Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 36. Mau jadi Pacar Ku?


__ADS_3

Pulang sekolah seperti biasanya Salsa dan Nadia membersihkan semua halaman sekolah karena hukuman mereka masih 2 hari lagi, Nadia berusaha minta maaf pada Salsa tapi Salsa malas meladeni Nadia.


"Hey sudah berapa kali aku minta maaf, kenapa kamu tidak mau memaafkan aku?" tanya Nadia sambil menyapu halaman.


"Karena kamu tidak tulus, apa kamu takut Papa kamu akan dipecat jika aku bicara dengan Papa ku?" Ancam Salsa.


"Bukan begitu, kali ini aku benar-benar tulus Sa" mohon Nadia lagi.


"Baiklah kita lihat nanti jika kamu memang berbuah aku akan memaafkan kamu" jawab Salsa sambil mengangkat bahunya.


Tidak lama setelah itu datang lah seorang laki-laki yang tentu saja Salsa mengenalnya, dia adalah Briyan Stepano. Orang memanggilnya Riyan, dia salah satu murid paling bandel dikelas mereka dan tidak hanya itu dia selalu pacaran saat di kelas karena pacarnya juga dikelas mereka.


"Hay Sa, boleh aku bantu kamu?" tanya dia yang mendekat pada Salsa.


"Riyan ngapain kamu disini?" Salsa balik bertanya.


Salsa bingung karena mereka tidak sedekat itu di kelas, apa lagi Riyan menawarkan untuk membantu Salsa.


"Nggak ada aku nunggu kamu" jawabnya santai, tentu saja Salsa semakin bingung.


"Aneh..." ucap Salsa yang melihat Riyan.


Tampa menghiraukan ucapan Salsa, Riyan membantu Salsa membersihkan halaman sekolah sampai selesai.


"Nah gini dong Sa, besok-besok ajak lagi pasukan kamu biar kita cepat menyelesaikan hukuman kita" ucap Nadia.


"Kamu tu yang seharusnya mengajak pasukan kamu, kita dihukum begini karena kamu" kesal Salsa.


"Sudah aku bilang aku minta maaf, aku tidak akan cemburu lagi dengan Refan" ucap Nadia.


"Aku meragukan jawaban kamu, asal kamu tau aku menjauh dengan sahabatku demi menjaga hati kamu. Aku benar-benar nggak habis pikir kenapa Refan mau bertunangan dengan kamu?" tanya Salsa.


Karena kemarin Refan sudah mengatakan semuanya, mereka memang akan bertunangan. Alsanya karena Papa Refan mempunyai hutang budi pada Papa Nadia di masa lalu.


"Tentu saja karena aku cantik dan baik" jawab Nadia percaya diri sambil memainkan rambutnya.


"Terserah kamu lah Nad" ucap Salsa sambil menggelengkan kepalanya.


Riyan masih membantu mereka dan memperhatikan mereka dari tadi. Salsa adalah tipe nya banget, dia juga sering memperhatikan Salsa yang tertawa ceria bersama dengan teman-teman nya saat di kelas.


"Terima kasih kamu sudah mau mebantu kami, tapi sebaiknya kamu pulang Riyan. Apa lagi jika Jihan tau kamu disini, aku pasti akan dapat masalah" ucap Salsa pada Riyan.


"Aku sudah putus dengan Jihan, jangan membahas dia lagi. Aku sengaja disini karena aku ingin bicara sama kamu" jawab Riyan


"Wah hebat juga loh Sa, udah Refan sekarang dia ini kemarin kak Kenzo" sambung Nadia sambil bertepuk tangan.

__ADS_1


"Bisa diam nggak, aku lagi nggak bicara sama kamu ya" kesal Salsa karena Nadia terlalu banyak bicara.


"Sudah lah Sa, tidak perlu mendengarkan dia" ucap Riyan.


Beberapa menit kemudian mereka sudah menyelesaikan semuanya dan Nadia berbicara jika dia akan pulang duluan.


Suasana sekolah memang sepi karena semuanya sudah pulang dan hanya ada beberapa murid yang mengikuti kegiatan organisasi.


"Aku mau bicara sebentar sama kamu, ayo ikut aku" ajak Riyan pada Salsa.


"Bicara apa sih Yan, disini aja" jawab Salsa.


"Ini penting Sa, aku ngga mau ada orang lain yang dengar" ucapnya lagi.


Salsa yang masih bingung pun hanya bisa mengikuti Riyan dan Riyan mebawa Salsa kedekat gudang sekolah, disana suasananya juga sepi.


"Cepat katakan, aku mau pulang" ucap Salsa.


