Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 51. Jangan Memaksakan Diri


__ADS_3

Papa terus menunggu Salsa pulang, tapi Salsa tidak pulang dan memberinya kabar. Papa salah jika berpikiran Salsa akan memohon untuk pulang kerumah dan minta maaf atas kesalahanya, bukti nya sampai saat ini dia bisa hidup tanpa Papanya.


"Aku salah menilai Salsa, aku pikir dia masih anak yang manja dan tak bisa berbuat apa-apa tanpa Papa nya. Bahkan sampai sekarang dia nggak mau pulang" keluh Papa yang berbicara sama Mama Maria.


"Biarkan dia menenagkan dirinya dulu, jika uangnya sudah habis dan kesulitan nanti dia akan pulang sendiri" jawab Mama.


"Tapi ini sudah terlalu lama, tidak mungkin jika dia kesahabisan uang akan kembali kerumah ini. Apa aku jemput paksa saja" sambung Papa.


"Salsa akan tambah membenci kamu, jika kamu memaksanya. Kita tunggu sebantar lagi, kalau bebrapa bulan lagi dia tidak juga pulang kita jemput dia" Mama Maria memberikan ide.


"Baiklah, aku akan menunggu sebentar lagi" jawab Papa.


Tidak lama kemudian Loly turun kebawah dan dia bergabung bersama dengan Mama dan Papanya, dia sudah terlihat cantik dan membawa tas kecil ditanganya.


"Kamu mau kemana sayang?" tanya Mama Maria.


"Loly mau jalan sama Kenzo, kebetulan tante Ayu bilang disuruh main kerumahnya" jawab Loly lalu duduk disamping Mama nya.


"Benarkah, sepertinya kamu benar-benar akan menjadi besan dengan Ferdi Mas. Lihat mereka sudah semakin dekat" ucap Mama sangat bahagia.


"Iya Papa senang kamu bisa dekat dengan Kenzo, dia sepertinya anak yang baik" jawab Papa yang ikut senang.


"Apa Kenzo yang akan menjemput kamu sayang?" tanya Mama lagi.


"Iya Ma, katanya sebentar lagi dia sampai" jawab Loly.


Beberapa menit kemudian Kenzo datang dan mereka menyambut Kenzo senang, apa lagi Mama Maria yang memang mengidamkan menantu anak orang kaya. Impianya sebantar lagi akan jadi kenyataan, tujuh turunan pun harta mereka tidak akan habis.


"Selamat pagi Tante, Om" sapa Kenzo saat Kenzo sudah memasuk kedalam rumah.


Kenzo sama sekali tidak mengetahui jika itu adalah rumah Salsa, tentu saja karena beberapa bulan yang lalu Papa membeli rumah baru karena Mama Maria tidak mau melihat kenangan Salsa bersama Mamanya.


Kalau dirumah ini dia bebas mendekor semuanya, foto-foto dan pajangan sudah diganti dengan foto mereka bertiga, jejak Salsa benar-benar tidak ada. Bahkan Mama Maria menghasut Papa untuk menjual rumah itu, tapi Papa bilang rumah itu akan dia berikan kepada Salsa.


"Selamat pagi juga nak Kenzo, ayo duduk dulu" jawab Mama Maria yang membuka pintu.


Kenzo pun duduk sebantar dan meminum teh nya yang sudah di buatkan oleh Bu Lasmi, dia adalah pembantu baru dirumah mereka. Sedangkan Mbok Jum dan Mang Darto masih ditugaskan oleh Papa untuk menjaga rumah lama mereka.

__ADS_1


"Ini minumannya Tuan" ucapnya lalu meletakan nya diatas meja.


"Terima kasih Bu" jawab Kenzo sambil tersenyum.


"Apa Mama kamu yang menyuruh Loly datang Ken?" tanya Mama Maria basa basi.


"Iya Tante, kebetulan disana juga ada Mbak Putri. Mama mau mengajak mereka untuk jalan-jalan sepertinya, tidak apa-apa kan Tente saya ajak Loly jalan hari ini" Kenzo balik bertanya.


"Tentu saja boleh, Loly juga tidak ada kegiatan hari minggu. Om dan Tante juga mau pergi kerestoran karena mau mengecek barang yang masuk hari ini" jawab Mama Maria.


