Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 101. Malam Mingguan


__ADS_3

Satu minggu berlalu, ujian tengah semester pun sudah selesai. Malam minggu ini Kenzo mengajak Salsa untuk jalan-jalan keluar, dia juga sudah lama tidak keluar. Salsa yang bosan dirumah pun sangat senang, tapi jalan-jalan kali ini berbeda karena Kenzo ingin menggunakan motornya.


Saat diruang santai mereka melihat Mama dan Papa sedang menonton Tv, Mama yang melihat mereka sudah rapi bahkan Salsa sudah menggunakan jaketnya. Dia langsung bertanya hendak kemana mereka berdua pergi, dia juga lupa kalau ini malam minggu.


"Mau kemana kalian berdua sudah rapi begitu, apa tidak makan malam dirumah?" tanya Mama dan Kenzo pun berhenti.


"Ini malam minggu ma, Kenzo sama Salsa mau jalan-jalan ala anak pacaran dulu. Kayak Mama dulu nggak pernah pacaran aja" jawab Kenzo dengan muka diketuk.


"Mama lupa jika malam ini adalah malam minggu, iya pergi saja tapi jangan kemalaman bawak anak perempuan Mama" sahutnya dengan Kenzo.


"Iya kami pergi dulu" jawab Kenzo dengan muka masam.


"Kami pergi dulu Ma, Pa" sambung Salsa kemudian.


"Iya hati-hati sayang, jangan pulang kemaleman" teriak Mama karena Kenzo sudah menarik Salsa keluar.


Setelah itu Kenzo mengeluarkan motornya dia menyuruh Salsa untuk naik, Salsa sengaja memakai celana panjang karena Kenzo yang bilang mereka akan naik motor.


"Ayo naik sayang" ucap Kenzo yang sudah siap.


"Baiklah" jawab Salsa dan dia pun naik.


"Kita mau kemana kak? aku lapar, bahkan kita belum makan malam" sambung Salsa setelah naik keatas motor.


"Kita makan ke tempat langganan aku, kamu pasti suka. Pegangan yang erat nanti kamu jatuh" jawabnya dan Salsa langsung memeluk Kenzo erat.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai disebuah warung bakso pinggir jalan dan warungnya lumayan ramai, Salsa cukup terkejut dia tidak menyangkan Kenzo mau makan-makanan pinggir jalan seperti ini.


"Ayo turun sayang, kita makan bakso disini aja. Aku jamin kamu pasti nagih, soalnya enak banget" ucap Kenzo dan Salsa yang tidak yakin pun bertanya lagi pada Kenzo.


"Apa kakak yakin mau makan disini?" tanya Salsa yang masih duduk diatas motor.


"Iya yakin lah, ayo turun" ucapnya lagi dan Salsa pun menurutinya.


Kenzo pun memegang tangan Salsa dan masuk kedalam warung tersebut, yang membuat Salsa lebih terkejut lagi Pak Deh yang jualan bakso itu juga kenal dengan Kenzo.


"Malam Pak Deh, kami mau makan bakso ni" sapa nya dengan bapak-bapak penjual bakso itu.


"Wah udah lama nggak datang Den, kali ini nggak bawak teman nya tapi bawak pacar ya?" tanya nya sambil melihat kearah Salsa yang bediri disamping nya dan Salsa pun tersenyum ramah pada bapak itu.


"Iya Pak Deh, bosan kali bawak teman cowok mulu. Pesan bakso urat nya satu Pak Deh" ucap Kenzo.

__ADS_1


"Kamu mau bakso apa sayang?" tanya pada Salsa.


"Sama kan saja" jawab Salsa yang ingin ikut apa yang Kenzo pesan kan.


"Ya udah bakso uratnya dua ya Pak, kami tunggu didalam" sambung Kenzo lagi.


"Oke siap Den" jawabnya sambil tersenyum.


Mereka berdua duduk dikursi kosong dan agak belakang, Kenzo yakin jika Salsa tidak nyaman. Apa dia tidak pernah makan seperti ini, pikirnya dalam hati.


"Apa kamu nggak pernah makan kayak gini yang?" tanya Kenzo pada Salsa yang duduk disamping nya.


"Sering kok, malahan aku kira kakak yang nggak pernah makan kayak gini. Aku hanya sedikit terkejut saja" jawab Salsa sambil tersenyum.


"Aku kira kamu nggak mau, kalau nggak mau kita bisa pindah aja" sambung Kenzo.


"Nggak usah aku suka kok makan bakso tenang saja, aku bukan tipe orang pemilih. Jadi kakak tidak repot punya istri seperti aku" jawab Salsa sambil tertawa kecil.


"Iya istri ku ini memang tidak pernah merepotkan" ucapnya sambil menyindir Salsa.


"Kakak tidak sungguh-sungguh berbicara seperti itu, bilang saja istri ku ini sangat merepotkan" Jawab Salsa sambil cemberut.


"Itu kan kamu yang bilang yang, aku nggak bilang loh" ucap Kenzo.


"Iya kami sering makan kesini bersama dengan anak motor lain juga, setelah ini aku ajak kamu kesana sekalian kenalan juga" jawab Kenzo.


"Aku malu, apa teman kakak baik-baik semua?" tanya Salsa memastikan.


"Iya sayang, nggak mungkin juga mereka jahat. Ada Aldo sama Veny juga disana, kamu nggak perlu khawatir" sambung Kenzo sambil mengelus kepala Salsa.


Tidak lama kemudian salsh satu pegawai mengantarkan pesanan mereka, mereka pun menikmati bakso nya. Ternyata yang di bilang Kenzo memang benar kalau bakso nya sangat enak, sara nya tak kalah dari yang dirumah makan besar.


"Terima kasih Mas" ucap Salsa sambil tersenyum.


"Sama -sama Mbak, selamat menikmati" jawabnya yang balik tersenyum pada Salsa.


Setelah pegawai itu pergi Kenzo pun marah pada Salsa karena masalah tersenyum pada pegawai tadi, terkadang Kenzo lebih kekanak-kanakan dari nya.


"Jangan tersenyum seperti tadi, kamu hanya boleh tersenyum seperti itu didepan aku aja" ucap Kenzo kesal.


"Aku cuma tersenyum, kenapa kakak mala mempermasalahkan nya" jawab Salsa yang mulai memakan bakso nya.

__ADS_1


"Tapi teta..." belum selesai Kenzo berbicara Salsa sudah memasukan bakso kedalam mulut Kenzo agar dia berhenti bicara.


"Makan dulu baru bicara" sambung Salsa dan terpaksa Kenzo pun menurutinya.


Setelah makan basko mereka pergi ke beskem yang sering mereka pakai untuk tempat berkumpul, Salsa juga baru tau kalau Veny juga mau ikut Aldo ketempat tongkrongan mereka.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai disebuah kafe yang terlihat sepi, karena mungkin tempat ini sudah mereka sulap jadi beskem mereka.


"Hay sa, kenapa baru sampai. Kata Kenzo kalain udah Otw tadi?" tanya Veny yang duduk bergabung bersama dengan teman-temanya Aldo dan Kenzo, mereka juga membawa pacar dan teman wanita juga.


"Iya kami makan dulu tadi" jawab Salsa yang masih berdiri disamping Kenzo.


"Kenalin dong pacar kamu Ken?" sambung Bian, salah satu anak geng mereka.


"Oh iya kenalin ini pacar aku, namanya Salsa" ucap Kenzo memperkenalkan Salsa pada semuanya.


"Salam kenal semua nya" sahut Salsa.


Setelah itu dia duduk disamping Veny dan Kenzo duduk disamping Salsa, semua nya sangat ramah pada Salsa bahkan teman-teman Kenzo serta pacarnya juga mengajak Salsa berkenalan.


"Sering-sering main kesini sa, soalnya tiap kesini Kenzo nggak pernah bawak pacar" sambung Lena, pacarnya Bian.


"Benarkah? apa sebelumnya dia belum pernah bawak pacar?" tanya Salsa tak percaya.


"Iya beneran sa, kamu yang pertama dia bawak keisni. Hampir kita kira dia nggak suka perempuan, kamu beruntung banget sa" sahut Aldo yang mengatakan sebenenarnya.


"Wah berarti aku patut bangga dong" jawabnya sambil tersenyum.


"Sialan emang loh Do" sabut Kenzo pada Aldo.


"Udah jangan berdebat, kakak suka banget emosian" sambung Salsa menenangkan Kenzo.


"Entah dengerin tu kata Salsa, jangan marah mulu" sahut Aldo.


Mereka mengobrolkan banyak hal, termasuk kegiatan yang sering mereka lakukan. Salsa baru tau jika nongkrong kayak gini seru banget, tidak seburuk yang dia bayangkan.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2