Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 104. Aku Mau Hadia Nya


__ADS_3

Hari ini Salsa sangat gugup karena mau bagi rapot, dia takut sekali jika peringkatnya semakin turun. Berbeda dengan Kenzo, dia sangat santai bahkan tidak gugup sama sekali.


Pagi ini Salsa pergi bersama dengan orang tua Kenzo karena Mama ingin mengambilkan rapot nya Salsa sedangkan Papa Ferdi mengambil rapot Kenzo. Kemarin Salsa sudah memberitahu Mama Karla tapi mereka tidak bisa, karena Daddy Jhon sangat sibuk dengan pekerjaan nya.


Mama sudah masuk kedalam kelas bersama Salsa, Salsa terlihat sangat gugup. Mama menenangkan Salsa, agar tidak perlu khawatir.


"Kamu tenang saja sayang, apa pun hasilnya tidak apa-apa. Kenzo juga tidak akan marah, jika dia marah biar Mama yang marahi duluan" ucap Mama sambil mengelus pundak Salsa.


"Iya Ma, tapi Salsa masih gugup saja takut peringkatnya turun lagi. Salsa malu Ma, kalau Kenzo tidak perlu di khawatirkan dia pasti jura satu" jawab Salsa sambil menundukan kepalanya.


"Sudah lah jangan dipikirkan sayang, berdoa saja" sambung Mama lagi dan Salsa pun memganggukan kepala nya.


Setelah itu wali kelas mereka masuk dan menyapa seluruh wali murid dikelas Salsa, setelah itu dia melanjutkan acara pembagian rapot.


"Selamat pagi Ibu dan Bapak, saya Bu Afrianti wali kelas 11 Ips 3. Saya senang sekali bisa bertemu dan berkesempatan menyapa para wali kelas sekalian, tidak usah berlama-lama saya akan membacakan juara satu sampai tiga ya" ucapnya.


"Selamat pagi juga Bu" jawab mereka semua.


"Untuk peringkat pertama nya adalah Refanza" sambungnya.


"Beritepuk tangan untuk Refanza, silahkan maju kedepan" ucap Bu Afrianti menyuruh Refan maju kedepan.


Bu guru memberikan rapotnya kepada Papa nya Refan dan hadia nya kepada Refan, Refan tidak berhenti tersenyum senang.


"Baiklah kita lanjutkan untuk juara kedua nya adalah Anisa marisa, silahkan maju kedepan" sambung Bu guru lagi dan Anisa maju kedepan.


"Dan untuk juara ketiga nya adalah Sintia, silahkan maju" ucap Bu guru lagi dan mereka juga cukup terkejut karena Sintia yang dapat juara tiga.


Salsa yang mendengar itu pun semakin gugup saja, sampai urutan ke enam nama nya juga belum dipanggil. Tapi pada urutan ke tujuh nama nya dipanggil, Mama langsung maju dan tersenyum senang.


"Selamat ya bu, Salsa mengalami peningkatan yang pesat. Nilai nya juga sudah semakin bagus, pertahankan ya Salsa" ucap Bu guru saat mereka maju kedepan.


"Iya terima kasih banyak Bu" jawab Salsa sambil tersenyum.


Setelah itu mereka pun pergi dari kelas, tapi sebelumnya Salsa sudah berpamitan pada teman-temanya. Mereka menuju parkiran dan ternyata Kenzo dan Papa sudah menunggu disana, Salsa tidak berhenti tersenyum menghampiri Kenzo.


"Kamu terlihat sangat senang?" ucap Kenzo sambil melihat Salsa yang tidak berhenti tersenyum.


"Tentu saja karena istri kamu masuk sepuluh besar tu" jawab Mama dengan senang karena dia tau jika peringkat Salsa kemarin itu adalah paling terakhir.


"Wah benarkah, selamat ya" sambung Kenzo senang sambil mengelus kepala Salsa.

__ADS_1


"Terima kasih, aku mau hadia nya" jawab Salsa sambil menadahkan kedua tanganya di depan Kenzo, Mama dan Papa yang melihat itu hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.


"Iya nanti setelah sampai dirumah" ucap Kenzo sambil tersenyum.


"Baiklah untuk merayakan hari ini bagaimana kalau kita makan-makan direstoran Kenzo, boleh lah sesekali teraktir kami" sahut Papa pada mereka semua.


"Baiklah ayo kita pergi makan siang kesana" jawab Kenzo sambil menganggukan kepala nya.


Dalam perjalanan Salsa banyak bertanya pads Kenzo, ternyata memang Kenzo mendapatkan peringkat pertama. Tentu saja karena dia tidak pernah turun peringkat, Salsa sangat bangga tentu nya karena mempunyai suami yang tampan dan pintar.


"Oh iya apa kakak dapat peringkat satu lagi?" tanya Salsa yang duduk disamping Kenzo.


"Iya tentu saja, kamu harus bangga punya suami yang tampan dan pintar" jawab Kenzo bangga.


"Tentu saja, aku sangat bangga sekali" ucap Salsa sambil mencubit pipi Kenzo gemas.s


"Hemm, ingat masih ada orang tua disini. Romantisanya dirumah aja" sambung Papa yang menyetir sambil melihat kaca kedapan.


"Bilang saja Papa iri kan, apa perlu kita bikin Kenzo junior lagi?" tanya Mama.


"Diam Ma, malu anak sudah besar" Papa hanya bisa geleng-gelang kepala.


"Nggak Papa juga Pa, mungkin Mama ingin punya bayi lagi. Salsa juga suka anak kecil" sambung Salsa bicara pada Mama nya.


"Kenapa? apa kamu takut jika adik kamu seumuran dengan anak kamu ya?" sambung Mama menggoda Kenzo.


"Bukan gitu juga, tapi Mama harus ingat umur dong" jawab Kenzo.


"Mama hanya bercanda, kami lebih ingin cucu dari kalian aja lah. Tapi nunggu Salsa tamat sekolah dulu" ucap Mama lagi.


"Iya aku setuju kalau begitu, kami akan mempunyai bayi yang gemoy nanti" jawab Kenzo sambil menatap Salsa dengan senyum mencurigakanya.


"Kenapa kakak lihat aku kayak gitu?" sahut Salsa yang melihat suaminya.


"Nggak ada kamu cantik banget" bisiknya ketelingan Salsa, Salsa pun malu dan memukul dada Kenzo.


"Dasar anak-anak" sambung Mama melihat kelakukan mereka berdua.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai disebuh restoran. Restoran tersebut cukup luas dan Kenzo berhasil mengola restoran tersebut beberapa bulan terakhir.


"Apa ini restoran kakak? aku bahkan belum pernah diajak kesini" kesal Salsa saat turun dari mobil.

__ADS_1


"Tapi yang terpenting uang nya sampai sa" sahut Mama sambil menggandeng menantunya.


"Benar juga kata Mama, yang penting uang nya ngalir kan" jawab Salsa tertawa dengan Mama mertuanya.


Mereka masuk kedalam restoran tersebut, Kenzo sudah disambut oleh kepala pelayan disana.


"Selamat datang Tuan, kenapa Tuan tidak mengabari jika ingin kesini? Kami bisa menyiapkan ruangan khusus" tanya Mario pada Kenzo.


"Tidak usah, kami akan makan dimeja biasa saja. Tolong siapkan paket A ya, nanti kami akan pesan lagi tolong antar menu nya" Jawab Kenzo dan kemudian dia mengajak mereka untuk duduk disalah satu meja restoran.


"Restoranya cukup mewah ya, bagaimana dengan harga menu nya?" tanya Papa setelah mereka duduk.


"Harganya bersahabat Pa, Kenzo juga mikir kalau ada anak sekolah juga masih oke" jawab Kenzo.


"Sayang apa besok mau ikut Mama ke arisan Mama di kota B?" tanya Mama tiba-tiba pada Salsa.


"Bukan kah teman arisan Mama disini kenapa harus ke kota B Ma?" jawab Salsa dan balik bertanya pada Mama.


"Iya karena sekalian mau kondangan disana, karena ada anak dari salah satu anggota arisan kami menikah, gimana kamu mau kan sayang?" sambung Mama lagi.


"Nggak boleh, Salsa nggak boleh pergi kemana-mana" sahut Kenzo nggak menyetujui jika Salsa pergi bersama Mama nya.


"Kenapa? biarin aja Salsa menemani Mama, Papa nggak bisa karena harus keluar kota" sambung Papa.


"Iya nggak papa, kakak juga bisa ikut. Iya kan Ma?" tanya Salsa.


"Mama malas ngajak Kenzo, kalau liburan dia mau cepat-cepat pulang. Bikin kesal aja" sahut Mama sambil menatap Kenzo.


"Aku juga malas, Mama tu pasti mau liburan dulu kan?" Kenzo bertanya pada Mama nya.


"Sudah lah, nanti kita bicarakan di rumah" sambung Mama yang kesal.


"Iya nanti kita bicarakan dirumah saja Ma" Jawab Salsa sambil tersenyum.


Tidak lama kemudian makanan mereka datang, Kenzo sengaja memesankan menu favorit di restoran nya. Salsa yang melihat itu terlihat sangat bersemangat karena melihat makanan nya yang sangat enak kelihatanya, Mama dan Papa juga memuji Kenzo karena bisa mengolah restoranya sendiri. Pengunjung disana juga lumayan banyak, Mama juga menyarankan menambah menu baru dan dia sendiri yang akan memberikan resepnya.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2