"Iya Tante benar, salam kan Om sama Papa kamu nanti" sambung Papa.


"Tentu saja Om, Papa juga sering membicarakan Om. Kalian sepetinya benar-benar dekat waktu sekolah" ucap Kenzo.


"Tentu saja kami sudah seperti saudara dulu, Papa kamu itu anak yang nakal dulu dan suka sekali gontak ganti pacar" Papa Sindi mengingat saat mereka masih sekolah dulu.


"Benarkah Om, Papa sudah pacaran sejak sekolah menengah pertama?" tanya Kenzo tak percaya.


"Iya benar, sekarang saja dia seperti laki-laki baik yang takut istrinya" jawab Papa sambil tertawa.


Obrolan mereka berlanjut sampai mereka menghabiskan teh nya dan baru lah Kenzo mengajak Loly untuk pergi.


***


Sedangkan di tempat lain Salsa dan Mbak Ririn satu shift hari ini, karena hari minggu Salsa memutuskan untuk lembur dan gajinya lumaya untuk di tabung.


"Kamu beneran mau lembur hari ini Sa, ambil shift pagi aja. Jangan memaksakan diri, nanti kamu sakit loh besok kan mau sekolah" ucap Mbak Ririn.


"Nggak papa Mbak, Salsa masih kuat kok. Lagian di kontrakan juga nggak ada kerjaan, Sala beneran nggak papa" jawabnya menyakinkan Mbak Ririn.


"Kalau sakit Mbak udah bilang ya, kamu kan nggak pernah kerja kayak gini. Belum lagi sore nanti barang masuk pasti melelahkan, tapi ada Bang Juni yang bantu kamu" ucap Mbak Ririn.


"Iya Salsa lama-lama udah mulai terbiasa kok Mbak" jawab Salsa.


"Iya-iya Sa Mbak percaya deh, Oh iya jadi nggak kamu mau beli ponsel baru. Kalau nggak biar Mbak aja yang cari in sekalian Mbak pulang nanti?" tanya Mbak Ririn.


"Benar juga kata Mbak, aku harus memberikan kabar pada Mama. Pasti dia sangat khawatir aku sudah lama tidak aktif" jawab Salsa.

__ADS_1


"Sepertinya aku minta kawani dengan Mbak aja pas jam istirahat nanti, atau aku pulang aja ya Mbak nggak usah lanjut shift malam?" tanya Salsa.


"Iya sebaiknya kamu nggak usah masuk malam, kalau nggak mau Mbak hubungi Bang Doni biar dia masuk nanti" jawab Mbak Ririn.


"Boleh juga Mbak, kabari Bang Doni" ucap Salsa.


Akhinya Mbak Ririn menghubungi Bang Doni untuk masuk sing nanti, sebenarnya ada juga yang lain tapi masih sibuk karena ini hari libur.


***


Siang hari nya setelah bersih-bersih dan membereskan barang digudang, Salsa dan Mbak Ririn pergi kekonter dekat sana.


Salsa membeli ponsel yang biasa saja, karena tubunganya sudah mulai menipis. Setelah itu mereka pulang kerumah karena Mbak Ririn mau menjemput Rido.


"Beneran nggak akan nyesal Sa, nggak mau ganti yang lain?" tanya Mbak Ririn.


"Iya Mbak ini aja, Salsa juga haru menabung" jawab Salsa.


"Ya udah ambil yang ini aja, Mbak" ucap Mbak Ririn.


Setelah Salsa mendapatkan ponselnya, mereka bergegas pulang. Mbak Ririn ingin menjemput Rido, banyak juga yang harus dia kerjakan kadang sampai malam pun dia pergi, Salsa tidak berani bertanya apa pekerjaan Mbak Ririn.


"Mbak pergi jemput Rido dulu ya" ucapnya saat Salsa sudah turun dari motor.


"Iya Mbak hati-hati ya" jawab Salsa lalu pergi masuk kedalam.


Salsa masuk kekontrakanya dan langsung menghidupkan ponselnya untuk menghubungi Mamanya. Sudah lama dia tidak memberi kabar, kalau Mama menghubungi ponselny pasti mati. Karena Papa mematikanya, beruntung dia masih menyimpan nomor Mama nya dalam dompetnya.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2