Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 13. Pertengkaran Mama Dan Papa


__ADS_3

Pertengkaran tidak bisa terelakan, Papa menghancurkan semua perabotan dan pajangan rumah. Mama juga tak kalah kesal dan terus saja berterik pada Papa, setelah lelah dia pergi kekamar dan memasukan bajunya kedalam koper dan siap pergi dari rumah.


"Aku sudah muak dengan kamu, besok aku aku akan urus surat perceraian kita. Sudah cukup aku bertahan selama ini" ucap Mama dengan nada marah kepada Papa.


Kebetulan Salsa yang baru pulang pun terkejut dia tidak berani bersuara dan hanya diam ditempat, Salsa menyaksikan pertengkaran kedua orang tuanya.


"Iya urus saja perceraian kita aku juga sudah muak dengan kamu, tapi jangan harap Salsa akan ikut dengan kamu" jawab Papa sambil menunjuk Mama.


"Sayang..kamu..sudah pulang" ucap Mama terbata-bata bicara pada Salsa.


"Apa maksud kalian, Mama dan Papa akan bercerai. Kenapa?" tanya Salsa sambil menangis.


"Tanya Mama kamu, bisa-bisanya dia selingkuh" Papa terlihat kesal.


"Bukan hanya aku yang selingkuh, tapi kamu juga selingkuh. Kamu sembunyikan dimana dia?" Mama yang tak kalah kesalnya.


"Sudah lah jangan seolah-oleh kamu yang paling benar disini" sambung Papa lagi.


"Bisakah kalian berhenti !!" Bentak Salsa pada keduanya.


Semuanya terdiam, lalu terduduk diruang tamu. Papa terus mengusap kepalanya karena pusing memikirkan keadaan ini.


"Jadi keputusan kita bulat, kita akan urus surat percerain kita dan Salsa akan ikut aku ke Amerika" ucap Mama, memecahkan keheniangan.


"Aku setuju kalau kamu pindah ke Amerika tapi tidak dengan Salsa" jawab Papa.


"Baiklah kalau begitu, biarkan Salsa saja yang akan memilih" Mama memberikan ide.


"Iya aku setuju, Sa kamu mau ikut Papa atau Mama" tanya Papa.


Lama Salsa berpikir, akhirnya dia memutuskan untuk tidak ikut keduanya. Dia akan hidup sendiri dan mencari tempat tinggal sendiri.


"Salsa tidak akan ikut siapa-siapa, Papa boleh pergi dengan wanita itu dan Mama juga bisa tinggal di Amerika bersama pacar Mama. Salsa akan mencari tempat tinggal sendiri" ucap Salsa lalu pergi kekamarnya.


Salsa sangat sedih dengan keadaan ini, keluarganya benar-benar tidak sama dengan orang lain. Dia terus menangis dikamarnya.


Sedangkan dibawah Papa dan Mamanya masih terus saja bertengkar, sepertinya Mama pergi dari rumah dan membawa koper bersamanya karena Salsa mengintip dari balik jendela kamarnya.


"Kenapa tidak ada yang sayang sama aku, Mama dan Papa lebih mementingkan perasaan mereka dibandingkan dengan aku" ucap Salsa sambil terus menangis.


Tidak lama Papa mengetuk pintu kamarnya, terpaksa Salsa membuka pintunya.

__ADS_1


"Sayang ini Papa, buka pintunya" ucanya dari balik pintu kamar.


"Ada apa Papa kesini, Apa Papa juga akan membawa wanita itu kesini?" tanya Salsa sambil memangis.


"Papa tidak mempunyai wanita lain, Mama kamu sendiri yang berselingkuh. Kamu bisa melihat sendiri sayang" jawab Papa.


"Maaf kan Papa sayang, keluarga kita jadi seperti ini. Papa juga nggak mau ini terjadi" ucap Papa lagi sambil memeluk Salsa


"Mama sudah pergi sekarang, tidak ada yang menyanyangi Salsa" jawabnya sambil tersedu.


"Papa menyayangi kamu, biarkan Mama pergi. Kamu akan tetap tinggal bersama Papa disini. Kalau kamu pergi Papa juga akan hidup sendirian" ucap Papa lagi menasehati Salsa agar tidak pergi dari rumah.


"Iya Pa, Salsa tidak akan pergi. Papa tidak usah khawatir " jawab Salsa.


Papa memeluk dan menenangkan Salsa, Salsa sedikit tenang setidaknya ada Papa disini. Dia akan mencari tahu kebenaranya nanti, dia yakin ada yang disembunyikan oleh Papanya.


☆☆☆


Sedangkan Mama pergi keaprtemen Pacarnya, mereka sudah mengurus gugatan perceraian dikantor agama. Mama yang megnurusnya semuanya hari ini dan yang selanjutnya dia akan menyuruh pengacara untuk menuntaskannya.


