
Setengah tahun berlalu hari ini adalah hari kelulusan Kenzo, Salsa datang bersama dengan kedua orang tua nya dan mertuanya. Salsa saat ini juga naik kekelas 12, semua nya juga ikut bangga karena Salsa bisa masak peringkat lima besar dikelas nya. Kenzo bahkan membelikan mobil baru untuk Salsa, sebagai hadia.
Mereka sedang menunggu Kenzo keluar dari ruangan dan acara inti nya memang sudah selesai, tapi masih ada acara foto bersama dengan para guru dan murid kelas mereka.
"Kenapa kamu kelihatan sedih seperti itu sayang, bukan nya kamu senang suami kamu lulus hari ini?" tanya Mama Ayu pada Salsa.
"Salsa sangat senang, tapi sedih juga karena Kakak akan masuk kuliah dan aku akan pergi sendirian ke sekolah" keluh Salsa.
"Tidak apa-apa sayang, kamu juga bisa bertemu Kenzo setelah pulang sekolah. Itu akan sama saja, sebaiknya kamu belajar yang rajin agar masuk universitas yang sama" sambung Mama Karla sambil memggendong bayi laki-laki mungil.
"Semoga saja begitu, Apa adek Rey tidak kepanasan sini biar Salsa yang gendong" jawabnya dan Mama Karla pun memberikan Rey ke gendongan Salsa.
Beberapa bulan setelah Mama Karla pindah kesini, dia melahirkan seorang bayi laki-laki yang bernama Rey Devinson. Tidak hanya itu Abang Angga dan Mbak putri juga sudah memiliki bayi mungil yang cantik, yang bernama Arsila. Mereka tidak bisa datang karena umur Arsila baru beberapa minggu dan Mama serta Papa juga memakluminya.
Tidak lama kemudian Kenzo keluar bersama dengan teman-temanya, termasuk Aldo dan Vino. Mereka juga sempat berfoto dengan mereka berdua dan setelah itu mereka juga menemui keluarganya masing-masing.
"Ini dia yang kita tunggu-tunggu sudah keluar, ayo kita foto dulu" ucap Papa setelag mereka datang.
"Baiklah ayo foto dulu, jangan pergi dulu Do" sahut Kenzo dan Aldo pun mengurungkan niatnya untuk pergi dan berfoto dulu dengan mereka.
"Baiklah ayo foto bersama" jawab Aldo sambil merangkul kedua sahabatnya.
Setelah mereka pergi kini giliran Kenzo yang berfoto dengan Mama dan Papa nya, Daddy Jhon yang menjadi memfotonya.
"Sekarang giliran Mama dan Papa dulu" ucap Salsa dan mereka pun mendekat dengan Kenzo.
Mama dan Papa pun sudah berfoto bersama, begitu pun Mama Karla dan Daddy Jhon. Mama menyuruh Salsa berfoto berdua sambil menggendong baby Rey, mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.
"Apa sebaiknya kita punya anak setelah ini?" bisik Kenzo ditelingah Salsa setelah mereka selesai berfoto.
"Jangan bercanda" jawab Salsa kesal.
"Kenapa? aku serius sayang" rengek Kenzo pada Salsa.
"Iya kita kan punya baby tapi nanti setelah aku tamat sekolah" jawabnya sambil mengelus wajah Kenzo dengan satu tangnya dan tangan lain nya masih menggendong Rey.
"Sini biarkan Rey sama Mama, mungkin dia susah lapar" sambung Mama Karla dan Salsa pun memberikanya kepada Mama.
"Apa dia mau susu sayang?" tanya Daddy Jhon yang siap siaga disamping Mama.
"Nggak nanti saja sayang" jawab Mama dan melihat sepertinya Rey mengantuk.
"Baiklah karena acara foto nya sudah selesai, ayo kita rayakan makan direstoran. Hari ini Kenzo yang teraktir" sahut Papa Ferdi.
__ADS_1
"Benar tu, biar menantu kamu dulu yang teraktir kita makan" sambung Mama Ayu.
"Baiklah karena hari ini hari baik, Kenzo akan teraktir kalian sepuasnya tapi direstoran Kenzo saja. Biar irit" jawabnya tertawa kecil.
"Masih nggak modal juga" sambung Mama Ayu kesal.
"Iya Ma, Kakak harus menabung untuk beli rumah kata nya"jawab Salsa membela Kenzo, karena memang kebutuhan mereka juga banyak sekarang.
"Istri ku memang paling top deh, gini dong harus mendukung suaminya" Kenzo mengelus kepala Salsa.
"Ya sudah ayo kita pergi sekaranh" sambung Papa Ferdi.
Mereka pun pergi menuju restoran Kenzo, mereka membawa dua mobil. Mama dan Papa membawa mobil sendiri sedangkan Kenzo mengemudikan mobil Daddy Jhon, dalam perjalanan Daddy Jhon banyak bertanya tentang apa rencana Kenzo setelah ini.
"Apa rencana kamu setelah ini Ken?" tanya Daddy yang duduk dibelakang bersama Mama Karla.
"Rencana Kenzo sih, mau kuliah Dad. Sekalian bantu Papa di perusahan Papa" Jawab Kenzo sambil masih fokus menyetir.
"Bagus lah Mama dukung itu, sekalian kamu belajar juga. Jika ada waktu luang bisa belajar dengan Daddy juga mengenai bisnis" sambung Mama senang mendengar jawaban Kenzo.
"Iya Ma, niat Kenzo juga memang begitu, kebetulan Kenzo ingin mengambil jurusan menajeman bisnis" jawab Kenzo memganggukan kepala nya.
Beberapa menit kemudia mereka sudah sampai, sebelumnya Kenzo sudah memberitahu Mario jika mereka akan makan disana. Mario sudah menyiapkan ruangan yang spesial untuk mereka, berbagai menu andalah juga sudah disiapkan oleh mereka.
"Ini benar-benar restoran kamu? mewah sekali" sahut Mama Karla saat memasuki restoran tersebut.
"Iya pasti harganya bintang lima juga ya?" sambung Daddy Jhon.
"Nggak Dad, harga nya masih bersahabat kok. Jadi aman dikantong, sekalian promosi jika ada acara dengan klien datang kesini saja Dad. Disini juga ada ruangan pribada jika ingin ruang untuk rapat atau acara lainya" jawab Kenzo sambil mempromosinkan restoranya.
"Tentu saja Ken, jika Daddy tau dari dulu pasti kami sering datang kesini" ucap Daddy sambil tersenyum.
"Selamat datang Tuan, ruangnya sudah kami siapkan. Silahkan lewat sini" sambung Mario yang menghampiri mereka.
Mereka pun masuk kedalam ruangan itu, disana juga banyak makanan yang sudah disajikan. Akhirnya mereka makan bersama dan terlihat sangat bahagia, saat seperti ini dia juga ingat dengan Papa nya.
***
Beberapa hari kemudian, saat ini Salsa sedang menemani Kenzo pergi ke universitas C. Kenzo memasukan pendaftar disana, Salsa juga agak sedih kini dia tidak bisa pergi bareng dengan Kenzo lagi.
"Kamu tunggu disini, aku masuk dulu sayang" ucap Kenzo menyuruh Salsa menunggu didepan ruang registrasi dan sudah banyak juga anak yang mengupulkan berkas lamaranya.
"Iya masuk lah, aku akan menunggu disini" jawab Salsa sambil menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Jangan kemana-mana sampai aku kembali" sambung Kenzo lagi memperingatkan Salsa.
"Iya aku tidak akan kemana-mana, masuk lah kakak nanti banyak orang" Salsa mengisyaratkan Kenzo untuk masuk kedalam.
Setelah itu Kenzo pun masuk, Salsa masih menunggu disana. Banyak orang juga yang menunggu sepertinya, kedua sahabat Kenzo yaitu Aldo dan Vino juga masuk kekampus yang sama tapi Vino berbeda jurusan dengan mereka.
"Permisi boleh numpang tanya?" Tanya seorang laki-laki pada Salsa.
"Iya?" Jawab Salsa sambil memperhatikan laki-laki itu.
"Kamu anak baru juga ya? Kalau mau ngumpul berkasnya map nya warna apa ya?" Tanya nya pada Salsa dan Kenzo juga sudah bilang jika tadi dia memilih map sesuai dengan jurusan nya.
"Kalau boleh tau Mas nya mau daftar jurusan apa? Karena setiap jurusan berbeda-beda" jawab Salsa yang balik bertanya pada laki-laki itu.
"Saya mau daftar jurusan menajeman Mbak, kebetulan saya dari kampung sendirian jadi nggak tau" ucapnya lagi sambil menggarut kepala nya.
"Map nya warna merah Mas, beli saja di depan sana" tujuk Salsa pada salah satu ruko didepan sana tempat mahasiswa membeli perlengkapan alat tulis.
"Iya Mbak, terima kasih banyak ya" ucapnya sambil menundukan kepalanya dan Salsa pun hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Kenzo yang baru keluar melihat istrinya sedang berbicara dengan laki-laki lain, dia juga sempat tersenyum. Hal itu membuat dia cemburu, dia buru menghampiri Salsa dan mengajaknya untuk pulang.
"Siapa tadi sayang? Kenapa kamu tersenyum pada nya?" Tanya Kenzo dengan nada kesal.
"Orang yang mau bertanya sayang, kenapa muka kamu diketuk begitu?" Jawab Salsa yang memperhatikan wajah Kenzo.
"Sekian banyak orang disini, kenapa dia bertanya sama kamu" ucapnya kesal sambil menarik tangan Kenzo.
"Ya mana aku tau Yang, kita mau kemana?" Tanya Salsa yang tanganya sudah ditarik oleh Kenzo.
"Kita pulang saja, nanti kamu kesenangan banyak yang goda. Aku cemburu" Kenzo membuka pintu mobilnya dan menyuruh Salsa untuk masuk kedalam.
"Dasar ada-ada aja" sahut Salsa sambil menggelengkan kepalanya.
Mereka pun pergi dari sana dan pulang kerumah, Kenzo sebenarnya sudah menabung untuk membeli rumah baru. Dia sengaja mengumpulkan penghasilan kafe dan magang dikantor Papa nya, jangan pernah berpikir jika dia menjadi asisten CEO atau punya jabatan tinggi. Papa menuruh dia hanya menjadi karyawan biasa, Kenzo sangat bekerja keras bahkan dia juga membantu Papa untuk mendapatkan proyek dari beberapa kliennya.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC