
Masa liburan sudah selesai, hari ini Salsa pergi sendiri menggunakan mobilnya. Mobil itu menjadi mobil kesayangannya karena hadia dari Kenzo, sedangkan Kenzo akhir-akhir ini masih sibuk membantu Papa nya. Walaupun dia belum lulus kuliah, dia sudah mampu dan paham tentang pekerjaan diperusahaan hal itu lah yang membuat Papa senang.
Salsa keluar dari mobilnya dan berjalan menuju kelas baru, tidak disangkah waktu cepat berlalu sekarang dia sudah kelas 12 dan sebentar lagi juga tamat sekolah.
"Hay sa, melamun aja" ucap Veny sambil menepuk pundak Salsa.
"Kamu Ven, bikin kaget aja tau. Kamu baru datang juga? Benar nggak kelas kita diatas?" Tanya Salsa memastikan.
"Iya aku juga baru datang, benar kok kelas kita ada diatas. Kamu kenapa kayak sedih gitu, apa karena nggak ada ayang lagi disini?" Sambung Veny yang balik bertanya pada Salsa sambil menggandeng tangan nya.
"Begitu lah Ven, nggak terbiasa aja. Kamu juga kan, bagaimana kabar kak Aldo apa dia lulus di universitas C?" Tanya Salsa lagi.
"Iya dia lulus, kemarin dia juga barengan sama laki loh kekampus buat register awal" jawab Veny sambil menganggukan kepalanya.
"Bagus lah kalau begitu, kemarin aku belum sempat bertanya dengan kak Kenzo karena dia sibuk akhir-akhir ini" ucap Salsa.
"Ya aku juga begitu, mulai minggu depan mereka masuk. Mungkin juga mereka akan sibuk, katanya tugas kuliah lebih banyak dari pada sekolah. Kita harus hati-hati Sa, katanya banyak cewek gatel disana jangan sampai cowok kita diganggu oleh mereka" jawab Veny mengungkapkan semua nya.
"Benarkah tapi nggak usah berlebihan juga Ven, aku yakin kak Kenzo bisa menjaga diri nya" ucap Salsa yakin.
"Iya-iya aku mengerti, ayo kita kekelas" jawab Veny lagi.
Mereka pun pergi bersama kekelas, saat didalam kelas ternyata semua sudah datang termasuk Riyan. Riyan sangat bersemangat untuk mengajak Salsa jadi teman sebangku, Salsa pun hanya akhirnya mau.
***
Sedangkan ditempat lain Kenzo sedang bekerja di perusahan Papa nya, dia tidak pernah mengeluh jadi karyawan biasa. Bahkan semua yang ada disana ada yang belum tau jika Kenzo adalah anak dari CEO mereka, asisten Papa bilang dia adalah kerabat dekat Pak Ferdi yang ingin brlajar magang di perusahan mereka.
"Ken tolong poto copy ini ya, 10 rangkap. Nggak pake lama " ucap Pak Dion pada Kenzo yang sedang duduk dikurisnya.
"Iya pak siap laksanakan" jawab Kenzo sambil mengambil laporan itu.
__ADS_1
"Kamu lihat nggak dia imut banget" sambung Rania salah satu karyawan cewek disana.
"Ingat umur Ri, dia masih kecil" Bu Dian menggelengkan kepala nya.
"Kan cuma kagum aja, kuliah tapi udah mau kerja. Cowok jaman sekarang mana ada mau kayak gitu" jawab Riana sambil memandang Kenzo yang sedang berdiri di dekat mesin poto copy.
Setelah itu dia memberikan laporanya pada Pak Dion, pekerjaan nya cukup padat hari ini karena disuruh Bu Dian membuat beberapa laporan lapangan dan dia sendiri yang memberikan data nya pada Kenzo. Semua orang suka pada nya karena dia adalah orang yang cekatan dan pintar, mereka tidak memyangka jika Kenzo hanya tamatan SMA.
Siang hari nya sebelum jam istirahat Pak Marko memanggilnya lewat telpon, kebetulan dia adalah resepsionis yang berjaga didepan. Dia tidak tau sama sekali jika yang datang adalah Salsa, Salsa pun tidak memberinya kabar terlebih dahulu.
"Halo, dengan Kenzo? ini Pak Marko" ucapnya setelah Kenzo mengangkat panggilanya.
"Halo Pak Marko, ada apa?" jawab Kenzo sambil balik bertanya pada Pak Marko.
"Ini ada adik kamu yang mencari kamu dibawah" sambungnya lagi dan Kenzo berpikir sejak kapan dia punya adik.
"Adik? bagai mana ciri-ciri nya?" tanya Kenzo penasaran dan siapa yang berani-beraninya mengaku jadi adiknya.
"Baiklah pak saya akan turun kebawah, terima kasih" jawab Kenzo lalu menutup telponya.
Dia buru-buru kebawah karena penasaran siapa yang mencarinya, saat pak Marko mengatakan adik nya dia tak berhenti tersenyum karena hal konyol ini.
"Kakak...!" Salsa melambaikan tangnya pada Kenzo saat dia baru sampai disana.
"Salsa, apa yang pak Marko bilang itu Salsa" ucapnya lalu menghampiri Salsa.
"Sayang kenapa kamu kesini? mana pakai baju seragam sekolah lagi?" tanya Kenzo setelah berada didepan Salsa.
"Aku ingin makan siang bersama, kebetulan aku baru pulang dari sekolah" jawabnya sambil membawa satu kantong makanan.
"Kenapa kamu tidak menghubungi aku dulu? aku bisa jemput kamu kedepan" ucap Kenzo lagi.
__ADS_1
" Aku bahkan lupa membawa ponsel, jadi aku minta tolong pada mereka" jawab Salsa sambil menunjuk kearah Pak Marko dan Milya.
"Lain kali jangan ceroboh tidak membawa ponsel lagi" ucap Kenzo menasehati Salsa.
"Iya aku tidak akan mengulanginya lagi, janji deh. Tapi saat ini aku lapar, ayo kita pergi kekantin untuk makan siang" rengek Salsa seperti anak kecil saja.
"Baiklah ayo kita makan bersama, ini juga sudah jam istirahat. Lain kali jangan kesini sebelum ganti baju, orang-orang akan berpikir anak SMA mana yang berkeliaran seperti ini" ucap Kenzo sambil mengelus kepala Salsa.
Beberapa orang melihat itu tersenyum, mereka pikir adik kakak itu sangat akrab dan saling menyayangi.
"Itu adik nya Kenzo, cantik ya pak. Pasti keluarga mereka sepertinya wajah nya good semua ya pak" sahut Milya yang duduk disamping Pak Marko.
"Iya lah, apa kamu nggak tau kalau mereka adalah keponakan pak Ferdi. Kamu bisa lihat Pak Ferdi juga sangat tampan walaupun sudah berumur" sambung Pak Marko yang melihat Kenzo dan Salsa dari tadi.
"Benar juga kata Pak Marko, tapi saya penasaran kenapa anak bungsu Pak Ferdi tidak pernah kelihatan. Dari kemarin saat pertemuan perusahaan selalu di hadiri oleh Pak Angga, apa dia kuliah di luar negri ya. Orang kaya kan bebas" ucap Milya lagi mengungkapkan isi pikiranya yang penasaran dengan kehidupan keluarga CEO nya itu.
"Saya juga penasaran, tapi kabar-kabar nya perusahan ini akan dipimpin oleh anak bungsu Pak Ferdi. Kita tunggu saja nanti, hanya waktu yang bisa menjawabnya" jawab Pak Marko.
"Iya benar juga apa yang dikatakan oleh Bapak" Milya menganggukan kepalanya.
"Ayo kembali bekerja, cek lagi jika ada yang salah pada laporan tadi" jawab Pak Marko yang meyuruh Milya mengecek laporan yang dititipkan oleh kepala keuangan tadi.
Kenzo bukan tipe orang yang gila kehormatan, karena Papa mengajarinya untuk hidup senderhana. Dia juga jarang mau kalau diajak oleh Abang nya jika ada pertemuan perusahaan, atau acara lainya.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC