Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 65. Berusaha Tegar


__ADS_3

Hari ini adalah awal ajaran baru, Salsa sudah naik ke kelas 11 dan mereka juga masih satu lokal dengan orang yang sama. Beberapa minggu ini Salsa sedang mengumpulkan uang untuk biaya berobat Rido, begitu juga Mbak Ririn yang kerja siang dan malam.


Salsa berjalan santai di koridor sekolah dan tak lama kemudian Tiara datang, mereka berjalan berasam menuju lapangan karena akan apel terlebih dahulu. Baru di bagi lokal untuk mereka, Salsa juga tidak memberi kabar pada teman-temanya akhir-akhir ini.


"Hay Sa, apa kabar kamu? Udah lama nggak ada kabar?" tanya Tiara sambil merangkul Salsa.


"Aku baik Ra, aku sibuk kerja akhir-akhir ini. Kamu sendiri apa kabar?" Salsa balik bertanya pada Tiara.


"Aku juga baik Sa, jangan terlalu keras nanti kamu juga melupakan masa remaja yang berharga" nasehat Tiara.


"Bijak banget kamu" jawab Salsa sambil tertawa.


"Iya lah gue gitu loh, Oh iya kamu harus dengar kabar ini" ucap Tiara membuat Salsa sangat penasaran.


"Kabar apa? kamu ini suka banget bicara gosip nggak benar" jawab Salsa.


"Kali ini aku serius Sa, banyak orang yang bicara jika Kak Kenzo sama Kak Loly ingin bertunangan" cerita Tiara dan beberapa saat Salsa terdiam.


"Ya nggak papa lah Ra, mereka juga udah pacaran ya wajar jika mau bertunangan" ucap Salsa pasrah.


"Apa kamu ngga cemburu apa?" tanya lagi.


"Buat apa aku cemburu, Kak Kenzo ganteng dan kaya. Dia juga harus mendapatkan pasangan yang sepadan juga" jawab Salsa berusaha tegar dengan semua keadaan ini, padahal hati nya sangat rapuh sekarang.


"Aku jadi tidak suka pada Kak Loly, kamu kan saudaranya tapi dia membiarkan kamu hidup menderita seperti ini. Uang makan saja susah, Papa kamu juga seperti itu" kesal Tiara.


"Kami saudara tiri Ra, itu lah kenapa dia tidak menyukai aku" jawab Salsa akhirnya menceritakan tentang keluarganya.


"Sumpah Sa, kenapa kamu ngga pernah cerita. Jadi Mama yang ada dirumah kamu itu Mama Kak Loly?" tanya Tiara.


"Iya begitu lah Ra" jawab Salsa dan Tiara langsung memeluk Salsa.


"Sabar Sa" ucap nya diselah pelukan mereka.


"Iya Ra, makasih dukunganya. Ayo apel entar telat" jawabnya sambil tersenyum.


Hati loh terbuat dari apa sih Ra? kok kamu kuat banget, ucap Tiara dalam hatinya. Setelah itu dia berjalan dibelakang Salsa dan mereka pergi ke lapangan.


***

__ADS_1


Setelah apel mereka semua masuk kekelas masing-masing dan Salsa serta teman-temanya pun pergi kekelas mereka tak lupa juga Refan ikut bersama mereka. Refan sempat berkata bahwa dia sudah memutuskan pertunangan nya, dia bercerita pada Salsa agar Salsa percaya dan mulai saat ini dia akan mendekati Salsa dan menjadikan Salsa pacarnya.


"Sa kamu jadi teman sebangku aku aja, biarin si Tiara sama Lia" ajak Refan pada Salsa.


"Iya nggak papa Sa, kamu sama Refan aja" suruh Tiara.


"Tapi Ra, aku ngga enak masa aku pindah sama Refan" Salsa merasa tidak enak.


"Udah duduk aja" jawab Tiara dan akhirnya Salsa pun duduk berasama dengan Refan.


Lia dan Tiara akhirnya juga satu bangku, Sintia dan Veny juga masih satu bangku. Tidak ada yang beruba hanya wali kelas mereka yang baru dan kebetulan wali kelas mereka adalah Pak Handono. Guru sejarah dikelas mereka.


Tidak lama kemudian Pak Handono datang ke kelas, serta memperkenalkan diri sebagai wali kelas mereka.


"Selamat pagi semuanya" ucap Pak Handono saat memasuki ruangan.


"Selamat pagi Pak" jawab mereka semua.


"Saya Pak Handono, mungkin kalian sudah ada yang mengenal saya. Saya akan menjadi wali kelas kalian selama kelas 11 ini"


"Iya Pak" jawab mereka.


Setelah itu mereka melanjutkan untuk membuat beberapa perangkat kelas dan struktur kelas.


"Bobon" teriak orang.


"Jangan saya, masa dari kelas 10 saya terus" jawabnya tidak mau.


"Iya gantian jangan dia terus" jawab Pak Handono.


"Refan aja Pak" sahut beberapa orang, karena menurut mereka Refan cocok jadi ketua kelas.


Refan pun terkejut saat mereka semua menujuk dirinya dan Salsa pun setuju kalau Refan yang jadi ketua kelas nya. Mendengar Salsa yang juga menyetujuinya dia pun setuju, akhirnya Refan yang menjadi ketua kelas mereka.


***


Jam istirahat tiba, Salsa pergi ke perpustakaan untuk memanfaatkan waktunya untuk tidur. Sedangkan yang lain nya pergi kekantin untuk makan siang bersama termasuk Refan.


Saat sudah di kantin sekolah, mereka membicarakan tentang keanehan Salsa. Mulai dari yang suka tidur, sikap nya aneh dan menghindar saay diajak pergi atau nongkrong bareng akhir-akhir ini.

__ADS_1


"Apa kalian melihat keanehan Salsa?" tanya Refan saat mereka lagi makan bersama.


"Aku juga berpikir begitu, tapi mungkin dia lagi sibuk bekerja saat diajak nongkrong dia nggak mau" jawab Veny.


"Apa kalian udah tau tentang keluarga Salsa?" tanya Tiara dan Veny serta Refan yang sudah tau hanya diam saja.


"Jangan bilang kamu udah tau Ven, tapi ngga mau cerita sama aku" tebak Tiara saat melihat ekspresi Veny.


"Iya Ra, kamu udah tau apa?" tanya Veny hati-hati agar dia tidak salah bicara nantinya.


"Sudah aku tebak kamu pasti sudah tau Veny, tadi Salsa bilang kalau Kak Loly saudara tirinya. Pantasan saja dia tidak akrab dengan Kak Loly, bahkan yang paling menyedihkan Kak Loly sama sekali tidak perduli pada nya" cerita Tiara yang tak kuasa menahan kesal saat mendengar perkataan Salsa tadi.


"Iya Salsa sudah cukup menderita, aku mau bantu dia tapi dia selalu menolak dengan alasan dia masih mampu membiayai hidupnya" jawab Refan.


"Jadi kamu juga udah lama tau Fan, kok aku yang ngga tau apa-apa" sahut Tiara merasa tidak terima.


"Kami juga ngga berani bilang ata cerita sama siapa-siapa, kecuali jika Salsa sendiri yang memberitahu kamu" jawab Veny.


"Veny benar, dia sudah cukup menderita dengan sikap Papa nya. Di tambah lagi dengan kehadirian Loly dan Mama nya, Salsa benar-benar sangat putus asa waktu itu" ucap Refan saat menemui Salsa kabur dari rumah.


"Kasihan Salsa, jangan-jangan Mama nya Kak Loly juga tidak menyukai Salsa. Makanya Salsa ngga betah tinggal dirumah nya" ungkap Tiara pada mereka.


"Apa kamu juga udah tau Sin?" Sambung Tiara bertanya pada Sintia.


"Aku juga baru dengar Ra, kasihan juga Salsa. Mungkin dia ngga sanggup punya ibu tiri kan, apa yang orang bilang jika ibu tiri itu jahat kan" sambung Sintia.


"Aku pikir juga begitu, pasti Mama nya jahat kan. Malang banget nasip Salsa, apa kita perlu tanya pada Salsa apa dia punya masalah lain karena dia bersikap aneh. Seperti yang dikatan oleh Refan tadi" ucap Tiara.


"Nanti kita cari tau apa yang terjadi padanya, aku tidak tega untuk bertanya" sambung Refan.


"Benar juga Fan, kita harus cari tahu apa yang terjadi pada Salsa. Dia sangat tertutup dengan masalahnya akhir-akhir ini" jawab Veny dan Tiara pun menganggukan kepalanya.


Setelah itu mereka melanjutkan makan siangnya dan tak lupa Refan membelikan makanan untuk Salsa, rencananya setelah ini dia akan menyusul Salsa di perpustakaan.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2