Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Ekstra Part ( Menjadi Lebih Baik )


__ADS_3

Setelah pulang dari acara pernikahan tadi, Veny memikirkan apa yang dikatakan oleh Salsa sangat mengganggu pikiranya. Apa iya dia sangat sibuk dan membuat Aldo merasa tidak nyaman, dalam perjalan pulang Veny selalu menatap Aldo dan Gama yang tertidur di pangkuanya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah, Aldo mengambil Gama dari pangkuan Veny dan membawanya masuk kedalam lalu menidurkanya di kamar.


Veny duduk di ruang santai sambil menunggu Aldo keluar dari kamar, dia ingin bicara dan minta maaf pada suaminya.


"Sayang kenapa kamu masih disitu? apa nggak ganti baju?" tanya Aldo saat melihat Veny yang masih duduk disana.


"Sini Mas, aku mau bicara sama kamu" jawab Veny sambil menyuruh Aldo duduk disampingnya.


"Ada apa sayang? kenapa serius sekali" ucap Aldo lalu duduk disamping Veny.


"Maaf kan aku, aku tidak peka sama Mas. Mas pasti capek pulang kerja dan sebelum kerja harus menyiapkan pekerjaan rumah selama ini, aku selalu sibuk dengan urusan toko" ucap Veny membuat Aldo terkejut, apa Kenzo memberitahu istrinya pikirnya dalam hati.


"Ada apa sayang? kenapa kamu tiba-tiba minta maaf" tanya Aldo yang bingung.


"Ya karena aku salah, besok-besok biarkan aku yang mengerjakan semua nya. Aku juga tidak akan sibuk dengan toko lagi dan lebih memperhatikan kalian" Veny memegang tangan Aldo.


"Apa Kenzo bicara aneh sama kamu?" tanya Aldo sambil menatap wajah istrinya.


"Nggak kok, aku cuma kepikiran kata Salsa. Kata nya bisa saja kamu bosan dengan ku dan mencari wanita lain, aku nggak mau" Veny memeluk Aldo dan dalam hati Aldo ada untung nya juga bicara pada Kenzo karena Salsa bisa menasehati istirnya.


"Sebenarnya aku tidak masalah dengan itu sayang, hanya saja sebagai istri kamu harus mengurus urusan rumah dan Gama. Gama masih kecil dan sangat butuh perhatian kamu" jawab Aldo diselah pelukan mereka.


"Iya aku janji akan menjadi lebih baik lagi, jadi istri yang baik dan ibu siaga untuk Gama. Kalau kamu tidak suka dengan sesuatu, kamu harus bilang sama aku Mas dan jangan diam saja" ucap Veny lagi.


"Tentu saja, maaf juga karena belum bisa jadi suami yang baik" Aldo mengelus kepala Veny.


"Iya Mas, ayo saling memperbaiki diri. Aku juga bukan wanita yang sempurna" sambung Veny melepaskan pelukanya.


"Oh iya apa yang dikatan oleh Salsa sampai kamu setakut ini sayang? aku juga nggak akan cari wanita lain karena aku sangat mencintai kamu" Aldo mengelus pipi Veny.


"Katanya Mas bisa saja selingkuh karena aku yang kurang memperhatikan Mas, sepanjang jalan aku memikirkanya dan mambuat aku takut" Veny memegang tangan Aldo yang mengelus pipi nya.


"Ada-ada saja memang mereka berdua, tapi bagus lah kamu sudah tau apa saja kewajiban seorang istri sekarang. Ucapkan terima kasih ku pada Salsa" jawab Aldo sambil tersenyum dan Veny pun menganggukan kepalanya.


Begitulah kehidupan rumah tangga, tidak semua nya sesuai dengan bayangan kita. Bahkan hal sekecil pun dapat menjadi masalah jika tidak ada komunikasi yang baik, semua yang terjadi akan menjadi pembelajaran yang penting.


***

__ADS_1


Sedangkan Salsa dan Kenzo baru masuk kedalam rumah, mereka berjalan menuju kamar untuk membersihkan diri. Kenzo menyuruh Salsa untuk istirahat karena dia pasti lelah seharian ini, selama hamil Kenzo juga melarang Salsa mengerjakan pekerjaan rumah tapi Salsa masih saja melakukanya.


Salsa duduk didepan cermin sambil membersihkan riasanya dan menghapus make up nya, Kenzo pun duduk sambil memperhatikan istrinya.


"Sayang aku tadi bicara dengan Veny dan aku memegur dia sedikit agar dia tidak terlalu sibuk dengan pekerjaan nya. Apa menurut kamu aku salah?" tanya Salsa sambil memutar tubuhnya menghadap Kenzo yang sedang duduk di sopa.


