Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 9. Ini Akibatnya Jika Dekatin Kenzo


__ADS_3

Setelah pulang sekolah Salsa berjalan keluar dari kelasnya tapi saat dia baru keluar, Monika dan kawan-kawanya menarik tangan Salsa menuju toilet wanita. Salsa sangat terkejut pasalanya dia tidak megenal kakak tingkatnya itu dan dia juga tidak punya masalah padanya.


"Kamu anak baru ayo ikut aku" tarik Monika dan teman-temanya mengikutinya dari belakang.


"Kita mau kemana kak, saya mau pulang. Jangan tarik saya, tangan saya sakit" keluh Salsa, berusaha untuk melepaskan diri dari Monika.


Teman-teman Salsa sudah pulang duluan, Salsa sengaja keluar terakhir karena Mang Darto bilang jika dia akan agak telat menjemputnya karena jalanan macet.


Saat sampai di toilet tersebut, Salsa langsung di dorong dan terjatuh kelantai. Teman-teman Monika langsung mengunci pintunya, agar tidak ada yang melihat.


"Awww...sakit" ucap Salsa, saat dia sudah terjatuh kelantai.


"Ambil ember itu, isi airnya. Anak baru ini harus diberi pelajaran, baru masuk beberapa bulan udah berani dekatin Kenzo. Hebat kamu ya!!" kesal Monika sambil mencengkeram dagu Salsa.


Kedua temanya yang bernama Mita dan Ayu itu langsung mengikuti perintah Monika, mereka mengambil ember dan mengisinya dengan air.


"Sakit kak...Saya nggak deketin kak Kenzo, beneran kakak. Kalau nggak percaya kakak bisa tanya kak Kenzo langsung" bela Salsa yang masih diam tidak melawan.


"Saya ngga percaya, udah banyak cewek modelan kayak kamu. Ini akibatnya karena sudah berani mendekati Kenzo, ingat Kenzo hanya milik aku" Monika menampar pipi kanan Salsa.


"Dan ini karena kamu sudah berani dekatin Kenzo tadi, cewek centil kayak kamu memang harus diberi pelajaran" Tamparnya lagi tapi kali ini Salsa melawan dan balik menampar Monika.


"Sudah saya bilang, saya nggak dekatin Kak Kenzo!!" ucap Salsa lagi dengan amarah yang sudah mengebu-gebu.


"Berani sekali kamu, dasar wanita murahan" Monika langsung menjambak rambut Salsa dan Salsa yang tidak terima pun langsung membalasnya.


Mereka masih saling menjambak, setelah itu Monika menyuruh keduan temanya untuk memegang Salsa. Salsa juga tidak bisa melawan lagi karena mereka main keroyokan, dia hanya pasrah. Mukanya sudah penuh dengan luka dan lebam karena Monika yang terus menamparnya.


"Pegang dia" perintah Monika dan mereka langsung memegang Salsa.


"Lepas, lepasin aku !!" berontak Salsa dan Monika terus memukul pipinya.


"Apa kata kamu lepas, tidak akan sampai aku puas. Jika besok-besok kamu masih berani nemuin Kenzo, hukumanya akan lebih dari ini" jawab Monika mecengkram dagu Salsa.


Terakhir Monika menyirim Salsa dengan air, bajunya sudah basah kuyup. Setelah itu Monika dan teman-temannya meninggalkan Salsa sendirian, Salsa menangis takut kalau pulang kerumah nanti dia akan tambah dimarah oleh Papanya.


"Bagaimana ini?" Tanya Salsa bingung sambil melihat keadaanya yang sangat berantakan.

__ADS_1


Akhirnya dia memutuskan untuk tidak pulang kerumah, Salsa menelpon Mang Darto dan menyuruhnya untuk putar balik dengan alasan dia akan menginap dirumah temanya.


"Halo Non, Mamang masih didepan resto Sedap Malam. Mungkin 15 menit lagi sampai Non" jawab Mang Darto saat sudah mengangkat panggilanya.


"Mang sepertinya Salsa nginap dirumah taman, bilang sama Mama. Sekarang kami sudah mau naik mobil, Mamang putar balik kerumah saja" jawab Salsa.


"Tapi Non, apa perlu saya susul kesana atau mau diambilkan pakaian?" Tanya Mang Darto merasa tidak enak.


"Nggak usah Mang, Salsa pinjam punya kawan aja. Udah dulu ya Mang" ucap Salsa dan terpaksa Mang Darto mengiyakanya.


Salsa keluar dari toilet tersebut badanya sakit semua, sekolah terlihat sepi sekali. Mungkin semuanya sudah pulang, tapi saat Salsa mau keluar dari pagar sekolah ada seseorang yang memanggilnya.


"Heyyy...kamu yang berjalan sendirian" teriaknya dari dalam mobil dan Salsa yang mendengar itu pun langsung menoleh.


"Salsa, kamu Salsa temanya Veny kan?" Tanya nya tapi Salsa hanya diam karena yang mengendari mobil tersebut adalah Kenzo dan yang bertanya padanya adalah Vino, yang merupakan salah satu kakak OSIS juga.


Kenzo yang melihat Salsa yang berantakan seperti itu langsuang turun dari mobilnya, untuk kesekian kalinya dia melepaskan baju hoodie nya. Beruntung lah dia memakai kaos hitam di dalam nya dan memang seragam nya sudah dia lepas diruang Osis tadi, baju Salsa basah semua dan dia terlihat sangat menyedihkan.


"Kenapa setiap kita ketemu kamu selalu dalam keadaan meyedihkan seperti ini" ucap Kenzo melepas baju hoodie nya dan memakaikanya pada Salsa.


Salsa tidak bisa berbicara, dia hanya diam dan menangis. Kenzo yang melihat itu pun lansung diam, sebenarnya dia ingin bertanya kenapa Salsa bisa seperti ini.


"Lah terus aku naik apa dong?" Tanyanya kesal.


Kenzo mengelurkan uang seratus ribu satu lembar dan memberikanya pada Vino, untuk ongkos taksi katanya karena dia juga tidak enak pada Vino.


"Ini ongkos naik taksi saja sana" usir Kenzo dan menyuruh Vino turun dari mobilnya.


Saat Vino sudah turun dari mobilnya, Kenzo menyuruh Salsa masuk. Tapi Salsa tidak mau akhirnya Kenzo mengangkat tubuhnya, lalu mendudukan Salsa dimobilnya.


Vino yang melihat itu pun hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya tak percaya, seorang Kenzo membawa wanita pulang bareng dengan mobilnya. Sungguh penemuan pikir Vino, kabar ini harus disampaikan pada Geng mereka.


"Sialan kok jadi ditinggal sedirian disini" kesal Vino tapi saat dia melihat uang yang diberikan Kenzo, dia langsung tersenyum.


"Tapi uangnya lumayan, sisahnya untuk beli jajan" sambung Vino sambil tertawa.


Kenzo sudah melajukan mobilnya menuju rumah Salsa, tapi Salsa minta turun karena dia tidak mau pulang kerumah.

__ADS_1


"Kita mau kemana kak? aku turun disini aja, pinggirin mobilnya" ucap Salsa yang masih menangis.


Dia tidak mau tambah terlibat dengan Kenzo, bisa habis tubuhnya oleh Monika. Belum lagi para penggemar Kenzo, membayangkannya saja sudah membuat Salsa takut.


"Aku antar kerumah kamu, siapa yang buat kamu babak belur kayak gini?" Tanya Kenzo.


"Apa perduli Kak, pinggirin mobilnya. Aku ngga mungkin pulang kerumah dengan keadaan seperti ini, coba kakak pikir apa kata Mama ku nanti" kesal Salsa sambil menangis dan sesekali mengelap ingusnya menggunakan baju Kenzo yang dia pakai.


"Benar juga kata kamu, ayo obati muka kamu dulu dan berhentilah menangis. Jangan mengelap ingus dengan baju ku, pakai ini saja" Kenzo jijik melihat kelakuan Salsa dan akhiranya dia memberikan sapu tanganya pada Salsa.


Salsa langsung mengambilnya dan mengelap ingus nya dengan sapu tangan itu, tiba-tiba dia menyadari Kenzo akan membawanya kemana.


"Terima kasih Kak" ucapnya sambil mengelap ingusnya.


"Astaga jorok sekali " Kenzo menggelengkan kepalanya.


"Tunggu kita mau kemana, jangan bilang kakak mau nyulik aku. Ini bukan jalan kerumah kakak, aku mohon lain kali aku tidak akan merepotkan kakak lagi. Tapi kali ini lepaskan aku kak" Mohon Salsa dan Kenzo yang mendengar itu pun tersenyum tipis.


"Ada-ada aja ya kamu, lihat siapa yang mau nyulik kamu. Dijual pun ngga laku, muka udah bonyok kayak gitu mana tubuh lurus nggak berbentuk" jawab Kenzo sambil tertawa.


"Kakak tadi tertawa?" tanya Salsa karena ini pertama kalinya dia melihat Kenzo tertawa.


"Ada apa emangnya, aku juga manusia jadi bisa tertawa lah" jawabnya dingin.


"Emmm...kakak belum menjawab pertanyaan ku. Kita mau kemana?" tanyanya lagi.


"Sudah ikut saja, jangan cerewet nanti aku jual beneran sama pereman pasar mau?" Ucapnya.


Salsa yang mendengar itu langsung terdiam karena walaupun dia menyukai Kenzo, tapi takut juga Kenzo berbuat macam-macam padanya. jangan terlalu percaya pada orang yang baru dikenal, Itulah yang ada dipikiran Salsa. Tapi jika orang nya setampan Kenzo, dia mau di bawah kemana-mana pun akan pasrah.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2