
Beberapa hari kemudian saat Salsa bejalan dikoridor sekolah, ada Kenzo disana mereka hanya berpapasan tanpa menyapa dan menoleh. Saat Salsa sudah jauh Kenzo memandangi dia dari belakang, entah apa yang dia pikirkan.
Salsa yang tidak mau mengganggu Kenzo lagi, karena dia sendiri yang bilang jangan pernah ganggu lagi dan menganggap mereka tidak pernah kenal.
Saat memasuki perpustakaan ada Refan disana dan Salsa langsung menghampirinya.
"Fan kamu sudah duluan ternyata?" tanya Salsa saat melihat Refan sudah duduk disana.
"Iya itu buku yang kamu cari, tadi aku udah ambilin buat kamu" jawabnya.
Salsa pun duduk disebelah Refan dan mengambil buku tersebut sambil tersenyum senang.
"Terima kasih banyak, aku nggak harus nyari lagi deh" ucap Salsa.
"Sama-sama Sa, ayo kita pinjam bukunya lalu pergi kekantin. Tiara dan lainya udah disana, tadi dia bilang kamu disuruh nyusul" jawab Refan.
Mereka berdua pun meminjam buku dengan pejaga perpustakaan, Salsa mencari buku Ekonomi yang dibilang oleh Bu Desi kemarin.
Salsa dan Refan bergabung dengan mereka bertiga yang duduk di salah satu meja kantin, Salsa dan Refan yang belum memesan makanan mereka, sedangkan yang lain sudah mulai makan duluan.
"Kalian pesan aja dulu, kami tunggu kok"ucap Tiara.
"Iya kamu mau pesan apa Sa?" tanya Refan.
"Aku mau nasi goreng aja, pakai telor dadar dan minumnya es teh" jawab Salsa.
Refan pun pergi memesan makanan nya dan tak lama kemudian datang lah Aldo dan Kenzo, seperti biasanya Aldo menghampiri mereka tapi Kenzo duduk ditempat lain. Melihat itu pun Veny dan yang lainya merasa curiga dan tumben sekali Kak Kenzo tidak mau gabung bersama mereka.
"Hay sayang" sapa Aldo.
"Hay juga sayang, kenapa kak Kenzo nggak ikut gabung disini?" tanya Veny.
"Oh dia lagi nunggu gebetan nya, mereka mau makan bareng kali" jawab Aldo spontan.
Mendengar hal itu Salsa terdiam kaku, siapa yang sedang dekat dengan Kenzo. Dia sangat cemburu, bahkan terlihat kesal setelah Aldo bicara tadi.
"Gebetan? emang siapa gebetan Kak Kenzo?" tanya Veny lagi sambil memandang kearah Salsa.
__ADS_1
"Lihat saja nanti, bentar lagi juga dia datang" jawab Aldo yang duduk disamping Veny.
Kasian sekali Salsa, apa mereka tidak dekat lagi. Salsa pasti sedih, memang siapa si yang jadi gebetan Kak Kenzo bikin penasaran aja ucap Veny dalam hatinya.
"Aku juga penasaran, apa dia adek tingkat atau satu kelas dengan kalian kak?" tanya Tiara yang ikut penasaran.
Refan pun kembali dan membelikan bebrapa cemilan untuk Salsa, mereka sumua yang melihat itu pun tersenyum karena Refan sangat perhatian pada Salsa.
"Ini Sa makan dulu cemilanya, nasi gorengnya masih dibuat nanti kamu keburu lapar" ucap Refan memberikan beberapa cemilan.
"Makasih Fan, kamu tau aja aku udah lapar banget" jawabnya sambil tersenyum kecil.
"Wah perhatian banget Babang Refan, yang kita nggak dibeliin ni?" ejek Tiara.
"Ambil aja kalau mau Ra, ini kan banyak" jawab Salsa memberikan makanan itu.
"Canda aja Sa, tapi mintak satu deh" ucapnya lalu mengambil salah satu cemilanya.
Tidak lama kemudian Loly masuk sendiri dan duduk didepan Kenzo, semua orang yang ada disana pun histeris. Mereka bilang Kenzo dan Loly sangat cocok karena mereka sama-sama populer disekolah.
"Nah itu dia" tunjuk Aldo pada Loly yang baru datang.
"Iya mereka udah dekat dari bulan-bulan kemarin, katanya keluarga mereka juga dekat Papa Kenzo dan Papanya Loly itu sahabatan" jawab Aldo.
"Wah pasangan yang sempurna, satu cantik dan satunya lagi ganteng. Aku adalah pendukung pertama mereka, jika mereka pacaran" ungkap Tiara.
Mendengar hal itu Veny langsung menyikut lengan Tiara yang terlalu banyak bicara, Veny memikirkan perasaan Salsa. Pasti dia sangat hancur karenadia udah lama suka sama kak Kenzo.
"Awww, sakit Ven" kesal Tiara saat Veny menyikut lengan nya.
"Kamu itu terlalu banyak bicara, makan saja cemilan kamu" ucap Veny sambil tersenyum kecut.
"Tapi memang benar kok, mereka serasi banget. Kapan aku bisa romantisan kayak mereka" sambung Sintia.
"Makanya ajak Bobon kesini, biar kalian bisa romantisan juga" jawab Tiara.
"Mana ada cewek yang ajak, aku gengsi lah Ra" ucap Sintia, nggak mungkin dia yang dekatin Bobon duluan.
__ADS_1
"Nanti aku salamin sama Bobon, kalau kamu mau beneran sama dia" sambung Veny mengalihkan pembicaraan.
Ternyata Loly yang kak Kenzo suka, sekian banyak cewek di sekolah ini kenapa harus Loly kesal Salsa dalam hatinya. Selalu saja Loly dan Mama nya datang kekehidupan Salsa, mereka merebut semuanya.
Saat makanan tiba Salsa memakan-makananya seperti tidak berselerah, apa lagi saat dia melirik kearah Kenzo dan Loly yang sedang makan bersama.
"Kenapa kamu makan dikit sekali, badan udah kurus gini tambah kurus" kesal Refan.
"Iya makan yang banyak Sa" sambung Sintia.
"Oh iya Sa, katanya kamu kerja di mini market ya. Apa kamu nggak kecapean pulang sekolah langsung kerja?" tanya Veny.
"Iya nggak papa kok Ven, sekalian cari uang buat tambahan bayar kontrakan" jawab Salsa.
"Kasian banget loh Sa, jahat banget Papa kamu. Masa anaknya nggak dikasih uang dan kata Tiara Atm kamu juga diambil, kalau kamu kesulitan bilang aja sama aku" ucap Veny.
"Iya Sa kami siap membantu kamu, kalau libur kabari kami ya. Kami mau main kekontrakan kamu" sambung Tiara.
"Aku nggak bisa kasih kabar ke kalain, ponsel ku juga udah aku kasih ke Papa. Mungkin minggu depan aku beli, nunggu dapat gajian dulu" jawab Salsa santai.
"Ya ampun sa, kamu mau pakai ponsel aku? besok aku bawak buat kamu" ucap Veny, karena ponselnya ada beberapa yang masih bagus dan bisa di pakai.
"Tidak usah Ven, aku tidak mau di kasihani. Anggap saja aku seperti kemarin, santai saja aku nggak papa kok" jawabnya berusaha menguatkan diri.
Mereka menatap kasihan pada Salsa, gara-gara masalah kemarin hidupnya tambah sulit. Belum lagi di harus berjuang sendiri, orang lain melihat jika Salsa anak orang kaya dan berada tapi kenyataan nya berbeda.
"Semoga kamu mendapat kebahagian Sa, aku jadi terharu kamu wanita yang kuat banget. Kalau aku ada di posisi kamu, mungkin aku sudah menyerah" Tiara memegang tangan Salsa.
Refan juga kasihan melihat Salsa yang harus bekerja, dia sudah menawarkan untuk membantu membayar uang kontrakan dan SPP tapi Salsa menolak. Katanya dia masih mampu mencari uang dan dia sudah sangat berterima kasih karena Refan sudah banyak membantunya.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC