
Salsa pun pulang dari sekolah dan dia langsung masuk kedalam rumah, tidak lupa dia memanggil Mbok Jum karena itu lah kebiasaanya sekarang. Salsa terus berjalan sampai kedapur dan ternyata tidak ada Mbok Jum disana.
"Mbok Salsa pulang" ucapnya setelah memasuki rumah dan mencari Mbok Jum tapi tidak ada didapur.
Tidak lama kemudian Mbok Jum masuk dari pintu belakang, mungkin dia dari kamarnya.
"Maaf Non Mbok tadi kebelakang sebentar, Apa Non mau langsung makan atau ganti baju dulu?" tanya Mbok yang hampiri Salsa.
Salsa pun membuka tutupan lauknya dan masakan Mbok Jum terlihat enak sekali.
"Aku mau langsung makan aja Mbok, apa Mbok dan Mang Darto sudah makan?" tanya Salsa.
"Belum Non, Non makan duluan saja nanti kami akan makan setelah ini" jawab Mbok Jum.
"Kenapa seperti itu, Mbok tunggu disini. Aku panggil Mang Darto dulu kita makan bersama" kata Salsa.
Salsa pun berjalan keluar dan menuju pos satpam untuk memanggil Mang Darto, Mang Darto pun tidak bisa menolak ajakan Salsa.
"Mang ayo makan siang kedalam" ajak Salsa.
"Non duluan saja, Nanti Mamang makan dibelakang" jawabnya merasa tidak enak.
"Ayo lah Mang, tidak apa-apa. Kalau Mang Darto nggak mau Salsa juga nggak akan makan siang" katanya dengan nada kesal.
"Emm baik lah Non, Ayo kita masuk" jawab Mang Darto.
Mereka pun berjalan bersam masuk kedalam dan Mbok Jum juga sudah menyiapkan piring mereka, dia sangat senang karena Salsa sangat baik kepada mereka.
"Ayo duduk Mang dan Mbok juga" kata Salsa duduk dan mengambil nasi putih untuknya dan mengambilkan untuk mereka juga.
" Apa ini sudah cukup?" tanya Salsa pada mereka berdua.
"Sudah Non" jawabnya bersamaan.
"Kita sudah seperti keluarga ya" ucap Salsa sambil tersenyum.
"Iya tentu saja kita keluarga Non, ayo cepat dimakan makananya" jawab Mbok Jum.
"Mbok Jum benar kita keluarga Non, jadi Non bisa menganggapnya seperti itu" sambung Mang Darto sambil tersenyum.
"Terima kasih Mang, Oh iya apa kita boleh makan seperti ini setiap hari?" tanya Salsa lagi.
"Tapi Non, Tuan akan marah jika melihat kami makan bersama dengan Non seperti ini" jawab Mbok Jum sebenarnya tidak enak.
__ADS_1
"Benar juga Papa akan marah, kalau Papa tidak ada apa boleh?" kata Salsa lagi.
"Tentu saja boleh Non" sambung Mang Darto.
"Yehhh, Oh iya aku belum cerita dengan Mbok ada gosip yang sedang heboh di sekolah" cerita Salsa diselah makanya.
"Emang nya ada apa Non?" tanya Mbok penasaran.
"Ada yang hamil Mbok, tapi aku juga nggak menyangka dia hamil. Padahal anaknya pintar Mbok, mana jurusan IPA lagi" sambung Salsa.
"Benarkah Non, pergaulan jaman sekarang ngeri ya" jawab Mbok.
"Aku juga berpikir begitu Mbok, kok bisa ya" ucap Salsa lagi.
"Tentu saja bisa Non karena ada beberapa faktor yang membuat hal itu terjadi, salah satunya karena kurangnya didikan orang tua atau bisa juga kurang perhatian sehingga dia bisa bebas seperti itu" ucap Mang Darto memberikan pendapatnya.
"Kenapa ciri-ciri yang Mamang ucapankan sama dengan aku, Papa dan Mama sibuk bekerja dan tidak pernah perhatian dengan aku" jawab Salsa dengan nada sedih.
"Nah sekarang Non tau, jadi Non bisa berpikir bahwa kita juga harus membatasi diri kita agar tidak terjerumus dalam kesalahan yang besar" ucap Mbok Jum.
"Iya Mbok benar kita juga harus membatasi kita terutama dalam memilih teman bergaul, untuk kasih sayang kami sangat menyayangi Non sama seperti anak kami sendiri" sambung Mang Darto.
"Benarkah terima kasih aku sangat terharu, aku tidak tau jika tidak ada Mbok Jum dan Mang Darto disini" ucap Salsa yang matanya sudah mulai berkaca-kaca.
"Harus membatasi diri dan memilih teman yang baik agar tidak salah pergaulan, begitu kan Mbok aku sudah mengerti" jawab Salsa sambil tersenyum.
"Bagus Non pintar sekali" ucap Mbok Jum sambil mengacungkan jempolnya.
"Terima kasih atas pujianya Mbok" jawab Salsa sambil tertawa.
"Non Salsa ada-ada saja" sambung Mang Darto sambil menggelengkan kepalanya.
"Oh iya aku belum pernah naya istri Mang Darto kerja apa sekarang?" tanya Salsa.
Mang Darto memang bekerja dari dulu tapi Salsa belum sempat menayakan keadaan keluarga sopirnya itu.
"Masih sama seperti dulu Non, jadi buruh cuci tapi sekarang dia sudah bekerja disalah satu wartek dekat rumah. Jika ada cucian dia juga jadi buruh cuci" jawab Mang Darto.
"Benarkah tunggu aku punya duit Mang, nanti akan aku buatkan wartek sendiri" Salsa percaya diri.
"Non ini bisa saja, tapi saya doa kan semoga Non sukses dan mempunyai uang yang banyak" jawab Mang Darto sambil tersenyum.
"Sudah lah nanti berbincang lagi, ayo cepat habiskan makananya" sambung Mbok Jum.
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan makan siangnya, Salsa bahagia walaupun buka dengan orang tuanya tapi masih ada Mbok Jum dan Mang Darto yang mendukungnya.
***
Sedangkan ditempat lain, sebuah keluarga bahagia sedang makan siang bersaman dirumah mereka. Kebetulan putrinya juga sudah pulang sekolah, mereka adalah definisi keluarga yang sesungguhnya.
"Aku sangat senang kita bisa berkumpul seperti ini, aku berharap akan seperti ini selamanya" ucapnya sambil mengelus tangan suaminya.
"Mama benar, kapan Papa pindah kesini? Mama bilang Papa akan pindah kesini dalam waktu dekat atau kami saja yang pindah kesana" sambung putrinya.
"Papa sudah memutuskan untuk mengajak kalin pindah kesana, Papa akan pulang duluan dan memberikan Salsa pengertian. Papa harap kamu bisa akrab dengan adik tiri kamu dan kita bisa menjadi keluarga yang seutuhnya" jelas Papa pada mereka berdua.
"Tentu saja Pa, aku akan berusah akrab padanya" jawabanya.
"Sebenarnya Salsa masih terlalu kecil untuk memahami ini semua, tapi apa boleh buat ini semua sudah terjadi" ucap Papa sambil menghembuskan napas dalamnya.
"Mama yakin dia bisa mengerti dan menerima semua ini, Papa tidak perlu khawatir Mama juga akan membantu meyakinkan Salsa" jawabnya penuh keyakinan.
Sebenarnya aku tidak pernah sudi membesarkan anak kamu dari wanita itu karena wanita itu lah hidup kita sulit seperti ini, ucap wanita itu dalam hantinya.
"Papa sangat beruntung memiliki kalian, kalian bisa menerima Salsa dengan tangan terbuka" ucap Papa sambil memegang tangan istrinya.
"Sama-sama Pa, kita kan keluarga" jawab Mama.
"Ayo lanjutin makanya, apa enak? Papa mau dimasakin apa lagi besok?" sambung Mama.
"Terima kasih Ma, Papa akan bertambah gemuk jika Mama masak seperti ini terus" jawab Papa.
"Memangnya kenapa? bagus lah gemuk, Papa terlihat kurus akhir-akhir ini" ucap Mama.
"Karena masakan Mama sangat enak jadi pengen nambah terus" jawab Papa sambil tersenyum.
Keluarga itu benar-benar menikmati makan siangnya, karena harang sekali Papanya datang lama seperti ini. Paling lama cuma dua minggu atau pun cuma tiga hari.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1