Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 28. Double Date


__ADS_3

Salsa sudah berdandan cantik memakai kaos polos berwarna putih polos dan celana pendek diatas lutut, Loly bertanya Salsa mau pergi kemana dan Salsa hanya bilang dia mau jalan sama temanya.


"Udah cantik banget mau kemana Sa?" Tanya Loly yang melihat Salsa keluar dari ruang ganti kamar mereka.


"Mau jalan sama teman, bilang sama Papa kalau dia bertanya" jawab Salsa dan berlalu pergi dari kamarnya.


"Iya hati-hati dijalan Sa" ucap Loly dan Salsa tidak menjawabnya lagi.


Tidak lama kemudian Salsa keluar dari rumah dan menghampiri mobil yang berhenti didepan rumahnya, Loly melihat dari balkon kamar meraka. Loly tau jika yang menjemput Salsa itu adalah cowok tapi dia tidak bisa mengenalinya karena jarak mereka jauh.


"Siapa yang jemput Salsa ya, kayak nggak asing gitu?" Ucap Loly yang melihat Salsa masuk kedalam mobil itu.


Sedangkan didalam mobil Salsa langsung menyapa Kenzo, dia kira Veny dan Aldo juga ada disini.Ternyata mereka bawak mobil sendiri, Salsa senang karena Kak Kenzo juga mau diajak jalan bareng.


"Hay kak, mana kak Aldo dan Veny?" Tanya Salsa bingung.


"Hay juga, cantik banget kamu hari ini" godanya dan Salsa tersipu malu.


"Mereka udah nunggu di Mall, katanya mereka mau bawak mobil sendiri" sambung Kenzo dan oleh karena itu dia menjemput Salsa.


"Kakak bisa aja, aku baru tau ternyata kakak suka menggombal juga ya" jawab Salsa sambil tersenyum.


"Kemana kamu kemarin kok nggak balas pesan aku, kamu marah ya?" Tanya Kenzo.


"Aku kemarin benar-benar nggak megang ponsel kak, mana batrenya juga habis kan udah aku jelasin kemarin" jawab Salsa jujur memang ponselnya habis batre.


"Beneran kamu nggak marah, aku lagi jalan sama Mama aku kemarin. Biasa lah ibu-ibu kalau belanja nggak selesai-selesai" ucap Kenzo menjelaskan kenapa dia nggak balas pesan Salsa.


"Iya aku ngerti kok kak, apa aku boleh bertanya?" jawab Salsa yang ingin bertanya pada Kenzo.


"Apa? tanya saja" ucap Kenzo santai.


"Apa kakak punya wanita yang kakak sukai?" tanya Salsa yang ingin mengetahui isi hatinya Kenzo.


"Kenapa kamu bertanya serius sekali sa, kayaknya udah ada yang buat aku nyaman sama dia tapi aku belum yakin jika perasaan itu cinta" jawabnya jujur.


"Begitu ya, iya lah nggak mungkin kalau nggak suka sama orang. Itu nama nya nggak normal" ucap Salsa sambil tersenyum paksa.


"Kamu sendiri gimana, apa kamu suka sama cowok yang bernama Refan itu?" Tanyanya dengan nada kesal.


"Aku sama Refan cuma berteman kak" jawabnya.


"Bagus lah kalau begitu, ini aku ada undangan buata kamu. Kakak aku mau bertunangan minggu depan, aku berharap kamu bisa datang" ucap Kenzo sambil mengambil undangan dan memberikanya pada Salsa.


"Wah aku diundang kak" jawabnya senang.


"Kamu senang banget kayaknya, oh iya kapan-kapan nanti aku kenalin sama Mama aku. Dia mirip kamu, orangnya lucu dan cerewet" dia membayangkan Mamanya.


Salsa hanya bisa menganggukan kepalanya, walupun hanya berteman tapi Salsa senang bisa dekat dengan Kenzo.


Tidak lama kemudian mereka sampai di Mall ternyata Veny dan Aldo sudah menunggu disebuah kafe disana.


"Lama banget dari mana aja kalian?" Tanya Veny.

__ADS_1


"Nggak kemana-mana kok kami masih dijalan tadi, lagian masih 10 menit lagi film nya dimulai" jawab Salsa lalu duduk didekat Veny.


"Ayo kita menunggu dibioskop saja" ajak Aldo karena agenda pertama mereka adalah nonton bioskop.


"Ide yang bagus ayo pergi" jawab Kenzo menyetujui usulan Aldo.


"Baru juga duduk" kesal Salsa yang berdiri lagi karena semua sudah berjalan kearah bioskop.


Veny dan Aldo berjalan didepan sambil bergandengan tangan dan Salsa serta Kenzo agak canggung mereka hanya berjalan berdekatan.


"Apa kamu ingin bergandengan tangan juga?" Tanya Kenzo menggoda Salsa karena melihat Salsa yang terus melihat kearah Aldo dan Veny.


"Tidak terima kasih" jawab Salsa sambil tersenyum.


Mereka duduk ditempat tunggu dan tidak lama kemudian mereka memasuki ruang bisokop, tapi sebelumnya mereka sudah membeli beberapa botol soda dan cemilan.


mereka menikmati filmnya sampai habis, karena yang mereka tonton adalah film romantis jadi Aldo dan Kenzo tidak terlalu fokus malahan mereka bosan.


"Gimana sayang film nya seru kan?" tanya Veny saat film tersebut akan selesai.


"Iya film nya sangat bagus sayang" jawabnya bohong.


"Iya lain kali kita akan nonton lagi kalau film romantis tayang" ucapnya sambil tersenyum senang.


Sedangkan Salsa dan Kenzo hanya diam saja, tidak ada pembicaraan.


film pun selesai mereka pergi ketempat permainan, sebenarnya Kenzo bosan sekali dari tadi. Jika bukan karena Salsa memohon pada nya dia juga tidak akan mau, di tempat permainan Kenzo sedikit menikmatinya karena Salsa selalu saja bersikap konyol.


"Kamu mau main apa ni?" tanya Kenzo pada Salsa.


"Aku mau main capit boneka itu" tunjuk Salsa.


mereka pun pergi kesana, Salsa mencoba untuk mengambil boneka tersebut tapi dia selalu gagal.


"Kamu mau coba ini kartunya" Kenzo memberikan kartu akses untuk memainkanya.


Salsa pun mengambilnya dan memulai mengatahkan capitnya tapi tidak pernah berhasil dan sampai dia kesal.


"Kenapa susah sekali, aku mau boneka kelinci pink itu" kesalnya dan Kenzo hanya tersenyum kecil.


"Akan aku coba sekali lagi, jika masih tidak berhasil main yang lain saja" sambungnya lalau menggesek kartunya sekali lagi.


"Melakukanya itu harus berperasaan Sa biar masuk" jawab Kenzo.


"Nah kan gagal lagi, gara-gara kakak ngomong tadi" ucapnya sambil cemberut.


"Kok aku yang salah, sini kartunya biar aku coba" jawab Kenzo.


Kenzo mulai mengarahkan capitnya dan mencoba untuk memgambil boneka kelinci itu.


"Yes berhasil" ucapnya sambil tersenyum senang.


"Wah kakak hebat" jawabnya sambil tertawa kegirangan dan mengambil boneka kelinci yang sudah jatuh tadi.

__ADS_1


"Benar kan ini lucu sekali terima kasih ya kak"ucapnya sangat senang hingga dia tak sadar memeluk Kenzo.


Saat Salsa melepaskanya tiba-tiba suasana menajadi canggung dan Kenzo pun menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia juga merasa salah tingkah.


"Maaf kak, aku nggak sengaja" ucap Salsa sambil menundukan kepalanya.


"Nggak papa santai saja, ayo kita main itu" tunjuk Kenzo permainan balap mobil.


"Baik lah ayo kita kesana, kakak berani taruhan dengan ku jika aku memang?" tanya Salsa percaya diri.


"Hahaha tentu saja, kalau kamu menang kamu boleh minta apa aja" jawab Kenzo.


"Benarkah, deal dulu kalau begitu" Salsa mengulurkan tanganya.


"Oke deal" Kenzo membalas jabatan tangan Salsa.


Mereka pun mulai permaianan, ternyata Kenzo tidak menyangka Salsa jago bermain game. Dia sudah percaya diri sekali Salsa tidak akan bisa bermain tapi dia terlalu meremehkan gadis kecil ini.


" Wow kamu jago juga ternyata, pasti kamu sering bermain ini?" tanya Kenzi diselah permainan mereka.


"Tentu saja aku sering bermain ini, buka hanya di Mall tapi dirumah juga untuk mengisi waktu luang" jawab Salsa.


"Benarkah aku hampir kalah ini, jangan serakah kasih jalan dong Sa" keluh Kenzo.


"Nggak mau, tenyata pembalap asli nggak jago-jago banget" ejek Salsa.


"Kata siapa, awas saja kamu" ucap Kenzo yang mencoba lebih keras lagi agar dia menang.


Tapi kemudian Kenzo melihat Salsa sangat serius sepertinya dia sangat ingin menang dan akhirnya Kenzo mengalah.


"Yee aku menang" teriaknya sambil mengangkat kedua tanganya.


"Sudah puas sekarang" tanya Kenzo sambil tersenyum.


"Tentu saja" jawabnya sambil tertawa.


"Jadi kamu mau apa?" tanya Kenzo karena dia sudah kalah taruhan.


"Aku belum memikirkannya akan aku pikirkan nanti" jawabnya sambil berpikir.


"Dasar kamu ada-ada aja, oke karena aku baik hati jadi akan aku beri waktu kamu untuk berpikir" ucap Kenzo.


Veny dan Aldo juga menikmati permainan mereka, setelah itu Kenzo mengajak Salsa untuk bermain permainan yang lainya. Entah apa yang dia rasakan tapi dia sangat suka melihat Salsa tertawa dan hal itu membuat Kenzo bahagia.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2