
Beberapa hari kemudian Salsa selalu menghindari Kenzo dan Riyan karena penolakan dari Salsa membuat Riyan sangat membenci Salsa, Salsa juga masalah mencari masalah karena dekat dengan mereka.
Salsa berjalan santai menuju kelasnya, tapi ada yang aneh karena semua orang menatapnya dengan tatapan tidak suka bahkan ada yang mengejeknya.
"Apa dia cewek yang ada di vedio itu?" tanya salah satu cewek yang berbisik pada temanya.
"Iya benar itu dia, nggak nyangka banget ya" jawab temanya.
Salsa yang mendengar itu pun terkejut dan bingung apa yang salah dengan dirinya, perasaan dia tidak mempunyai salah pada siapa pun.
"Sa...."Panggil Refan dengan berlari dia menghampiri Salsa yang masih terdiam ditempatnya.
"Ada apa Fan, kenapa kamu lari-lari?" tanya Salsa.
"Coba liat ini" Refan membuka ponselnya dan memperlihatkan sebuah vedio pada Salsa.
Dalam vedio itu Riyan sedang berbuat mesum dengan seorang cewek di gudang sekolah, tapi muka cewek tersebut tidak terlalu jelas karena membelakangi kamera.
"Apa maksudnya ini Fan?" tanya Salsa bingung.
"Orang mengira bahwa ini cewek dalam vedio ini kamu Sa, ada seseorang yang melihat kamu keluar dari gudang beberapa hari yang lalu dengan Riyan dan mereka semua percaya bahwa itu kamu Sa" jelas Refan.
"Tapi Fan, itu bukan aku. Memang kami sempat bertemu dengan Riyan di dekat gudang tapi kami hanya berbicara biasa saja" jawab Salsa sampai ingin menangis.
"Aku percaya sama kamu Sa, tapi yang lain aku tidak bisa menjamin. Sebaiknya kamu masuk ke kelas dulu" ucap Refan.
Mereka berjalan bersama kearah kelas, banyak tatapan tidak suka dari mereka. Salsa berusaha menghiraukan semuanya dan dia terus berjalan.
Salsa duduk dikursinya dan Tiara langsung bertanya kepada Salsa, sepertinya dia terlihat sangat kecewa karena Salsa berbuat seperti itu. Mereka mengira Salsa adalah anak yang baik, tidak mungkin dia akan berbuat seperti itu.
"Sa itu nggak benar kan, aku tau kamu nggak mungkin berbuat seperti itu?" tanya Tiara menggoyangkan tubuh Salsa.
"Iya Ra, itu bukan aku. Aku juga nggak tau kenapa mereka menuduh aku" jawab Salsa yang juga masih terkejut.
"Semua orang membicarakan kamu Sa" ucap Veny yang berada dibelakang.
Salsa menoleh kearah kana dan kiri, benar saja teman-temanya sedang melihat kearah dia dengan tatapan tak suka.
"Dasar perempuan gatal, muka nya aja yang polos tapi lihat kelakuanya" saat Jihan masuk kedalam kelas dan melihat kearah Salsa.
__ADS_1
"Loh benar Han, mungkin dia juga yang menggoda Riyan. Benar-benar murahan" sambung Tania, Tania adalah teman dekat Jihan.
Beberapa saat kemudian Riyan masuk bersama dengan teman-temanya, dia sangat santai seolah-olah tidak mempunyai masalah sedikit pun.
"Nah ini dia bintang utama B*k*p kita datang" sorak Rudi dan teman-temanya cowok lainnya.
"Apa si kalian, jangan berlebihan" jawab Riyan dengan tatapan mata membunuh.
"Kalau Riyan aku si biasa aja, tapi yang Wow artis ceweknya Salsa. Tingkah saja yang polos ternyata super hot, panas gaiss" sambung Bipen sambil tertawa.
Salsa yang mendengar itu pun langsung meneteskan air matanya dan Riyan hanya diam lalu duduk dikursinya.
"Yan loh boleh juga, pake pelet apa sampe cewek kayak Salsa aja mau loh gresek?" Tanya Rudi.
"Loh mau cari mati, pergi sana" usir Riyan.
Salsa yang mendengar itu pun langsung berdiri dan pergi dari sana, Salsa memutuskan untuk pulang kerumah.
"Sa loh mau kemana?" teriak Tiara.
Salsa sama sekali tidak menghiraukan dan terus saja berjalan keluar dari kelasnya. Salsa pergi dengan perasaan kesal dia pulang mengendari mobilnya, masalah terus saja berdatangan pada dirinya.
"Aku benci kehidupan ini" teriaknya.
Beberapa menit kemudian Salsa sudah sampai dirumahnya di langsung masuk kedalam kamarnya dan mengurung diri disana, Mbok Jum yang melihat itu pun heran karena Salsa pulang lebih awal.
***
Sedangkan ditempat lain Sindi sedang mambuat beberapa laporan di ruangannya, tiba-tiba ada telpon dari guru Salsa. Kali ini Bu Desi sendiri yang memberitahu jika Salsa membuat masalah lagi.
"Selamat pagi Pak Sindi, maaf menganggu waktunya. Ini saya Bu Desi, saya ingin memberitahu jika Salsa membuat masalah lagi. Saya berharap Pak Sindi mau datang kesekolah untuk menyelesaikan masalah ini" ucap Bu Desi saat panggilanya sudah diangkat.
"Selamat pagi juga Bu Desi, maaf sebelumnya apa saya boleh tau apa yang sudah diperbuat Salsa kali ini?" tanya Sindi.
"Maaf pak, akan lebih mudah jika saya menjelaskannya secara langsung" jawab Bu Desi.
"Baiklah saya akan kesana sekarang" ucap Sindi.
Dia sangat marah karena Salsa selalu membuat masalah dan belum selesai masalah yang kemarin, sekarang dia sudah membuat masalah baru lagi.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Sindi sudah sampai disekolah Salsa dan dia langsung disambut oleh Pak Hartono, Pak Hartono adalah kepala sekolah dan teman dekat Sindi saat mereka masih SMA.
"Selamat pagi Sin, lama tidak bertemu" sapa Hartono.
"Selamat pagi juga Ton, aku ingin bertemu dengan Ibu Desi. Salsa membuat masalah lagi, aku sudah pusing kenapa anak itu selalu membuat masalah" ucap Sindi.
"Aku harap kamu bisa sabar dengan masalahnya kali ini, ayo kita bicarakan di ruang Bk. Semua guru sudah ada disana untuk membicarakan hal ini" jawab Hartono.
Mereka berdua pun pergi keruang Bk dan benar saja semua guru sudah berkumpul disana untuk membicarakan masalah ini.
"Selamat pagi semuanya" ucap Sindi yang merasa tidak enak dan terkejut, masalah apa yang Salsa buat sehingga semua guru sudah berkumpul disana.
"Selamat pagi Pak Sindi, terima kasih sudah meluangkan waktunya" jawab Bu Rita selaku guru Bk disana.
Sindi pun duduk dan Pak Hartono juga duduk disebelahnya, tidak lupa disana juga ada Riyan dan Papanya.
"Bisa dijelaskan apa yang telah Salsa buat, sepertinya masalah ini sangat serius karena para guru berkumpul disini?" tanya Sindi.
"Begini Pak Sindi, Salsa dan Riyan salah satu murid disini juga ketahuan berbuat mesum. Vedionya juga sudah tersebar di grup kelas atau sekolah ini, kami memgambil tindakan cepat untuk menyelesaikan masalah ini" jelas Bu Rita.
"Apa maksudnya Salsa seperti itu, apa ada buktinya?" Sindi bertanya lagi karena belum percaya dengan apa yang dikatan oleh Bu Rita.
Bu Rita mengambil ponselnya dan membuka vedio itu, dia memperlihatkanya pada Pak Sindi agar percaya jika yang diucapkan oleh mereka itu benar.
"Tidak mungkin ini pasti bukan Salsa" ucap Sindi setelah melihat vedio itu.
"Tapi Riyan sendiri yang mengakuinya jika video itu memang benar, Riyan siap bertanggung jawab atas perbuatannya dengan Salsa. Bahkan dia siap untuk dikeluarkan dari sekolah dan akan bertanggung jawab sepenuhnya pada Salsa" jawab Bu Rita.
"Apa itu benar?" tanya Sindi sambil menatap Riyan.
Riyan yang tak berani menjawab dan dia hanya menganggukan kepalanya, Sindi benar-benar kecewa karena dia sudah gagal membesarkan Salsa. Masa depan Salsa yang sudah dia rencanakan dari dulu, seketika di hancurkan dengan kenyataan ini.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC