
Setelah mandi Kenzo menyuru pegawai hotel untuk membeli pakaian untuk Salsa, tentu saja dia bisa berbuat apa saja karena hotel tersebut adalah miliknya.
Setelah itu Kenzo mengantar Salsa pulang ke kontrananya, berat sekali rasanya untuk berpisah dengan Salsa setelah apa yang terjadi pada mereka kemarin. Saat di perjalanan juga tidak ada pembicara, mereka berdua hanya diam dengan pikiran masing-masing.
Saat sudah sampai Salsa langsung turun dan baru lah Kenzo bilang jika dia ingin berbicara pada Salsa, Kenzo bertanya apa dia boleh mampir sebentar.
"Tunggu Sa, aku mau bicara. Apa boleh aku mampir sebentar?" Tanya Kenzo saat Salsa sudah berjalan masuk.
Salsa pun berbalik dan menatap Kenzo, dia tidak yakin hidupnya akan damai setelah ini.
"Sebaiknya kakak pulang saja, anggap saja ini tidak pernah terjadi" jawab Salsa dan dia pun masuk kedalam lalu mengunci pintu kontrakannya.
"Bagimana dia bisa bicara seperti itu, setelah apa yang terjadi tadi malam" ucap Kenzo pelan.
Beruntung dia tidak membawa kunci nya tadi malam dan dia letakan didalam rak sepatu samping pintu, sedangakan tas dan ponselnya masih tertinggal di klub malam.
Melihat Salsa yang berkata seperti itu, Kenzo takut Salsa benar-benar akan membencinya. Tapi dia tidak pernah menyesal atas perbuatannya pada Salsa, malahan dia bersyukur jika dia lah yang pertama bagi Salsa. Setelah itu dia pun pergi dari sana dan melajukan mobilnya untuk pulang ke apartemen nya.
***
Besoknya Kenzo sangat bersemangat untuk datang kesekolah karena dia ingin menemui Salsa, dari kemarin dia menghubungi Salsa tapi ponselnya tidak aktif. Kenzo tidak berani datang ke kontrakan Salsa karena mungkin Salsa akan tambah membencinya.
Kenzo berjalan santai kekelas Salsa dan sebentar lagi memang waktunya istirahat, Kenzo menunggu didepan kelas sampai guru mereka keluar dari sana. Setelah guru itu keluar, Kenzo langsung masuk dan mencari keberadaan Salsa tapi Salsa tidak ada disana.
Karena tidak melihat Salsa, akhrinya dia menghampiri Veny yang masih duduk di kursinya.
"Apa Salsa masuk hari ini?" Tanya Kenzo pada Veny.
Aneh sekali pikir Veny untuk apa Kenzo menanyakan Salsa, perasaan dari kemarin dia selalu menjauh takut pacar manjanya itu cemburu.
"Ada ada kakak mencari Salsa?" Tanya Veny penasaran.
"Tidak ada aku hanya ingin bertemu dia saja" jawab Kenzo salah tingkah sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Salsa sudah dua hari ini nggak masuk sekolah" sambung Tiara.
Kenzo khawatir dimana Salsa, kenapa dia tidak masuk sekolah. Bahkan nomor ponselnya tidak aktif, Kenzo berencana datang ke kontrakan Salsa setelah pulang sekolah.
"Oh begitu ya, terima kasih atas informasinya" jawab Kenzo lalu pergi dari sana.
Mereka bertiga pun heran dengan sikap Kenzo dan Refan juga sangat cemburu saat Kenzo mencari Salsa, dia sudah sangat bersyukur karena Kenzo sudah berpacaran dengan Loly.
"Aneh banget ya Kak Kenzo, ngapai coba dia cari Salsa?" Tanya Veny bingung.
"Entah lah aku juga ngga tau, yang terpenting sekarang kita cari dimana Salsa" jawab Tiara.
"Benar juga aku takut terjadi apa-apa padanya, apa Refan tau sesuatu?" Sambung Sintia melihat kearah Refan yang duduk dibelakang.
Refan pun mendekat dan dia bilang juga tidak tau kemana Salsa, biasanya Salsa sendiri yang akan menghubunginya tapi kali ini tidak. Bahkan tadi malam Refan datang ke kontrakan Salsa tapi tidak ada orang dan kontraknya terkunci.
"Kamu yang diam-diam pasti tau dimana Salsa, ayo kasih tau kami Fan?" Tanya Veny setelah Refan duduk bergabung bersama mereka.
"Kali ini aku juga nggak tau dimana Salsa, aku sudah coba memghubunginya tapi ponselnya tidak aktif" jawab Refan menghela nafas dalamnya.
"Bahkan aku sudah kekontrakan nya tadi malam, tapi dia tidak ada. Kontrakanya bahkan terkunci. Tetangga bilang dia belum pulang lagi dari kemarin" jelas Refan pada mereka bertiga.
"Terus kemana dia ya, aku takut dia berbuat nekad karena frustasi dengan masalah keluarganya bagiamana?" ucap Veny dan mereka pun juga khawatir bisa jadi apa yang di khawatir Veny benar.
"Jangan bikin kita takut dong Ven" kesal Tiara.
***
Sedangkan ditempat lain lain Salsa sedang duduk didepan rumah baru Papa nya, dia menunggu Papa nya pulang. Tidak ada jalan lain yang bisa dilakukan, uangnya habis untuk biaya kemoterapi Rido. Begiru juga dengan uang Mbak Ririn, mereka berdua sama-sama frustasi.
Salsa berjanji pada dirinya tidak akan bekeja di klub malam lagi, karena akan tambah menghancurkan hidupnya. Saat ini dia juga belum sanggu untuk melihat wajah Kenzo, ada perasaan takut dan marah atas apa yang terjadi kemarin.
"Apa sebaiknya Non masuk kedalam saja, Tuan mungkin pulang nya sore" ucap Bu Lita.
__ADS_1
Bu Lita adalah pembantu baru dirumah itu dan rumah lama mereka bahkan sudah di jual oleh Papa nya. Mbok Jum dan Mang Darto juga sudah pindah dari sana, Salsa benar-benar sedih dan sekarang harga dirinya sudah tidak ada lagi. Kesembuhan Rido adalah yang paling utama, Mbak Ririn juga kasihan karena Salsa juga sering melihatnya menangis tiap malam.
"Tidak apa-apa Bu, saya tamu disini. Ngga enak masuk tanpa disuruh" jawab Salsa.
Bu Lita pun membuarkan Salsa duduk didepan dan akhirnya dia memberanikan diri untuk menelpon Tuanya, saat Papa mendengar Salsa sudah pulang. Dia sangat senang dan langsung menuju rumah, bahkan dia mengabari istri nya dan juga Loly yang sebentar lagi pulang sekolah.
Papa keluar dari mobilnya dan langsung menghampiri Salsa yang duduk diteras, mukanya terlihat pucat dan selu.
"Sayang akhirnya kamu pulang" ucap Papa dan berjalan kearah Salsa.
"Papa..." jawab Salsa yang langsung menangis histeris dan memeluk Papa nya.
"Maaf kan Salsa, sudah jadi anak yang pembangkang dan tidak menurut pada Papa. Salsa benar-benar menyesal" ucap Salsa diselah pelukan mereka karena bagaimana pun hanya ada Papa nya lah disini, tempat paling nayaman untuk bersandar.
Jika dia menurut akan hidup rukun dan damai bersama kakak tiri dan Mama tirinya, mungkin hidupnya tidak akan hancur seperti ini. Satu hal yang tidak dia sesali adalah bertemu orang baik seperti Mbak Ririn, serta Rido yang imut dan menggemaskan.
Setelah berpelukan Salsa berlutu didepan Papa nya, dia ingin minta bantuan agar Rido dapat sembuh. Sebagai orang biasa dan tidak mempunyai uang atau pun kekusaan Salsa tidak mampu membantu Rido sampai sembuh, oleh sebab itu lah dia meminta bantuan Papa nya.
"Salsa benar-benar salah Pa, Salsa minta maaf. Tapi kali ini salah memohon sebagai anak Papa, Salsa sangat butuh bantuan Papa untuk membantu keluarga angkat Salsa karena anaknya sedang sakit sekarang" ucap Salsa sambil tertunduk menangis.
"Siapa keluarga angkat kamu?" Tanya Papa dingin, apa mereka lah yang membantu Salsa selama ini pikir Papa dalam hatinya.
"Mereka adalah tentangga kontrakan Salsa, Salsa tau jika beberapa bulan awal Papa menyuruh orang untuk mengikuti Salsa kan" jawab Salsa.
Memang benar, beberapa bulan Salsa pergi Papa nya selalu menyuruh orang untuk mengikutinya. Tapi akhir-akhir ini tidak lagi, karena orang itu selalu bilang tidak hal yang mencurigakan yang dilakukan oleh Salsa.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC