Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 37. Maaf Tidak Bisa Datang Kemarin


__ADS_3

Pulang sekolah Salsa dan Veny langsung menuju ruang Osis, mereka sudah berencana untuk datang hari ini. Kebetulan Salsa juga mau berbicara pada Kenzo dan dia ingin menjelaskan pada Kenzo kenapa dia tidak datang kemarin.


Semua anggota sudah berkumpul didalam ruangan dan seperti biasanya Kenzo membuka pertemuan mereka.


"Selamat siang semuanya, hari ini kita akan membahas tentang acara Amal yang akan kita adakan hari jumat nanti" ucap Kenzo.


"Selamat siang juga Kak" jawab mereka.


"Baiklah untuk mempersingkat waktu saya akan jelaskan, rencana yang sudah saya susun. Jika ada masukan kalian bisa bertanya setelah saya menjelasakan" sambung Kenzo lagi.


"Boleh langsung jelaskan saja Ken" ucap Agnes.


"Untuk hari jumat itu, saya sudah menagetkan untuk memberikan bantuan kepada para pengemis dan panti asuhan. Dana akan dikumpulkan dengan sumbangan sukarela murid dan jika kalian mempunyai barang bekas atau mainan yang masih bagus boleh dibawah juga" jelas Kenzo pada semuanya.


"Apa ada yang mempunyai pendapat lain atau pertanyaan?" tanya Kenzo.


"Izin Kak" ucap salah satu dari mereka.


"Iya kamu, perkenalkan diri kamu dan apa yang ingin kamu sampaikan" sambung Agnes.


"Perkenalkan saya Berta, izin menyampaikan pendapat saya kakak. Bagimana kalau jumat besok kita beramal kepanti asuhan saja dan bulan depan bergantian dengan memberikan sedekah pada pengemis" ucapnya.


"Baiklah saran dari Berta saya terima, jumat besok kita akan pergi ke panti asuhan. Sekarang apa ada yang ingin menyumbangkan barangnya?" tanya Kenzo.


Hampir sebagian dari mereka mengangkat tanganya termasuk Salsa dan Veny.


"Sepertinya banyak ya, jadi barang kalian bisa dikumpul mulai besok disini. Agnes dan Monika yang akan mengurus semuanya" jelas Kenzo.


"Baik kak, kami mengerti" jawab mereka semua.


Pertemuan pun berlanjut sampai beberapa jam kemudian dan Kenzo benar-benar the best saat menyampaikan semuanya, Salsa semakin kagum dengan Kenzo.


Saat pertemuan berakhir semuanya satu persatu pulang dan Salsa sengaja mengulur waktu agar bisa berbicara dengan Kenzo, dia sengaja menyuruh Veny untuk pulang duluan.


"Sa kamu ngapain masih disini? ayo pulang" ajak Veny.


Salsa masih duduk dikursi taman dekat dengan ruang Osis, dia berencana menunggu Kenzo pulang. Biasanya para inti Osis akan pulang terakhir dan menyimpulkan semua pembahasan mereka tadi.


"Kamu duluan aja, aku mau nunggu Kak Kenzo sebentar" jawab Salsa.


Veny pun duduk disebelah Salsa dan dia mengurungkan niatnya untuk pulang duluan.


"Jujur deh sama aku Sa, kamu suka sama kak Kenzo kan?" tanya Veny.


Sesaat Salsa terdiam, tapi akhrinya dia menjawab jujur karena Salsa yakin Veny tidak akan membicarakanya pada siapa pun.


"Sebenarnya iya Ven, tapi aku tidak yakin Kak Kenzo juga suka sama aku" jawab Salsa sambil menundukan kepalanya.


"Tu kan udah aku tebak dari pertama kita jalan bareng kemarin, tetap semangat Sa. Aku yakin kamu bisa dapetin Kak Kenzo" ucap Veny sambil mengelus pundak Salsa.


"Tapi kadang aku tidak yakin dengan diri aku sendiri Ven" jawab Salsa lagi.


"Jangan menyerah dulu sebelum berperang Sa, semangat" Veny memberikan semangat.


"Terima kasih sudah memberikan semangat Ven" jawab Salsa sambil tersenyum.

__ADS_1


Saat mereka masih berbicara tiba-tiba rombongan Monika dan Agnes lewat dan beruntungnya mereka tidak melihat Salsa dan Veny karena terbaling oleh bunga yang tinggi.


"Sepertinya mereka sudah pulang" ucap Veny lalu berdiri dan mengajak Salsa.


Mereka pun melihat kearah ruang Osis dan benar saja Kenzo dan Aldo baru keluar dari sana. Kenzo sedang mengunci ruang Osis.


"Sayang kok kamu belum pulang, bukanya kamu bilang mau pulang sendiri?" tanya Aldo yang melihat Veny berada disana.


"Aku menunggu kamu, ayo kita pulang" Veny menarik tangan Aldo untuk pergi dari sana.


Aldo yang bingung pun langsung pamit pada Kenzo untuk pulang duluan. Veny juga mengikuti Aldo dan tinggal lah mereka berdua disana, Salsa memberanikan diri untuk meminta maaf pada Kenzo.


"Ken duluan ya" ucapnya dan Kenzo hanya menganggukan kepalanya.


Salsa masih terdiam ditempatnya sampai Kenzo menghampiri dirinya, Salsa sangat malu sebenarnya dan juga minta maaf karena dia sudah tidak hadir ke pertunangan kakak nya Kenzo.


"Jangan bilang kamu nunggu aku, kayak mereka juga?" tanya Kenzo sambil tersenyum kecil.


"Emm..iya aku memang menunggu kakak" jawab Salsa memberanikan diri.


"Ada apa?" tanya Kenzo singkat.


"Aku mau minta maaf sama kakak, kemarin aku tidak bisa datang karena Papa melarang ku untuk pergi dari rumah" jawab Salsa.


"Apa kakak marah, kenapa kakak tidak membalas pesan dari ku?" sambung Salsa lagi.


"Udah ngomongnya, aku nggak marah kamu nggak datang. Aku ngerti kok, maaf tidak membalas pesan kamu" ucapnya sambil mengelus kepala Salsa.


"Kakak beneran nggak marah?" tanya Salsa dengan semangat.


"Diam nanti ada yang dengar" ucap Salsa sambil menutup mulut Kenzo dengan tanganya.


Salsa berjinjit karena tubuh Kenzo sangat tinggi dan dia kesusahan untuk menyeimbangkan dirinya.


"Tidak ada orang disini Salsa sayang" jawabnya.


Muka Salsa pun langsung memerah karena malu dan dia juga mengingat bagaimana Kenzo mencium pipinya kemarin.


"Oke sebagai permintaan maaf, aku mau kamu traktir makan siang sekarang" ucap Kenzo.


"Baiklah ayo pergi, aku tau kafe yang enak" jawab Salsa sambil menggandeng tangan Kenzo.


Mereka pun pergi ke kafe tersebut dengan mengendari mobil masing-masing, Salsa sudah izin les dengan Bu Desi hari ini dengan alasan kumpul Osis. Sebenarnya dia juga malas karena harus belajar tambahan setiap hari, Salsa juga tidak bisa membantah Papa nya.


***


Tidak lama kemudian mereka sudah sampai dan memilih tempat duduk dekat kaca agar bisa melihat pemandangan dari luar. Pemandangan nya sangat indah dari luar dan Kenzo juga terlihat sangat menyukainya, Salsa juga senang bisa menghabiskan waktu bersama.


"Disini bagus sekali, pasti kamu sering datang kesini kan?" tanya Kenzo saat mereka sudah duduk disana.


"Iya aku sering datang kesini bersama dengan teman-teman ku" jawab Salsa.


"Kakak mau pesan apa aja boleh bebas kok" sambung Salsa yang melihat Kenzo membolak balik menunya.


"Sok banyak duit kamu" jawab Kenzo sambil bercanda.

__ADS_1


"Bukan begitu juga, aku cuma menawarkan saja" ucap Salsa sambil tertawa kecil.


"Baiklah aku pesan ayam goreng dan nasi, minumnya.." ucap Kenzo.


"Es jeruk tanpa gula" jawab Salsa cepat.


"Kamu sudah tau apa yang aku suka" ucap Kenzo sambil tersenyum.


"Tentu saja aku tau karena kakak sering pesan es jeruk saat dikantin sekolah" jawab Salsa.


"Wah ternyata kamu perhatian juga ya" goda Kezno dan Salsa langsung tersipu malu.


"Sudah lah, aku pergi pesan dulu" jawab Salsa malu.


Salsa pun langsung pergi kedepan untuk memesan makanan mereka dan sekalian membayar tagihanya, dia benar-benar sangat senang menghabiskan waktu bersama Kenzo.


Tidak lama kemudian Salsa membawa es krim ditanganya dan dia memberika satu pada Kenzo.


"Ini punya kakak" ucap Salsa memberikan es krim rasa coklat pada Kenzo.


"Kenapa es krim aku berbeda dengan punya kamu?" tanya Kenzo merasa tidak terima karena tidak sama.


"Aku tidak tau kakak suka es krim rasa apa, ini rasa Vanila nanti kakak tidak suka" jawab Salsa lalu duduk kembali.


"Aku mau coba punya kamu" ucap Kenzo dan Salsa memberikanya.


Kenzo memakanya sampai habis dan Salsa kesal karena dia masih mau.


"Ihh...kenapa kakak abisin aku masih mau" kesel Salsa.


"Aku kira kamu nggak mau, tunggu disini" ucapnya lalu pergi kedepan.


Tidak lama Kenzo datang dengan membawa satu mangkok es krim rasa Vanila dan memberikanya kepada Salsa.


Beberapa pengunjung disana juga melihat mereka dan ada yang bilang mereka sangat romantis jadi ingin mengulang masa SMA lagi.


"Kakak gila ini banyak sekali, siapa yang mau menghabiskannya?" tanya Salsa.


"Tentu saja kamu, katanya masih mau" jawab Kenzo sambil mengambil satu sendok es krim dan memberikan nya pada Salsa.


"Tapi nggak sebanyak ini juga kakak" kesal Salsa.


"Sudah makan saja" ucap Kenzo sambil tersenyum dan sesekali dia mengelap mulut Salsa yang berlepotan kena es krim.


Mereka pun akhirnya makan bersama dan benar saja yang mengahabiskan semua es krim nya adalah Kenzo, bahkan dia bilang perut nya sudah membuncit. Salsa yang mendengar itu pun hanya bisa tertawa, Kenzo terkadang bersikap konyol tapi dia menggemaskan.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2