
Sekarang pukul 8 malam Salsa baru pulang, Papa dan Mama Maria serta Loly sedang duduk diruang santai dan melihat Salsa baru pulang. Papa langsung bertanya kepada Salsa karena akhir-akhir ini putrinya itu suka keluar dan membantah perkataanya.
"Dari mana saja kamu, sekarang Papa lihat kamu lebih suka pergi keluar?" tanya Papa yang melihat Salsa baru pulang padahal jam makan malam sudah lewat.
"Salsa habis main sama teman Pa, memangnya ada apa ini juga belum larut malam. Tenang aja Salsa akan belajar setelah ini Papa nggak perlu khawatir" kesalnya.
"Duduk disini tidak sopan berbicara pada orang tua seperti itu" ucap Papa.
Dia menyuruh Salsa untuk duduk bersama mereka, terpaksa lah Salsa duduk bersama mereka. Ada Loly juga disana dan Loly tidak berhenti menatap Salsa yang membawah sebuh boneka kecil ditanganya.
"Kata kakak kamu, kamu pergi sama cowok. Apa kamu sudah punya pacar?" tanya Papa.
Benar ni kakak tiri main adu-aduin gue aja, kesal banget gue lihat muka palsunya ucap Salsa dalam hatinya.
"Itu cuma teman sekolah Salsa Pa, kami cuma berteman" jawab Salsa.
"Awas saja jika Papa tau kamu macam-macam diluar sana, Papa nggak akan belas kasihan sama kamu" ancam Papa.
"Salsa juga tau batasan Salsa, Papa tidak perlu mengingatkan" jawabnya penuh kekesalan.
"Bagus jika kamu tau batasan kamu" sambung Papa lagi.
"Mas jangan terlalu keras pada Salsa" ucap Mama Maria membela Salsa.
Lagi cari muka ni nenek lampir, ya julukan itu tepat untuknya ucap Salsa dalam hati.
"Jangan terlalu memanjaknya Ma, nanti dia melunjak. Papa juga sudah mencarikan kamu guru les untuk setiap mata pelajaran karena nilai kamu sangat jelek, bisa-bisa kamu nggak naik kelas" ucap Papa lagi.
"Papa tau dari mana nilai Salsa jelek" tanyanya.
"Tentu saja Papa tau, saat mengantar kakak kamu kemarin Papa ketemu wali kelas kamu. Nilai kamu itu nggak ada yang 8 semua dibawah 7, besok guru les kamu akan datang setiap kamu pulang sekolah jadi kamu nggak boleh ke mana-mana setelah pulang sekolah" Jelas Papa pada Salsa.
"Tapi Pa, Salsa janji akan belajar tapi jangan les dong" mohon Salsa tapi Papa masih tetap dengan keputusanya.
Belajar di sekoalh sudah sangat membosankan baginya apa lagi harus ada les tambahan dirumah, sepertinya Mama Maria yang merencananakan semua ini.
"Terserah Papa, aku malas berdebat dengan kalian" kesalnya lalu pergi dari sana.
"Salsa...!!"Teriak Papa dan Salsa tidak menghiraukan Papanya.
"Sudah lah Pa, tenangkan diri kamu. Nanti dari tinggi kamu kumat, kamu harus lebih mengontrol emosi" Mama Maria menenangkan Papa.
"Kamu benar" jawabnya sambil menarik napas dalam.
"Sebaiknya kamu pergi kekamar dan belajar sayang" suruh Mama Maria pada Loly.
"Iya Ma, Loly pergi keatas dulu Pa Ma" ucapnya.
__ADS_1
"Iya sayang" jawab Papa sambil tersenyum.
Papa tidak pernah mengkhawatirkan nilai Loly karena Loly anaknya pintar dan penurut, kalau Salsa dia membutuhkan tenaga dan kekersan agar dia mengerti.
***
Keesokan harinya setelah pulang sekolah Salsa langsung ikut les tambahan dirumahnya dan guru kelasnya lah yang menjadi guru lesnya.
"Halo Salsa, siang ini kita akan belajar Matematika ya" ucap Bu Desi.
"Halo juga Bu Desi, kenapa kita nggak belajar bahasa indonesia saja dulu bu. Matematika kan susah" jawab Salsa dan Bu Desi pun tersenyum.
"Ibu sudah mencarikan buku untuk kamu belajar, ini bukunya dan langsung buka halaman 5 ya" Bu Desi memberikan buku kepada Salsa.
Salsa hanya bisa menurut saja, dia benar-benar bosan belajar ini. Otaknya sama sekali tidak nyambung.
"Ibu jelaskan sedikit materinya, nanti ibu akan berikan soal kamu harus mengerjakanya ya" ucap Bu Desi lagi setelah Salsa membuka buku itu.
