Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 105. Terima Kasih Untuk Semuanya


__ADS_3

Malam hari nya setelah makan malam Salsa membersihkan diri dan bersiap untuk tidur, sedangkan Kenzo sudah mandi dari tadi. Saat ini dia sedang membuka tabletnya mungkin mengecek email dan pekerjaanya, Salsa juga tau jika suaminya itu masih libur tapi tetap belajar.


"Kamu lagi ngapai sayang?" tanya Salsa yang duduk disamping Kenzo dan melihat apa yang sedang suaminya lihat.


"Biasa lagi cek email, pemasukan resto kayaknya udah balik modal" jawab Kenzo bercerita dengan Salsa.


"Bagus dong, mana hadia nya?" tanya nya lagi sambil duduk didepan Kenzo bahkan dia menindih paha Kenzo.


"Apa kamu mau menggoda aku?" Kenzo balik bertanya karena melihat istrinya itu, baju tidurnya juga sangat pendek.


"Aku tidak menggoda kakak, tapi aku mau hadia nya" kesal Salsa sambil cemberut.


"Kalau hadia cepat sekali, tunggu" jawab Kenzo meletakan tabletnya diatas nakas dan membuka laci nya.


"Tutup mata kamu" sambung Kenzo lagi dan Salsa pun hanya menurut saja.


"Buka mata kamu" ucap Kenzo lagi dan Salss masih duduk dipaha Kenzo.


"Apa ini?" tanya Salsa menujuk sebuah kota kecil yang berada ditanganb Kenzo dan Kenzo pun membuka kota tersebut.


"Ini adalah satu set perhiasan untuk kamu, ini juga cincin yang kamu suka waktu kita ke Mall waktu itu. Aku tau kamu sangat ingin ini kan" jawab Kenzo sambil tersenyum.


"Terima kasih, kakak suami yang paling baik" sambung Salsa memeluk Kenzo.


"Sama-sama, istri yang baik dan penurut memang harus diberi hadia" jawab Kenzo sambil mengelus rambut Salsa.


"Mau aku pakaikan?" tanya Kenzo setelah melepaskan pelukan mereka dan Salsa menganggukan kepala nya.


"Ini sangat cantik kak, terima kasih untuk semuanya. Aku sangat bahagia punya kakak dikehidupan ini" jawab Salsa sambil tersenyum memandangi cincin yang dipasangkan oleh Kenzo.


"Benarkah? tapi aku juga mau hadia" bisiknya ditelingah Salsa.


"Aku tau kakak mau ini" sambungnya mengecup bibir Kenzo sebentar.


"Kamu usah semakin ahli kayaknya, nggak perlu diajari lagi" ucap Kenzo sambil tersenyum.


"Tentu saja, karena kakak guru nya" jawab Salsa sambil mengelus pipi suaminya.


"Aku mau hadia lebih dari ini" bisik nya lagi pada Salsa.


Setelah itu Kenzo menarik Salsa lebih erat dan memperdalam ciuman mereka, Kenzo membuka pakaianya dan juga pakaian Salsa.


"Aku sangat mencintai kamu" ucap Kenzo setelah melepas ciuman nya.

__ADS_1


"Aku juga sangat mencintai kakak" jawab Salsa sambil memeluk Kenzo dan meletakan kepala nya di leher Kenzo.


"Apa sebaiknya kita punya anak yang gemoy setelah ini" bisik Kenzo lagi.


"Iya sepertinya menyenangkan jika punya bayi yang mirip kakak, tapi tunggu aku tamat ya" jawab Salsa sambil tersenyum dab memandang Kenzo.


"Baiklah aku mau cicil buat nya dari sekarang" Sambung Kenzo dan langsung membalikan tubuh Salsa kebawah dan dia berada diatas.


Setelah itu mereka melakukanya, Kenzo seperti sudah ahli melakukanya. Mereka sampai saat ini juga masih aktif memakai kontrasepsi, Salsa juga ingin melanjutkan kuliah setelah tamat nanti. Kenzo juga tidak bisa memaksakan kehendaknya, jika dia juga ingin mempunyai anak lebih cepat.


***


Besoknya Mama membujuk Kenzo agar menyuruh Salsa untuk ikut pada nya, tapi Kenzo tidak menyuruh sama sekali. Akhirnya Mama pergi bersama dengan Papa dan semua pekerjaan Papa nya Kenzo yang harus menggantikanya, awalnya Kenzo tidak mau karena tidak tau sama sekali dengan perusahan tapi Papa meyakinkan jika Kenzo bisa dan ada Pak Bram yang mengajari dia nantinya.


"Jaga Salsa dan jangan lupa kamu harus datang kekantor selama Papa dan Mama pergi" ucap Papa sebelum pergi.


"Iya Papa tenang saja, Kenzo akan berusaha semampu Kenzo untuk mengurus perusahaan" jawab Kenzo dengan sungguh-sungguh.


"Bagus, kami pergi dulu" sambungnya lagi.


"Hati-hati Pa, Ma" sahut Salsa pada mertuanya.


"Iya sayang, hati-hati dirumah. Kalau Kenzo nakal bilang sama Mama ya" jawab Mama sebelum masuk kedalam mobil.


Mereka melihat Mama dan Papa pergi sampau mobil mereka tidak kelihatan lagi, Kenzo mengajak Salsa untuk masuk kedalam rumah.


"Apa kakak benar-benar bisa menggantikan Papa?" tanya Salsa yang sedari tadi dirangkul oleh Kenzo.


"Tentu saja, apa kamu tidak percaya dengan suami kamu?" jawab Kenzo kesal dan melepaskan rangkulanya.


"Iya percaya-percaya, jadi hari ini kakak mau pergi ke perusahan?" tanya Salsa lagi sambil mengejar Kenzo yang berjalan kearah kamar mereka.


"Hari ini aku mau libur dulu, besok saja pergi kesana. Ayo kita liburan dikamar saja seharian" Kenzo menarik tangan Salsa.


"Maksud kakak apa? aku nggak mau ya. Tadi malam aku sudah capek" jawab Salsa yang masuk kamar dan diikuti oleh Kenzo dari belakang.


"Dasar mesum, aku cuma mau ngajak kamu istirahat saja" sambung Kenzo menarik Salsa keatas kasur dan memeluknya.


"Ayo cepat tidur, aku tau kamu pasti mengantuk " sambung Kenzo.


"Iya aku sangat mengantuk" jawab Salsa memejamkan mata nya dan memeluk erat Kenzo.


Mereka pun akhirnya tidur bersama, sampai sore harinya mereka hanya berada dikamar saja. Malam nya Kenzo mengajak Salsa untuk jalan-jalan, karena dia bosan dirumah terus.

__ADS_1


Salsa terbangun dan ternyata Kenzo masih tertidur, Salsa membangunkan nya. Dia ingin jalan-jalan malam ini karena dia bosan seharian hanya dirumah saja, sedangkan teman-teman lain nya berlibur bersama keluarga di luar kota.


"Sayang ayo bangun" ucap Salsa membangunkan Kenzo.


"Ada apa sayang?" jawabnya malas dan masih memejamkan matanya.


"Ayo bangun aku bosan, kita jalan-jalan yuk" ajak Salsa lagi sambil memggoyangkan bahu Kenzo.


"Kita mu kemana sayang, aku masih mengentuk" Kenzo masih memejamkan matanya dan menarik selimut.


"Ih menyebalkan banget kakak" jawab Salsa lalu pergi kekamar mandi dan dia membersihkan dirinya.


Beberapa menit setelah itu dia sudah selesai mandi dan berganti pakaian, Salsa masih melihat Kenzo terbaring disana.


"Apa kakak tidak akan bangun? aku akan pergi jalan-jalan dengan Refan" ucap Salsa agar Kenzo bangun, saat mendengar nama Refan dia langsung bangun dan duduk.


"Apa siapa yang mengizinkan kamu pergi dengan nya?" tanya Kenzo kesal.


"Habisnya kakak susah sekali bangun, ayo kita pergi jalan-jalan" Salsa menarik tangan Kenzo dan menyuruhnya pergi mandi.


"Iya-iya sayang, tunggu disini jangan pergi" ucap Kenzo memperingati Salsa.


Kenzo yang sudah mau masuk kembali kedalam kamar dan memeluk Salsa dari belakang.


"Jangan pernah pergi dengan laki-laki lain, aku cemburu" bisik Kenzo ditelinga Salsa.


"Iya aku hanya bercanda, habisnya kakak nggak bangun-bangun" kesal Salsa yang masih berdiri disana.


"Pokoknya nggak boleh pergi kemana-mana tunggu disini!" dia melepasakan pelukanya dan membalik tubuh salsa kearahnya sambil menujuk pada Salsa.


"Iya cepat lah mandi" jawab Salsa.


"Oke siap Bos" ucapnya kemudian mencium pipi kanan Salsa dan berlari pergi kekamar mandi.


Salsa berjalan kearah meja rias, dia melihat pantulan dirinya dicermin dan terus memandang perhiasan yang diberikan Kenzo, bahkan Kenzo juga membelikan kalung dengan motif ukiran bunga yang lebih indah dari pada yang dia lihat kemarin.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2