
Acara pun berlangsung seru sampai mereka pulang hampir tengah malam, Gama pun sudah tertidur dari tadi. Aldo lah yang selalu menggendong nya kemana-mana, Salsa juga heran kenapa Aldo bisa sebucin itu dengan sahabatnya.
"Hati-hati dijalan gais, kapan-kapan kita kumpul lagi" ucap Veny sebelum masuk kedalam mobil.
"Iya tentu saja, kita akan rencanakan lagi" jawab Salsa sambil melambaikan tanganya.
"Ingat antar Sintia sampai selamat Dim" sambung Kenzo melihat Dimas dan Sintia yang masih berdiri disana.
"Iya aman kok, kami duluan" jawab Dimas lalu membukakan pintu mobil nya dan Sintia pun masuk kedalam mobil.
"Kamu lihat mereka sangat lucu dan malu-malu, apa nanti mereka akan jadian?" tanya Kenzo sambil berbisik pada Salsa.
"Aku nggak tau, soalnya Sintia belum melupakan mantan nya. Doakan saja mereka semoga cepat jadian" jawab Salsa.
"Kami duluan juga ya" sambung Tiara sambil menggandeng Refan berjalan kearah mobil Refan yang berada di ujung.
"Iya hati-hati dijalan semua" sambung Salsa lalu masuk kedalam mobil.
Mereka pulang menggunakan mobil masing-masing, termasuk Kenzo dan Salsa. Sebelum pulang Salsa masih juga belum kenyang dan dia meminta Kenzo berhenti untuk membeli roti bakar di pinggir jalan.
"Sayang nanti berhenti kalau ada orang yang jual roti bakar, aku mau makan itu" ucap Salsa setelah mereka keluar dari parkiran resto.
"Apa kamu belum kenyang sayang? nanti kamu sakit perut loh" jawab Kenzo sambil menatap istrinya.
"Aku lagi pengen aja yang, boleh ya" mohonyq dengan muka imut, Kenzo mana berani menolak.
"Baiklah aku belikan nanti jika ada di pinggir jalan" jawab Kenzo sambil menganggukan kepalanya.
"Terima kasih sayang, kamu memang yang terbaik" Salsa membentuk love dengan tanganya.
"Oh iya apa yang kamu bicarakan pada Dimas tadi, aku memperhatikan kamu dari tadi loh?" tanya Salsa penasaran.
"Hanya masalah laki-laki saja, nggak ada yang lain" jawab Kenzo santai.
"Kamu bohong, pasti kamu bicara aneh ya atau jangan-jangan kamu nekan dia. Dia terlihat gugup begitu" Salsa menunjuk pada Kenzo.
"Nggak kok, aku cuma memberinya saran agar dia segera nembak teman kamu. Ternyata benar dia suka sama Sintia, aku hanya mengajarkan beberapa trik mendekati wanita" Kenzo mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Belajar dari mana kamu kata-kata seperti itu?" tanya Salsa sambil menatap tajam pada Kenzo.
"Jangan-jangan kamu udah punya niat ya buat dekatin cewek lain ya, apa dia kantor kamu?" tanya Salsa yang mulai marah, memang dia agak sensitif saat hamil ini.
"Astaga nggak lah yang!! kamu salah paham. Inti nya aku cuma membantu Dimas aja, seharusnya kamu dukung dong" jawab Kenzo berusaha menjelaskan kepada Salsa agar tidak salah paham.
"Awas loh kalau kamu macam-macam" ancam Salsa.
"Iya sayang ku, cuma kamu yang aku sayang dan aku sangat mencintai kamu" Kenzo mencium tangan Salsa.
"Terima kasih sayang, aku juga sangat mencintai kamu" jawab Salsa sambil tersenyum.
"Aku sangat beruntung memiliki istri yang cantik seperti kamu" Goda Kenzo.
"Berhenti!! itu mamang roti bakar nya" tunjuk Salsa menarik tanganya.
"Baiklah kamu didalam saja, biar aku yang beli. Kamu mau rasa apa?" tanya Kenzo sambil menepikan mobil nya.
"Aku mau rasa coklat lumer ya, udah itu aja. Kalua kamu mau beli untuk Pak Mahmud juga nggak papa" jawab Salsa dan Kenzo pun menganggukan kepalanya.
"Iya aku akan beli untuk Pak Mahmud juga, pasti dia sedang begadang saat ini" ucap Kenzo lalu turun dari mobil.
***
Sedangkan di tempat lain, Dimas mengentikan mobilnya di depan rumah Sintia. Tapi saat Sintia ingin turun dari mobil, Dimas menahan tangan nya. Sintia pun terkejut dengan perlakukan Dimas, dia menatap Dimas dengan aneh.
"Ada apa?" tanya Sintia dan berusaha menarik tanganya.
"Emm aku mau ngomong sama kamu, aku nggak tau ini waktu yang tepat atau nggak tapi ini selalu menganggu pikiran ku" jawab Dimas membuat Sintia mengerutkan kening nya.
"Aku suka sama kamu, aku juga nggak memaksa kamu untuk membalas perasaan ku" sambung Dimas dan Sintia pun memandang Dimas dengan serius.
"Aku..." jawab Sintia ragu-ragu.
"Kamu nggak harus jawab sekarang kok" jawab Dimas agak salah tingkah.
"Tapi aku mau jawab sekarang" ucap Sintia membuat Dimas terkejut.
__ADS_1
"Aku sebenarnya belum bisa melupakan mantan pacar ku dan aku juga nggak tau kamu punya pacar atau tidak" jawab Sintia masih merasa terkejut.
" Ja di aku bingung mau jawab apa karena kamu juga nggak ngajak aku pacaran" sambung Sintia membuat Dimas bingung.
"Jadi kamu belum melupakan dia, tidak apa-apa. Aku akan menunggu kamu, kebetulan aku juga tidak punya pacar karena kami sudah putus tiga bulan lalu" jawab Dimas menganggukan kepalanya.
"Dasar tidak peka!" ucap Sintia sambil menghembuskan nafas nya.
"Maksud kamu?" tanya Dimas dan Sintia pun mencium bibi Dimas sekilas dan ingin turun dari mobil.
"Tunggu kamu nggak boleh kabur begitu saja" Dimas menarik tangan Sintia dan wajah mereka sangat dekat.
"Maaf tidak peka, apa kamu mau jadi pacar aku sin?" tanya Dimas sambil menatap mata Sintia.
"Iya aku mau, ayo kita mulai dari awal" jawab Sintia sambil tersenyum.
"Terima kasih, jadi kita sudah jadian?" tanya Dimas lagi untuk memastikan dan Sintia pun menganggukan kepalanya.
"Aku janji akan membahagiakan kamu, kita lupakan masa lalu dan jalani masa depan bersama" ucap Dimas sambil memegang tangan Sintia.
"Iya kita obrolkan lagi besok, ini sudah malam" sambung Sintia dan Dimas menganggukan kepalanya.
"Selamat malam, aku turun dulu. Hati-hati dijalan" ucap Sintia sebelum turun.
"Iya masuk lah, aku akan lihat dari sini" jawab Dimas.
Sintia pun turun dari mobil, Dimas melihat Sintia sampai dia masuk kedalam pagar. Tidak lupa dia berteriak akan menjemput Sintia pergi ke kantor besok.
"Besok aku jemput kamu!!" teriak Dimas dan Sintia pun menganggukan kepalanya.
Sintia masuk dengan persaan senang, dia tidak menyangka akan jadian secepat ini. Memang sudah seharusnya di melupakan Rendi yang membuatnya sakit hati, benar kata Salsa dan Veny. Dia harus berubah dan menerima orang baru karena percuma dia selalu terjebak dengan masa lalu.
.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih sudah mampir teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😊🙏