Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 88. Mama Sangat Keterlaluan


__ADS_3

Setelah mandi Salsa buru-buru turun kebawah dan dia mau menyiapkan makan malam untuk mereka nanti, disana juga sudah ada Bu Mina yang bekerja dirumah Kenzo. Tidak hanya itu, Salsa cukup terkejut karena pembantu rumah tangga disini ada 5 orang dan tugas nya berbeda-beda.


“Ada yang bisa saya bantu, kenapa Non ada disini?” Tanya Bu Mina yang melihat Salsa berada didapur.


“Saya mau masak untuk makan Bu, dimana bahan makananya apa didalam kulkas?” tanya Salsa yang mulai membuka kulkas.


“Tapi sudah ada koki yang akan memasaknya, Nona tidak perlu repot-repot” jawab Bu Mina yang menyuruh Salsa berhenti untuk memasak.


“Tidak apa-apa Bu, jika mereka bertanya bilang aja koki yang masak” ucap Salsa yang mulai yang memasak.


Terpaksa Bu Mina membantu Salsa memasak, dia terlihat sangat senang. Kenzo dari tadi tidur jadi dia tidak tau kalau Salsa sudah pergi dari kamar dan turun kebawah.


Malam harinya mereka semua sudah duduk dimeja makan dan Bu Mina sertan Tuti menghidangkan makanan nya. Terkadang Mama Ayu juga sering masak sendiri tapi akhir-akhir ini dia sedang tidak mood, belum lagi masalah Kenzo yang membuatnya pusing.


“Menu makananya lumayan banyak, koki kita baru ya?” Tanya Putri pada semuanya.


“Nggak kok, Mama masih memperkerjakan koki lama. Ayo kita mulai saja makan nya, sebelum Mama nggak mood” jawab Mama sambil melihat kearah Salsa.


“Iya benar juga, kamu mau makan apa sayang?” tanya Angga yang ingin mengambilkan makanan untuk Putri.


Mereka sangat menikmati makanan nya dan yang ternyata rasanya sangaat enak, ini juga berbeda dengan masakan yang biasanya sering koki masak. Rasanya seperti masakan rumahan yang kaya akan rempah, Mama sampai memanggil Bu Mina untuk menanyakan apa benar koki mereka yang memasak.


“Bu Mina..!”panggil Mama karena Bu Mina ada di belakang setelah menyiapkan makanan tadi.


“Iya ada apa Nyonya?”tanya nya yang datang buru-buru, dia takut jika makanan yang dimasak Salsa tidak enak dan dia akan mendapat masalah.


“Siapa yang memasak makanan ini?” tanya nya dengan Bu Mina.


Semuanya pun melihat kearah Bu Mina, Salsa yang juga takut hanya diam saja. Dia merasa bersalah bagimana jika Bu Mina yang mendapat masalah karena dia.


“Ini bukan koki yang masak kan? Karena rasanya berbeda” ucapnya lagi dengan Bu Mina.


“Maaf Nyonya yang memasak semuanya adalah Non Salsa, tadi saya sudah berusaha menghentikanya tapi dia masih tetap memaksa” jawab Bu Mina yang jujur.

__ADS_1


“Kalau begitu buang semuan nya, jangan sampai di masuk kedapur lagi” marah Mama dan Bu Mina pun langsung menyingkirkan semua nya.


“Saya peringatkan jangan pernah sentuh dapur saya” tunjuknya pada Salsa dan Salsa hanya diam saja tapi dia sampai ingin menangis.


“Stop Mama sangat keterlaluan, apa salah nya Salsa memasak. Masakanya juga enak, jika kalian memang tidak menerima kehadiran kami disini. Kami akan pergi” jawab Kenzo sambil menarik tangan Salsa dan pergi dari sana.


“Angga kecewa sama Mama, Mama dulu tidak seperti ini. Jika Mama terus begini siapa lagi yang akan membimbing Kenzo dan Salsa, mungkin ini adalah cobaan dari keluarga kita dan kita nggak bisa terus menghindar” jelas Angga agar Mama nya mengerti.


“Aku jamin juga Mama akan kehilangan Kenzo setelah ini, kalian pasti berpikir dia akan kembali karena tidak punya uang kalian salah. Bahkan di bekerja sebagai pelayan kafe untuk mendapatkan uang, apa kalian mau dia selamanya begitu?” tanya Angga pada kedua orang tuanya.


“Ayo sayang kita makan diluar” ajak Angga dengan Putri, mereka pun pergi dari sana.


Papa dan Mama tingal berdua disana, mereka sama-sama terdiam. Papa yang memulai pembicaraan lebih dulu, apa yang dikatakan oleh Angga ada benarnya juga. Kenzo itu bukan tipe orang yang suka mengemis atau meminta belas kasihan dari orang lain.


“Bagaimana menurut kamu Ma? apa yang diakatakan Angga ada benarnya” ucap Papa membuka pembicaraan.


“Mama juga nggak tau Pa” jawab Mama dengan nada lesu.


“Baiklah nanti kita akan keapartemen Kenzo nantinya, kita bujuk mereka untuk kembali kerumah ini” jawab Mama karena tidak ada pilihan lain dan Mama juga tidak mau Kenzo akan jadi pelayan kafe selamanya.


***


Sedangkan ditempat lain Kenzo dan Salsa sedang duduk di kafe, Kenzo sengaja mengajak Salsa untuk makan malam tapi dia sangat tidak berselera makan. Kenzo tau jika Salsa sedih karena ucapan Mama nya tadi dan menurutnya juga sangat keterlaluan, Kenzo terus membujuk Salsa agar mau makan.


“Ayo lah sayang makan sedikit saja, nanti kamu sakit loh. Kamu nggak usah dengerin ucapan Mama tadi. Anggap saja angin lewat” ucap Kenzo sambil menyuapkan nasi ke mulut Salsa.


“Tapi aku juga merasa sangat bersalah karena aku Bu Mina dapat masalah, apa orang yang dekat dengan ku selalu dapat masalah” jawabnya sambil menghebuskan nafas dalam nya.


'‘Sudah lah tidak usah dipikirkan, Bu Mina paling kena marah dikit. Ayo satu sendok lagi” ucap Kenzo dan Salsa pun membuka mulutnya.


Setelah makan malam mereka memutuskan untuk pulang kerumah dan akhirnya mereka ngga jadi menginap karena tragedi tadi. Mereka pulang cepat karena Salsa terlihat tidak bersemangat dan dia terus saja kepikiran kejadian dirumah Kenzo.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di apartemen, Salsa langsung bersih-bersih dan mengganti pakaianya. Setelah itu mereka berdua memutuskan untuk belajar bersama, Salsa yang malas belajar pun langsung semangat saat Kenzo bilang mau mengajarinya.

__ADS_1


“Besok pelajaran apa sayang?” tanya Kenzo pada Salsa yang duduk di sampingnya.


“Mate-matika dan sejarah, malas banget buat belajar untung nggak ada PR” jawabnya sambil tersenyum.


“Buka buku nya ayo kita belajar, nanti aku akan jari kamu. Belajar itu penting agar kamu semakin pintar, rengking berapa kamu kemarin ?” tanya Kenzo lagi.


“Emm pokoknya pertengahan” jawabnya tidak mau memberitahu Kenzo.


“Nah kan jangan bilang kamu rengking terakhir?” Kenzo menyentil kepala Salsa.


“Nggak kok yang beneran, tanya aja sama Veny jika tidak percaya” jawab Salsa sambail mengangkat tanganya.


“Iya aku percaya ayo buka buku mate-matika, udah sampai halaman berapa?” tanya Kenzo lagi.


“Baru sampai halaman 67” jawab Salsa yang membuka buku nya.


“ Baca dulu materinya nanti aku kasih contoh soal, pokoknya target kamu semester ini adalah masuk sepuluh besar” ucap Kenzo yang melihat buku Salsa.


“Apa kamu yakin aku bisa?” tanya Salsa sendiri yang tidak yakin.


“Tentu saja aku yakin, jangan buat aku malu. Saat ini aku jadi guru les kamu dirumah dan kita akan belajar setiap malam” jawab Kenzo dan Salsa hanya menganggukan kepalanya.


Mereka pun belajar bersama dan Kenzo juga membuka buku pelajaranya, sebagai anak yang pintar dia memang suka belajar. Setelah jam 10 malam mereka pun memutuskan untuk tidur, Salsa sangat malas sekali saat disekolah karena teman-teman nya selalu bertanya apa hubungan dia dengan Kenzo.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2