"Sayang jangan menangis begini, bukan kah kamu harus senang akan bebas dari laki-laki itu" ucap Jhon kepada Karla, Mamanya Salsa.


"Tapi Jhon aku tidak sedih bercerai dengan suamiku tapi yang aku pikirkan sekarang adalah Salsa, bagaimana jika Sindi membawa wanita itu kerumah" cemasnya.


"Aku berharap yang kamu ucapkan itu benar, Salsa juga sepertinya tidak mau meninggakan indo. Apa lagi ikut kita bersama ke Amerika" ucap Karla lagi.


"Jika Salsa mau kamu boleh mengajaknya sayang" jawab Jhon.


"Aku sudah mengajaknya, tapi dia memilih tinggal bersama dengan Papanya" ucap Mama semakin sedih.


"Tidak apa-apa sayang, mungkin dia butuh waktu untuk menerima semua ini" Jhon mengelus pundak Karla.


"Kita akan menikah dan hidup bahagia disana, aku berjanji akan menyangi kamu" Sambung Jhon lagi sambil memegang kedua tangan Karla.


Pertemuan pertama Jhon dan Karla adalah saat mereka sama-sama kuliah di universitas yang sama, mereka menjadi teman dekat. Sebenarnya Jhon tinggal disini dengan Oma dan Opanya sedangakan kedua orang tuanya tinggal di Amerika. Setelah kedua Oma dan Opanya meninggal Jhon kembali Ke Amerika dan menikah dengan wanita disana tapi sayang mereka bercerai karena Jhon tidak bisa melupakan Karla dan akhirnya mereka bercerai.


Saat menerima kabar jika Karla juga menikah dengan laki-laki pilihan Ayahnya, Jhon sangat sedih. Sudah beberapa kali Jhon mencari cara untuk mendekati Karla tapi Karla selalu menolak, sampai akhirnya 2 tahun belakangan ini Jhon sering kesini karena mengurus sebuah bisnis. Dia mengetahui jika pernikahan Karla tidak baik-baik saja dan mencoba masuk dalam kehidupanya.


"sebaiknya kamu hubungi Salsa, dia pasti terkejut karena kejadian ini. Salsa lah yang paling sedih dari kejadian ini" suruh Jhon.


"Kamu benar aku akan menghubungi Salsa dulu" Karla mengambil ponselnya.

__ADS_1


Lama dia menunggu dan akhirnya Salsa mengangkat panggilanya, Salsa sepertinya sangat kecewa pada Mamanya. Walaupun dia juag berayukur Mamanya tidak akan jadi korban kekerasan Papanya lagi.


"Hallo sayang..." ucap Karla.


"Sayang apa kamu mendengar Mama?" tanyanya karena Salsa hanya diam.


"Iya ada apa Mama menghubungi Salsa?" Salsa balik bertanya.


"Mama minta maaf atas kejadian ini, Mama juga tidak berani berpamitan sama kamu karena pasti Mama tidak akan sanggup" jelasnya.


"Terus apa hanya ini yang Mama mau katakan? kalau iya aku tutup telponya" ucap Salsa.


"Tunggu sayang dengar kan Mama, Mama sudah mengurus surat perceraian dikantor agama. Besok Mama akan ikut Om Jhon ke Amerika, Mama akan tinggal disana. Maaf benar-benar minta maaf karena kamu harus jadi korba atas kejadian ini" jelas Mama.


"Emm" cuma itu jawaban Salsa karena dia tidak tau harus menjawab apa lagi.


"Jika kamu ada masalah dengan Papa langsung telpon Mama, Mama tidak akan mengubah nomor ponsel Mama. Kamu mengerti sayang" ucap Mama.


"Iya" jawab Salsa singkat.


"Mama akan menikah dengan Om Jhon setelah surat cerai keluar, Mama harap kamu bisa datang untuk mengantar Mama dibandara besok jam 10 pagi" ucap Mama lagi.


"Apa pun yang terjadi, ketahui lah Mama sangat menyangi kamu sayang"


"Apa kamu masih mendengar Mama sayang?" tanya nya.


Setelah itu Jhon bertanya, apa yang terjadi karena Karla semakin menagis.


"Ada apa sayang?" tanya Jhon pada kekasihnya.


"Sepertinya Salsa mematikan ponselnya, aku mencoba menghubunginya tapi tidak aktif" jelas Karla.


"Tidak apa-apa pelan-pelan saja, Salsa pasti akan mengerti" jawab Jhon sambil memeluk Karla lagi.


Salsa langsung mematikan ponselnya, Mama juga tidak bisa menghubunginya lagi. Salsa menagis sendiri dikamarnya, hidupnya sangat kacaw. Bukanya mereka bilang Papa yang selingkuh tapi kenyataanya Mama juga selingkuh, keadaan keluarga mereka memang rumit.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2