
Malam harinya semuanya sudah duduk dipinggir api unggung, mereka bernyanyi bersama sambil para cowok memainkan gitarnya. Suasana ini sangat lah menyenangkan dan membuat semuanya pemuh dengan tawa.
Setelah itu para cewek menyiapakan bahan untuk bakar-bakar tadi dan para cowok sudah memulai membakar jagung dan ubi jalar nya.
"Aku tidak menyangka ini akan sangat menyenangkan" ucap Tiara pada mereka.
"Tentu saja, ini sangat seru. Setelah makan-makan kita main game yuk" ajak Veny.
"Iya kayaknya seru ala-ala drakor gitu" jawab Sintia.
Saat orang lagi sibuk dengan urusanya masing-masing tiba-tiba Loly bilang kalau dia kedinginan dan sakit perut. Dia ingin istirahat dikamar saja dan meminta Kenzo untuk menemaninya.
"Kalian lanjut aja ya, aku mau istirahat dikamar disini sangat dingin dan perut aku juga keram sakit banget" ucap Loly pada semuanya.
"Ya udah Kak Loly istirahat aja, bilang aja mau apa-apa nanti" jawab Tiara.
"Iya apa mau ditemani?" tanya Cici pada Loly.
"Tidak usah Ci, kamu gabung aja bersama mereka. Biarkan Kenzo yang menemani aku" jawab Loly.
"Baiklah kalau begitu, selamat istirahat" jawabnya laalu bergabung membantu Sintia dan Tiara yang masih membuka jagung disana.
Loly pun pergi dan Kenzo langsung mengantar Loly kekamar, Veny yang melihat itu pun merasa curiga dan kesal dengan Loly. Jika fisik lemah ngapain jalan-jalan kepuncak dan ngapain juga dia nggak bawah jaket.
"Sengaja dia tu Sa, cari perhatian sama Kak Kenzo" ucap Veny pada Salsa yang kebetulan mereka lagi menyiapkan bara api untuk membakar sate.
"Udah lah Ven, biarin aja mereka mau ngapain aja terserah" jawab Salsa pasrah.
"Apa kamu nggak cemburu sa, jujur saja aku lebih suka kak Kenzo dengan kamu. Tapi karena udah terjadi begini mau apa lagi, tapi aku juga lebih mendukung kamu Refan aja soal nya dia baik dan perhatian sama kamu" sambung Veny.
"Gimana si kamu Ven, iya-iya semua tapi sayang nya mereka nggak suka sama aku" jawab Salsa sambil menundukan kepalanya.
"Kalau kak Kenzo aku nggak tau, tapi kalau Refan aku sangat yakin dia itu suka sama kamu" sambung Veny lagi.
"Udah lah tau dari mana kamu, kamu tau sendiri kita kan udah lama temanan. Refan juga mau tunangan dan jangan hubung-hubungkan aku sama dia" jawab Salsa malas.
"Dibilangin nggak percaya, sepertinya bara nya udah cukup ni. Suruh mereka bawah daging nya kesini" ucap Veny pada Salsa.
"Bon bawah kesini dagingnya, baranya udah hidup ni" teriak Salsa.
"Oke Sa, siap meluncur" jawab Bobon menghampiri mereka dan membawa daging nya.
Mereka memasang empat tenda, dua tenda cewek dan dua tenda cowok. Ditengah-tengah ada api unggun besar dan tempat duduk yang dilapisi karpet dipinggir nya.
Setelah selesai memasak semua makanan diletakan di tengah dan mereka mulai makan bersama dan Aldo menelpon Kenzo untuk makan bersama.
"Kamu nelpon siapa sayang?" tanya Veny yang melihat Aldo sedang menelpon Kenzo.
"Nelpon Kenzo, ngajak dia makan. Pasti dia lapar karena belum makan malam juga" jawab Aldo.
__ADS_1
"Sebaliknya kamu samperin aja Kak Kenzo kedalam" suruh Veny.
Setelah itu Aldo mengahmpiri Kenzo dikamar Loly dan saat di membuka pintu pelan, dia melihat Loly sedang memeluk Kenzo erat. Kenzo berusaha melepaskan pelukanya dan setelah itu Aldo pura-pura mengetuk pintu.
"Tok...tokk" (Bunyi ketukan pintu).
"Iya siapa?" tanya Kenzo dari dalam.
"Ini aku Aldo Ken" jawabnya dan Kenzo pun langsung membuka pintu.
"Ada apa Do?" tanya nya pada Aldo.
"Ayo makan diluar Ken, kami udah selesai masak-masak nya. Ajak juga Loly kalau dia mau, aku lihat kamu belum makan malam kan" jawab Aldo.
"Iya aku udah lapar ni" jawab Kenzo dan Kenzo pun mengaja Loly tapi Loly tidak mau.
"Apa kamu mau ikut keluar juga?" tanya Aldo pada Loly.
"Entah loh mau ikut nggak, Kalau mau ikut pakai jaket kamu" sambung Kenzo.
"Nggak kalian keluar aja aku nggak papa, tapi tolong suruh Cici kesini" jawab Loly.
"Oke baik lah" jawab Aldo.
Mereka pun pergi dari sana, Aldo menyuruh Cici untuk masuk kedalam karena Loly minta ditemani. Cici yang mendengar itu pun langsung masuk kedalam dan Aldo menyuruh dia untuk membawa makanan nya sekalian kedalam untuk mereka berdua.
"Iya aku masuk dulu kalau gitu" jawab Cici.
"Tunggu bawak ini kedalam, siapa tau kalian juga mau makan" Aldo memberikan makananya pada Cici.
***
Setelah selesai makan-makan mereka semua melanjutkan bernyanyi dan menari-nari, ini seperti kegiatan camping pramuka saja. Veny mengajak mereka untuk bermain game dan game yang paling seru adalah putar botol. Siapa yang sejajar dengan tutup botol dia yang kalah dan semua orang bisa memberikan hukuman apa saja, jika terkena hukuman.
"Kita main game yuk" ajak Veny pada semuanya.
"Boleh juga tu, kayaknya seru main apa kita?" tanya Tiara.
"Main putar botol, siapa yang kalah nanti semua boleh memberikan hukuman apa aja" jawab Veny.
Semuanya setuju dan Aldo membawa meja ketengah-tengah, mereka pun mulai permainanya.
"Kita mulai ya, aku putar botolnya" ucap Aldo yang mulai memutar botol tersebut.
"Ayo Tiara..Tiara" teriak Salsa tapi botolnya lewat.
"Yah lewat.." sambung Veny.
"Sintia kalah" teriak semuanya.
__ADS_1
"Yah udah kita usit dulu siapa yang menang, dia yang memberikan hukuman" sambung Veny dan mereka pun melakukan usit dengan jari tangan.
Yang menang adalah Refan dan Refan yang memberikan hukuman pada Sintia, sumpah semuanya tertawa dan kocak banget.
"Ayo Fan, loh mau beri hukuman apa buat Sintia?" tanya Veny.
"Aku mau tanya boleh nggak?" tanya Refan pada mereka semua.
"Ya Fan, bebas aja kamu mau beri hukuman apa aja" jawab Veny lagi.
"Apa kamu benar-benar suka sama Bobon?" tanya Refan dan mereka cie-cie kan.
"Cieee..." sambung mereka semua.
"Ini namanya Refan jadi penghubung cinta Bobon sama Sintia" sahut Tiara sambil tertawa.
"Iya lah karena Bobon sahabat gue, dia malu mau bilang sama Sintia" jelas Refan pada mereka.
"Udah-udah, ayo kita mulai lagi" sambung Veny.
Permainan semakin seru, sampai tiba saat nya Salsa yang kalah dan yang memberikan hukuman adalah Tiara. Pertanya Tiara sangat menjebak dan membuat Salsa serba salah, karena dia bertanya siapa yang ingin Salsa jadikan pacar daro cowok-cowok yang ada disini.
"Ayo Salsa yanh kalah dan Tiara yang memberikan hukuman. Kamu mau beri hukuman atau bertanya ni Ra?" tanya Veny pada Tiara.
"Aku mau tanya aja deh, karena penasaran banget" jawabnya sambil tersenyum.
"Sa seandainya kamu disuruh milih dari mereka semua, siapa yang mau kamu jadikan pacar?" tanya Tiara dan beberapa saat semuanya terdiam.
"Apa nggak ada pertanyaan lain Ra, kalau begitu aku mau dihukum aja" jawab Salsa bingung.
"Nggak bisa gitu dong Sa, jawab aja" sambung Sintia.
"Nggak seru banget si Salsa, jawab aja" sahut Bobon.
"Jika disuruh pilih, aku mau sama Refan aja deh" jawab Salsa pasrah dan Refan mendengar itu langsung tersenyum senang.
"Cie udah aku tebak itu Refan, tembak aja Fan jangan lama-lama nanti keburu diambil orang" sahut Tiara.
Berbeda dengan Kenzo, dia langsung pergi dari sana. Sesaat semunya terkejut dan melihat kearah Kenzo yang pergi dari sana, tapi tidak lama kemudian mereka melanjutkan permainan nya lagi.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1