
Satu hari Salsa menginap dirumah Veny dan akhirnya dia memutuskan untuk pulang kerumah, ternyata Papanya sudah ada dirumah dan tak hanya itu ada beberapa tukang bangunan dirumahnya.
"Bagus akhrinya kamu pulang, dari mana saja kamu?" Tanya Papa dengan nada kesal.
"Aku menginap dirumah teman ku, Papa tidak perlu khawatir. Ada apa ini kenapa ada tukang bangunan dirumah?" Salsa balik bertanya kepada Papanya.
"Ada tukang yang sedang merenovasi kamar sebelah untuk kakak kamu" jawab Papa.
Apa katanya kakak kapan aku jadi adiknya, sunggu menyebalkan ucap Salsa dalam hatinya.
"Kamu sudah pulang Salsa, Mama sudah menyiapkan makan siang untuk kita. Sana ganti baju" sambung Mama Maria.
Sok perhatian sekali dia, Mama siapa yang akan memanggilnya Mama. Sabar Salsa kamu tidak boleh emosi dan bergerak gegabah, kita lihat saja nanti apa dia akan bersikap seperti ibu tiri lainya ucap Salsa lagi dalam hatinya.
"Kamu harus berbagi kamar dengan kakak mu sampai kamarnya selesai direnovasi" ucap Papa lagi.
Salsa tidak menjawab dan langsung pergi kekamarnya, dia melihat barang di lemarinya sudah terisi oleh barang Loly.
Salsa melihat kearah Loly yang baru saja keluar dari kamar mandi, dia menyapa Salsa dengan ramah. Seolah-oleh Salsa memang adiknya, Salsa tidak menanggapi itu dan hanya diam lalu pergi keruang ganti.
"Hay adik, kamu sudah pulang?" Sapanya dengan ramah.
Salsa meninggalkanya dan tidak menjawab pertanya dari Loly, dia benar-benar belum bisa menerima Mama Maria dan Loly dalam kehidupanya.
"Kenapa dia sombong sekali, padahal aku hanya ingin menyapa saja" sambung Loly sambil mengangkat kedua bahunya.
Loly dan Mamanya serta Papa juga sudah duduk dimeja makan mereka menunggu Salsa untuk makan siang bersama, tidak lama kemudian Salsa datang dan duduk dikursinya.
"Ayo duduk kami sudah menunggu kamu dari tadi, Mama sudah memasak banyak masakan hari ini" ucap Papa saat Salsa datang.
Salsa pun duduk ditempatnya yaitu disebelah Papanya sedangkan didepanya Loly dan Mamanya.
"Kamu mau lauk apa, biar Mama yang ambilkan" tawar Maria.
"Tidak usah Tante aku bisa mengambilnya sendiri" jawab Salsa dingin.
"Kenapa kamu panggil Mama Maria dengan sebutan Tante, belajar lah untuk memanggilnya Mama" Bentak Papa merasa tidak terima karena Salsa sama sekali tidak sopan dari tadi.
__ADS_1
"Sudah lah Pa, Salsa butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Panggal Mama jika kamu sudah menerima Mama menjadi Mama kamu" ucapnya sambil tersenyum.
"Beruntung lah kamu, Mama Maria sangat perhatian sama kamu. Bukan kah kamu yang selalu bertanya kapan kota akan menjadi keluarga yang bahagia sama seperti orang lain" Papa memberikan nasehat pada Salsa.
"Iya Salsa mengerti Pa" jawabnya kemudian.
"Besok Kakak kamu mau pindah sekolah, Papa yang akan mengantarnya pergi menghadap kepala sekolah. Papa harap kamu dapat membantu kakak kamu untuk beradapatasi disekolah nanti" Ucap Papa.
Salsa menganggukan kepalanya dan mereka pun melanjutkan makan siangnya.
***
Malam harinya Salsa dan Loly sudah masuk kekamar mereka dan siapa untuk tidur, karena besok mereka haru pergi kesekolah.
Mereka pun berbaring bersama, Loly membuka pembicaraan dengan Salsa. Dia benar-benar merasa jika Salsa itu adiknya karena dia juga menginginkan seorang adik.
"Salsa apa kamu sudah tidur?" Tanya Loly sambil melihat Salsa yang sudah memejamkan matanya.
"Hemmm" jawabnya singkat.
