
Beberapa hari ini Salsa masih mencari tahu tentang wanita yang disembunyikan Papanya, dia sangat yakin jika Papanya mempunyai wanita lain selai Mama. Tapi sampai hari ini tidak ada hasil sama sekali, dia sudah berusaha mencari tahu dan bahkan mengikuti Papa nya setelah pulang sekolah.
Saat ini dia masih berada di kamar nya dan sebelum pergi ke sekolah dia masih berpikir keras dengan apa yang disembunyikan oleh Papa nya.
"Harus bagaimana lagi coba?" Tanya Salsa sambil berpikir keras.
Tapi saat Salsa masih dikamarnya, Mbok memanggil Salsa dan menyuruhnya untuk pergi kesekolah. Takutnya dia telat karena sudah hampir jam tujuh pagi, Salsa pun buru-buru pergi kebawah.
"Permisi Non, apa Non sudah siap. Sarapan dulu Tuan dan Nyonya sudah menunggu dan Mang Darto juga sudah menunggu dibawah, nanti Non bisa telat pergi kesekolah nanti" ucap Mbok Jum dari balik pintu.
"Iya Mbok sebentar" jawab Salsa, lalu mengambil tasnya serta sebuah paper Bag dan keluar dari kamar.
Salsa tidak ikut sarapan lagi karena malas harus berdebat dengan Papa nya, terkdang dia kasihan dengan Mama yang selalu dibentak oleh Papa. Tidak ada satu hari pun, suasana dirumah tenang.
"Mau pergi kesekolah kamu, sarapan dulu" teriak Papa saat Salsa sudah turun kebawah dan berlari kearah pintu keluar rumah.
"Salsa masih kenyang, kalain sarapan saja" jawabnya lalu pergi.
"Tapi sayang..." belum selesai Mama bicara Salsa sudah pergi.
Salsa sengaja tidak mau berdebat pagi ini, karena akan membuat moodnya berantakan. Dengan perasaan tak karuan dia pergi kesolah diantar oleh Mang Darto, Salsa sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Kenzo.
"Apa Non ada acara nanti siang? atau mau dijemput seperti biasa?" tanya Mang Darto saat masih diperjalanan kesekolah.
"Tidak ada Mang, jemput seperti biasa saja" jawab Salsa sambil tersenyum.
"Siap Non" ucap Mang Darto lagi sambil balik tersenyum.
Setelah sampai disekolah, Salsa langsung masuk kedalam kelas seperti biasnya. Jam pelajaran sebentar lagi juga akan dimulai, akhir-akhir ini Refan semakin gencar mendekatinya dan terkadang Salsa merasa kurang nyaman.
***
Sampai jam istirahat pun tiba, Salsa memberanikan diri untuk pergi kekelas Kenzo untuk mengembalikan jaketnya yang kemarin. Salsa pergi sendiri karena Tiara dan Veny serta Sintia pergi kekantin.
Salsa memang sudah mengetahui kelas Kenzo, dia berjalan kesana. Salsa sangat berharap Kenzo ada dikelasnya.
"Permisi Kak, apa Kak Kenzo nya ada?" tanya Salsa pada seorang laki-laki yang berada didepan pintu kelas tersebut.
"Oh Kenzo, ada tu duduk dibelakang" tunjuk laki-laki itu pada Kenzo yang sedang berkumpul bersama dan ada Aldo juga disana.
"Iya terima kasih ya Kak" jawab Salsa menundukkan kepalanya, lalu tersenyum pada laki-laki itu.
Salsa berjalan santai menghampiri Kenzo, dia tidak menghiraukan semua wanita yang melihat kearahnya.
__ADS_1
"Permisi kak Kenzo, boleh bicara sebentar" kata Salsa yang bebicara pada Kenzo yang masih duduk ditempatnya.
Teman-teman Kenzo saling menyenggol dan tersenyum, mereka tidak pernah melihat wanita yang sangat berani Salsa.
"Ada adek ni Ken, mau bicara penting kali" ledek Refki, salah satu teman mereka juga.
"Ayo ikut aku" perintah Kenzo pada Salsa dan Salsa langsung mengikuti Kenzo dari belakang.
Kenzo mengajak Salsa untuk pergi kesamping kelasnya, sebenarnya Kenzo malas sekali. Bikin dia malu aja sampai dihampiri oleh wanita lagi, mau ditarok dimana mukanya.
"Ada apa kamu kesini?" tanya Kenzo.
"Aku mau balikin jaket kak Kenzo, makasih banyak ya kak" jawab Salsa sambil memberikan sebuah paper bag.
"Gue kira apaan, kayak penting banget. Lain kali nggak usah cari gue dikelas" jawab Kenzo lalu mengambil paper bag itu dan pergi meninggalkan Salsa.
Tanpa mereka sadari ada seorang wanita yang melihat dan mengintip mereka berdua, dia menggepalkan tanganya. Sepertinya dia sangat kesal melihat Salsa dekat dengan Kenzo.
"Berani-beraninya anak baru itu dekatin Kenzo, awas saja nanti" ucapnya sambil memanda Salsa yang berjalan pergi menjauh dari sana.
"Kamu benar, anak baru itu mamang harus diberi pelajaran" sambung wanita satunya.
Setelah itu Salsa kembali kekelasnya, dia sangat senag walau pun Kenzo bersikap dingin padanya. Didalam kelas ternyata para temanya belum kembali dan ada Refan yang menghampirinya.
"Nggak ada aku cuma keliling aja, kenapa kamu udah balik. Apa kamu udah makan?" Salsa balik bertanya.
"Udah tadi, oh iya aku beli roti buat kamu. Tunggu ya aku ambil dulu" jawab Refan, dia pergi mejanya lalu mengambil makanan yang dia beli tadi.
Refan memberikan makananya kepada Salsa lalu duduk disampingnya, Tiara juga belum balik dari kantin.
"Makasih banyak ya Fan, kamu tau aja aku lapar banget. Kebetulan aku belum sarapan" ucap Salsa mengambil roti tersebut dan memakanya.
"Tu kan kamu kebiasaan jarang sarapan, bagaimana kalu kamu pingsan lagi" kesal Refab karena Salsa memang sering begitu.
"Kamu ada yang bantuin aku, kamu memang sahabat yang paling baik" Salsa tertawa dan menepuk pundak Refan.
"Pelan-pelan dong Sa, liat coklatnya belepotan" Refan mengusap mulut Salsa.
"Benarkah, makasih Fan. Kamu menag paling the best" ucap Salsa sambil mengacungkan jempolnya.
Refan juga ikut makan bersama dengan Salsa, dia sangat senang sekali Salsa bisa tertawa dan bercanda padanya. Salsa adalah wanita yang unik dan lucu itu lah yang membuat Refan suka padanya.
"Hemmm" Tiara datang dan memecahakan kegiatan Salsa dan Refan yang terlihat romantis.
__ADS_1
"Ngagetin aja kamu Ra, gimana udah kenyang?" tanya Salsa kepada Tiara yang baru datang.
"Habisnya kalian romantis banget, udah lah. Kamu tu yang jarang banget mau diajak kekantin" jawab Tiara dan tidak lama kemudian Sintia dan Veny masuk.
"Siapa yang romantis, kita cuma menimati makan roti saja. Apa kalian mau" tanya Salsa.
"Tidak kami sudah kenyang" jawab Veny.
"Sana balik kekursi kamu Fan, aku mau duduk" usir Tiara pada Refan yang masih duduk disana.
"Hemm diusir lagi" kesal Refan, dia tidak berani melawan Tiara karena Tiara terkenal galak dan suka marah.
"Sini kita tukar tempat duduk, kamu duduk sama Bobon sana. Oh iya Bobon nyariin kamu tadi" bujuk Refan pada Sintia agar dia mau bertukar tempat duduk.
"Benarkah, aku duduk kesitu kalau begitu. Dadahh kalian.." ucapnya lalu pergi duduk ditempat Refan.
"Dasar tu anak giliran Bobon aja otaknya langsung mencair" jawab Veny sambil menggelengkan kepalanya.
"Biarin aja, lagian dia juga suka dekat sama Bobon" sambung Tiara sambil tersenyum.
"Kenapa jadi bahas Bobon terus sih" kesal Salsa, dia tidak terlalu menyukai Bobon karena sikapnya angkuh dan terlihat sombong.
"Iya-iya kita bahas yang lain aja, Oh iya kamu besok mau kemana Sa? pulang sekolah jalan bareng yuk?" ajak Refan pada Salsa, sedangkan yang lain tidak ditawari untuk ikut.
"Salsa saja yang diajak, kita nggak?" tanya Veny, sebenarnya dia hanya bercanda saja.
"Kalian boleh ikut jika mau" sambung Refan merasa tidak enak.
"Hanya bercanda kok Fan, jangan serius banget" ucap Veny sambil tersenyum.
"Gimana Sa, mau nggak?" Refan bertanya lagi.
"Emm...aku kabari besok ya Fan" jawab Salsa karena dia tidak tau harus menjawab apa.
Refan duduk dibelakang Salsa, Refan terus saja mengajaknya mengobrol sampai guru masuk kedalam kelas dan memulai pelajaranya.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC