Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 54. Harus Menabung


__ADS_3

Sepulang sekolah Veny mengajak mereka untuk makan bersama kali ini dia yang akan traktir karena dapat uang jajan lebih dari Papanya, sebenarnya Salsa tidak mau karena dia harus bekerja tapi Veny dengan keras melarangnya kerja hari ini. Hampir setiap hari Salsa pergi bekerja, bahkan tubuhnya juga mengurus.


Saat sampai di kafe itu, mereka berempat duduk dan memesan makanan serta minumnya.


"Kamu tu juga harus libur sekali-kali Sa, kalau nggak ada uang buat bayar rumah nanti aku bantu kamu" ucap Veny.


"Yang dikatakan Veny itu benar Sa, kami siap bantu kamu kok. Jangan diam aja kalsu lagi kesulitan" sambung Sintia.


"Iya dia ini, cuma mau cerita sama Refan aja" kesal Tiara.


"Bukan begitu, aku hanya tidak mau membuat kalian repot dan mendapat masalah karena membantu aku" jawab Salsa jujur.


"Jika kamu tidak mau membicarakan masalah kamu lagi dan hanya bercerita sama Refan, kita nggak temanan lagi" ancam Tiara.


"Ya ampun Ra, aku janji deh besok-besok nggak akan mengulanginya lagi" jawab Salsa.


"Janji ya, lagian yang dikatan oleh Veny itu benar. Kamu itu butuh istirahat jangan terlalu banyak bekerja, lihat kamu udah kurus gini" tunjuk Tiara pada tangan Salsa.


"Aku harus menabung untuk membeli kendaraan, akan sangat merepotkan jika pulang pergi harus naik angkot. Jadi kalian nggak usah khawatir, aku masih makan seperti biasanya kok" jawab Salsa sambil tersenyum.


"Emang kamu mau beli apa Sa, beli motor ya?" tanya Sintia.


"Iya rencananya begitu Sin, tapi uangnya belum cukup" jawab Salsa sambil menghembuskan napas dalam.


"Kamu beli motor aku aja Sa, kebetulan motor aku ada dua dan jarang di pake. Kalau kamu mau nanti aku bicara sama Papa aku" sahut Veny.


"Uang aku baru 5 juta Ven, mana cukup untuk beli motor" jawabnya sambil tertawa kecil.


"Aku serius Sa, kamu bisa cicil kok. Nggak usah bayar sekaligus, Papa aku juga pasti mau nanti aku yang bilang sama dia" ucap Veny meyakinkan Salsa.


"Iya benar Sa, apa lagi kamu cerita kalau kamu kerja sering pulang malam" sambung Sintia.


"Udah beli aja motor Veny, aku juga setuju dengan mereka. Kalau pulang malam naik angkot atau ojek bahaya juga Sa" sahut Tiara.


"Iya akan aku pikirkan" jawab Salsa sambil menganggukan kepalanya.


"Baiklah pokoknya besok kita kerumah aku, ambil motornya. Kamu nggak perlu sungkan karena aku udah anggap kamu seperti saudara sama dengan Tiara dan Sintia" ucapnya.

__ADS_1


"Jadi terharu, terima kasih banyak ya kalian baik banget" jawab Salsa lalu memeluk Veny yang duduk disamping nya dan Tiara serta Sintia juga ikut berpelukan.


Mereka masih menikmati obrolan mereka sambil makan-makan, Salsa berpikir apa dia harus menerima tawaran dari Veny. Kalau di pikir-pikir Veny nggak akan rugi karena dia cukup kaya, uang belasan juta tidak ada artinya baginya.


***


Kenzo dan teman-temanya sedang berkumpul di beskem mereka, kebanyakan mereka juga anak motor dan hobby balap. Aldo juga ada disana, Kenzo sengaja ingin mengajak Aldo untuk berbicara bedua karena dia ingin mendaptkan informasi tentang Salsa.


"Ada apa? tumben banget loh nggajak ngobrol berdua kayak penting banget?" tanya Aldo.


"Aku mau tanya tentang Salsa, kamu kan pacarnya Veny apa Veny sering cerita tentang Salsa?" tanya Kenzo.


"Kamu mau tau yang mana nya?" canda Aldo sambil tersenyum.


"Aku serius Do, kemarin aku bertemu dengan dia. Kamu tau dia kerja di mini market jadi kasir dan aku tau Salsa anak orang kaya Bro, untuk apa dia kerja" cerita Kenzo.


"Kata Veny dia pergi dari rumah karena masalah Riyan kemarin, Papa nya ingin menikah kan Salsa dengan Riyan. Makanya dia kabur, kasian juga Salsa" jawab Aldo.


"Terus apa yang terjadi?" tanya Kenzo penasaran.


"Aku juga nggak tau pasti si, tapi kata Veny dia tinggal di kontrakan dekat dengan sekolah" jawab Aldo.


"Tidak ada yang aku tau, cuma itu yang diceritakan oleh Veny. Intinya Salsa sangat kasihan saat ini" Jelas Aldo agar Kenzo berhenti bertanya.


"Kenapa pacarnya Riyan itu tidak membantu Salsa, bukanya bagus jika Riyan mau tanggung jawab" ucap Kenzo sambil berpikir keras.


"Nah aku juga tidak tau, jangan bilang kamu suka sama Salsa?" tanya Aldo.


"Aku juga tidak tau dengan perasaan ku Do" jawab Kenzo frustasi.


"Gila emang, jangan main-main deh Ken. Urus aja Loly, nggak usah mikir yang lain lagi" Aldo memberikan nasehat pada Kenzo.


"Aku saja tidak yakin dengan hubungan kami, aku memang menyukai Loly karena semua kriteria wanita idaman itu ada pada dirinya. Tapi hati ku bimbang dan bingung apa aku mencintai dia" ungkap Kenzo.


"Jadi maksud kamu, kamu menyukai Loly tapi hati dan cinta kamu buat Salsa?" tanya Aldo yang menyimpulkan maksud Kenzo.


"Apa menurut kamu aku begitu?" dia balik bertanya pada Aldo.

__ADS_1


"Apa kamu jadi bodoh sekarang, kemana Kenzo yang pintar itu" kesal Aldo.


"Apa kamu percaya jika yang di vedio itu Salsa?" tanya nya lagi pada Aldo karena dia mulai bimbang saat ini.


"Sebenarnya aku juga kurang yakin, aku lihat Salsa anak nya baik dan nggak nekoh-nekoh. Kita sudah bebrapa kali jalan bareng dengan dia dan kamu bisa menilainya sendiri kan" jawab Aldo.


"Aku juga sebenarnya berpikiran sama dengan kamu tapi saat sebelum itu, pas kita datang kerestoran dimana ada Riyan disana. Aku mengacaukan kejutanya kan dan besoknya dia datang, dia menemui aku dan bilang jangan ganggu Salsa lagi karena mereka sudah pacaran" cerita Kenzo.


"Jadi kamu cemburu dan menjauhi Salsa" jawab Aldo.


"Ya iya lah nggak mungkin aku masih dekatin pacar orang, tapi yang aku pikirkan Salsa juga bilang suka pada ku" sambung Kenzo lagi.


"Salsa nembak loh Ken, kapan?" tanya Aldo tak percaya.


"Waktu kita bertemu dia diparkiran sekolah kemarin dan aku sudah berkata buruk padanya, mungkin saat ini dia sangat marah pada ku" jawab Kenzo.


"Wow boleh juga dia, berani banget nembak loh duluan. Terus loh bilang apa sama dia?" Aldo benar-benar penasaran.


"Aku biang sudah menyukai wanita lain dan aku tidak akan pernah menyukai wanita bekas orang lain, apa menurut kamu aku sangat keterlaluan?" Kenzo balik bertanya.


"Gila loh Ken, gue jamin loh nggak akan pernah di maafin sama Salsa soalnya kata-kata loh sadis banget" jawab Aldo sepontan.


"Jangan gitu dong, tugas loh sekarang adalah bantu gue cari tau tentang masalah Salsa" Kenzo menepuk pundak Aldo.


"Akhirnya ada mau nya kan" kesal Aldo.


"Begitu lah teman harus saling membantu" jawab Kenzo.


Setelah selesai mengobrol mereka bergabung dengan teman-teman lainya, sebenarnya Kenzo yang memimpin kelompok motor ini. Mereka selain suka balapan, tapi ada hal positif juga yang mereka lakukan yaitu memberikan bantuan pada pakir miskin dan pengemis jalanan.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2