"Kenapa kamu sombong sekali, aku benar-benar ingin jadi kakak kamu. Walaupun keluarga kita memang agak berantakan tapi ayo kita mulai akur dan jadi keluarga seutuhnya" sambung Loly.
"Tidak perlu dipikirkan cukup jawab iya saja" ucap Loly sambil tersenyum.
"Apa kamu sudah membeli seragam untuk besok?" tanya Salsa.
"Tidak sopan sekali panggil aku ini kakak, aku kan lebih tua dari kamu. Sudah tadi pagi aku dan Mama membelinya" jawab Loly.
"Bagus lah kalau begitu, aku belum terbiasa memanggil kamu kakak. Ingat jika disekoalh aku tidak mau ada orang yang tau kalau kita sudara" ucap Salsa lagi.
"Kenapa begitu, apa aku seburuk itu sehingga kamu nggak mau jadi saudara aku?" tanya Loly.
" Bukan begitu, aku hanya belum siap saja" jawab Salsa sambil menghembuskan napas dalamnya.
"Ternyata begini kehidupan dikota besar, aku sangat senang banyak hal baru yang belum pernah aku lakukan " ucap Loly.
"Dasar kampungan, besok aku akan menemani kamu keliling kota setelah pulang sekolah" jawab Salsa.
__ADS_1
"Wah benarkah, terima kasih banyak Adik" ucapnya sangat bersemangat.
Salsa berpikir memang seharusnya dia menerima kenyataan, masa lalu tidak akan pernah terualang lagi. Mama tidak akan kembali kepadanya dan Papa juga sudah ada tante Maria yang menemaninya.
"Kalau boleh tau, dimana Mama kamu sekarang?" tanya Loly penasaran.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu, apa kamu berharap aku akan ikut bersamanya dan kalian bisa tinggal bertiga dan hidup bahagia selamanya" Salsa yang tidak dapat menahan rasa tidak sukanya saat Loly menanyakan tentang Mamanya.
"Bukan begitu, aku tidak bermaksud sama sekali. Jika kamu tidak mau menjawab juga tidak apa-apa, jangan marah Adik" ucapnya menenangkan Salsa.
"Walaupun Mama kamu pergi, kamu bisa menganggap Mama ku seperti Mama kamu sendiri. Mama juga akan mengangap kamu anaknya, saat mau kesini saja dia sangat antusias ingin bertemu dengan kamu dan dia juga membelikan beberapa oleh-oleh untuk kamu. Tapi Pas hari kami kesini kamu malah menginap dirumah teman kamu" cerita Loly.
Apa benar mereka setulus itu pada ku, rasanya tidak mungkin. Kamu harus berhati-hati Salsa jangan sampai masuk dalam rayuan manis mereka.
"Iya aku paham, aku akan berusaha untuk menerima kalian" jawab Salsa agar Loly berhenti bercerita.
"Kalau dilihat-lihat muka kita mirip ya, mata kamu bulat dan hidung kita juga hampir sama" sambung Loly lagi sambil memperhatikan wajah Salsa.
"Kita sama sekali tidak mirip, jangan sama kan aku sama kamu. Jangan lewati batas kamu. Sudah baik aku menerima Mama kamu dan kamu disini" kesal Salsa.
"Tidak usah marah seperti itu, maaf kalau kata-kata aku salah" jawab Loly.
"Aku tidak suka pada orang yang banyak bicara" sambung Salsa sambil menatap tajam pada Loly.
"Aku cuma menyampaikan pendapat ku saja" jawab Loly lalu ikut memejamkan matanya.
Pantas saja Mama bilang jika adik tiri kamu itu seperti anak macan, sedikit ganas jadi kamu harus berhati-hati. Itu lah yang dikatakan Mama Maria pada Loly saat mereka sedang berbelanja pagi tadi, Mama sudah mengingatkan Loly untuk mendekati Salsa dan memperlakukanya dengan baik.
Loly sendiri juga tidak tau apa yang direncanakan oleh Mamanya, tidak mungkin dia akan menerima semua ini dan menyayangi Salsa seperti anaknya.
Akhirnya setelah itu mereka tidur dengan posisi saling memunggungi, Salsa sibuk dengan pikiranya tapi tidak dengan Loly dia orangnya santai dan dibawah enjoy. Jadi dia langsung tidur dan tidak memikirkan perkataan Salsa sama sekali.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC