Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Ekstra Part (Nasip Loly Dan Mamanya)


__ADS_3

Mungkin benar apa yang dikatakan oleh orang, kehidupan memang selalu berputar. Kadang kita beradi di titik terbawah dan membuat kehidupan kita benar-benar berubah, sama halnya dengan kehidupan Loly dan Mamanya. Bisa di bilang orang jahat tentu akan di balas dengan kejahatan juga, atau nasip buruk yang mereka alami sekarang ini.


Setelah kabur membawah semua harta kekayaan keluarga Salsa, mereka pindah ke luar negeri bersama dengan Ayah kandung Loly yaitu Steven. Kehidupan bahagia yang mereka bayangkan selama ini sirnah, setelah Steven membohongi mereka. Ternyata dia sudah punya istri dan anak, kini Loly dan Mama hanya bisa tinggal di sebuah rumah kecil setelah pulang dari luar negeri karena kasus penipuan itu.


"Ma ayo makan, Loly sudah siapkan makanan untuk Mama!" panggil Loly, sedangkan Mama nya masih duduk terdiam diatas ranjang kusam.


"Mama jangan diam terus, bukan cuma Mama yang sedih disini tapi Loly juga. Aku menyesal telah mempercayai laki-laki bajingan itu, bagaimana dia bisa menelantarkan kita" sambung Loly sambil memegang mangkuk bubur ditanganya.


"Mama lebih baik mati jika seperti ini! Mama menyesal coba kita tidak melakukan ini dan bisa hidup bahagia bersama dengan Papa dan juga Salsa" sahut Mama menghapus air matanya.


"Menurut Mama apa kita bisa termaafkan?" tanya Loly lalu duduk di sampaing Mamanya.


"Mama tidak yakin, Mama juga malu untuk bertemu mereka lagi" jawab Mama sambil memandang keluar jendela.


"Tapi Loly nggak mau hidup menderita disini, Loly juga nggak mau kerja di tempatnya Bu Inem. Ibu tau disana Loly disuruh mengangkat beras dan banyak lagi barang-barang berat lainya!" ucap Lily karena semenjak mereka tinggal di indo lagi, Loly bekerja sebagai pegawai salah satu toko sembako disana.


"Kamu itu harus bersyukur, untung dia masih mau menerima kamu. Mama juga akan bantu cari kerja" sahut Mama yang juga pusing memikirkan nasip mereka.


"Malang sekali nasip ku harus tinggal di gubuk buruk ini, tidak bisa melanjutkan kuliah ku. Belum lagi harus bekerja tiap hari" Loly meletakan bubur itu di atas meja dekat tempat tidur.


"Mu kemana kamu Loly?" tanya Mama saat Loly ingin pergi dari sana.


"Menjual diri agar cepat punya uang karena aku tidak mau menderita!" jawab Loly tanpa menoleh kearah Mamanya.


"Jangan gila kamu! sudah Mama bilang Mama akan membantu kamu cari uang" Mama mengejar Loly tapi Loly sudah mengemasi barangnya.


Mama langsung menuju kamar Loly, yang memang kamar kosan mereka ada dua. Loly langsung mengambil tasnya dan memasukan bajunya, dia tidak menghiraukan Mama yang terus melarangnya.


"Mau kemana kamu, jangan bilang kamu mau ikut Lastri itu?" tanya Mama berusaha mengambil baju yang dimasukan Loly kedalam tas.


"Kalau iya menangnya kenapa? aku bosan hidup seperti ini. Mama tenang saja, setelah aku punya uang banyak aku akan pulang. Mama cukup tenang disini!" jawab Loly kembali memasukan bajunya.

__ADS_1


" Tapi kamu baru mengenal Lastri, apa dia memang orang yang bisa di percaya?" tanya Mama, Lastri adalah tetangga mereka yang tak jauh dari rumah kontrakan ini. Loly memang sudah bebrapa kali bertemu dengan Lastri, sering kali Lastri berusaha mengajak Loly untuk bekerja denganya karena Loly cantik.


"Mama tidak setuju, lebih baik kita kembali dengan Papa. Mama yakin Salsa akan memaafkan kita" mohon Mama.


"Mama jangan gila, kita tidak akan pernah di terima. Apa lagi perlakukan Mama yang memang sangat keterlaluan, ingat Mama juga ingin membunuh Papa dulu. Jadi jangan membuat Mama tambah susah nantinya!!" sambung Loly.


"Kenapa kamu tiba-tiba ingin pergi? apa kamu sudah merencanakan semua ini?" tanya Mama sambil menggoyangkan tubuh Loly.


"Iya aku bahkan sudah bicara dengan Mbak Lastri kemarin, gajinya sangat menguntungkan. Mama bisa lihat sendiri bagaimana gaya Mbak Lastri" jawab Loly tidak mau di salahkan.


"Tapi Mama tidak mengizinkan kamu pergi, apa kamu tega meninggalkan Mama sendirian disini?" tanya Mama yang mulai menangis.


"Mama tenang saja aku akan kembali, aku juga akan sering menghubungi Mama" Sambung Loly meyakinkan Mamanya.


"Aku pergi dulu Ma!" ucap Lily sambil menyandang tasnya.


"Tunggu Loly...Loly dengarkan Mama!!" teriak Mama.


Loly benar-benar tidak perduli, dia sama sekali tidak menghiraukan Mamanya. Dengan membawah tas jinjing kecil dan tas punggunya Loly berlari menuju rumah Lastri, benar saja Lastri sudah menungu dengan dua orang laki-laki. Mereka langsung memasuki mobil, Mama hanya bisa berteriak memanggil Loly tapi Loly sama sekali tidak ingin melihat Mamanya.


Berbulan-bulan yang lalu, Mama hidup sendirian dan sampai sekrang tidak ada kabar dari Loly. Itu membuat dia sangat stres sampai-sampai dia sering ngomong sendiri dan berkeliaran di jalanan malam-malam, membuat warga sana takut.


"Orang gila...!!" teriak anak-anak saat dia lewat.


"Nenek tua gila! lihat bajunya robek-robek" sambung mereka lagi.


"Aku tidak gila, aku sedang mencari anak ku. Apa kalian melihatnya, orangnya putih dan cantik?" tanya Mama membuat anak-anak dekat barung itu tertawa.


"Hahaha dasar nenek gila, mana ada gadis cantik disini" ejek mereka membuat Mama marah.


"Kalian mengejek aku! aku akan membunuh kalian semua" sambung Mama lalu menyerang mereka.

__ADS_1


"Lari...Semuanya Lari!!" teriak mereka berlari menjauh dari sana.


Pemilik warung pun keluar dan melihat keadaan disana, benar-benar mengganggu. Bisa-bisa pelanggan warung nya kabur semua, ibu gila ini benar-benar meresahkan.


"Hey ibu, mau apa kamu disini? sana cari tempat lain" teriak salah satu wanita paru baya pemilik warung itu.


"Aku mencari anak ku, apa kamu melihatnya?" tanya Mama sambil berjalan menghampiri wanita itu.


"Tidak ada anak yang hilang atau tersesat disini, sebaiknya kamu pergi!" teriak wanita itu lagi.


"Aku tidak mau!" jawabnya lagi membuat wanita itu semakin emosi.


"Ada apa Buk? kok ribut-ribut?" tanya laki-laki paru baya yang baru keluar dari rumah.


"Ini loh Pak, ada orang gila duduk disini. Semua pelanggan warung pergi jadinya" jawab wanita itu sangat kesal sambil melihat kearah Mama.


"Meresahkan sekali, mungkin wanita ini yang sering di bilang oleh warga suka berkeliaran malam-malam itu" sambung laki-laki itu.


"Ayo kita bawah kerumah pak Rt saja Bu!" sambungnya.


"Baiklah ayo Pak, Udin tolong jaga warung!" teriaknya pada anak laki-lakinya yang sedang menonton tv disana.


"Iya Mak" jawabnya.


Akhinya dia dan suaminya dan membawah Mama kerumah pak Rt. Dengan kesepakatan semua warga akhinya Mama di bawah ke rumah sakit jiwa, saat di bawah Mama sempat memberontak dan membuat warga heboh sehingga menjadi tontonan para warga.


🥀 🥀 🥀 🥀 🥀 🥀 🥀 🥀 🥀


"Apabila sebuah penyesalah merupakan sebuah pengalaman, maka hikmah adalah sebuah hal besar yang terkandung di dalamnya"


EKSTRA PART TAMAT.....

__ADS_1


__ADS_2