"Dengerin ya Sa, ku tu udah suka sama kamu dari pertama kita masuk tapi saat itu aku masih pacaran dengan Jihan tapi saat ini kami sudah putus" cerita Riyan.


"Terus apa hubungannya sama aku?" tanya Salsa bingung.


"Mau jadi pacar ku?" Riyan balik bertanya pada Salsa dan memberanikan diri untuk mengungkapan kan perasaanya.


"Iya Sa, aku benar-benar serius" jawabnya sambil memegang tangan Salsa.


"Maaf Yan, bukan aku tidak menghargai perasaan kamu tapi aku lagi nggak mau pacaran dan aku nggak suka sama kamu" ucap Salsa juju karena dia nggak mau memberikan harapan pada Riyan.


"Apa tidak ada kesempatan lagi buat aku Sa, aku benar-benar serius" mohon Riyan lagi.


"Coba kamu yakin kan dulu perasaan kamu, kamu juga baru putus mungkin kamu cuma butuh pelampiasan aja" jelas Salsa.


"Oke aku akan buktikan ke kamu kalau aku serius" jawab Riyan lagi.


Salsa tidak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya hanya menganggukan kepalanya, setelah itu mereka memutuskan untuk pulang kerumah. Riyan pulang dengan bahagia dan berharap Salsa juga menyukainya, dia juga lumayan keren nggak kalah dengan idola sekolah sekelas Kenzo pikirnya.


***


Keesokan harinya Salsa datang seperti biasanya tapi saat dia masuk kedalam kelas dia dikejutkan oleh Tiara yang berteriak padanya. Salsa pun langsung menghampirinya, sepertinya ada hal yang sangat penting sampai-sampai Tiara berteriak seperti itu.


"Salsa Oh my good" teriak Tiara yang juga mengisyaratkan tanganya agar Salsa berjalan cepat.


"Apa sih Ra, teriak-teriak ini masih pagi" kesal Salsa yanh baru datang.


"Ini ada buket bunga buat kamu, tapi aku nggak tau dari siapa. Pagi-pagi udah ada disini aja" ucap Tiara sambil menujuk sebuah buket bunga di meja mereka.

__ADS_1


Karena pada buket itu tertulis utuk Salsa dari R, dia hanya menuliskan inisial nama saja. Salsa pun mengambil bunga itu dan melihat kartu namanya, dia melihat kanan kiri serta kebelakang. Saat dia menatap kearah Riyan dan Riyan tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


Salsa menyimpan bunga itu didalam kolom bawah mejanya dan dia sudah menebak saat Riyan tersenyum kepadanya.


"Siapa R itu?" tanya Tiara kepoh pada Salsa.


"Ngomongin apa ni?" tanya Veny yang baru datang dan ikut bergabung bersama mereka.


"Salsa dapat bunga dari penggemar rahasianya" jawab Tiara semangat sambil menujuk buket bunga yang ada di meja Salsa.


"Wah benarkah, siapa tu Sa. Bikin penasaran aja?" tanya Veny penasaran.


"Inisial nya R, apa kamu tau Ven?" Tiara balik bertanya kepada Veny.


"Aku juga nggak tau Ra, apa dari Refan?" tebak Veny karena inisialnya R.


"Nggak tau tuh" jawab Tiara.


"Berhenti menebak-nebak dan jangan sebut nama Refan lagi, aku sudah cukup dapat masalah kerena dia. Apa lagi harus berurusan dengan Nadia, mana Papa ku selalu memarahi ku" kesal Salsa saat mengingat nama Refan.


Beberapa hari ini Salsa menjaga jarak dengan Refan dan tak hanya itu dia juga menghindari Refan.


"Udah kah jangan marah-marah kasian juga Refan, sebenarnya dia nggak salah Sa" Tiara memberikan nasehat kepada Salsa.


"Akan aku pikirkan nanti" jawab Salsa.


Gara-gara masalah Refan ini, Kak Kenzo tidak mengabari aku sampai hari ini. Sepertinya dia benar-benar marah karena aku nggak datang kemarin dan sekarang ditambah lagi dengan Riyan.


Semuanya membuat kepala Salsa pusing, dia berjanji tidak akan memberikan harapan pada Riyan agar dia tidak mendekati Salsa lagi.


"Oh iya Ra, pulang sekolah nanti ada pertemuan Osis katanya kita mau adain Jumat amal untuk minggu depan" ucap Veny.


"Iya Ven, barengan aja aku akan kumpul hari ini" jawab Salsa.


Setelah itu Veny pun duduk dikursinya dan Tiara masih terus bertanya, tapi Salsa malas menjawab pertanyaan dari tamanya itu karena masih penasaran tentang buket bunga tadi.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2