Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 24. Mama Maria dan Loly


__ADS_3

Benar saja hari ini Papa membawa istri simpananya dan anaknya untuk tinggal bersama mereka, Salsa benar-benar merasa sangat sedih karena dia tidak ingin mempunyai Mama baru dan kakak tiri.


"Ayo duduk disini sayang, kenalin ini Mama Maria dan Loly. Mulai hari ini mereka akan tinggal bersama kita, Papa harap kita dapat menjadi rukun dan kelurga yang harmonis" ucap Papa kepada Salsa.


Salsa hanya diam saja, dia menujukan rasa tidak sukanya kepada mereka berdua. Bahkan dia sangat malas untuk berkenalan dengan Mama tirinya dan kakak nya itu.


"Kenalin saya Maria kamu bisa memanggil saya Mama, seperti yang Papa kamu bilang tadi kami akan meniadi keluarga baru kamu sekarang" ucapnya sambil tersenyum ramah.


"Kenalkan diri kamu sayang" sambung Maria kepada putrinya.


"Hallo Salsa, kenalin aku Loly. Kamu bisa panggil aku kak Loly" ucapnya kepada Salsa dan Salsa hanya diam saja.


"Kak Loly akan pindah kesekolah kamu juga, dia satu tahun lebih tau dari kamu. Papa harap kamu bisa membantu Loly untuk mengentahui semua hal yang ada disini" sambung Papa.


"Iya Salsa mengerti" jawabnya lalu pergi dari sana.


"Salsa tidak sopan seperti itu, orang tua belum selesai berbicara kamu sudah main pergi-pergi saja" teriak Papa kesal karena sikap Salsa.


"Suda lah Pa, nanti juga Salsa mengerti. Berikan dia waktu untuk menerima semua ini" ucap Maria menenangkan suaminya.


"Iya terima kasih atas pengertiannya sayang, Mari Papa antar ke kamar" jawab Papa.


Papa pun mengantar Loly kekamarnya dan kamarnya bersebelahan dengan kamar Salsa sedangkan Maria menepati kamar Mamanya Salsa dulu.


Karena tidak tahan dengan kelakuakan Papanya Salsa pusing mendengarnya dan memutuskan untuk pergi keluar.


Papa sama sekali tidak menyadari jika Salsa sedang pergi karena sedang asik membicarakan kamar Loly yang akan direnovasi, memang kamar tersebut hampir sama dengan kamar Salsa tapi Loly ingin kamarnya sesuai dengan yang dia inginkan.


"Aku ingin kamarnya warna pink Pa, perabotanya juga ganti yang ini sudah terlihat sangat usang" ucap Loly.


"Baiklah sayang, besok Papa akan mencari tukang. Untuk sementara kamu tidur dikamar Salsa saja, Salsa pasti senang mempunyai teman sekamar" jawab Papa.


"Iya Papa benar, aku akan tidur dikamar Salsa saja mulai malam ini dan sampai kamarnya selesai direnovasi" ucap Loly memgambil kopernya lagi dan bersiap pergi kekamar sebelah.


Mereka bertiga pun mengetuk kamar Salsa tapi tidak ada jawaban sama sekali, Papa pun lansung membuka pintu dan ternyata tidak dikunci.


"Sa..Salsa.." Panggil Papa.


Papa pun masuk dan memeriksa kamar mandi dan ruang ganti, ternyata Salsa tidak ada disana.


"Kemana dia?" Tanya Papa.

__ADS_1


"Mungkin dia lagi turun kebawah, Loly kamu istirahatlah " jawab Mama Maria karena memang mereka dari perjalanan jauh.


"Iya sayang istirahat lah, nanti Papa akan berbicara sama Salsa" ucap Papa.


"Mama juga sana istirahatlah dikamar kita, aku akan turun kebawah sebentar" sambung Papa lalu pergi dari sana.


Papa pun memanggil Mbok Jum dan bertanya apa dia melihat Salsa, Mbok Jum juga bertanya siapa yang dibawah oleh Tuannya pulang kerumah.


"Mbok apa kamu lihat Salsa?" Tanya Papa.


"Non Salsa tadi pergi keluar Tuan dan membawa mobilnya" jawab Mbok Jum.


"Oh begitu ya, biarkan saja kalau begitu. Nanti dia juga akan pulang sendiri" ucap Papa lagi.


"Maaf Tuan, kalau boleh saya tau siapa mereka Tuan?" Tanya Mbok Jum.


"Mereka adalah istri dan anak saya, besok saya akan mengenalkan mereka pada Mbok. Mereka baru datang dari luar kota mungkin saat ini lelah dan butuh istirahat" jawab Papa.


"Tolong layani mereka sama seperti Salsa dan Mamanya" sambung Papa lagi.


"Iya baik Tuan" jawab Mbok Jum sambil menganggukan kepalanya.


***


Tidak lama kemudian Salsa sudah sampai dirumah Veny dan Veny langsung menyambutnya, Veny mengajak Salsa kekamarnya dia tau sepertinya Salsa sedang mempunyai masalah.


"Heyy kenapa kamu sedih seperti ini, ada masalah apa?" tanya Veny saat Salsa sudah duduk disopa kamar Veny.


"Keluarga gue benar-benar hancur Ven, aku nggak tau harus lari kemana. Kepala aku sakit saat memikirkan semua ini" jawab Salsa sambil menangis.


Veny pun memeluknya dan menenagkan Salsa, dia bertanya apa yang sedang terjadi dengan keluarga Salsa.


"Apa yang terjadi Sa, coba cerita sama aku?" Tanya Veny.


"Papa dan Mama ku bercerai Ven, saat ini Mama sudah pergi ke Amerika bersama pacarnya dan bahkan kemarin mereka sudah menikah. Kamu tau yang lebih parah lagi Papa bawak istri simpananya kerumah, kacaw banget kan" ceritanya.


"Ya ampun Sa kenapa kamu nggak pernah cerita, terus apa yang akan kamu lakukan?" tanya Veny yang ikut perihatin dengan keadaan Salsa.


"Nggak tau aku seperti tidak punya semangat untuk hidup, sepertinya aku nggak di inginkan Ven"


"Jangan bilang gitu Sa, aku tau kamu pasti kuat. Gila ya gue nggak nyangka orang tua loh kayak gitu, masa dia nggak mikirin kamu sama sekali" Kesal Veny.

__ADS_1


"Ya begitu lah Ven, bolehkah aku menginap malam ini?" tanya Salsa yang masih menangis.


"Tentu saja loh bisa menginap disini Sa, nggak perlu sungkan" jawab Veny sambil menghapus air mata Salsa.


Sudah beberapa menit Salsa menangis dan akhirnya Veny bosan menunggunya, disuruh diam tapi dia malah tambah menangis.


"Dari pada loh nangis kayak gini mending kita luluran yuk" ajak Veny.


"Loh benar-benar ya Ven, tapi ayo lah aku juga udah lama nggak merawat diri" jawab Salsa.


"Nah gitu dong jangan nangis terus, nggak ada untungnya juga. Ayo ikut aku" ucap Veny sambil menarik tangan Salsa agar mengikutinya.


Rumah Veny tak kalah besar dan bagusnya dari rumah Salsa, dikamar Veny juga terdapat kamar mandi besar dan tempat berendam seperti hotel.


"Wahh rumah kamu besar banget Ven, udah kayak kamar hotel bintang lima" kagum Salsa.


"Berlebihan banget loh Sa, ayo duduk disini. Kamu mau pakai lulur apa, pilih aja?" tanyanya sambil menunjuk rak yang berisi banyak lulur dan macam-macam sabun disana.


"Yang ini saja, aku sering memakai yang ini" jawab Salsa sambil mengambil salah satu dari lulur itu.


"Apa kamu tidak punya saudara, aku lihat rumah kamu cuma ada mbok2 sama penjaga rumah saja?" tanya Salsa.


"Aku tiga bersaudara, kedua saudara aku sudah menikah dan aku anak bungsu jadi hanya aku yang tinggal dengan kedua orang tua ku. Kebetulan Mama dan Papa lagi keluar kota ada urusan kerja, ku senang kamu ada disini jadi aku punya teman" jawab Veny sambil mengoleskan lulur ketanganya.


"Aku baru ingat aku nggak bawak baju ganti Ven, gimana aku mau sekolah besok. Mana masal banget balik kerumah" kesal Salsa.


"Udah pake baju aku aja, buku juga pinjam buku aku aja besok juga nggak ada tugas sekolah" sambung Veny.


"Emm makasih banyak Ven, Oh iya tadi aku hubungin Tiara katannya dia lagi diluar. Emang dia kemana ya?" tanya Salsa lagi.


"Oh Tiara lagi pergi kekondangan kerabat dekat Mamanya, emang anak itu suka sok sibuk" jawab Veny santai.


Setelah mereka melakukan perawatan mereka mandi dan berganti pakaian, Veny juga mengajak Salsa keluar untuk jalan-jalan kebetulan Aldo juga mengajaknya nongkrong ke kafe.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2