Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 39. Apa Kamu Mau Bukti?


__ADS_3

Malam harinya mereka berempat sudah bersiap untuk pergi kesebuah restoran mewah dan Veny bilang disana makananya enak-enak. Tidak hanya itu disana juga tempat fotonya lagi populer dikalangan anak muda.


"Wah tempatnya bagus banget, loh tau aja tempat-tempat nongkrong anak jaman sekarang" ucap Tiara saat mereka masuk kesana.


"Apa aku bilang kalian sudah pasti suka" jawab Veny bangga.


"Aku tidak pernah jalan-jalan kalau bukan kalian yang mengajak aku, tempat ini memang sangat indah" sambung Salsa sambil melihat pemandangan dari atas sana.


"Makanya jangan terlalu norak Salsa sayang, sesekali kamu juga harus keluar melihat dunia ini" sambung Veny.


"Benar juga, aku sampai lupa membahagiakan diri sendiri" jawabnya tersenyum kecil.


Mereka berempat pun duduk di meja yang telah dipesankan oleh Veny, mereka memesan makanan dan menikmati makanan disana.


"Bagaimana enak kan?" tanya Veny saat mereka menikmati makananya.


"Iya ini enak sekali" jawab Sintia yang masih mengunyah makananya.


"Oh iya aku mengundang kak Aldo kesini nggak papa kan?" tanya Veny kemudian karena pacarnya terus saja menghubunginya dan dia tidak percaya jika Veny benar-benar kesana bersama dengan teman-temanya.


"Dasar bucin, kemana-mana diikutin terus" jawab Tiara.


"Mau gimana lagi, dia nggak percaya kalau aku jalan sama kalian" ucap Veny.


Beberapa menit kemudian saat mereka masih asik mengambil foto, Riyan datang dan menemui mereka tentu saja semuanya terkejut termasuk Salsa.


Salsa memang memberitahu Riyan jika dia tidak bisa pergi dengan Riyan karena saat ini dia lagi jalan sama teman-temanya.


"Hay..selamat malam semua" ucap Riyan menghampiri mereka.


"Wah Riyan kebetulan sekali kamu juga ada disini" jawab Tiara ramah, dia hanya menyapa sekedarnya saja karena mereka satu kelas.


"Iya senang bertemu dengan kalian" jawabnya sambil tersenyum ramah.


Tumben sekali pencari gara-gara dikelas ada disini, dimana pacarnya yang super nyebelin itu. Tanya Veny dalam hatinya sambil melihat Riyan curiga dan Salsa hanya terdiam saja, dia tidak menyangka Riyan akan datang kesini.


"Mana pacar kamu Yan, kok sendirian aja?" tanya Tiara memberanikan diri untuk bertanya.


"Benar, apa jangan-jangan kamu mau kasih kejutan kan sama dia udah bawah bunga lagi. Romantis banget, aku juga pengen dapat laki-laki yang romantis kayak Riyan" ucap Sintia yang heboh sendiri.


"Aku sudah putus dengan Jihan dan aku kesini mau nemuin Salsa" jawabnya sambil mentap Salsa.


Sontak saja mereka bertiga terkejut dan langsung melihat kearah Salsa, sejak kapan Salsa dekat dengan Riyan.


"Ini Sa bunga buat kamu, maaf tiba-tiba datang kesini aku sangat merindukan kamu Sa" Riyan memberikan bunga tersebut pada Salsa.


Salsa hanya diam dan tidak bisa menjawab Riyan, karena Riyan memberikan bunga tersebut pada Salsa. Dia pun terpaksa menerimanya dan hal memgejutkan terjadi, Riyan berlutut di hadapan Salsa.

__ADS_1


"Kenapa kamu berlutu cepat berdiri" ucap Salsa karena dia merasa tidak enak semua orang melihat kearah mereka.


"Oh my good" ucap Veny menutup mulutnya karena tidak percaya.


Riyan mengelurkan sebuah kotak yang berisi kalung dan dia menyatakan cintanya untuk kedua kalinya. Riyan sangat berharap Salsa akan menerima cintanya kali ini dan Salsa yang berada di posisi ini sangat malu.


"Sa aku mau bilang kalau aku serius, aku mau kamu jadi pacar aku. Apa kamu mau jadi pacat aku?" tanya Riyan sambil membuka kota itu.


"Maaf Riyan, bukan aku tidak mau tapi aku sudah mempunyai seseorang yang aku cintai dan itu bukan kamu. Kita masih bisa berteman" jawab Salsa.


Saat itu juga Aldo dan Kenzo datang, Kenzo yang melihat itu pun langsung merasa kesal dan menghampiri mereka.


"Tapi Sa tolong beri aku kesempatan" mohon Riyan dan Salsa hanya terdiam.


"Maaf Yan, aku benar-benar nggak bisa" jawab Salsa.


