Kasihan juga" ucap Salsa menasehati tema nya.
"Nggak papa sa, dia juga nggak keberatan. Bukan kah kamu juga, Kenzo juga sangat perhatian sama kamu" jawab Veny.
"Iya walaupun begitu semua pekerjaan rumah aku yang mengerjakan, aku nggak mau dia capek kerja masih juga harus ngurus rumah" ucap Salsa tidak membenarkan kata Veny.
"Iya nanti aku akan coba melakukanya" jawab Veny sambil menganggukan kepalanya.
Salsa takut Aldo akan bosan dengan Veny, banyak kan rumah tangga berakhir karena wanita yang sangat egois. Salsa berani menasehati Veny karena Aldo sering curhat dengan Kenzo tetang perlakuan Veny kalau dirumah.
.
.
.
.
Terima kasih sudah mampir teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😊🙏
__ADS_1