
Obrola mereka masih berlanjut sambil makan malam, dari semua cerita Tiara dan Refan tadi. Mereka semua sangat bahagia, walaupun mereka pacaran diam-diam. Sebenarnya tidak ada yang marah juga kalau mereka bersama, ini yang membuat Salsa tidak habis pikir pada kedua sahabatnya.
"Kami turut bahagia atas pernikahan kalian, selamat ya" ucap Salsa memberikan selamat pada mereka berdua.
"Iya terima kasih Sa" jawab Tiara sambil menganggukan kepalanya.
"Kalian sat set aja ya, baru juga kami tau kalian pacaran. Udah mau menikah aja" ucap Sintia sambil mentap Tiara.
"Ya begitu lah jodoh Sin, kamu kenapa belum menikah dengan Rendi kan?" tanya nya sambil mentap Dimas.
"Bukan, ini nama nya Dimas" jawab Sintia dan dia mereka tidak enak pada Dimas.
"Maaf aku pikir ini Rendi yang sering kamu ceritakan, maaf Dimas" sambung Tiara yang merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa, santai saja" jawab Dimas sambil tersenyum.
"Tapi kalian berdua cocok kok, semoga cepat menyusul juga" ucap Tiara sambil tersenyum kepada mereka berdua.
"Kami tidak pacaran" jawab Sintia, Veny dan Salsa sama-sama mengelengkan kepalanya sambil memberikan kode pada Tiara agar berhenti bicara.
"Ah maaf..." Tiara menutup mulutnya.
"Hehehe, sepertinya kita lanjutkan makan nya. Apa kalian mau nambah, steak nya sangat enak" sambung Veny mengalihkan pembicaraan.
"Benar aku mau tambah satu lagi sayang" rengek Salsa sambil mencubit tangan Kenzo.
"Punya kamu masih banyak, makan dulu yang ini" tunjuk Kenzo.
"Tapi aku mau rasa yang ini" tunjuk Salsa pada buku menu nya.
"Baiklah, siapa yang mau tambah lagi? Biar aku pesankan" tanya Kenzo pada semuanya.
"Sepertinya tambah paket steak nya yang paket A Ken" sambung Aldo dan Kenzo pun menganggukan kepalanya.
Setelah itu Kenzo pergi untuk memesan makan mereka lagi, mereka menyudahi obrolan tentang pernikahan dan pacar Sintia. Jujur saja kasian dengan Sintia, padahal mereka sudah pacaran dari pertama kuliah dan sayang sekali Rendi memilih wanita lain.
"Setelah makan apa kalian mau karokean?" tanya Veny yang menang sering makan disini dan dia tau.
"Memang disini ada tempat karoke? lagian kasihan juga dengan Gama" sambung Salsa.
"Tentu saja ada diruangan sebelah, kita pesan kalau kalian mau. Gama mah gampang ada Mas Aldo yang menjaga nya, iya kan Mas?" tanya Veny sambil melirik suaminya.
"Iya tentu saja sayang" jawab Aldo sambil tersenyum paksa.
__ADS_1
"Umur Gama udah berapa Ven?" tanya Refan sambil melihat Gama yang ada dipangkuan Veny.
"Bulan depan dia genap tiga tahun Fan" jawab Veny sambil menyuapi putranya.
"Wah nggak kerasa udah besar banget, kalau kamu sa. Kapan lahiran?" tanya nya pada Salsa.
"Dua bulan lagi Fan, tapi udah besar banget kan. Kayak sembilan bulan" jawab Salsa sambil mengelus perutnya.
"Gimana nggak besar, kamu makan terus" sindir Veny dan Salsa hanya biasa saja.
"Nama nya juga ibu hamil" jawab Salsa santai.
"Nggak kerasa udah mau lahiran aja, udah tau belum jenis kelaminya?" sambung Tiara.
"Udah kemarin Usg, dokter bilang laki-laki. Semoga saja benar" jawab Salsa sambil tersenyum.
"Nggak penting cowok atau cewek, yang penting dia sehat" sambung Refan.
"Iya betul sekali" sambung Tiara menyetujui apa yang dikatakan Refan.
"Iya kalian benar yang penting dia sehat" jawab Salsa sambil mengelus perutnya.
"Oh iya kalian berdua berencana menetap disini atau pulang ke Jerman lagi setelah menikah?" sambung Salsa bertanya pada Refan dan Tiara.
"Bagus lah kalua begitu, kita akan sering-sering kumpul disini. Iya kan gais?" tanya Salsa pada semuanya.
"Iya tentu saja kita semua akan senang kalau kamu menetepa disini, sering-sering lah berkumpul dengan kami. Kamu sangat tertutups" kesal Veny.
"Iya kita akan menghabiskan waktu bersama mengenang masa sekolah, itu terlihat sangat menyenangkan" Tiara memganggukan kepala nya.
"Maaf aku lama tadi dari toilet dulu" sambung Kenzo lalu duduk kembali didekat Salsa.
"Aku kira kamu kemana lama benget, bahkan pelayan nya aja udah ngantar makanan nya dari tadi" kesal Salsa.
"Sudah lah jangan ribut disini, bagaimana kalau kita karoke?" sambung Veny.
Beberapa menit kemudian mereka pergi keruangan karaoke bersama, terlihat empat orang cewek itu sedang berjoget dan menyanyi bersama. Kebahagian wanita memang beda, apa lagi kalau ketemu dengan sahabatnya. Serasa dunia milik bersama, sedangkan para laki-laki duduk di sopa sambil memandangi mereka.
Dari tadi Dimas hanya diam saja, akhrinya Kenzo mengajaknya berbicara agar dia tidak canggung. Kalua dengan Refan dan Aldo sudah terbiasa karena mereka teman satu sekolah, saat dia ajak mengobrol ternyata orang nya asik juga.
"Hay Bro, jangan diam aja" ucap Kenzo lalu duduk disebelah Dimas sambil memberikan salah satu minuman kaleng di tanganya.
"Terima kasih" jawab Dimas sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kenapa kamu diam saja, ngomong dong. Di bawah santai saja" Kenzo menepuk pundak Dimas.
"Soalnya aku bingung mau bahas apa" jawabnya sambil mengatur kepalanya.
"Kamu udah lama kenal dengan Sintian?" sambung Kenzo.
"Lumayan dari pertama kami kerja dan kebetulan kami sering bertemu" jawab Dimas, dia bicara seadaanya.
"Aku perhatikan kamu suka ya sama dia, ada tatapan beda dari mata kamu" ucap Kenzo membuat Aldo tersenyum kecil.
"Lihat Fan, orang yang udah berpengalaman lama bisa banget menasehati orang" sindir Aldo sambil menyenggol Refan yang duduk disamping nya.
"Apa sih Do, sinis saja. Aku hanya mau menasehati Dimas saja, jangan sampai dia menyesal nantinya" sambung Kenzo yang tidak mau kala.
"Aku beri saran, sebaiknya kamu tembak dia sebelum dia pacaran sama orang lain. Kesempatan nggak akan datang dua kali, percaya sama gue" ucap Kenzo menantap Dimas dengan serius.
"Tapi aku takut ditolak" jawab Dimas malu-malu.
"Aku dulu juga begitu, bahkan aku sampai puluhan kali menyatakan cinta ku pada Tiara. Baru lah dia mau menerima aku" sambung Refan sambil menatap Dimas.
"Nah dengar tu, yang penting modal nekad dulu bro. Kalau di tolak urusan belakang, pepet terus sampai dapat. Iya kan Do?" ucap Kenzo bertanya pada Aldo.
"Iya apa yang dikatakan Kenzo benar, coba saja dulu" jawab Aldo santai.
"Baiklah aku akan mencoba nya" ucap Dimas dengan yakin.
"Ini baru laki Bro, jangan lupa kabari kalau udah jadian" Kenzo mengedipkan mata nya.
"Jangan terlalu tegang, dia hanya bercanda" sahut Aldo yang melihat Dimas sedikit tegang.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Veny sambil menggunakan pengeras suara.
"Kami hanya mengobrol masalah laki-laki saja, lanjutkan lah nyayi kalian" teriak Aldo dan Veny pun mengancungkan jempolnya.
.
.
.
.
Terima kasih sudah mampir teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😊🙏
__ADS_1