
Hari ini adalah hari bahagia dimana Salsa dan Kenzo akan mengikat janji suci cinta mereka, pada pagi ini mereka susah resmi menikah secara agama. Pernikahan yang sederhana tapi sangat berkesan bagi Salsa, walaupun saat ini tidak dihadiri oleh semua anggota keluarga.
"Terima kasih sudah mau jadi istri ku" ucap Kenzo sambil menyatukan hidung mereka.
Setelah pengucapan janji tadi, Salsa dan Kenzo memutuskan untuk pergi ke studio foto. Mereka saat ini sedang melakukan foto pernikahan, Salsa dan Kenzo sama-sama terlihat bahagia. Walupun mereka tau keputusan ini salah, banyak resiko yang akan mereka tanggung nantinya.
"Iya terima kasih juga sudah menjadi suami ku" jawab Salsa sambil tersenyum.
"Iya Mas gaya nya udah bagus, Mbak nya bisa mendekat lagi sedikit" sahut sang fotografer.
Mereka berdua mengikuti arahan dari fotografer agar hasilnya bagus, mungkin sudah banyak foto yang mereka ambil dan akhrinya mereka menyudahi acara foto nya.
"Sepertinya fotonya sudah cukup banyak Mas, kami sudah selesai. Nanti kami akan pilih foto yang akan di cetak, tolong kirim file foto nya ya" ucap Kenzo pada fotografer itu.
"Iya Mas nanti saya kirim fotonya" jawabya.
Saat ini Salsa sedang mengganti pakaian, dia sama sekali tidak tenang kerena merasa sangat bersalah karena sudah menjadi anak yang tidak berbakti kepada orang tua, penyesalan memang di akhir. Semuanya memang tidak akan pernah berubah, bahkan dia juga mengingkari janji nya dengan Mama untuk menjadi gadis yang baik.
"Kenapa kamu menangis sayang?" saat mereka sudah mengganti pakaian mereka.
"Aku merasa bersalah dengan kedua orang tua ku, aku mau kita minta maaf pada Papa dan meminta restu pada nya" jawab Salsa menyampaikan keinginan nya.
"Tentu saja ayo kita pergi kerumah kamu, restu orang tua memang penting. Ayo berjuang sama-sama dan kita pasti bisa meyakinkan orang tua kita" ucap Kenzo lalu memeluk Salsa.
"Apa kakak tidak keberatan jika bertemu Papa sekarang?" tanya Salsa lagi.
"Sama sekali tidak, ayo kita pergi setelah ini" jawab Kenzo menyakinkan Salsa.
Setelah itu mereka berdua akan pulang kerumah Salsa, Kenzo juga sudah menyiapkan mental nya. Dia akan menerima semua yang akan dilakukan Papa Salsa pada nya, sebagai laki-laki yang harus bertanggung jawab pada Salsa.
***
Suasana sunyi saat mereka sampai dirumah, ada Bu Lena yang membuka pintu. Mereka pun disuruh masuk dan duduk diruang tamu, setelah itu Bu Lena memanggilkan Papa dan juga Mama Maria sedangkan Loly sudah tidak keluar dari kamar sejak kemarin.
"Papa...!!" ucap Salsa yang melihat Papa nya datang bersama Mama Maria.
"Ada apa ini? kenapa kamu bisa besama dengan nya?" tanya Papa yang mulai marah.
__ADS_1
"Jawab Papa!!" Bentak nya dan Salsa pun lansung berlutu dikaki Papa nya.
"Apa maksud nya ini, kenapa Salsa bisa ada dengan kamu?" tanya Papa dingin pada Kenzo yang ikut berdiri saat Salsa sudah bersimpuh dikaki Papa nya.
"Saya dan Salsa saling mencintai Om, kami sudah menikah pagi tadi" jawab Kenzo jujur dengan Papa nya Salsa.
Setelah itu Papa langsung mendorong Salsa dan Salsa pun tejatuh ke lantai, Papa kesal pada Kenzo dan menghajarnya habis-habisan. Mama Maria yang melihat itu hanya diam saja, bahkan dia setuju jika Kenzo dia pukul karena dia pantas mendapatkannya.
"Kamu bilang menikah!!" teriak nya pada Kenzo dan memukul Kenzo lalu mendorongnya ke lantai.
"Stop Pa, jangan sakiti kak Kenzo" mohon Salsa tapi Papa nya tidak menghiraukan nya sama sekali.
"Akan ku bunuh kamu, kenapa kamu menghancurkan kedua putri ku. Aku membesarkan mereka dengan penuh kasih sayang, tapi kamu menghancurkan masa depan nya" teriak Papa yang membabi buta memukul Kenzo.
"Papa hentikan Salsa mohon" mohon Salsa sambil melindungi Kenzo dengan tubuhnya.
"Dia pantas mendapatkan itu semua, apa sekarang kamu bangga sudah menikah dengan bocah ingusan ini? "Tanya Papa sambil berteriak.
"Kami kesini cuma mau minta restu dari Papa, Salsa tau jika Salsa salah. Salsa memang tidak pernah membuat Papa bahagia dan sampai detik ini pun, Salsa lah yang membuat Papa kecewa" ucapnya sampai berderai air mata.
"Jangan harap Papa akan memberikan restu, sekarang pilihan ada di kamu. Pilih tinggal bersama Papa dan tinggal kan laki-laki ini, maka Papa akan memaafkan kamu" ucap Papa memberi Salsa pilihan.
Sama saja Papa menyuruh Salsa untuk memilih antara Kenzo dan Papa nya sendiri, ini adalah pilihan yang sulit. Mana mungkin dia meninggalkan Kenzo yang baru saja menjadi suami dan Papa juga adalah orang yang sangat disayangi nya.
"Salsa nggak bisa meninggal kan kak Kenzo, maaf kan Salsa Pa" jawab Salsa akhrinya dia memilih Kenzo yang menggengam tangan nya, walaupun terbaring lemah dia masih sempat mengelus tangan Salsa.
"Baiklah itu pilihan kamu, mulai saat ini kamu bukan anak saya lagi. Silahkan pergi dari sini !!" ucap Papa dengan dingin lalu pergi kekamar.
"Kamu memang pantas mendaptkan nya, ibu dan anak sama saja. Suka mengambil laki orang, seperti nya bakat pelakor sangat menurun dari Mama kamu. Dasar menjijikan, bawa sekalian suami kamu keluar dari rumah saya" ucap Mama Maria yang perkatanya tak kalah pedas.
Salsa membawa Kenzo kedalam mobil dan dia minta bantuan pada pembantu yang ada disana tapi mereka malah dimarah oleh Mama Maria, akhirnya Salsa membwa Kenzo sendirian keluar dari rumah.
"Kakak tidak apa-apa?" tanya Salsa sambil mengelus dahi Kenzo.
"Aku tidak apa-apa, anak laki-laki memang harus begini" jawabnya dengan nada lemah dan menahan sakit.
"Ayo kita kerumah sakit sekarang" ucap Salsa dan Salsa pun langsung mengemudikan mobilnya Kenzo pergi dari sana.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit dan Salsa langsung membantu Kenzo untuk menuju ruang IGD, saat mereka masuk Salsa langsung di sambut oleh beberapa perawat.
"Tolong Sus...!" ucap Salsa yang sedang memapah Kenzo.
"Silahkan baringkan disini sini dek, apa yang terjadi dengan kakak kamu. Apa dia habis di keroyok atau dirampok?" tanya suster itu sambil memeriksa Kenzo yang sudah berbaring di atas Bed tempat pasien.
"Saya tadi habis di keroyok sama orang yang nggak dikenal" jawab Kenzo lemah.
Apa mereka pikir aku ini adiknya Kenzo ucap Salsa dalam hatinya, Kenzo pun tidak menjelaskan jika mereka sudah menikah.
"Saya sudah memeriksanya, kakak kamu tidak apa-apa dan tidak ada yang serius juga hanya ada luka lebam, sebaiknya dia di rawat inap untuk pemulihan" jelas suster itu pada Salsa.
"Iya terima kasih suster" jawab Salsa sambil menundukan kepalanya.
"sama-sama, kamu bisa datar di pendaftaran dulu untuk rawat inap. Pendaftaran nya ada disana" tunjuk suster itu.
Salsa pun pergi ke pendaftaran dan mendaftar kan Kenzo sebagai pasien rawat inap, dia sangat bersalah karena mengajak Kenzo untuk pergi kerumah nya.
Setelah itu Salsa menunggu Kenzo sampai dipindah kan keruang rawat inap, Salsa selalu menemani Kenzo.
"Jangan marah jika kamu dibilang adik aku, kamu tau sendiri kan hubungan kita akan sulit diterima oleh orang banyak. Kamu ngerti maksud aku kan?" Kenzo memberikan pengertian pada Salsa.
"Iya aku mengerti, kita bisa jadi kakak dan adik jika diluar. Aku sama sekali tidak keberatan" jawab Salsa sambil tersenyum.
"Terima kasih karena sudah mau mengerti" ucap Kenzo sambil memegang tangan Salsa dan Salsa hanya menganggukan kepalanya.
Banyak orang yang menganggap mereka kakak dan adik, mereka juga tidak mempermasalahkan itu. Tadi Kenzo sudah menasehati Salsa jika hubungan mereka akan sulit diterima oleh orang banyak, jadi cukup jalani saja semua nya.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1