
Satu minggu kemudian, hari ini adalah pernikahan kakak Kenzo. Pernikahan di adakan disebuah hotel mewah, kalian tidak akan menyangka jika hotel tersebut adalah milik Kenzo. Dia lah yang mengolah semuanya dari dua tahun yang lalu dan sampai sekarang.
Semua tamu mulai berdatangan dan termasuk Loly serta kedua orang tuanya, saat melihat mereka datang tentu saja Ayu menyambut calon besanya itu dengan gembira. Loly tampil cantik dengan menggunakan dress selutut berwarna putih dengan manik bunga yang menghiasinya.
"Selamat ya atas pernikahan Angga dan Putri, semoga langgeng sampai kakek nenek" ucap Mama Maria kepada Ayu.
"Terima kasih calon besan atas doa nya, ayo silahkan masuk dan jangan lupa untuk cicipi hidanganya" suruh Ayu dan Mama Maria menganggukan kepalanya.
"Kami masuk dulu Fer, selamat untuk pernikahan putra pertama kamu. Semoga cepat punya momongan dan kamu bisa segera menggendong cucu" ucap Sindi.
"Iya masuk lah, terima kasih banyak atas doa nya. Masuk lah silahkan pilih tempat duduk yang nyaman ya" jawabnya mempersilahkan sahabat nya itu masuk.
Setelah itu Loly yang mengikuti orang tua nya dari belakang pun bertanya kepada Mama nya Kenzo, kalau dia mau memberikan kado kepada calon kakak ipar nya itu.
"Tante Loly mau memberikan kado sama Mbak Putri, apa Mbak Putri nya masih bisa ditemui atau Loly titip dengan tante Ayu saja " ucap Loly yang memegang sebuah kado yang dibungkus dengan sangat indah.
"Kamu sangat manis sayang, langsung kasih aja sama Putri sayang" jawabnya sambil mengelus rambut Loly.
"Kenzo antar Loly keruang Mbak Putri, dia mau ngasih kado" ucapnya pada Kenzo dan Kenzo pun pergi dari sana tanpa berbicara satu kata pun dengan Loly.
"Biar Kenzo yang mengantar kamu sayang, ikut saja dia dari belakang" jawab Ayu menyuruh Loly untuk mengikuti Kenzo yang sudah jalan duluan.
"Iya terima kasih tante, Kalau begitu Loly masuk dulu ya" ucapnya sopan pada kedua orang tua Kenzo.
"Dia sangat imut sekali" ucap Mama melihat kearah Loly yang berjalan mengikuti Kenzo dari belakang.
Loly pun mengikuti Kenzo dan Kenzo pun menyuruh dia masuk kedalam sebuah ruangan, benar saja Mbak Putri sedang duduk disana. Dia terlihat sangat cantik dengan gaun pengantinya, Loly menghampirinya dan memberikan kado yang dia bawah tadi.
"Halo Mbak Putri, selamat ya atas pernikahan nya sama Bang Angga. Ini hadia dari Loly" ucap Loly dan memberikan hadiahnya pada Mbak Putri.
"Hallo juga Loly, terima kasih atas hadianya. Kamu jadi repot sekali" jawab Mbak Putri.
"Tidak apa-apa Mbak, Loly sangat senang semoga saja kita jadi saudara ipar ya" sambung Loly sambil tertawa kecil.
"Wah ada calon adik ipar disini" sahut Angga yang baru saja keluar dari kamar ganti.
"Eh Bang Angga, selamat ya Bang atas pernikahanya" Jawab Loly memberikan selamat pada Bang Angga.
"Terima kasih calon adik ipar, oh iya mana Kenzo nya kenapa kamu sendiran?" tanya Bang Angga pada Loly.
"Kenzo ada di depan Bang, mungkin ada temanya juga yang datang. Kalau begitu Loly permisi keluar dulu ya" jawabnya.
__ADS_1
Loly pun pergi dari sana dan mencari dimana kedua orang tau nya duduk, dia juga ikut duduk disamping mereka.
"Apa kamu sudah kasih hadia nya sayang?" tanya Mama Maria.
"Sudah Ma tadi disana, Mbak Putri terlihat sangat cantik sekali" jawab Loly sambil tersenyum.
"Berdoa lah agar kamu juga dapat seperti itu nantinya, deketi terus Kenzo. Jangan sampai ada wanita lain yang menedekatinya, kamu ngerti apa makasud Mama kan?" sambung Mama Maria.
"Iya Loly mengerti Ma, Mama tidak perlu khawatir" jawab Loly dengan penuh keyakinan.
Tidak lama kemudian acara nya pun dimulai dan Bang Angga terlihat menangis saat melihat Mbak Putri yang berjalan menghampiri nya didepan altar.
"Saatnya pengantin wanita nya masuk, kepada pangantin wanita boleh memasuki altar" ucap pembawa acara.
"Tepuk tangan yang meria untuk pengantin wanita" sambung pembawa acara tersebut saat Mbak Putri mulai berjalan.
Kenzo duduk di kursi paling depan bersama dengan kedua orang tuanya, Mamanya menyuruh dia untuk menemani Loly tapi Kenzo malas dan akhirnya dia duduk di samping orang tuanya.
Teman-temanya Kenzo juga banyak yang datang, termasuk Aldo dan Vino, mereka duduk dibelakang tapi tadi Kenzo sudah sempat menyapa mereka.
Mama nya tak bisa menahan haru melihat putra sulung nya menikah, Kenzo memberikan tissu pada Mama nya.
"Mama hanya terharu saja Ken, kamu ini nggak ada terharu sedikit pun melihat Abang mu" jawab Mama.
"Iya lah, Abang juga masih dirumah kita ngapain sedih. Ini tissu untuk Mama" ucap Kenzo memeberikan tissu pada Mama nya.
"Kenapa apa Papa nangis juga?" tanya Kenzo melihat Papa nya.
"Papa hanya menangis sedikit saja Bro, ini bukti Papa yang sangat menyayangi putranya" jawab Papa sambil mengusap matanya.
"Mama dan Papa cocok sekali, pantas saja kalian berjodoh" ucap Kenzo sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah itu acara pengucapan janji pernikahan dan semua senang melihat Angga sangat bersemangat, sehingga membuat semua orang tertawa. Acaranya pun berjalan sakral, setelah janji pernikahan dilanjutkan dengan pesta nya. Semuanya juga berjalan dengan lancar dan semua tamu juga menikmati acaranya.
***
Sedangkan ditempat lain Salsa sedang bekerja di mini market, hari ini dia mengantikan Mbak Ririn shift pagi karena Rido lagi rewel dirumah sakit. Salsa yang berkerja malam tadi dan pulang jam 3 pagi, dia sangat mengantuk dan ingin sekali tidur.
"Selamat datang" ucapnya saat ada seseorang yang masuk kedalam mini market tersebut dan dia sama sekali tidak meperhatikanya karena matanya sangat berat.
Tidak lama kemudian laki-laki itu membayar belanjaanya dan melihat Salsa sudah seperti zombie dengan mata pandan dan bibirnya juga pucat.
__ADS_1
"Apa ini saja Mas, ada tambahan lain?" tanya nya tanpa melihat siapa yang sedang berbelanja.
"Iya ini saja, jadi berapa?" tanya pada Salsa.
Salsa yang mengenali suara itu pun, langsung melihat kearah laki-laki itu dan ternyata itu Refan.
"Ternyata kamu Fan, maaf aku nggak lihat kamu tadi" jawab Salsa.
"Kamu sangat mengantuk sekali sepertinya?" tanya Refan yang melihat wajah Salsa.
"Iya ni Fan, aku kurang tidur tadi malam. Ini jadi 23 ribu Fan" jawab Salsa dan Refan pun mengelurkan uang nya.
Setelah itu Refan membantu Salsa untuk menjadi kasir disana dan menyuruh Salsa untuk tidur dibelakang sana.
"Sini aku bantu kamu untuk jadi kasirnya, ajari dulu caranya" ucap Refan pada Salsa.
"Udah sana pulang aja Fan aku nggak papa nanti juga ilang ngantuknya" jawab Salsa merasa tidak enak karena ini hari libur dan Refan akan menhabiskan liburnya dengan membantu Salsa.
"Udah nggak papa, menyingkirlah kamu dari sana" ucap Refan.
"Kamu ini sangat memaksa sekali, baiklah karena aku sangat lelah. Terima kasih banyak ya Fan, sini aku ajari caranya. Tekan ini untuk mengambil kembalian dan meletakan uang dan tinggal arahkan barangnya kesini jika ada orang belanja" jelas Salsa pada Refan dan Refan pun cukup paham.
"Apa kamu udah ngerti Fan?" sambung Salsa bertanya pada Refan.
"Iya Sa aku mengerti, tidur lah disana jika aku tidak tau nanti aku bangun kan kamu" jawab Refan dan Salsa pun menurutinya.
Akhinrya Salsa mengajari Refan bagimana cara dan karena Refan pintar tentu saja dia langsung bisa, setelah Refan menggantikan Salsa. Salsa pun tidur dibelakang sana karena dia benar-benar sangat lelah dan mengantuk sekali.
"Kasihan sekali Salsa, apa yang dilakukan oleh nya tadi malam sampai dia sangat lelah seperti itu?" tanya Refan yang melihat Salsa sudah tertidur disana.
Refan pun melanjutkan pekerjaan Salsa, ternyata tidak terlalu susah ucapnya. Kasihan juga Salsa, apa sangat susah sekali mencari uang. Dia bekerja sangat keras bahkan tubuhnya juga terlihat lebih kurus.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1