"Iya Bu, apa benar nilai ujian tengah semester saya jelek?" tanya Salsa sekali lagi.
"Benar Salsa makanya Papa kamu menyuruh ibu untuk mengajari kamu, tapi Ibu yakin kamu bisa dapat nilai bagus jika rajin belajar" jawab Bu Desi memberi pengarahan pada Salsa.
"Tapi belajar sangat lah membosankan Bu" jawabnya.
"Coba ibu tanya dulu, apa cita-cita kamu?" tanya Bu Desi dan beberapa saat Salsa terdiam.
"Kamu mau tau, kunci rajin belajar itu apa?" Bu Desi bertanya lagi pada Salsa dan Salsa menggelangkan kepalanya.
"Kuncinya kamu harus punya cita-cita dulu agar kamu termotivasi untuk belajar giat agar cita-cita kamu terwujud, untuk pelajaran les besok ibu mau kamu membuat karangan tentang rencana masa depan" jelasnya pada Salsa.
"Iya Salsa mengerti Bu" jawabnya pasrah.
"Nah sekarang kita lanjutkan belajarnya" ucap Bu Desi.
Salsa pun mengikuti arahan dan mendengarkan penjelasan yang Ibu Desi berikan kepadanya.
Tapi tidak lama kemudia Papanya dan Mama Maria serta Loly sudah rapi dan sepertinya akan pergi kesuatu acara dan kenapa dia tidak diajak pikir Salsa.
"Mau kemana kalian?" tanya Salsa saat mereka lewat diruang tengah.
"Kami akan pergi makan bersama dengan teman Papa, kamu dirumah saja lanjutkan lesnya" jawab Papa.
"Salsa mau ikut, masa kalian enak-enak Salsa belajar disini nggak adil banget" kesalnya dan Bu Desi hanya diam dan memperhatikan mereka.
"Malu dengan guru kamu sayang, bicara yang sopan" sambung Mama Maria yang sok bijak.
"Mama kamu benar, ini adalah hukuman dari Papa karana nilai kamu jelek" ucap Papa.
__ADS_1
Mereka pun pergi dan Salsa semakin kesal, setelah mereka pergi Salsa masih mengikuti pelajaran lesnya sampai waktu mengajar Bu Desi habis.
Salsa menawarkan untuk mengantar Bu Desi pulang karena Bu Desi datang kesini menggunakan taksi.
"Baik lah Salsa untuk pembelajaran hari ini sudah selesai, kita lanjutkan besok ya" ucap Bu Desi.
"Iya terima kasih banyak Bu" jawab Salsa.
"Ibu pulang naik apa?" tanya Salsa.
"Sepertinya Ibu naik taksi Sa, kenapa?" dia balik bertanya pada Salsa.
"Tidak usah Bu, biar Salsa yang mengantar Ibu pulang. Rumah ibu dimana?" tanyanya.
"Tidak usah Salsa nanti merepotkan" jawabnya.
"Tidak apa-apa Bu, Salsa tidak repot sama sekali kok" ucapnya.
Akhirnya setelah dibujuk oleh Salsa Bu Desi mau diantar pulang olehnya, ternyata Bu Desi tinggal di aparteman dekat dengan sekolah. Salsa dengan senang hati mengantar gurunya itu pulang.
Diperjalanan Salsa menanyakan banyak hal tentang gurunya itu, karena jika dikelas mereka tidak ada kesempatan untuk bicara santai.
"Alamatnya di jalan C, Apartemen Gading Cempaka" ucap Bu Desi.
"Ternyata rumah ibu didekat sekolah, aman Salsa juga tau daerah apartemen itu" Jawab Salsa setelah Bu desi menyebutkan alamatnya.
"Terima kasih Salsa, jadi nggak enak ngerepotin kamu" ucap Bu Desi.
"Tidak apa-apa Bu, santai saja dengan saya. Oh iya apa ibu sudah menikah?" tanya Salsa dan Bu Desi pun tertawa.
"Tentu saja saya sudah menikah Sa, bahkan sayang sudah mempunyai anak" jawabnya.
"Tapi Ibu masih terlihat sangat cantik dan muda" ucap Salsa lagi.
"Kamu ini ada-ada saja Sa, umur saya sudah 32 tahun tidak mungkin masih muda" jawabnya sambil tersenyum.
Salsa berbicara banyak dengan Ibu Desi dan ternyat Bu Desi orangnya menyenagkan, Salsa juga tau jika Bu Desi orang Bandung dan suaminya hanya bekerja honor dikantor pajak. Anaknya juga baru satu dan Bu Desi sedih karena anaknya lebih sering dititipkan dipenitipan anak karena tidak ada yang mengasuhnya, keluarga mereka juga di Bandung semua.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1