
Hari ini Salsa sangat bersemangat untuk memulai ujian nya, kebetulan hari ini adalah ujian Agama dan bahasa indonesia. Dia sudah belajar dari kemarin, bahkan Kenzo juga mengajarinya agar dia bisa menjawab soal nya.
Salsa akan membuktikan pada suaminya jika dia bisa naik peringkat semester ini, dia bertambah semangat saat Kenzo bilang akan memberikan hadia pada Salsa jika dia berhasil.
"Tumben seumur-umur loh ujian nggak pernah sesemangat ini?" tanya Tiara yang melihat kearah Salsa.
"Tentu aja dong, aku sangat bersemangat. Aku sudah belajar dan aku yakin bisa menjawab soalnya nanti" jawab Salsa dengan percaya diri.
"Kesambet setan mana loh sa? atau jangan-jangan loh salah minum obat ya?" tanya Tiara lagi sambil meletakan tanganya di kening Salsa.
"Apaan si Ra, aku nggak salah minum obat kok" jawabnya sambil melepaskan tangan Tiara dari kelapa nya.
"Udah lah Ra, bukan nya bagus Salsa udah mau belajar dan nggak masal lagi" Sambung Refan yang masih membaca buku sebelum ujian dimulai.
"Ya aku hanya heran saja Fan" jawab Tiara lagi.
"udah jangan ribut mending kamu balik kedepan deh, bentar lagi pengawas mau masuk" sambung Salsa dan Tiara pun akhrinya berbalik kedepan.
Benar saja tidak lama kemudian guru mereka masuk kedalam kelas, biasanya yang mengawas ujian adalah guru kelas lain.
"Selamat pagi anak-anak, perkenalkan nama ibu Ani dan ini Bu Devi. Kami yang akan mengawas ujian hari ini" ucap Bu Ani pada mereka semua.
"Selamat pagi juga Bu" jawab mereka semua secara bersamaan.
"Baiklah kita mulai ya, Bu Devi tolong bagikan soanya. Jangan lupa berdoa sebelum menjawab ya, ingat tidak boleh mencontek. Kalau ketahuan Ibu akan langsung sobek lembar jawabanya" sambungnya lagi.
Setelah soal di bagikan mereka mengerjakan soaal dengan tenang, termasuk Salsa. Bahkan semua yang diajarkan Kenzo tadi malam masuk semua, dia terlihat sangat girang sekali. Ada untung nya juga punya suami pintar, ucap Salsa dalam hatinya.
***
Pulang sekolah Kenzo sudah menunggu Salsa di parkiran untuk pulang bersama, setelah Salsa datang mereka langsung pulang kerumah. Dalam perjalanan Kenzo bertanya apa Salsa bisa menjawab semua soalnya, Salsa pun sangat yakin jika dia bisa menjawab semuanya.
"Bagaimana ujian kamu hari ini, apa kamu bisa menjawab soalnya?" tanya Kenzo sambil menatap kearah Salsa.
"Kakak tenang saja, aku bisa menjawab semuanya" jawab Salsa percaya diri jika dia bisa menjawab semuanya.
"Bagus lah jika kamu bisa menjawab nya, nanti setelah pulang sekolah tidak boleh pergi kemana-mana termasuk belanja sama Mama. Kamu harus belajar" sambung Kenzo memperingati istrinya.
__ADS_1
"Kenapa kakak cerewet sekali, lebih dari Mama" kesal Salsa sambil cemberut.
"Iya nanti kamu boleh pergi kemana aja setelah selesai ujian, aku tidak akan melarang" jawab Kenzo yang masih fokus menyetir.
"Apa kakak malu punya istri yang bodoh?" tanya Salsa dengan nada sedih.
"Bukan begitu sayang, aku hanya mau kamu dapat nilai bagus agar mudah masuk perguruan tinggi nanti" jawab Kenzo memberikan pengertian pada Salsa.
"Benarkah kakak tidak malu?" tanya nya lagi.
"Nggak kok sayang, kenapa aku harus malu" jawabnya sambil mengelus tangan Salsa.
"Jangan bilang kamu lagi dapet ya? habis nya dari tadi ngambek terus" sambung Kenzo lagi dan Salsa baru ingat jika dia belum datang bulan.
"Iya aku baru ingat aku belum datang bulan, sekarang tanggal berapa?" tanya nya panik sambil megeluarkan ponselnya yang ada didalam tas.
"Kamu serius sayang?" tanya Kenzo yang mulai panik.
"Tanggal 18, berarti udah lewat lima hari. Gimana dong kak?" Salsa balik bertanya pada Kenzo.
"Bikin khawatir aja, baru juga lewat lima hari bukan dua bulan. Tenang aja kamu pasti dapet kok" jawab Kenzo menenangkan Salsa.
"Ya kan aku udah tanggung jawab sayang, tenang aja kamu hamil juga ada suami kok. Nggak usah dipikirkan fokus sama ujian aja dulu" Kenzo menenangkan Salsa agar tidak panik.
"Baiklah aku tidak akan memikirkan nya" jawabnya santai dengan muka yang biasa saja seolah-olah kekhawatiran nya sudah hilang semua.
Tidak lama kemudian telpon Salsa berbunyi dan ternyata itu adalah telpon dari Mamanya, Salsa cukup terkejut karena akhir-akhir ini Mama jarang menghubungi nya.
"Siapa sayang?" tanya Kenzo saat Salsa melihat ponselnya.
"Mama menelpon" jawab Salsa singkat dan Kenzo pikir itu Mama nya.
"Anggkat aja siapa tau Mama mau nitip sesuatu sebelum kita sampai rumah, malas kalau mau bolak balik lagi" ucap Kenzo yang menyuruh Salsa mengangkatnya.
"Tapi ini bukan dari Mama Ayu, tapi Mama Karla yang menelepon" jawab Salsa lagi.
"Tunggu jadi dari Mama mertua, cepat angkat" sambung Kenzo setelah mendengar jika itu Mama nya Salsa.
__ADS_1
Salsa pun mengangkat nya dan Kenzo sengaja menyetir pelan agar membuat Salsa nyaman, dia juga berkata apa perlu berhenti. Salsa bilang lanjut saja dan mereka lebih baik cepat sampai dirumah, Kenzo pun mengiyakannya.
"Halo Ma, Mama apa kabar?" ucap Salsa setelah mengangkat panggilanya.
"Halo juga sayang, Mama baik. Maaf akhir-akhir ini Mama jarang menghubungi kamu, kamu sendiri apa kabar?" Mama balik bertanya pada Salsa.
"Salsa baik kok Ma, memang Mama lagi sibuk apa akhir-akhir ini?" tanya Salsa pada Mama nya karena dia hanya penasaran saja.
"Mama mau kasih tau kamu jika Mama saat ini sedang mengandung, umurnya udah lima bulan" jawab Mama terlihat bahagia.
"Wah benarkah, apa tidak apa-apa diumur Mama yang sekarang?" tanya Salsa khawatir dengan Mama nya karena umurnya sudah hampir 40 tahunan.
"Kata dokter tidak apa-apa sayang, asal sering kontrol saja. Kamu benar-benar baik-baik aja kan sayang, bagaimana dengan Papa kamu?" Mama bertanya lagi pada Salsa.
"Bagus lah jika begitu, Salsa turut bahagia mendengarnya. Ucapkan selamat juga dengan Om Jhon, Papa disini juga baik-baik saja" Jawab Salsa yang tidak mau mengatakan keadaan yang sebenarnya.
"Mama rencananya akan melahirkan disana, sambil Mas Jhon mengurus beberapa bisnisnya disana" ucapnya pada Salsa dan dia juga sangat ingin bertemu Salsa.
"Benarkah, kapan Mama akan kesini?" tanya Salsa dengan semangat dan Kenzo hanya mendengarkan nya dari tadi.
"Mungkin minggu depan sayang, nanti akan Mama kabari lagi. Oh iya kamu lagi dimana? kenapa banyak sekali suara kendaraan?" Mama bertanya lagi pada Salsa.
"Salsa lagi dijalan baru pulang sekolah Ma" jawab Salsa.
"Ya sudah kamu pulang hati-hati ya, nanti Mama telpon lagi" ucapnya.
"Baiklah Ma, kalau begitu Salsa tutup dulu" panggilan pun berakhir.
Saat Salsa sudah menutup panggilanya, Kenzo langsung bertanya pada Salsa. Apa yang dibicarakan oleh Mama nya, dia sendiri juga belum pernah bertemu dengan Mama mertuanya itu. Salsa pun menceritakan apa yang dikatakan Mama nya tadi, Kenzo yang mendengar nya pun juga turut senang karena Salsa akan bertemu Mama nya sebentar lagi.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC