Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 12. Kamu Selingkuh!!


__ADS_3

Saat Papa sedang ada pertemuan dengan klien nya disebuah restoran, Papa dan asisten nya tidak sengaja melihat Mama sedang bermesraan dengan seorang laki-laki.


"Pak bukan kah itu Nyonya" tunjuk asistennya pada Mama.


"Kamu benar itu istri saya, sedang apa dia dengan laki-laki itu" kesalnya yang melihat istrinya sedang bermesraan dan laki-laki itu terlihat merangkul istrinya.


"Kamu urus semuanya, kalau mereka tidak mau dengan kamu atur jadwal ulang" ucap Papa menyuruh asistenya untuk pergi bertemu klien mereka.


"Baiklah Pak, saya pergi dulu" jawabnya lalu pergi menemui klien mereka.


Papa buru-buru masuk dan menuju meja Mama dan laki-laki itu, Dia sangat emosi dan tidak menyangka istrinya bisa bermain api di belakang nya. Ternyat buka hanya dia yang selingkuh tapi istrinya juga, ini adalah kesempatan yang bagus untuk melepaskan istrinya dan dia tidak perlu susah-sudah menjelaskan semuanya pada Salsa.


"Oh begini kelakuan kamu!!" Bentak Papa sambil mengerbak meja.


"Mas kamu disini?" tanya Mama panik sambil melihat kearah suaminya dan dia menjauh dari laki-laki itu.


"Mas aku bisa jelasin" bela Mama yang masih panik dan memegang tangan suaminya.


"Sudah lah jangan banyak omong, jadi ini yang kamu sembunyikan selama ini?" Bentak Papa sambil bertanya.


"Sudah lah sayang jelaskan saja pada dia" ucap Laki-laki itu santai.


"Dia saja sudah mengakui, kamu selingkuh!!" sambung Papa sambil tersenyum sinis.


"Iya memangnya kenapa? aku udah mauk banget sama kamu" kesal Mama sambil berdiri.


"Kenalin aku Jhon, aku harap kamu dapat menceraikan dia secepatnya. Aku bisa lebih membahagiakan dia dari pada kamu" laki-laki itu mengulurkan tanganya.


"Saya tidak mau bekenalan dengan laki-laki yang pacaran dengan istri orang" tujuk Papa pada muka Jhon.


"Dan kamu dasar wanita murahan, ayo ikut aku pulang" Papa menarik tangan Mama.


"Maaf Jhon aku pulang dulu, aku akan menghubungi kamu nanti" ucap Mama sebelum pergi bersama dengan Papa.


"Iya jangan lupa hubungi aku sayang" ucapnya sambil melambaikan tangan.


Mereka memutuskan untuk pulang, tidak ada yang memulai pembicaraan susana semakin mencekam. Sampai di rumah pertengkaran pun tidak bisa dihindari, Papa yang mengamuk dan memecahkan semua pajangan rumah.


***


Sedangkan Salsa baru keluar dari kelasnya, Refan menawarkan tumpangan kepada Salsa. Salsa kebetulan tidak dijemput karena Mang Darto haru mengantar Papa, terpaksa lah Salsa pulang dengan Refan dan tidak enak juga karena dia selalu saja menolak.


"Sa kamu pulang naik apa?" tanya Refan yang mengejar Salsa.

__ADS_1


"Aku mau naik taksi kayaknya Fan, soalnya Mang Darto nggak bisa jemput" jawab Salsa.


"Aku antar aja gimana, kebetulan aku bawak mobil?" Refan menawarkan tumpangan pada Salsa.


"Wah kebetulan banget Fan, bisa hemat ongkos dong" canda Salsa dan mereka pun berjalan bersama ke parkiran.


"Kamu bisa aja Sa, ayo kita pulang" aja Refan sambil tersenyum senang.


Mereka pun pulang bersama, Salsa cukup terkejut pasalnya Refan mengendarai mobil Ferrari kaluaran terbaru. Dalam hari Salsa sekaya apa keluarga Refan, saat sekolah penampilanya biasa saja.


"Benaran kita mau naik mobil ini Fan?" tanya Amira yang masih belum percaya dan memastikan jika dia tidak salah.


"Iya beneran Sa, ayo cepat naik" jawanya sambil membukakan pintu untuk Salsa.


Setelah merekan masuk kedalam mobil banyak anak-anak yang melihat kearah mereka, banyak juga yang melihat penuh dengan kekaguman.


Ternyata ada yang melihat mereka dari tadi, Lisa melihat dan memperhatikan Salsa sampai masuk kedalam mobil Refan.


"Bikin kesal saja, lihat tu si Salsa berani-beraninya dia dekatin sepupu gue. Dia itu benar-benar nggak cocok sama Refan, lebih cocok sama kamu juga Nad" ucap Lisa pada temanya yang bernama Nadia itu.


"Iya dia itu memang suka godain cowok ganteng disekolah ini, aku tu udah beberapa kali dekatin Refan tapi dia sama sekali nggak respon aku" jawab Nadia dengan nada kesal.


"Kamu tu harus pepet Refan terus Nad, jangan sampai dia jadian dengan Salsa yang sok kecentilan itu" jawab Lisa lagi.


"Kamu tanang aja, aku akan dekatin Refan. Lihat saja Refan hanya akan menjadi milik aku" ucap Nadia dengan percaya diri.


"Maksud kamu, kak Monika anggota Osis itu?" tanya Nadia.


"Iya masa kamu ngga tau, semua anak membicarakannya. Pas kak Monika hajar si Salsa ada salah satu siswa yang liat tapi dia nggak berani menolong karena takut berurusan sama kak Monika" cerita Salsa.


"Wah berani juga tu si Salsa, emang masalahnya apa kok aku nggak tau ya?" tanya Nadia.


"Ya karena si centil itu dekatin kak Kenzo, ketua Osis kita. Banyak juga yang bilang kak Monika itu pacarnya kak Kenzo, tapi nggak tau juga sih" jawab Lisa sambil mengangkat kedua bahunya.


"Kayaknya kita juga perlu beri pelajaran tu cewek, agar dia nggak berani dekatin Refan lagi" ucap Nadia sambil tersenyum.


"Apa kamu punya rencana Nad?" tanya Lisa penasaran.


Nadia pun membisikan rencananya kepada Lisa dan Lisa menganggukan kepalanya sambil tersenyum, dia menyukai rencana Nadia.


"Wah bagus juga rencana kamu Sa, pulang sekolah besok kita jalankan rencana itu. Memang sesekali anak kayak dia itu harus diberi pelajaran, agar tidak terlalu kecentilan.


"Oke, saatnya kita pulang" jawab Nadia sambil merangkul sahabat nya itu.

__ADS_1


Mereka pun pulang bersama menggunakan mobil Nadia, Nadia memang menyukai Refan dari pertama mereka masuk. Saat dia mengentahui jika Lisa teman sekelasnya dan juga sepupu Refan, dia langsung mendekati Lisa dan berteman dekat denganya.


***


Saat diperjalanan Salsa curiga karena ini bukan jalan pulang kerumahnya, dia langsung bertanya kepada Refan kemana dia akan membawa Salsa.


"Kita mau kemana Fan, ini kan bukan jalan mau pulang kerumah?" tanya Salsa.


"Memang bukan, aku mau ajak kamu makan siang dulu di kafe C. Aku lapar banget soalnya" Alasan Refan.


"Oh kenapa kamu nggak bilang dari tadi, dijalan kerumah aku juga banyak rumah makan Fan" jawab Salsa sambil menggelengkan kepalanya.


"Disini beda Sa, makanannya enak-enak loh. Pasti kamu belum pernah coba kan?" tanya Refan.


"Memang belum pernah Fan, soalnya aku jarang nongkrong-nongkrong kayak kalian" jawab Salsa dengan nada sendu.


"Lagian kalau nggak pulang bareng, mana mau kamu diajak jalan kalau udah pulang sekolah. Aku penasaran apa kerjaan kamu dirumah banyak banget ya?" tanya Refan dengan maksud bercanda pada Salsa.


"Kamu benar Fan, aku harus pulang tepat waktu kalau tidak Papa aku akan marah" jawab Salsa sambil tersenyum.


"Berarti dia sangat menyayangi kamu dong, memang seharusnya anak gais berada dirumah. Oh iya kamu berapa saudara Sa?" tanya Refan lagi.


"Aku anak tunggal Fan, Mama aku tidak subur jadi dia tidak bisa hamil lagi" jelas Salsa dan Refan merasa tidak enak karena sudah bertanya.


"Jadi nggak enak, maaf ya Sa aku nggak bermaksud untuk mengungkit itu" ucap Refan.


"Nggak papa kok Fan, santai saja. Kalau kamu berapa saudara?" tanya Salsa.


"Aku dua saudara, kakak perempuan ku sudah menikah. Bisa dibilang aku anak tunggal juga" jawabnya sambil bercanda.


"Dasar kamu, aku lihat sepertinya kamu anak orang kaya ya?" tanya Salsa.


"Tidak juga Sa, kamu pasti lihat mobil ini kan. Ini mobil sepupu ku kok, aku cuma pinjam soalnya mobil aku lagi dibengkel" jelas Refan.


"Oh begitu ya, aku kira ini mobil kamu" jawab Salsa yang percaya pada Refan.


Loh nggak tau aja Sa, ada lima mobil seperti ini dirumah. Sepertinya kamu lebih menyukai orang yang sederhana, apa sebainya aku menganti mobil lagi. Pikir Refan dalam hatinya dan masih lanjut mengendari mobilnya.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2