"Kenapa harus memaksa jika orangnya saja tidak mau" sambung Kenzo yang menghampiri mereka.


"Kak Kenzo" ucap Salsa saat Kenzo datang dan mendekat kearah nya.


Riyan yang melihat itu pun langsung berdiri, dia kesal karena Kenzo mengacaukan segalanya.


"Kenapa kakak ikut campur, aku sedang berbicara dengan Salsa" jawab Riyan kesal.


"Tapi Salsa pacar gue bro, gue harap loh nggak akan ganggu Salsa lagi paham" Kenzo memberi Riyan peringatan dan merangkul pinggang Salsa.


"Aku nggak percaya kalau kakak pacarnya Salsa"jawab Riyan tidak percaya.


"Apa kamu mau bukti?" ucapnya lalu mencium pipi kanan Salsa.


Semua menutup mulutnya karena tidak percaya apa yang telah dilakukan oleh Kenzo dan Salsa pun begitu dia hanya bisa terdiam dan mematung disana.


"Tunggu pembalasan ku" Kesal Riyan lalu pergi dari sana.


Salsa yang sangat malu pun, langsung mengajak teman-temanya untuk pulang. Tentu saja Tiara dan Sintia mengikuti Salsa yang keluar dari restoran tersebut.


"Ayo kita pulang, kalau kalian tidak mau pulang aku akan pulang duluan" ucap Salsa.


"Tunggu Sa" ucap Tiara yang berlari mengejar Salsa dan diikuti oleh Sintia.


Sedangkan mereka bertiga masih berdiri disana, Veny yang juga terkejut dengan kelakuan Kenzo. Aldo juga tak kalah bingung dengan dengan semua keadaan ini.


"Kakak hutang penjelasan sama aku" ucap Veny pada Kenzo.


Veny pun pergi keluar dari sana untuk mengejar teman-temanya tadi, Kenzo hanya bisa terdiam disana. Dia juga bingung dengan perasaanya, kenapa dia bisa semarah itu saat Salsa di dekati oleh cowok lain.


"Sayang mau kemana?" teriak Aldo.

__ADS_1


Veny tidak menghiraukan dan masih berjalan pergi keluar, setelah itu mereka memutuskan untuk pulang kerumah Veny.


"Gila loh bro, main cium aja. Tapi loh keren banget saat cemburu melihat Salsa ditembak cowok tadi. Aku melihat sisi lain dari seorang Kenzo Barawijaya" ucap Aldo dengan nada mengejek Kenzo.


"Apa kamu bisa berhenti bicara" bentak Kenzo.


"Iya-iya ayo pulang, niat mau makan enak nggak jadi. Udah hilang selera makan karena kenyang melihat adegan tadi" jawab Aldo sambil tertawa.


***


Sedangkan mereka berempat sudah sampai dirumah Veny dan tentu saja mereka bertiga menginterogasi Salsa tentang semua yang terjadi tadi. Mereka sudah duduk dikamar Veny dan siap mendengarkan cerita dari Salsa, kejadian tadi benar-benar membuat semuanya tidak percaya.


"Sekarang ayo ceritakan pada kami, kamu udah nggak bisa ngelak lagi Sa" ucap mereka.


"Aku bingung mau cerita dari mana" jawab Salsa.


"Dari Riyan aja, kenapa kamu bisa dekat dengan Riyan dan dia bahkan nembak kamu didepan umum?"tanya Veny.


"Iya Sa, kamu harus jujur sama kami" sambung Veny.


"Aku juga nggak tau kenapa akhir-akhir ini Riyan mendekati aku dan katanya dia sudah lama suka sama aku" jawab Salsa.


"Terus?" tanya Tiara penasaran.


"Ya dia nembak aku kemarin tapi aku menolaknya dan hari ini dia datang lagi. Dia datang ke restoran tadi karena aku sudah bicara padanya bahwa aku tidak bisa jalan dengan dia karena aku pergi dengan kalian, aku sama sekali tidak menyangka dia akan menyusul" jawab Salsa menceritakan yang sebenarnya.


"Kamu harus hati-hati dengan Riyan, dia agak membahayakan Sa" sambung Sintia.


"Sintia benar, sebaiknya jangan dekat-dekat dengan dia. Apa lagi jika Jihan tau, kamu pasti dapat masalah Salsa" ucap Veny.


"Iya aku tau dan aku juga tidak menyukainya" jawab Salsa.


"Nah sekarang kenapa kak Kenzo bisa jadi pacar kamu?" tanya Tiara.


"Kalian bisa tanya Kak Kenzo sendiri aku juga tidak mengerti" jawab Salsa yang tidak mau ditanya soal Kenzo.


Setelah itu mereka pun tidak membahas hal itu lagi, Salsa memilih diam dan memainkan ponselnya. Mereka bertiga juga sama, Veny sibuk telponan dengan Aldo sedangkan Tiara dan Sintia main game bersama.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2