"Memang kamu bicara apa? jangan sampai mereka bertengkar gara-gara kamu" tanya Kenzo sambil menatap Salsa.


"Aku cuma bilang jangan terlalu sibuk dan harus mengerjakan pekerjaan rumah juga, hanya itu saja" jawab Salsa.


"Terus apa yang dia kata kan setelah kamu bicara?" sambung Kenzo penasaran.


"Iya kata nya dia akan berubah, nggak tau dia marah atau nggak" Salsa mengangkat kedua bahunya.


"Wah jangan sampai mereka bertengkar nanti" Kenzo mengeluarkan ponselnya.


"Aku juga menakutinya sedikit, aku bilang bisa saja Aldo bosan dan mencari wanita lain kalau kamu nggak berubah. Sumpah aku benar-benar nggak sengaja ngomong kayak gitu yang" Salsa terlihat panik.


"Bentar aku tanya Aldo dulu" sambung Kenzo dan Salsa pun mendekat lalu duduk disamping Kenzo.


"Bagaimana apa dia membalas nya?" tanya Salsa sambil melihat layar ponsel Kenzo.


"Tapi kasihan Aldo yang, salah dia juga kenapa nggak tegas sama Veny. Aku udah kenal Veny lama dan aku yakin dia nggak akan mudah tersinggung" jawab Salsa sambil bersender di sopa.


"Dia membalas nya" ucap Kenzo membuka pesab dari Aldo.


"Apa mereka benar-benar bertengkar? aku jadi nggak enak" jawab Salsa dengan muka sedih.


"Siapa bilang bertengkar! malahan Aldo berterima kasih karena berkat kamu Veny tau kesalahan nya" Kenzo memperlihatkan layar ponselnya pada Salsa.


"Bagus lah kalau begitu, aku lega mendengar nya" jawab Salsa lalu berdiri dan pergi kearah kamar mandi.


"Mau kemana yang, aku ikut" teriak Kenzo.


"Aku mau mandi, kamu mandi disebelah saja kalau mau cepat" jawab Salsa ingin menutup pintu kamar mandi.


"Ayo mandi bersama" sambung Kenzo sambil mehanan pintu nya.


"Aku tidak mau" jawab Salsa yang berusaha menutup pintunya.

__ADS_1


"Ayo lah sayang, biar aku bantu kamu. Bukan kah kamu lelah berdiri" mohon Kenzo agar Salsa mau.


"Hemm baiklah, masuk!! aku mau tutup pintu nya" jawab Salsa dan Kenzo pun langsung masuk kedalam dengan senyum.


Kenzo mengisi bathtub dengan air, sedangkan Salsa duduk sambil memperhatikan suaminya. Kenzo benar-benar sangat romantis, Salsa sangat beruntung punya suami yang sangat penyayang sepertinya.


"Air nya sudah penuh ayo masuk sayang" ucap Kenzo dan Salsa pun masuk kedalam.


"Rasanya segar sekali" jawab Salsa.


Kenzo pun masuk dan duduk di belakang Salsa agar istrinya itu bisa bersandar, dia mengosok tubuh Salsa. Ini adalah kebisaaan baru yang dia lakukan semenjak Salsa hamil.


"Terima kasih, aku sangat beruntung punya kamu di hidup aku" ucap Salsa sambil memegang tangan Kenzo yang mengelus perutnya.


"Sama-sama sayang, aku juga sangat beruntung punya istri secantik kamu" Kenzo mencium pipi Salsa.


"Rasa nya seperti mimpi berada di titik ini bersama kamu, aku juga nggak nyangka aku bisa melewati ini semua. Kamu tau pada saat tahun ketiga pernikahan kita, aku sangat takut kamu akan meninggalkan aku karena kita belum punya anak" cerita Salsa sambil mengingat kejadian beberapa tahun lalu.


"Siapa yang perduli itu sayang, lihat sekarang kita akan punya bayi yang lucu" jawab Kenzo menghilangkan semua kecemasan Salsa.


"Iya aku bilang waktu itu sayang" ucap Salsa yang tidak mau kalah.


"Iya-iya sayang aku mengerti, kita sudah melewati pahit manis nya pernikahan ini dan terima kasih sudah menemani aku dari nol. Kamu adalah perempuan yang luar biasa" Kenzo memegang tangan Salsa.


"Aku tau itu" jawab Salsa percaya diri.


"Dasar kamu ya!!" Kenzo meletakan busah sabun di hidung Salsa.


"Cepat mandi, kita tidak boleh berendam lama. Kasihan dedek nya kedinginan" sambung Kenzo dan Salsa pun mrnganggukan kepalanya.


.


.


.


.


Terima kasih sudah mampir teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya

__ADS_1


__ADS_2