
Sore hari nya setelah pulanng sekolah Salsa dan Kenzo sedang bersantai di ruang Tv, mereka sedang menonton bersama. Salsa sedang tiduran di paha Kenzo. Toba-tiba mereka dikejutkan dengan bunyi bel apartemen mereka, Kenzo pikir yang datang pasti Aldo dan Vino, dengan malas di membuka pintu apartemenya.
“Siapa yang? Apa kamu nggajak teman kesini?” tanya Salsa yang langsung duduk.
“Nggak kok, paling Aldo sama Vino yang berani kesini. Aku buka pintu nya dulu” jawab Kenzo lalu pergi membuka pintu.
Beberapa saat dia terdiam karena terkejut, yang datang bukan Aldo dan Vino melaikan kedua orang tua nya. Kenzo berpikir kenapa orang tua nya datang kesini, bukan nya dia sudah menegaskan jika dia tidak akan kembali kerumah jika Salsa juga tidak ikut.
“Ada apa Mama dan Papa datang kesini?” tanya Kenzo dengan nada dingin nya.
“Mama sama Papa mau bicara serius dengan kamu, boleh kami masuk?” jawab Mama sambil melihat ke belakang Kenzo dan Salsa sudah berdiri disana sambil menundukan kepalanya, beruntung dia memakai pakaian yang sopan.
“Masuk lah” jawab Kenzo dengan terpaksa.
Mereka berempat pun duduk bersama di ruang tamu, Kenzo terus saja memegang tangan Salsa. Salsa takut jika kedua orang tua Kenzo ingin mereka berdua berpisah, karena dia benar-benar tidak sanggup dengan itu.
“Apa yang ingin Mama dan Papa katakan?” tanya Kenzo yang langsung saja, dia tidak mau basa basi lagi.
“Mama dan Papa sudah berunding, sebaiknya kamu kembali kerumah. Papa akan membantu kamu membuka usaha dan mengembalikan semua tabungan kamu, Mama sangat sedih saat tau kamu kerja jadi pelayang kafe” ucap Mama sambil memegang tangan Kenzo.
“Ayo kembali kerumah, Papa sudah tidak marah lagi. Ini juga sudah terjadi” sambung Papa membenarkan kata istrinya.
“Jadi Mama dan Papa juga menerima Salsa?” tanya Kenzo sangat senang dan dia langsung tersenyum.
“ Iya kalian berdua boleh tinggal dirumah, sebaiknya kamu sewakan saja apartemen ini. Bukan kah kamu mau berbisnis, jika kamu mau pulang kamu juga boleh magang diperusahan bersama Abang kamu. Bagaimana ?” tawar Papa pada Kenzo.
“Apa Papa serus?” tanya lagi yang tidak percaya jika mereka akan mudah sekali berubah seperti ini.
“Tentu saja kami serius, kita bisa kumpul seperti dulu” sahut Mama yang meyakinkan Kenzo.
“Iya Kenzo dan Salsa akan pulang kerumah” jawabnya setelah melihat Salsa menganggukan kepalanya.
Sore itu juga mereka langsung pulang bersama Papa dan Mama nya, semua barang Kenzo dibiarkan disana. Hanya beberapa pakaian yang mereka bawah dan Papa bilang besok akan ada orang yang mengangkutbarang mereka kerumah jadi tidak perlu khawatir.
Sesampainya dirumah Mbak Putri sudah menyambut kedatangan mereka dan Angga belum pulang bekerja. Tanpa mereka sadari Mama sudah mempersiapkan semuanya, bahkan kamar mereka juga sudah di renovasi dengan desain yang baru.
__ADS_1
“Apa kalian suka dengan kamarnya? Mama sengaja merubah nya agar kalian lebih nyaman disini. Lihat Mama juga membuat meja belajar dua untuk kalian belajar bersama” tunjuk Mama kepada mereka berdua.
“ Terima kasih banyak Ma, Kenzo tau Mama yang paling terbaik” jawab Kenzo lalu memeluk Mama nya dan Mama juga balik memeluknya.
“Maafkan Kenzo Ma” ucapnya diselah pelukan mereka dan Salsa sangat terharu melihat kejadian itu, Salsa dapat melihat jika Mama Ayu sangat menyanyangi Kenzo.
Setelah itu Mama Ayu melepaskan pelukanya dan bertanya pada Salsa apa dia tidak mau memeluknya juga. Sebenarnya dia sangat senang dengan anak perempuan dan Salsa adalah gadis yang cantik serta imut, seharusnya di bersyukur dapat mempunyai anak perempuan lagi dan dia juga bisa mengurus nya seperti Kenzo.
“Apa kamu tidak mau memeluk Mama?” tanya pada Salsa yang masih berdiri disana.
“Mama..”ucapnya lalu langsung memeluk Mama nya Kenzo.
“Maaf kan Mama karena bersikap buruk dengan kamu selama ini” ucapnya diselah pelukan mereka dan sesekali mengelus rambut Salsa.
“Seharusnya Salsa yang minta maaf tante” jawabnya.
“Jangan panggil tante, panggil Mama seperti Kenzo” ucapnya melepaskan melukan mereka dan mengelus pipi Salsa, setelah sekian lama dia merasakan kembali kasih sayang seorang ibu.
“ Sekarang istirahatlah, Mama akan turun kebawah. Jangan lupa makan malam nanti” jawabnya setelah itu Mama pergi dari sana.
“Apa aku mimpi, cubit aku sayang” ucap Salsa yang masih sibuk dengan pikiranya.
“ini…apa sakit?” tanya Kenzo saat mencucit pipi istrinya.
“Iya ini sakit sekali, berarti ini nyata bukan mimpi kan?” ucapnya senang langsung memeluk Kenzo.
“Ini bukan mimpi sayang, Mama benar-benar menerima kamu” jawab Kenzo sambil memper erat pelukan mereka.
Setelah itu mereka berdua menyusun koper yang mereka bawah tadi, isinya beberapa baju dan peralatan sekolah. Ini sangat lah menyenangkan saat momen membagi lemari dan meja belajar, Salsa meletakan semua buku mereka disana dan Kenzo juga menyusun baju-baju mereka.
***
Besok paginya setelah mandi Kenzo tidak melihat Salsa dikamar mereka, dia buru-buru memakai seragam sekolah nya dan turun kebawah. Dia takut Salsa kenapa-napa, tapi saat dia melihat Salsa duduk dikarper dan Mama duduk disopa. Dia menyisir rambut Salsa dan menguncir rambutnya mereka terlihat tertawa bersama, Kenzo mengurungkan niat nya dan kembali ke kamar.
“Apa Mama boleh tau dimana Mama kandung kamu?” tanya Mama Ayu penasaran.
__ADS_1
“ Mama tinggal di luar negeri bersama suaminya” jawab Salsa jujur.
“Apa dia tau kamu sudah menikah dengan Kenzo?” tanya Mama lagi dan Salsa pun menggelengkan kepalanya.
“Sebaiknya kamu beri kabar saja pada nya, jangan sampai dia tau dari orang lain. Bilang kamu baik-baik saja disini dan dia tidak perlu khawatir” ucap Mama lagi memberi saran pada Salsa.
“Mama benar juga, nanti aku akan menelpon Mama untuk memberitahunya” jawab Salsa menyetujui saran dari Mama mertuanya itu.
“Untuk Sindi bagaimana? Maksud Mama apa kamu tau dia pindah kemana?” tanya Mama lagi.
“Salsa juga ngga tau mereka pergi kemana, Papa bahkan tidak memberikan kabar begitu juga dengan Mama Maria. Yang aku dengar semua aset Papa disini sudah di jual dan tidak ada yang tersisah, perusahaan nya juga bukan milik Papa lagi” jawab Salsa menceritakan yang sebenarnya.
“Maksud kamu perusahan Atawijay?” tanya Mama lagi.
“Mama tau perusahaan itu?” Salsa balik bertanya pada Mama mertuanya.
“Tentu saja Mama tau, Papa sering bercerita jika perusahan itu milik mertuanya yang dia ambil ali mungkin saat menikah dengan Mama kamu. Mama juga kurang tau cerita lengkapnya” jawab Mama Ayu.
“Ini sudah selesai sayang, cepat panggil Kenzo diatas ajak sarapan” sambung Mama lagi setelah mengikat rambut Salsa.
“Iya terima kasih Ma” Jawab Salsa sambil tersenyum senang.
Pagi tadi Salsa turun kebawah ingin meminjam pengering rambut pada Mbak Putri karena punya mereka ketinggalan di apartemen, belum sempat dia mengetuk pintu kamar Mbak Putri dan Mama Ayu memanggilnya. Dia bertanya kenapa Salsa disana dengan rambut yang masih basah dan Salsa langsung mengatakan jika ingin meminjam pengering rambut, Mama pun langsung menyuruh Salsa duduk dan dia mengambil kan pengeringnya.
Salsa awalnya tidak mau Mama membantunya tapi dia memaksa dan akhirnya Mama Ayu yang membantu nya mengikat rambutnya, dia juga berusaha membuat Salsa nyaman dan terus mengajak Salsa berbicara.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1