
Jam istirahat seperti biasanya mereka makan dikantin, mereka makan berlima dengan Refan tentunya. Saat Kenzo dan Aldo memasuki kantin Salsa langsung buru-buru pergi dari sana, dia tidak jadi makan.
Tentu saja mereka heran karena melihat Salsa yang bertingkah aneh, Refan tidak bisa pergi mengejarnya karena Tiara menahanya.
"Ayang aku datang, sayang sini !!" teriak Veny pada Aldo.
Salsa pun melihat kearah mereka dan ternyata ada Kenzo juga disana, dengan sigap Salsa langsung pergi dari sana.
"Maaf ya gaiss aku sakit perut, duluan ya" ucapnya berlari dari sana.
Salsa pura-pura tidak melihat pada Kenzo dan terus saja berlari, mereka yang melihat Salsa seperti itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Kenapa tu Salsa aneh banget?" tanya Tiara yang melihat Salsa pergi dari kantin.
"Aku juga berpikir seperti itu, tadi pingsan sekarang sakit perut" Jawab Veny bingung.
"Aku susul Salsa dulu, takutnya dia kenapa-napa" sambung Refan.
"Udah lah Fan, paling tu anak balik kekelas. Udah makan aja dulu, kamu kan belum makan siang" jawab Tiara lagi.
"Iya Fan makan aja dulu" ucap Sintia membenarkan kata Tiara.
Akhirnya Refan kembali duduk, sedangkan Kenzo juga tidak jadi makan karena ada yang tertinggal dikelasnya katanya pada Aldo.
"Sorry ya Do, kamu duluan aja makan nya. Kayaknya dompet aku ketinggalan dikelas, aku mau ambil dulu" ucapnya.
"Oke balik lagi sini loh, awas kalau nggak" jawabnya.
"Iya aku pergi bentar, nanti balik lagi" ucapnya lalu meninggalkan Aldo.
Aldo pun berjalan kearah Veny dan duduk disebelahnya. Veny bertanya kenapa Aldo nggak jadi makan, malah pergi.
"Mana Kak Kenzo kenapa dia nggak jadi masuk?" tanya Veny.
"Dompetnya ketinggalan, katanya dia mau ambil dulu" jawab Aldo.
"Kamu cantik banget hari ini" sambung Aldo memberi gombalan pada Veny.
"Hemmm" Tiara sangat jijik mendengar bualan mereka berdua.
"Biasa yang jomloh sirik, makanya cari pacar Ra" sambung Refa.
"Kamu aja nggak punya mala nyuruh orang" kesal Tiara pada Refan.
"Aku lagi usaha Ra, teman kamu aja yang nggak pernah peka sama aku" jawab Refan dengan nada lesu.
Aldo pun memperhatikan Refan dan dia menebak jika Refan menyukai Salsa karena Salsa lah yang tidak ada disini.
__ADS_1
"Oh iya kayaknya personil kalian kurang satu, kemana Salsa tadi?" tanya Aldo.
"Entah tu anak katanya sakit perut, tapi tingkahnya aneh banget" jawab Veny sambil mengangkat kedua bahunya.
"Kok sama dengan Kenzo, dia tidak fokus pelajaran tadi dan terus tersenyum. Mungkin stres karena belajar terus, sesekali harus mageran iya nggak untuk mengistirahatkan diri juga" ucap Aldo bangga.
Tidak lama kemudian makanan mereka sudah sampai dan lebih satu karena Salsa sudah pergi duluan. Akhirnya Aldo lah yang memakanya, mereka makan sambil mengobrol.
"Ternyata ada juga anak IPA model kayak kak Aldo" sambung Sintia jujur.
"Wah benar tu kata Sintia, tapi model kayak aku gini masih pintar kok" jawabnya bangga.
"Terserah Kakak lah, oh iya mana teman kakak satu lagi?" tanya Tiara.
"Oh Vino, dia lagi sakit jadi nggak masuk hari ini" jawab Aldo.
"Bisa sakit juga kak Vino" ucap Veny sambil tersenyum.
Sedangkan Refan diam saja, karena jujur dia tidak menyukai Aldo dan teman-temanya terutama Kenzo. Refan tau jika Salsa menyukai Kenzo dan menurutnya Kenzo adalah saingan terberatnya.
"Kenapa loh diam aja dari tadi Fan?" tanya Veny.
"Nggak papa kok Ven" jawabnya sambil tersenyum.
"Pasti lagi mikirin Salsa kan, dasar yang satu ini juga bucin. Sana abisin makanan kamu lalu pergi kerjar Salsa, aku juga penasaran apa dia sakit beneran" suruh Tiara.
"Sudah aku tidak apa-apa, aku udah selesai makan ini tolong bayarkan punya ku ya" Refan mengelurkan uang 50 ribu satu lembar.
Refan pun pergi dari sana, Aldo akhirnya membernaikan diri untuk bertanya tentang Refan dan Salsa.
"Teman kalian Refan yang tadi suka sama Salsa ya?" tanya Aldo penasaran.
"Iya sayang, dia udah lama naksir Salsa tapi Salsa sepertinya tidak menyukainya" jawab Veny.
"Iya kasian juga Refan, tapi kita juga nggak bisa berbuat apa-apa" sambung Sintia.
"Iya lah Salsa nggak mau sama dia, liat saja dia b*nc*ng kali. Temanya wanita semua" canda Aldo.
"Jangan salah kamu sayang, walaupun kayak gitu dia keren loh. Udah paling pintar di kelas dan ganteng lagi" bela Veny.
"Apa maksud kamu bicara seperti itu?" tanya Aldo kesal.
"Aku kan cuma bicara jujur sayang" jawab Veny.
"Aduh jangan berantem" Tiara mulai kesal.
Setelah itu mereka menlajutkan makan nya dan Veny kesal karena Aldo mengejek teman mereka, padahal Refan tidak seperti itu.
__ADS_1
***
Sedangkan Kenzo mencari Salsa tapi Salsa tidak ada di toilet cewek, dia sudah bertanya kepada setiap wanita yang keluar dari sana. Sudah berapa kali aku menunggu dia didepan toilet seperti ini, ucap Kenzo salam hatinya.
Walaupun malu tapi dia masih tetap berdiri disana dan sesekali bertanya pada cewek yang baru saja keluar, mereka tentu saja senang karena Kenzo sangat tampan.
"Kenapa dia menghindari aku" kesal Kenzo yang masih berdiri di dekat toilet cewek.
"Apa dia marah gara-gara di Uks tadi?" ucapnya lagi sambil terus berpikir.
Tidak lama setelah itu datang lah Monika dan teman-temanya, mereka langsung menghampiri Kenzo yang masih berdiri disana.
"Ken ngapain kamu disini?" tanya Monik yang menemani temanya pergi ke toilet.
"Nggak ada kau habis dari toilet, aku duluan ya" jawabnya lalu pergi dari sana.
"Hey Ken, aku belum selesai bicara" teriak Monika tapi Kenzo tidak menghiraukanya.
Kenzo pun pergi kekelas Salsa dan dia melihat dari kaca, Salsa duduk dikursinya sendirian sambil melekatkan kepalanya diatas meja. Kenzo tidak berani menghampiri Salsa karena dia tidak mau Salsa dapat masalah karena dia dan akhirnya dia pergi kekelas.
Sedangkan Salsa yang masih asik dengan lamunanya dikagetkan dengan Nadia yang menghampirinya, Salsa tidak mengenal Nadia dan dia bersikap biasa saja.
"Bangun" ucapnya mengerbak meja.
"Maaf ada apa ya?" tanya Salsa karena dia berpikir, dia tidak mempunyai masalah dengan wanita ini.
"Dasar kegatelan, kamu sengaja kan dekatin Refan dan memanfaatkan kebaiknya. Aku peringatin jangan dekatin Refan lagi karena dia bentar lagi jadi tunangan aku" jawabnya sambil marah-marah.
"Jaga mulut kamu ya, aku dan Refan hanya berteman. Kamu tenang saja aku tidak akan mengambil Refan dari kamu, lagian Refan juga tidak pernah cerita jika dia punya tunangan" ucap Salsa membela dirinya.
Semua yang ada dikelas itu pun memperhatikan mereka berdua yang sedang ribut.
"Maka dari itulah aku peringatkan agar kamu tidak kegatelan lagi, jika ada Lisa pasti udah habis loh" tunjuknya pada Salsa dan tak hanya itu dia juga mendorong baju Salsa.
"Apa sih loh, memberi peringatan ya peringatan nggak usah dorong-dorong" kesal Salsa yang berdiri dan mendorong baju Nadia juga.
"Dasar j*l*ng, beraninya loh dorong gue" jawab Nadia sambil emosi dan menjambak rambut Salsa.
Salsa juga tidak mau kala dan membalas perbuatan Nadia, mereka saling jambak dan tonjok-menonjok. Hingga akhirnya Refan datang dan memisahkan mereka berdua, setelah bertengkar Nadia kembali kekelasnya dan Salsa memutuskan untuk pulang duluan.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC