
Keesokan harinya Refan datang bersama dengan Bobon dan kedua temanya, mereka bukan anak SMA mereka mungkin teman Refan waktu sekolah menengah pertama. Salsa sudah berpesan kepada Refan untuk membawa alat Gamping karena mereka akan mengadakan Camping di dekat Vila.
Refan masih dalam perjalanan dan mereka memutuskaan untuk membeli beberapa bahan makanan, karena akan pergi kepasar jadi Loly dan Cici memutuskan untuk tinggal dirumah saja.
"Beneran kalian nggak mau ikut?" tanya Veny pada mereka berdua.
"Iya beneran kalaian pergi aja, Kamu nggak pergi kan sayang?" tanya Loly pada Kenzo.
"Aku harus pergi, siapa yang akan membantu Aldo membawa barang belanjaan nanti. Sudah kamu tinggal saja disini" jawab Kenzo.
"Tapi kami takut kalau cuma berdua saja" sambung Loly.
"Ya udah aku juga nggak ikut deh Kak" sahut Sintia.
"Lah jangan gitu dong Sin, aku juga nggak kalau Sintia nggak ikut" sambung Tiara yang berdiri disamping Sintia.
"Ya udah deh biar kami berempat aja yang pergi, kalian tunggu disini. Angkat jika Refan menelpon Ra, siapa tau dia nggak tau jalan nanti" jawab Veny.
"Baiklah, kalian hati-hati dijalan" ucap Tiara.
Mereka berempat pun pergi dari sana, Loly sama sekali tidak curiga dengan kedekatan mereka. Yang dia tau Salsa itu dekat dengan teman sekelas mereka yaitu Refan yang baru akan menyusul hari ini.
Saat dalam perjalanan Aldo tiba-tiba memecahkan keheningan dan dia bilang rindu suasana seperti ink, karena mereka dulu sering jalan bareng.
"Jadi rindu suasana ini" ucap Aldo memecahkan keheningan.
Aldo yang menyetir mobil saat ini dan Veny duduk disampingnya, Salsa dan Kenzo duduk dibelakang.
"Udah lah jangan bicara kayak gitu, Kak Kenzo juga udah punya pacar nggak mungkin dia mau jalan bareng kayak gini lagi" sambung Veny.
"Iya Kak Aldo ada-ada saja, Salsa nggak berani nanti Kak Loly marah" jawabnya sambil tersenyum.
"Iya apa, nggak mungkin dia nggak marah jika tau apa yang kalain lakukan tadi malam" sahut Aldo sambil tertawa.
"Udah aku bilang jangan bahas masalah ini lagi, aku udah bilang kami nggak ngapa-ngapain iya kan Sa?" tanya Kenzo pada Salsa yang berada didepan nya.
"Iya sumpah kami nggak ngapa-ngapain, malahan kalain tu yang pro banget. Mata aku sampai ternodai tadi malam" kesal Salsa.
"Ya gitu lah Sa, masalah akan terselesaikan dengan suasana romantis" jawab Aldo sambil tertawa.
"Dasar bucin akut" ucap Salsa sambil mengelengkan kepalanya.
"Oh iya Sa, loh nggak lupa kan bilang sama Refan untuk bawak alat camping?" tanya Veny.
__ADS_1
"Udah Ven, kamu tenang aja tadi Refan udah chat katanya nya dia juga bawak beberapa tenda karena temanya juga anak pendaki" jawab Salsa.
"Bagus lah kalau begitu, Oh iya Sa aku mau tanya" Ucap Veny lagi.
"Tanya apa?" jawab Salsa bingung.
"Gimana kalau Refan nembak kamu, apa kamu terima dia?" tanya Veny dengan nada pelan.
Kenzo yang mendengar itu pun terkejut dan tangannya mengepal kuat, ada perasaan tidak rela jika Salsa punya pacar.
"Entah lah aku nggak tau, pertanyaan kamu aneh banget" jawab Salsa.
"Tidak ada aku hanya ingin bertanya saja" ucap Veny sambil tersenyum.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai disebuh pasar dan Salsa terlihat sudah biasa dengan hal itu. Yang membuat mereka lebih terkejut lagi Salsa pandai menawar sekarang, semua yang mereka beli dia tawar semua.
"Kita mau beli apa dulu?" tanya Veny pada mereka.
"Bagimana kalau beli yang berat duu, biar langsung diantar kemobil. Kita juga enak keliling" jawab Aldo.
"Kita beli jagung sama Ubi jalar dulu, setelah itu kita bali bahan makanan lainya" jawab Kenzo.
Mereka pun pergi ketempat Sayuran segar dan disana juga banyak jagung yang bagus-bagus, mereka juga membeli Ubi jalar untuk dipanggang nanti.
"Harganya 10 ribu Neng, kalau 2 kilo 15 ribu nggak papa" jawab bapak itu.
"Nggak 5 ribu aja satu kilo nya pak, mahal banget bisanya juga 3 kilo 10 ribu loh?" tanya Salsa pada bapak itu.
"Ya udah ambil aja 1 kilo 5 ribu, mau ambil berapa kilo Neng?" tanya nya.
"Kita mau beli berapa kilo?" tanya Salsa pada mereka bertiga.
"5 kilo aja pak" jawab Veny.
"Apa nggak kebanyakan?"tanya Aldo pada Veny.
"Nggak papa, kalau ada lebihnya bisa dikasih sama Mbok Yani dan Mang Didin" jawab Veny.
Setelah itu mereka melanjutkan untuk membeli jagung dan daging, karena mereka akan megadakan acara bakar-bakar malam nanti.
Saat sudah mau bejalan ke mobil, mereka memuji Salsa yang sangat pandai menawar. Seperti sudah tau semua harga sayuran dan Veny juga terkejut sahabatnya itu mempunyai bakat baru.
"Kamu pintar sekali menawar Sa" ucap Veny.
__ADS_1
"Iya udah kayak emak-emak aja tau semua harga pasar" jawab Aldo sambil tertawa.
"Iya lah aku sering kepasar, aku bekeja juga dekat dengan pasar jadi aku tau semuanya" sahut Salsa, nggak sia-sia dia diajari oleh Mbak Ririn kemarin.
"Bagus berarti udah siap jadi istri idaman, iya nggak Ken?" tanya Aldo sambil tertawa.
"Sudah lah jangan menggoda Salsa terus, kita harus cepat pulang. Mungkin mereka sudah sampai disana" sambung Veny.
Mereka berempat pun pulang dari sana, tak lupa dipinggir jalan mereka jajan tempe mendoan dan cimol serta basreng juga. Makanan disana enak-enak.
***
Benar saja saat sampai di Vila Refan dan teman-temanya juga sudah samapi disana, mereka memperkenalkan teman nya Refan. Refan tak berhenti tersenyum senang saat melihat Salsa dan Salsa pun hanya bisa membalas senyuman itu. Kenzo yang melihat itu pun kesal sekali, pada hal apa hubungan mereka kan.
"Hay Sa, kalian habis dari pasar ya" sapa Refan pada Salsa.
"Iya Fan kita habis belanja untuk acara Cam nanti malam" jawab Salsa.
"Teman loh ini Fa, nggak pernah liat?" tanya Veny pada kedua teman Refan dan disamping nya ada Bobon tentu saja dia mengenal nya karena mereka teman sekelas.
"Oh iya ini teman aku waktu SMP dulu, nama nya Rey dan Hindi" Refan memperkenalkan kedua temanya.
"Salam kenal semuanya" jawab mereka berdua.
" Kalau aku mau kenalan juga nggak?" tanya Bobon pada mereka.
"Nggak usah Bon, kita udah cukup kenal sama loh nggak usah perkenalan lagi" jawab Veny.
"Ada-ada aja si kamu Bobon, oh iya udah ketemu sama Sintia belum. Sintia udah kangen banget sama kamu" ucap Salsa.
"Udah lah Sa, Sintia lagi bikin minum didapur sama yang lainya" jawab Bobon.
Setelah itu mereka juga masuk kedalam dan melihat para cewek sedang didapur dan mengobrol bersama dengan Mbok Yani, sedangkan para cowok ngangkut belanjaan tadi.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1