Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Ekstra Part ( Berbelanja )


__ADS_3

Salsa dan Kenzo hari ini akan pergi berbelanja perlengkapan bayi, mereka juga perlu mempersiapkan tas untuk dibawah saat persalinan nanti. Kebetulan hari ini mereka sedang libur dan Salsa sudah mengambil cuti melahirkan, bahkan dia belum mau cuti tapi Kenzo selalu saja memaksanya.


Salsa sudah siap dengan dres bunga berwarna cream dan Kenzo memakai hoodie serta celana pendek. Mereka berjalan kedepan, menuju mobil karena Pak Mahmud sudah mengelurkan mobilnya dari garasi.


"Saat nya berangkat" ucap Kenzo sambil membuka pintu mobil untuk Salsa.


"Terima kasih Tuan" jawab Salsa lalu masuk kedalam mobil.


Kenzo pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya keluar dari rumah, rencananya mereka hari ini akan pergi ke Mall.


Drett...Drett..


"Siapa sayang?" tanya Kenzo saat Salsa melihat ponsel berbunyi.


"Mama, tumben Mama menelpon" jawab Salsa lalu mengakat panggilan dari Mama mertuanya.


"Iya ada apa Ma?" tanya Salsa sambil menatap Kenzo.


"Kamu dimana sayang?" Mama balik bertanya pada Salsa.


"Salsa sama Kenzo lagi di jalan mau belanja ke Mall, ada apa Ma?" tanya Salsa lagi.


"Kalian mau belanja pelengkap bayi ya, nggak Mama tadi nya mau kerumah kalian. Ternyata kalian lagi di luar, kalau udah pulang nanti mampir kerumah Mama ya" jawab Mama menyuruh mereka datang kerumah orang tua Kenzo.


"Baiklah nanti setelah pulang kami akan mampir Ma" ucap Salsa lagi.


"Iya sayang itu aja, hati-hati dijalan. Mama tutup ya" panggilan pun berakhir.


Kenzo melihat kearah Salsa dan seperti nya penasaran kenapa Mama nya menelpon, akhir-akhir ini mereka memang jarang kerumah orang tua Kenzo karena mereka lah yang sering main kerumah.


"Mama menyuruh kita mampir setelah pulang belanja nanti" ucap Salsa sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas.


"Iya mungkin Mama rindu sama kamu, kita akan menginap bila perlu. Kamu tau Mama sangat kesepian semenjak kita pindah" jelas Kenzo dan Salsa pun menganggukan kepalanya.


"Iya aku tau Mama pasti kesepian tapi dia gengsi saja menyuruh kita menginap dirumah" jawab Salsa.


“Iya lain kali kita akan lebih sering main kerumah Mama, oh iya aku lupa memberitahu kamu kalau Mama Karla nggak bisa kesini pas aku lahiran karena Papa Jhon masih banyak kerjaan dan adik ku juga tidak libur sekolah” sambung Salsa menceritakan kepada Kenzo bahwa Mama nya tidak bisa pulang.

__ADS_1


“Tidak apa-apa kamu tidak usah sedih masih ada Mama yang nemanin kamu, jangan lupa kabari Papa juga karena sudah lama di tidak menelpon” jawak Kenzo dan Salsa pun menganggukan kepalanya.


"Baiklah aku akan telpon Papa nanti, dia pasti sangat senang" ucap Salsa sambil tersenyum.


"Bagimana keadaan Papa? apa dia masih sangat bersemangat bekebun. Aku lihat dia semakin kurus" sambung Kenzo memikirkan Papa mertuanya.


"Iya begitu lah, padahal aku sudah sering bilang untuk menyuruh orang membantu nya" jawab Salsa lagi kelihatan sedih.


"Tenang saja aku akan mengurus nya nanti, aku akan cari orang untuk membantu Papa berkebun. Tidak usah khawatir" Kenzo menglus kepala Salsa.


Setelah sampai di Mall, Kenzo membukakan pintu mobil dan membantu Salsa untuk turun. Mereka berdua pun masuk kedalam, tentu saja mereka langsung menuju toko pakaian bayi dan dari tadi Kenzo terus saja memegang tangan istrinya.


“Ambil troli nya sayang, aku rasa kita akan belanja banyak” ucap Salsa sambil melihat kearah baju-baju bayi disana.


Kenzo pun mengambil troli dan mengikuti Salsa dari belakang, salah satu pegawai toko menghampiri mereka.


“Ada yang bisa saya bantu Mas, Mbak?” tanya nya yang melihat Salsa kebingungan.


“Kami mau cari baju bayi, untuk persiapan lahiran nanti. Baju bayi yang banyak disebelah mana ya Mbak?” tanya Salsa ramah.


Banyak sekali baju bayi disana, Salsa sampai kebingungan untuk memilihnya. Kenzo pun membantu memilihkan beberapa baju dan perelengkapan lain nya.


“Apa kita beli semuanya sayang, ini sangat lucu. Apa boleh beli yang warna pink juga?” tanya Salsa sambil mengambil salah satu baju berwarna pink.


“Sayang kita Cuma beli secukupnya saja, kalau kurang kita bisa beli lagi. Bukan kah baby kita jagoan jangan beli warna pink, ayo lah ambil waran abu-abu saja. Bagaimana ?” bujuk Kenzo agar Salsa mau.


“Baiklah kita ambil abu-abu saja” jawab Salsa dengan terpaksa.


“Kamu bisa beli baju itu setelah jagoan kita lahir, tambah satu lagi aku tidak keberatan” bisik Kenzo di telinga Salsa.


“Jangan berbicara seperti itu, ini di luar nanti ada yang dengar” Salsa tersenyum malu mendengar ucapan Kenzo barusan.


Mereka memberi banyak baju, beberapa kata Kenzo bukan lah yang sebenarnya. Lihat saja sampai troli mereka penuh, setelah itu mereka membeli tas dan perelngkapan untuk memandikan bayi.


Saat asik berkeliling ada seorang wanita yang memanggil Salsa, Salsa pun berbalik dan melihat wanita itu. Dia kurang ingat karen tidak pernah bertemu sebelumnya, perempuan itu menyapa Salsa dengan sangat ramah.


“Salsa…!!” teriak nya dan Salsa pun menolah kearah sumber suara yang memanggil nama nya.

__ADS_1


“Iya..kamu memanggil saya ya?” tanya Salsa sambil menunjuk dirinya.


“Iya kamu Salsa Lorenza, alumni SMA Nusa Bangsa kan? “ tanya nya sekali lagi dan Salsa pun menganggukan kepalahnya.


“Apa kamu nggak ingat aku? Aku Lisa” ucapnya dan Salsa pun ingat iya Lisa, gadis sombong sepupunya Refan.


“Lisa kamu sepupunya Refan kan? Maaf tidak mengenali kamu karena sudah lama nggak ketemu” jawab Salsa sangat sopan.


“Tidak apa- apa, aku memang banyak berubah kan. Maklum ibu anak tiga” jawabnya dan tidak lama kemudian datang seorang laki-laki yang menggendong bayi dan memegang seorang gadis kecil kira-kira usia 3 tahunan.


“Sayang kamu disini? Aku mencari kamu dari tadi” ucap laki-laki itu.


“Iya aku sedang mencari perlengkapan mandi untuk Azam, aku tidak sengaja bertemu dengan teman lama ku pas SMA dulu. Perkenalkan ini suami aku nama nya Rindi” Lisa memperkenalkan suaminya,


“Salam kenal saya Salsa dan ini suami saya Kenzo” perkataan Salsa membuat Lisa cukup terkejut karena Salsa benar-benar menikah dengan ketua Osis mereka dulu.


“Jangan bilang ini Kenzo, ketua Osis kita dulu” sambung Lisa tak percaya.


“Apa kamu mengenal ku?” tanya Kenzo sambil menunjuk dirinya sendiri.


“Tentu saja aku mengenal kamu, kamu sangat keren dulu” Lisa tersenyum dengan Kenzo.


“Apa kalian sudah mau selesai belanja? Bagaimana kalau makan siang bersama kami” ajak Lisa.


Kebetulan mereka juga sudah selesai memilih barang nya dan tinggal melakukan pembayaran, Salsa juga tidak enak menolak karena Lisa terlihat memaksa.


.


.


.


.


Terima kasih sudah mampir teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😊🙏


 

__ADS_1


__ADS_2