
Setelah dipindahkan di ruang rawat inap mereka meminta nomor kedua orang tua Kenzo untuk menghubunginya, karena ini adalah salah satu prosedur rumah sakit. Kenzo pun memberanikan dirinya untuk menelpon Mama dan Papa nya, setelah mereka diberitahu oleh Kenzo. Mereka semua langsung pergi kesana, Mama juga terlihat sangat khawatir walaupun meraka juga masih kesal dengan Kenzo atas kejadian kemarin.
"Kenapa apa kamu takut?" tanya Kenzo yang memegang tangan Salsa yang dingin karena dia sangat gugup.
"Aku tidak takut tapi gugup saja, bagaimana jika mereka marah seperti Papa tadi. Apa aku juga akan dirawat dirumah sakit?" Salsa balik bertanya pada Kenzo.
"Dasar kamu ada-ada aja, meraka nggak semenakutkan itu. Kamu tenang saja ada aku disini" ucap Kenzo menenangkan Salsa.
"Semoga saja yang kakak katakan benar" jawab Salsa.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai dan Salsa semakin takut saat Mama Kenzo menanyakan kenapa ada Salsa disana, Kenzo pun terpaksa menjelaskan semua nya.
"Ken sayang....kamu baik-baik saja?" tanya Mama Ayu yang masuk kedalam ruangan itu dan dia melihat Salsa bediri disana.
"Kenzo tadi habis dipukul sama Om Sindi dan Kenzo tau jika Kenzo pantas mendapatkannya" jawab Kenzo jujur.
"Tunggu kenapa kamu disini?" tanya Mama Ayu lagi sambil melihat kearah Salsa.
"Kenzo akan jelaskan pada kalian, Mama mendekat lah kesini" jawab Kenzo dan mereka semua mendekat kesana, ada Papa serta Abang Angga dan Mbak Putri juga mendekat pada Kenzo.
"Sekarang jelaskan semua nya" ucap Papa yang penasaran apa yang akan dikatan oleh Kenzo.
"Aku sudah menikahi Salsa pagi tadi, kami saling mencintai. Oleh sebab itu lah aku tidak mau bertunangan dengan Loly, aku mohon terima Salsa sebagai menantu kalian" ucap Kenzo sambil memohon pada mereka.
"Apa maksud nya kamu Ken, bicara lah yang jelas. Kamu pacaran dengan kakak nya tapi malah menikah dengan adiknya, apa kamu sudah tidak waras?" tanya Papa yang mulai marah.
"Kamu juga kenapa kamu bisa menikah dengan Kenzo, bukan kah kamu tau dia pacar kakak kamu" bentak Mama Ayu pada Salsa dan Salsa hanya menundukan kepalanya dan air matanya sudah mau jatuh.
"Apa yang kamu harapkan dari Kenzo, kalian masih sama-sama sekolah. Dia juga tidak punya pekrjaan dan kalau kamu menikah saat ini bagaimana jika kamu hamil nantinya, jangan bilang kamu sudah hamil saat ini?" sambung Mama Ayu lagi dan dia semakin memojokan Salsa.
"Saya tidak hamil tante" jawab Salsa yang hampir mau menangis.
"Entah lah anak jaman sekarang, sudah diberi kebebasan untuk berpacaran dan merencanakan pernikahan setelah lulus sekolah. Tapi semua nya hancur karena kamu sama sekali tidak mendengar nasehat orang tua, sekarang Mama tanya. Mau kamu kasih makan apa istri kamu?" tanya Mama yang tak kalah kesal dengan Kenzo.
"Kenzo akan bekerja dan Kenzo yakin bisa membiayai kebutuhan kami nantinya" jawab Kenzo percaya diri.
__ADS_1
"Baiklah kamu menantang diri kamu sendiri, mulai sekarang Papa akan tarik Atm kamu. Kamu mulai cari uang dari nol, jangan harap Papa akan membantu kamu nantinya" ucapnya karena Kenzo terlihat percaya diri sekali.
"Kalian benar-bebar membuat kami benar-bebar kecewa" sambung Mama lalu dia pergi dari sana.
Papa pun menyusul Mama dan Mbak Putri dan Bang Angga masih tinggal disana bersama mereka, meraka juga memberikan nasehat pada Salsa dan Kenzo.
"Keren juga loh udah bonyok gini masih aja melawan kata bokap" ucap Angga sambil meninju bahu Kenzo.
"Ahwww...sakit Bang" kesal Kenzo pada Angga.
"Sok jagoan, masih bocil tapi sudah menikah. Ingat jangan sampai adik ipar menderita karena kamu, kamu juga siapa nama kamu?" tanya Angga yang memang belum terlalu mengenal Salsa.
"Salsa kak" jawabnya takut dan dia masih berdiri di tempat nya.
"Iya Salsa, pokonya kalian harus kompak jika ingin mendapatkan hati Mama dan Papa. Buktikan jika kamu memang layak jadi suami Kenzo, jika sudah menikah seperti ini jangan main-main lagi" nasehat nya pada mereka berdua.
"Iya kata Mas Angga benar, kamu harus bersikap dewasa Ken. Salsa juga harus bisa membantu dan mendukung Kenzo nantinya. Duduk lah disini, jangan takut. Bukan kah kita keluarga sekarang?" tanya Mbak Putri pada Selsa.
Salsa pun duduk disamping Mbak Putri dan mereka bertanya dimana Salsa dan Kenzo menikah, Kenzo menceritakan semuanya.
"Bukanya kasihan Abang mala mengejek aku, kasih silusi kek" jawab Kenzo kesal.
"Ya itu lah apa yang di katakan Papa tadi, kamu tidak boleh menggunakan fasilitas dari dia. Menurut Abang juga ngga papa, itung-itung belajar mandiri kan" ucap Abang Angga.
"Kamu tenang saja nanti akan Mbak bantu semampu Mbak" sahut Mbak Putri.
"Terima kasih Mbak, Mbak aja baik kanapa Abang sendiri udah kayak musuh dalam selimut" Kenzo menyindir Angga.
"Boca-boca loh kira nikah itu mudah" Angga menyentil kepala Kenzo.
"Stop aku sudah banyak menderita" sahut Kenzo yang melindungi kepalah nya.
"Apa kamu sudah bisa mengerjakan pekrjaan rumah Sa?" tanya Mbak Putri pada Salsa.
"Iya Salsa bisa Mbak" jawabnya jujur.
__ADS_1
"Bagus lah kalau begitu kamu tidak akan kerepotan nantinya, Mbak pikir sebaiknya kamu menunda kehamilan dulu sampai lulus sekolah" Mbak Putri memberinya saran lagi.
"Salsa ikut bagaimana baik nya saja" Jawab Salsa lagi.
"Iya benar sebaiknya kamu tunda dulu, kamu memang tidak hamil kan? sudah berapa kali kalian melakukanya?" tanya Angga pada Salsa.
"Jangan bertanya seperti itu pada istri ku, dia malu" sahut Kenzo karena Abang nya terus bertanya.
"Aku sudah cek minggu kemarin dan hasil nya negatif tapi.." Salsa malu mengatakan nya jika mereka baru melakukanya semalam.
"Kami baru melakukanya semalam" jawab Kenzo terus terang.
"Dasar bodoh, nggak tahanan banget loh ya. Pantesan Salsa minta tanggung jawab, loh yang biang nya disini" sahut Bang Angga sambil menggelengkan kepalanya.
"Sudah lah nanti Mbak akan temani kamu ke dokter" sambung Mbak Putri memegang tangan Salsa.
Setelah itu Putri menemani Salsa untuk konsultasi ke dokter tentang alat kontrasepsi, sebaiknya dicegah dari pada menyesal nantinya. Putri juga kasihan dengan Salsa, sebagai sesama wanita dia juga dapat merasakan kalau Salsa butuh kasih sayang yang penuh. Dia butuh dukungan, jika semua nya marah pada nya lalu siapa lagi yang akan merangkulnya.
"Aku takut, apa ini tidak apa-apa Mbak?" tanya Salsa yang berusaha akrab dengan Kakak iparnya.
"Kamu tenang saja, kamu akan baik-baik saja" jawab Mbak Putri dan mereka pun masuk kedalam ruangan dokter.
"Ayo kita masuk" ajaknya pasa Salsa.
Dokter itu terlihat sangat ramah, sepertinya Mbak Putri juga mengenalnya. Salsa du beri penjelasan tentang kontrasepsi oleh dokter, akhirnya dia memutuskan untuk memakai salah satu yang disarankan oleh dokter. Mbak Putri juga menyetujuinya dan Salsa masih beruntung karena kakak iparnya sangat baik.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1